Arsip untuk Mei, 2012


Istilah ‘islam moderat’ sering kali terdengar.sebenarnya apa yang dimaksudkan oleh segelintir orang yang mengaku sebagai muslim yang moderat,atau mengambil paham islam yang moderat.

Setelah ditelusuri betul, ternyata pengertian islam secara moderat yang ditampilkan adalah islam yang ‘diringan-ringankan’ kalau menurut saya. Ringan dalam artian dalam berbagai hal. Mulai dari cara berpenampilan, tata cara ibadah/ fiqh mualamalah.

Memahami bahasa dengan bahasa terkadang perlu sedikit pendalaman. Jikalau tidak hati-hati dalam memahami bahasa Quran dan hadits, tentu pemahaman islam kita akan rancu.

Moderat dalam bahasa indonesia berarti pertengahan atau mudah diterima di semua kalangan. Kata moderat yang dimaksud dalam istilah ini di-claim sebagai penafsiran dari kata ‘al washotiyah’.Kata ini terdapat dalam hadits yang mengatakan bahwa islam itu adalah al washatiyah atau islam itu adalah pertengahan. Namun,ternyata makna pertengahan antara kedua bahasa ini sebenarnya sangat berbeda. Tidak seperti yang dimaknai secara biasa,yaitu pertengahan.

Memaknai kata pertengan dari kata moderat dan makna kata pertengahan dari bahasa agama sangatlah berbeda. Al Washotyah atau petengahan dalam bahasa agama berarti mengambil jalan tengah yaitu mempertimbangkan segala sesuatunya tanpa ada kehendak mengikuti hawa nafsu disana. Jadi,islam adalah agama pertengahan yaitu agama yang terbebas daripada mengikuti kehendak hawa nafsu lawwamah, tetapi islam adalah agama yang dituntun oleh ketentuan Allah dan Rasul-Nya.

Salah satu contoh pandangan islam moderat ialah dalam hal berpakaian. Ada pendapat yang mengatakan bahwa pakaian muslim itu adalah baju koko, songkok, bahkan jas,kemeja, celana bahan, atau sekedar berpakaian rapi dan sopan saja. Ini adalah pendapat islam moderat. Padahal seperti yang disepakati jumhur ulama -yang telah dicontohkan langsung oleh para salafussalih, pakaian muslim itu adalah pakaian sunnah yakni contohnya: gamis, jubah, peci, sorban, ridah, serta dominan berwarna putih.

Begitu juga dengan pakaian muslimah. Pendapat sebagian besar ulama mewajibkan muslimah agar menutup seluruh tubuhnya, sehingga cadar dan niqab menjadi wajib. Ini adalah pendapat yang paling hati-hati. Dengan begini, tidak akan ada lagi fitnah kaum perempuan bagi laki-laki karena para muslimah sudah tidak lagi memperlihat kecantikan wajahnya. Karena wajah adalah inti kecantikan seorang wanita.

Sebenarnya, masih banyak lagi pendapat yang ‘nyeleneh’ islam moderat terkait dengan berbagai hal. Jikau tidak berhati-hati betul, seseorang yang mengaku-ngaku muslim moderat bisa terjatuh kepada talfiq dan berbuat fasik. Semoga islam benar-benar menuntun kehiduapan kita, yang bersifat jauh daripada mengikuti hawa nafsu belaka. Wallahu a’lam. klik

Iklan

“Kami tidak berperang melawan Islam” – Presiden Obama

Hanya dua bulan yang lalu, para pejabat Pentagon berulang kali memohon kepada Pastor Terry Jones untuk tidak membakar salinan Quran karena khawatir bahwa tindakannya itu bisa membangkitkan sentimen Muslim dan membahayakan nyawa tentara AS yang bertugas di Afghanistan dan tempat-tempat lain. Namun, sebulan kemudian Pentagon berhasil mengalahkan kefanatikan Terry Jones dan telah terungkap bahwa mereka sendiri merupakan ujung tombak perang salib Amerika melawan Islam dan berusaha memusnahkannya secara total. Letkol Matthew Dooley, yang bertanggung jawab atas pelatihan atas ratusan pejabat AS yang memberikan pandangan-pandangan yang menyimpang atas Islam, mengatakan dalam salah satu presentasinya:“Kami sekarang telah sampai pada pemahaman bahwa tidak ada yang namanya Islam moderat … Oleh karena sudah waktunya bagi Amerika untuk memperjelas maksud kita sesungguhnya. Ideologi barbar ini tidak akan lagi bisa ditolerir. Islam harus berubah atau kita akan memfasilitasi kehancuran dirinya. “
Orang tidak perlu melihat jauh untuk menemukan bagaimana dalam dan luasnya permusuhan Pentagon terhadap Islam. Di Afghanistan, pelecehan mesin-mesin perang Amerika terhadap Islam terjadi secara rutin. Hal ini termasuk tindakan pengecut pembakaran Al-Qur’an oleh militer Amerika yang fanatik. Di tempat-tempat lain, pasukan Amerika sambil bermain-main mengencingi mayat-mayat warga Afghanistan dan merasa senang dengan penyiksaan atas mayat-mayat itu. Jangan pernah lupakan penyiksaan secara kejam atas para tahanan di Bagram, pemerkosaan terhadap gadis-gadis muda dan pembantaian penduduk sipil yang tidak berperi kemanusiaan telah menjadi ciri dari perang salib Amerika yang berbahaya di Afghanistan. Betapapun kerasnya Amerika mencoba berupaya untuk mengindoktrinasi para prajuritnya agar membenci Islam, insiden yang terakhir ini, yang merupakan sebuah episode terbaru merupakan pengingat yang jelas ke seluruh dunia bahwa barbarisme dan tidak adanya emansipasi dari pemerintah tiran ini adalah ciri khas kebijakan Amerika di dunia Muslim.
Sudah merupakan rahasia umum bahwa di mana pun di dunia Muslim,  Amerika melakukan campur tangan –  negara itu selalu meninggalkan jejak kematian dan kehancuran – sebuah reputasi yang sangat tidak layak bagi sebuah bangsa terkemuka yang juga membanggakan diri pada toleransi. Lihatlah contohnya, pembunuhan secara serampangan atas banyak warga sipil tak bersenjata oleh pesawat-pesawat drone Amerika dan Pasukan Khususnya di Pakistan, atau kekebalan diplomatik yang diberikan kepada Raymond Davis bagi pembunuhan berdarah dingin yang dilakukannya atas orang-orang Pakistan di siang bolong. Hal ini jelas merupakan kecenderungan Amerika untuk mengabaikan HAM yang dikhotbahkan oleh negera itu ke seluruh dunia. Ambil contoh,  perang yang dilakukan Amerika di Irak:  Tindakan mempermalukan dan kekejaman terhadap para tahanan Irak di Abu Ghraib dan pembunuhan atas penduduk sipil tidak bersenjata di Haditha merupakan pengingat dan pertanda tentang buah dari pendudukan Irak oleh Amerika. Namun, meskipun tindakan-tindakan barbar seperti dilakukan oleh militer AS sendiri, tentaranya diberikan banyak pujian dan kejahatan yang mereka lakukan terhadap kemanusiaan diabaikan. Pada akhir tahun lalu, Presiden Obama mengatakan kepada para tentara yang pulang dari Irak: “Sebagai komandan tertinggi anda, dan atas nama sebuah bangsa yangbersyukur, saya bangga akhirnya dapat mengatakan dua kata itu.”
Namun yang lebih buruk lagi, tidak ada upaya serius para tokok politik Amerika atau para perwira seniornya untuk mengubah perilaku tidak beradab pasukan Amerika. Di manapun mereka ditempatkan, Pentagon segera mencari kekebalan hukum dari penuntutan, sebagai syarat wajib atas diberikannya pakta keamanan atau bantuan militer. Dengan kata lain, tidak ada dampak atas tindakan kejahatan yang dilakukan oleh tentara Amerika terhadap penduduk  setempat. Jika kebetulan ada seorang tentara Amerika yang terbukti bersalah, pengadilan pura-pura kemudian digelar oleh militer AS (yang merupakan kesimpulan dari pengadilan atas pembantaian di Haditha pada awal tahun ini) untuk memastikan bahwa hukuman yang diberikan tidak setimpal dengan kejahatan yang dilakukan. Militer AS berusaha untuk menanamkan kebiadaban di dalam jajarannya dengan memastikan bahwa perilaku semacam ini dilembagakan. UU Otorisasi Pertahanan Nasional (National Defence Authorization Act) yang disahkan oleh Senat Amerika mencerminkan tindakan tersebut, yang melegalkan seks dengan hewan dan mengizinkan sodomi.
Ketika militer AS berkomitmen untuk melestarikan tindakan barbar dan nilai-nilai tercela, seseorang hanya bisa membayangkan bagaimana pelatihan militer yang diajarkan Amerika kepada negara-negara di seluruh dunia. Jadi, apakah akar penyebab di balik perilaku yang bertentangan dengan logika manusia itu? Penjelasan dengan beralasan adanya “beberapa apel busuk ” dalam jajaran (militer) mereka tidak lagi masuk akal dan tidak pantas untuk didiskusikan.  Amerika juga tidak bisa lagi mengatakan bahwa budaya militer yang dilembagakan oleh Pentagon sebagai satu-satunya hal yang dianggap bertanggung jawab yang memelihara generasi muda pria dan wanita, yang menunjukkan kurangnya penghargaan atas budaya asing dan manusia.
Sebaliknya, budaya militer itu didasarkan pada fondasi dasar dimana diatasnya seluruh masyarakat Amerika dibangun. Pendorong tunggal bagi perilaku semacam itu adalah kebebasan, yang merupakan landasan yang dihargai di Amerika dan bertanggung jawab bagi pembentukan budaya populer (pop culture), budaya perusahaan (corporate culture), dan nilai-nilai sosial dan etika. Hal inilah yang menjadi hal yang sangat mendasar bahwa militer di negara-negara Barat, terutama di Amerika, bertanggung jawab bagaimana mereka mencetak sikap para personil militernya.
Pria dan wanita, yang sejak usia muda dicecoki dengan makanan kebebasan, mendaftar sebagai tentara sebagai pembela kebebasan, menjalani pelatihan bersenjata dan akhirnya dikerahkan di luar negeri. Di sini, mereka menemukan diri mereka pada lingkungan yang berbeda; hukum dan pembatasan dari negara asal tidak lagi mengena pada apa yang seseorang bisa katakan dan lakukan dan senjata yang mereka miliki membuat mereka merasa bahwa mereka pada akhirnya dapat mengatakan dan melakukan apapun yang mereka inginkan. Tentu, keyakinan penduduk lokal, nilai-nilai, harta benda, kehidupan dan martabat mereka dengan cepat dikalahkan – semua atas nama kebebasan.
Kebebasan adalah ide yang fantastis dan selalu menyebabkan perselisihan dan kekerasan. Barat mengklaim bahwa individu bebas untuk melakukan apapun yang mereka pilih dan melakukan indoktrinasi penduduknya dengan keinginan untuk bebas. Tapi, dalam prakteknya, hal ini mengarahkan kepada konflik tak berujung diantara masyarakat, sebagaimana pandangan yang diungkapkan oleh sebagian orang, atau perilaku yang ditunjukkan oleh sebagian orang, dapat diartikan sebagai tindakan ofensif dan menghina orang lain. Oleh karena itu, pemerintah Barat yang terus-menerus melakukan campur tangan dalam perselisihan dan mencari celah atas hukum untuk melindungi kebebasan dari sebagian orang lain dengan mencabut kebebasan mereka untuk mengungkapkan pikiran dan berperilaku dengan cara tertentu.
Seringkali, yang mendapat untung dari kebebasan itu adalah individu atau kelompok yang memiliki pandangan atau perilaku yang sama dengan kepentingan pemerintah, atau para kapitalis kuat yang memiliki kemampuan untuk menggunakan pengaruhnya atas pemerintah. Itulah sebabnya begitu banyak lembaga, termasuk lembaga militer di Barat, yang diberikan kebebasan untuk menyerang Islam karena retorika dan kebijakan diskriminatif  berapi-api mereka selaras dengan perang yang belum selesai yang dilakukan Barat terhadap Islam. Namun, jika media Barat, atau banyak lembaga didapatkan menghina orang-orang Yahudi atau negara Zionis Israel, pemerintah Barat dengan cepat akan mengambil langkah tegas untuk membatasi penghinaan yang mereka lakukan.
Islam tidak mempercayai ide kebebasan yang merupakan isapan jempol, di mana segelintir orang memutuskan pikiran dan perilaku mana yang secara hukum bisa dilakukan tanpa sensor, dan yang pikiran dan perilaku mana yang harus tunduk pada kritik dan dapat diadili di pengadilan. Islam menetapkan bahwa kehidupan, kehormatan, darah, kekayaan, agama, ras dan pikiran harus dilindungi oleh Negara Islam. Semua warga Khilafah dijamin hak-hak atas hal-hal itu, terlepas dari apakah mereka Muslim atau non-Muslim.
Islam juga melindungi hak-hak non-Muslim untuk beribadah tanpa takut dikenakan retribusi, atau fitnah atas kepercayaan mereka. Rasulullah SAW bersabda: Orang yang menyakiti seorang kafir dzimmi (non muslim yang merupakan warga negara Khilafah), berarti menyakitiku dan orang yangmenyakitiku adalah orang yang menyakiti Allah”. Oleh karena itu,  adalah terlarang bagi seorang Muslim untuk menghina kepercayaan non-Muslim, menumpahkan darah mereka, membahayakan tempat ibadah mereka dan menodai harta milik mereka.
Sejarah Islam tidak ada bandingannya dalam kapasitasnya untuk menjamin hak-hak agama non-Muslim di bawah naungan Khilafah. Pada zaman Umar bin Khattab (RA), tentara Islam menaklukkan Suriah, tapi dengan cepat mengembalikan Jizyah yang dikumpulkan dari Homs, sebuah kota yang dihuni oleh orang Kristen dan Yahudi. Kaum Muslim beralasan bahwa mereka mengembalikan uang itu kepada non-Muslim karena mereka tidak dapat melindungi hidup, darah, kehormatan dan harta mereka dari angkatan bersenjata Romawi yang mampu mempersenjatai diri mereka kembali. Non-Muslim begitu terkesan dengan hal ini sehingga mereka berkata: “Kamimenginginkan hukum dan keadilan anda dan itu jauh lebih baik daripada keadaan kami sebelumnya dalam penindasan dan tiraniDengan bantuan‘amil andakami ingin mengenyahkan tentara Heraklius dari kota ini. ” Orang-orang Yahudi kemudian bangkit dan berkata: “Kami bersumpah dengan Taurat, tidak ada Gubernur Heraklius yang akan memasuki kota Homs, kecuali kita adalah orang yang pertama dikalahkan dan kami akan kelelahan!” Sambil mengatakan hal ini, mereka kemudian menutup gerbang kota dan menjaganya.
Jika militer Amerika benar-benar ingin menjangkau massa Muslim dan merebut hati dan pikiran mereka, paling tidak yang mereka dapat lakukan adalah merubah secara radikal indoktrinasi para perwira militernya dengan memberikan pandangan yang lebih seimbang atas Islam yang menyeluruh termasuk Khilafah dan kontribusi Islam bagi peradaban manusia. Mungkin para trainer di Pentagon dapat mengambilnya dari tulisan-tulisan Bernard Shaw yang mengatakan, “Saya selalu sangat menghargai agama Muhammad karena vitalitasnya yang indah. Inilah satu-satunya agama yang bagi saya tampakmemiliki kapasitas untuk berasimilasi kepada fase perubahan eksistensi yang dapat membuat dirinyamenjadi menarik bagi setiap zaman Saya telah mempelajari sejarah hidup Muhammad seorang yang luar biasa dan menurut saya jauh dari pandangananti-Kristus, dialah yang seharusnya disebut Juruselamat Kemanusiaan (the Saviour of Humanity)”  (Sir George Bernard Shaw dalam ‘The Genuine Islam,’ Vol. 1, No. 8, 1936). Atau baru-baru ini terdapat tulisan dari salah satu tokoh bisnis terkemuka Amerika, Carly Fiorina yang mengatakan,

Dahulu pernah ada sebuah peradaban terbesar di dunia. Peradaban itu mampu menciptakan sebuah super-negara yang menguasai benua yang terbentang dari satu samudra ke samudra lain, dan dari iklim utara hingga daerah tropis dan gurun. Dalam kekuasaannya, hidup ratusan juta orang, dengan kepercayaan dan etnis yangberbeda… perlindungan militernya memungkinkan perdamaian dan kemakmuran yang belum pernah terjadi sebelumnya. Jangkauan perdagangan dari peradabanini terbentang dari Amerika Latin hingga Cina, dan di wilayah diantara keduanya… Sementara peradaban modern Barat mengambil banyak sifat-sifat ini, peradaban yang sedang saya bicarakan ini adalah dunia Islam dari tahun 800 hingga tahun 1600, yang termasuk di dalamnya Imperium Utsmani dan pengadilan di kota-kota Baghdad, Damaskus dan Kairo, dan para penguasa yang tercerahkan seperti Sulaiman Yang Agung.  (Technology, Business and Our Way of  Life: What’s Next”, September 26, 2001).

Kegagalan untuk melakukan revisi pada akar dan cabang kurikulum pendidikan bagi militer Amerika oleh banyak institusi di Amerika memang hanya akan memperkuat kesan dalam pikiran Muslim bahwa Amerika benar-benar berusaha untuk menghancurkan Islam. Hal ini juga memungkinkan komplotan kecil dari kelompok neo-konservatif (yang merupakan para ekstremis) untuk melakukan kejahatan baru atas nama rakyat Amerika (yang mayoritas moderat). Amerika suka menggunakan label-label seperti kaum ekstremis dan moderat untuk menggambarkan dunia Muslim, namun mereka tidak menyadari fakta bahwa mereka sedang disandera oleh sebuah faksi ekstremis kecil, yang teguh dalam tekad mereka untuk menteror peradaban lain atas nama merek. klik


Presiden Barack Obama mengatakan mendukung pernikahan sesama jenis. Obama yang berasal dari Partai Demokrat yang menganut faham liberal, nampaknya tak risau dengan nikah sejenis. Pernikahan sejenis itu merupakan hak hidup setiap orang, dan harus didukung, ucapnya.

Pernyataan Obama itu hanyalah sebuah pengulangan dari para pemimpin Demokrat yang sudah pernah menjadi presiden. Karena  “credo” (keyakinan) Partai Demokrat adalah kebebasan setiap indiividu, dan hak-hak dasar setiap orang harus dihormati.
Pilihan yang dilakukan Obama ini berbeda dengan Partai Republik, seperti yang diucapkan oleh Mitt Romney presiden, yang mengatakan di Oklahoma, bahwa  “Saya percaya perkawinan adalah hubungan antara seorang pria dan seorang wanita”, Rabu.
Tetapi, hakikatnya tidak ada perbedaan yang asas antara  Partai Demokrat dan Republik dalam memandang kehidupan. Mereka sama-sama sekuler, yang menuhankan kehidupan duniawi.

Obama mengatakan dalam wawancara dengan ABC News, “Pada titik tertentu saya menyimpulkan bahwa secara pribadi, penting bagi saya terus maju, serta menegaskan, saya pikir pasangan sesama jenis harus bisa menikah”, tegasnya.
“Saya sempat ragu pada pernikahan gay, sebagian, karena saya pikir serikat pekerja sipil akan cukup,” kata Presiden. “Saya sensitif terhadap kenyataan bahwa – untuk banyak orang, pernikahan adalah tradisi yang sangat kuat dan kepercayaan agama”. Selanjutnya,  Obama mengatakan, pemikiran saya bergeser saat menyaksikan pernikahan sesama jenis, dan banyak orang tidak dapat “komitmen dalam pernikahan.”

Sebuah Poling Gallup yang dirilis Selasa menunjukkan 50,7 persen orang Amerika Serikat, percaya atau meyakini pernikahan sesama jenis harus diakui oleh hukum. Sementara itu, sebagian dari masyarakat, hanya  48 persen yang menolak pernikahan antar jenis  dilegalkan secara hukum.

Ini berarti mayoritas rakyat Amerika menyetujui pernikahan sesama jenis. Di negeri Paman Sam itu, bukan hanya Presiden Obama yang menyetujui pernikahan sesama jenis, tetapi kalangan Gereja dan Pendeta juga menyetujui pernikahan sesama jenis. Sejumalh pendeta di Amerika Serikat sudah memberikan pemberkatan terhadap pernikahan sejenis.

Pandangan Obama yang menyetujui pernikahan sejenis itu, perwujudan dari sikapnya yang menyangkut kesetaraan, emansipasi, dan penolakkannya terhadap diskriminasi gender. Ini bukan sesuatu yang dikalangan masyarakat Barat. Sikap Barack Obama itu, pertama-tama merupakan pandangan dari isteriny Michele, yang sangat mendukung  pernikahan sejenis.

Secara alamiah masyarakat Barat yang mengikuti sifat kaumnya Nabi Luth akan punah dengan sendirinya. Mereka akan mengalami kehancuran dengan sendirinya. Obama dan Partai Demokrat bukan hanya menyetujui pernikahan sejenis, tetapi umumnya mereka mendukung legalisasi aborsi, yang merupakan sebuah kejahatan.

Semua negara Barat, Amerika dan Erop, pernikahan sejenis itu, bukan sesuatu yang tabu, dan bahkan mendapatkan dukungan Gereja.
Seperti di Inggris. Pernikahan sejenis bukan dianggap sebagai penyimpangan sek, tetapi dianggap sebagai hal yang bersifat pribadi, dan hak individu harus dihormati. Sebuah fakta kehidupan yang nyata. Gereja dan Sinagog merestui model perkawinan sejenis itu. klik

Dzat

Posted: Mei 20, 2012 in ISLAM, Khazanah, sharing n completed, Warning

Ternyata tidak sedikit umat Kristen yang tidak, atau belum, memahami konsep ketuhanan dalam Islam masih “terperangkap” dalam ruang berfikir sempit yang mengira bahwa Allah (atau eksistensi-Nya) yang sering “digambarkan” oleh umat Muslim dengan sebutan “DZAT” adalah sama dengan berbagai dzat yang diciptakan oleh Allah sendiri.

Sebagian dari mereka memang benar-benar bertanya, namun sebagian lagi menjadikannya sebagai olok-olok, bahkan ada yang menuntut untuk “diperlihatkan” wujud Allah sebagai bukti bahwa Allah yang disembah oleh umat Islam itu ada!

Meski kaget, tapi kita tentunya tidak boleh serta merta menyalahkan mereka, sebab semua itu adalah akibat dari ajaran Kristen yang selama hidupnya membatasi mereka untuk menemukan hakikat Tuhan dengan menggunakan akal budinya sendiri-sendiri. Tidak sama denga  umat Muslim, pengenalan mereka kepada Tuhan adalah urusan gereja, sedangkan jemaat cukup mengimani saja.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

”Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”  (QS. Ali Imran[3]:190-191)

Katakanlah: “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman”. 

(QS. Yunus[10]:101)

“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.”  (Q.S. Shaad[38]:27)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

”Berfikirlah tentang nikmat-nikmat Allah, dan jangan sekali-sekali engkau berfikir tentang Dzat Allah ” [Hadits hasan, Silsilah al Ahaadiits ash Shahiihah]

Kata dzat yang disandarkan pada Allah kita jumpai pada sabda Nabi saw, “Tafakkaruu fi khalkillah walaa tafakkarua fi dzatihi” atau “Berpikirlah kamu tentang ciptaan Allah, tapi jangan berpikir mengenai Dzat-Nya.” (atau dzat Sang Pencipta).

Perhatikanlah Firman Allah subhanahu wata’ala ini:

“Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” (QS. Al-Ikhlas[112]:4)

”Tidak sesuatu pun yang serupa dengan Dia (Allah), dan Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.”  (QS. As-Syuuraa[26]:11)

“Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.”  (QS. Al-An’Aam[6]:103)

Dengan demikian, maka setiap kali kita menyebut Dzat Allah, tidak berarti bahwa dzat yang dimaksud adalah dzat yang sama dengan berbagai dzat ciptaan-Nya sendiri seperti zat cair, zat padat, zat gas, atau zat-zat lain yang menyerupai itu. Sama hal nya dengan ketika kita berkata bahwa Allah Maha Mendengar. Ini juga tidak bisa diartikan sesederhana sebagaimana makhluk ciptaan-Nya mendengar dengan bantuan panca indera telinga.

Perhatikanlah pula Firman Allah subhanahu wata’ala ini:

“Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur’an dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran dari firman Allah.”  (QS. Al-Baqarah[2]:269)

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.”  (QS. Ali-Imran[3]:190)

Jika dalam tiga firman sebelumnya Allah menyiratkan bahwa mustahil panca indera manusia akan mampu mencapai eksistensi-Nya, maka pada dua firman berikutnya (ada puluhan banyaknya yang serupa), Allah menyiratkan kepada kita bahwa manusia, bila mau merendah dan berfikir, niscaya akan mampu mencapai eksistensi-Nya melalui perantara akal.

Rasulullah saw berpesan, “Tafakkaruu fi khalkillah walaa tafakkarua fi dzatihi”

Sabda beliau ini menyiratkan bahwa berfikir tentang ciptaan Allah, walau bagaimanapun, akan menyadarkan kita bahwa Allah itu ada, dan eksistensi-Nya sangat nyata. Namun Rasulullah saw juga mengingatkan; cukuplah sampai di situ saja! Jangan coba-coba untuk berpikir lebih jauh, misalnya tentang bagaimana kira-kira Dzat Allah, atau sosok Allah itu sendiri.

Mengapa demikian? Pertama, karena Allah sendiri sudah mengingatkan kita (Lihat lagi QS. Al-An’Aam [6] :103 di atas) dan Rasulullah saw juga sudah tegas-tegas melarangnya (perhatikan sabda beliau tadi, begitu juga makna yang terkandung dalam QS. Yunus[10]:101 di atas).

Tentang larangan ini tentu Rasulullah saw adalah manusia yang paling mengetahui apa alasannya. Sebab beliau sendiri pernah “bertemu” dengan Allah ketika melakukan perjalanan malam yang kita kenal dengan sebutan Isra’ Mi’raj itu. Ini sekaligus juga menjelaskan bahwa prasangka sebagian umat Kristen yang mengatakan bahwa Rasulullah saw “tidak tahu” bagaimana sesungguhnya dzat Allah itu adalah pendapat yang sangat keliru!

Sedangkan alasan yang kedua adalah, walau bagaimanapun kita paksakan, pada kenyataannya seluruh kemampuan panca indera kita yang sangat terbatas ini pasti tidak akan pernah mampu melihat dzat atau wujud Allah!

Sifat Allah adalah mutlak (absolute). Tidak mungkin dibatasi oleh apa pun, apalagi oleh alam pikiran manusia. Sementara sifat manusia sendiri serba sangat terbatas. Untuk membuktikan betapa kecilnya kita dibandingkan dengan betapa Maha Besarnya Allah, salahsatu contoh yang saya pikir sangat mudah untuk difahami misalnya adalah begini:

————————————————————————————————————————-

Kita yang sangat kecil ini hidup, berdiri, berjalan, tidur dlsb di atas permukaan bumi yang kita yakini betul bahwa wujudnya ada dan nyata. Tapi jika kemudian ada orang yang bertanya, Dapatkah anda melihat wujud bumi ini seutuhnya dari tempat anda sekarang berdiri?Kira-kira apa jawaban anda?

————————————————————————————————————————–

Padahal bumi hanya salahsatu dari bermilyar-milyar ciptaan Allah yang bertebaran di seluruh jagad raya ini. Dapatkah kita, dari tempat berdiri sekarang ini misalnya, melihat benda-benda langit yang konon katanya ada yang ukurannya berlipat-lipat kali lebih besar dari bumi?

Jika anda katakan “Dapat”, maka dapat pula dipastikan bahwa anda pasti sedang berdusta. Sedangkan jika anda katakan “Tidak,” dan memang demikianlah adanya, lalu bagaimana mungkin kita coba mengandalkan panca indera yang sangat terbatas ini untuk melihat Dzat Allah yang sejatinya adalah Sang Pencipta seluruh benda, atau wujud-wujud lain di alam semesta yang jelas-jelas tidak mampu kita lihat itu?

————————————————————————————————————————–

Jadi, gampangnya begini: sedangkan untuk melihat ciptaan-Nya saja kita sudah tidak sanggup, apalagi untuk melihat sang Penciptanya sendiri?

————————————————————————————————————————–

Maka pengetahuan kita tentang Dzat Allah dengan sendirinya tidak akan mungkin melampaui pengetahuan yang sudah diajarkan oleh Allah sendiri kepada kita seperti misalnya bagaimana sifat-sifat-Nya, bagaimana harus menyebut nama-Nya, apa yang dikehendaki-Nya, apa yang tidak disukai-Nya, dan lain-lain tentang Allah sebagaimana yang sejak awal peradaban manusia telah diajarkan oleh para Nabi dan Rasul-Nya kepada umat manusia. Baik itu melalui wahyu Allah yang diturunkan langsung kepada mereka, maupun yang diturunkan melalui kitab-kitab wahyu Allah seperti Taurat, Zabur, Injil dan Al-Qur’an.

Adapun bagi umat Muslim, tentu saja pengenalan kepada Allah menjadi seperti apa yang diajarkan di dalam Al-Qur’an dan dijelaskan oleh Nabi Muhammad saw. Dan dari sinilah umat Muslim menjadi faham betul bahwa konsep Ketuhanan Allah dalam Islam sudah sangat mapan, sehingga tidak ada lagi yang perlu dipermasalahkan, terutama bagi orang-orang yang berpikir dengan menggunakan akalnya secara paripurna.

Jadi, jika kita tetap memaksakan diri juga untuk “mewujudkan” sosok Allah dalam pikiran kita, maka seperti sudah dijelaskan di atas, bagaimanapun bentuk pewujudan itu, PASTI SALAH! Sebab, bukankah selama ini pengetahuan kita tentang bentuk atau wujud selalu berdasarkan pada persepsi yang bersandar pada segala sesuatu yang pernah kita lihat? Sedangkan dari seluruh ajaran Nabi dan Rasul sebelum Nabi Muhammad saw (termasuk Nabi Isa) sampai kepada Nabi Muhammad sendiri tentang wujud Allah, kita belajar bahwa semuanya bermuara pada satu persamaan yang hakiki yaitu: Allah sama sekali tidak serupa dengan apa pun yang dapat dibayangkan oleh akal dan dicapai oleh panca indera manusia. Allah kita MAHA GHAIB!

Perhatikan juga ini:

“Bukankah Allah bersemayam di langit yang tinggi? Lihatlah bintang-bintang yang tertinggi, betapa tingginya!” (Ayub 22:12)

“Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat,” (Yohanes 5:37)

“Lalu Ia menjawab: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.” (Lukas 8:10)

Itu sebabnya mengapa ketika ajaran para Nabi dan Rasul Allah sebelum Nabi Muhammad saw tentang eksistensi Allah “dibenturkan” pada konsep Trinitas yang TIDAK PERNAH diajarkan oleh Nabi Isa as (Yesus) sendiri, maka turunlah peringatan Allah melalui firman-Nya di dalam Al-Qur’an seperti berikut ini:

“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, ‘Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.” (QS. An-Nisaa[4]:171)


Vatikan pada hari Sabtu kemarin (19/5) mengecam terbitnya sebuah buku baru berasal dari dokumen internal yang bocor yang menjelaskan adanya perebutan kekuasaan di dalam Tahta Suci, dugaan korupsi, salah pengelolaan keuangan di kalangan para pejabat Tahta Suci Vatikan dan memperingatkan bahwa mereka akan mengambil tindakan hukum terhadap mereka yang bertanggung jawab atas masalah ini.

Selain itu, Paus Benediktus XVI sendiri telah membentuk komisi khusus untuk menjelaskan apa yang disebut skandal “Vatileaks” karena ia sangat terpukul dengan “ketidaksetiaan” yang ditunjukkan oleh mereka yang membocorkan berbagai catatan rahasia internal Vatikan, kata Monsignor Angelo Becciu, wakil sekretaris Negara Vatikan, kepada surat kabar Vatikan L’Osservatore Romano.

Buku berjudul “His Holiness” diluncurkan Sabtu kemarin yang memuat skandal kriminal Vatikan, disusun oleh wartawan Italia Gianluigi Nuzzi, telah semakin menambah panas skandal di internal Vatikan. Menurut sekretaris pribadi Paus, mereproduksi surat dan memo rahasia dari dan ke Benediktus merupakan pelanggaran terhadap hak privasi Paus.

Juru bicara Vatikan Federico Lombardi mengatakan dalam sebuah pernyataan hari Sabtu kemarin bahwa buku itu sebuah “buku fitnah”. Dia mengatakan Tahta Suci akan melakukan langkah hukum terhadap pelaku yang “mencuri” dokumen-dokumen rahasia tersebut, yang menerima serta yang menerbitkannya. Dia memperingatkan Tahta Suci akan melakukan kerjasama internasional dalam upaya pencarian keadilan.

Sebelumnya Vatikan disibukkan dengan terbongkarnya ribuan skandal seks anak-anak di banyak gereja-gereja Katolik di seluruh dunia khususnya di Eropa

Warning zionis

Posted: Mei 20, 2012 in ISLAM, Khazanah, sharing n completed

Perhatikan gambar ini

Taukah symbol apa pada gambar yang kanan?
Horus adalah sosok dewa yang berhubungan dengan matahari. Ia merupakan putra dari Isis dan Osiris. Mata Horus merupakan simbol mistik dari kekuatan gelap yang bermakna ‘Maha Tahu’ dan ‘Maha Melihat’. Biasanya ia dilukis dalam hieroglips (Tulisan Mesir kuno) di dinding-dinding Piramid.Osiris adalah sang raja sekaligus hakim kematian. Ia suami dan juga abang dari Isis. Ia juga merupakan sosok dewa senior tertinggi dalam kepercayaan Mesir kuno.

Biasanya, Osiris sering digambarkan sebagai figur laki-laki dengan janggut menghiasi dagu dan dibungkus seperti mumi. Di atas kepalanya bertengger sebuah mahkota yang dikenal dengan nama ‘Mahkota Atef’. Biarpun ia pernah mati dalam peperangan, tapi toh ia bisa dihidupkan kembali oleh putranya, Horus. Isis adalah dewi kesuburan dan ibu dari Horus. Selain di Mesir, ia dikenal juga sebagai salah satu dewa dalam legenda-legenda Yunani dan kekaisaran Romawi.

Untuk yang sudah terbiasa dengan artikel tentang konspirasi akhir jaman, istilah dajjal, freemasonry, illuminati, luciferian, tahun 2012, angka 666, piramida, New World Order dan lain sebagainya tentulah bukan hal yang asing lagi.

Tapi bagi yang sama sekali awam, istilah tadi terdengar sangat asing sehingga jangankan berharap untuk mengetahui lebih lanjut, bahkan untuk tertarikpun belum tentu.
Itu baru istilah, belum lagi simbol-simbol yg digunakan oleh kelompok dajjal, banyak dari kita tidak mengetahuinya sehingga tak terpikirkan harus bersikap bagaimana. Padahal simbol-simbol itu banyak bertebaran disekeliling kita.

Lambang bintang terbalik, gambar kepala kambing, salib (yg mirip salib), jangka dan penggaris siku, pilar kembar, lantai hitam putih, tanduk setan, tangan metal (salut to setan), bentuk piramida, mata satu, bintang daud (bendera israel), dan sebagainya. Itu adalah lambang-lambang yang menjadi ciri kelompok rahasia. Mereka adalah Freemason, Illuminati, Luciferian dan lain-lain.

Kalau seseorang menggunakan salah satu atau lebih lambang tadi, maka ada dua kemungkinan. Pertama sebagai identitas anggota kelompok rahasia tertentu. Kedua karena ketidak tahuan maka dia hanya ikut-ikutan saja.


Untuk kemungkinan pertama, maka jelas orang seperti ini wajib diwaspadai dan dicurigai sebagai membawa misi atau agenda satanisme dalam setiap pembicaraannya. Sedangkan untuk kemungkinan kedua, dia adalah orang yang tidak tahu konspirasi, hanya fanatik pada tokoh tertentu yg memakai lambang tersebut lantas ikut-ikutan. Tapi orang semacam ini harus diingatkan bahwa lambang itu berbahaya. Lambang itu tidak dibuat asal-asalan, melainkan sudah dipikirkan masak-masak oleh para pengemban agenda dajjal bersama “sang master” (iblis). Maka golongan jin yang turut membantu agenda dajjal itu sangat suka dengan lambang-lambang tersebut. Itulah sebabnya para dukun (cenayang) sering memakai simbol-simbol yang khusus dibuat untuk keperluan memanggil jin (mereka menyebutnya arwah / spirit).


Category: Kabbalah

LAMBANG RAHASIA KAUM SATANIS

Untuk yang sudah terbiasa dengan artikel tentang konspirasi akhir jaman, istilah dajjal, freemasonry, illuminati, luciferian, tahun 2012, angka 666, piramida, New World Order dan lain sebagainya tentulah bukan hal yang asing lagi.

Tapi bagi yang sama sekali awam, istilah tadi terdengar sangat asing sehingga jangankan berharap untuk mengetahui lebih lanjut, bahkan untuk tertarikpun belum tentu.
Itu baru istilah, belum lagi simbol-simbol yg digunakan oleh kelompok dajjal, banyak dari kita tidak mengetahuinya sehingga tak terpikirkan harus bersikap bagaimana. Padahal simbol-simbol itu banyak bertebaran disekeliling kita.

Lambang bintang terbalik, gambar kepala kambing, salib (yg mirip salib), jangka dan penggaris siku, pilar kembar, lantai hitam putih, tanduk setan, tangan metal (salut to setan), bentuk piramida, mata satu, bintang daud (bendera israel), dan sebagainya. Itu adalah lambang-lambang yang menjadi ciri kelompok rahasia. Mereka adalah Freemason, Illuminati, Luciferian dan lain-lain.

Kalau seseorang menggunakan salah satu atau lebih lambang tadi, maka ada dua kemungkinan. Pertama sebagai identitas anggota kelompok rahasia tertentu. Kedua karena ketidak tahuan maka dia hanya ikut-ikutan saja.

Untuk kemungkinan pertama, maka jelas orang seperti ini wajib diwaspadai dan dicurigai sebagai membawa misi atau agenda satanisme dalam setiap pembicaraannya. Sedangkan untuk kemungkinan kedua, dia adalah orang yang tidak tahu konspirasi, hanya fanatik pada tokoh tertentu yg memakai lambang tersebut lantas ikut-ikutan. Tapi orang semacam ini harus diingatkan bahwa lambang itu berbahaya. Lambang itu tidak dibuat asal-asalan, melainkan sudah dipikirkan masak-masak oleh para pengemban agenda dajjal bersama “sang master” (iblis). Maka golongan jin yang turut membantu agenda dajjal itu sangat suka dengan lambang-lambang tersebut. Itulah sebabnya para dukun (cenayang) sering memakai simbol-simbol yang khusus dibuat untuk keperluan memanggil jin (mereka menyebutnya arwah / spirit).

Para pengemban agenda dajjal (disebut juga agenda New World Order / Tatanan Dunia Baru) selalu berusaha keras, bagaimana caranya supaya lambang-lambang satanis itu bisa nampak tersebar diseluruh dunia dalam segala bentuknya, baik secara terang-terangan maupun secara terselubung (disamarkan). Dan memang lambang / simbol itu kini sudah masuk dalam kehidupan manusia. Sulit dihindari bahwa banyak barang kebutuhan manusia sudah disusupi simbol-simbol satanis seperti diatas.

itu cuma sedikit contoh bagaimana proses ajaran satanisme telah membentuk kebudayaan modern, menjadi landasan dari kebudayaan pop kita saat ini, dan media apa saja yang digunakan oleh para satanis dan sekutu-sekutu shaitan untuk menyesatkan umat manusia.

Kalian mungkin akan terkejut dengan bukti-bukti dan fakta yang terlewatkan oleh pengamatan kita, yang selama ini berada tepat dihadapan mata. Atau bahkan kita tidak mengetahui dan menyadari dari mana faham-faham dan filosofi yang dianut kebudayaan kita ini berasal, lalu kita mengikutinya dengan membabi-buta tanpa pemahaman yang mendalam, terperosok kedalam tipu muslihat shaitan.

Agenda besar shaitan ini bertujuan untuk mewujudkan “Tatanan Dunia Baru” (New World Order), puncak satanisme sepanjang sejarah kehidupan ini, menyambut fir’aun terakhir..dajjal-the antichrist..

Dari Abu Malik Al-Asy’ari radhiallahu anhu bahwa dia mendengar Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Kelak akan ada sekelompok kaum dari umatku yang akan menghalalkan


Alhamdulilah,dengan telah adanya kepahaman mengenai teori dimensi seperti yang telah diuraikan diatas,maka dapat kita katakan sebagai berikut.

Menurut surat Fushilat(41) ayat 12 Allah Berfirman yang artinya:
Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap tiap langit urusannya.Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan binatang binatang yang cemerlang.
Demikianlah Allah SWT bercerita tentang langit alam semesta yang dihiasi dengan bintang bintang yang jumlahnya 7 tingkat.

Menurut surat Ath-Thalaaq(65) ayat 12 Allah berfirman yang artinya :
Allah lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi.

Menurut surat Al-Mulk(67) ayat 3 Allah berfirman yang artinya:
Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis lapis,kamu sekali kali tidak melihat pada ciptaan tuhan yang maha pemurah sesuatu yang tidak seimbang

1. Langit Pertama

-Sebagai alam semesta kita yang berdimensi 3
-Bumi adalah salah satubenda langit yang dihuni manusia
-Alam semesta dengan seluruh benda-benda langit
-Langhit pertama dengan jumlah tak terhingga,banyaknya tersusun membentuk langit kedua sebagai ruang yang berdimensi 4,namun yang dihuni manusia hanya 1 saja.

Langit Kedua

-Sebagai ruang yang berdimensi 4
-Ruang ini dihuni oleh bangsa jin dan benda/makhluk berdimensi 4 lainnya
-Langit ini dengan jumlah tak terhinga banyaknya,kemudian tersusun sampai langit ke tiga yang berdimensi 5,salah satunya dihuni jin selebihnya tidak berpenghuni

Langit Ketiga

-Sebagai ruang berdimensi 5
-Ruang ini didalamnya hidup jiwa atau arwah orang2 yang sudah meninggal,mereka tinggal mulai langit ke tiga sampai ke enam.
-Langit ke tiga ini dengan jumlah tak terhingga,tersusun membentuk langit ke empat yg berdimensi 6

4. Langit Keempat sampai Keenam

Langit Keempat s/d ke Enam
-Berdimensi 6 s/d 8
-Dengan jumlah tak terhingga menyusun langit kelima sampai ketujuh yang berdimensi 6 sd 9

5. Langit Ke Tujuh

-Langit ketujuh sebagai ruang berdimensi 9 ini merupakan ruang terbesar dan tertinggi,dimana didalamnya terdapat Akhirat,Surga dan Neraka
Bumi yang dihuni manusia adalah benda langit dari alam semesta yang berada pada langit pertama ini merupakan bagian terkecil dari alam akhirat

 

wallahualam bis shawab. klik