Arsip untuk November, 2012






Kabah adalah bangunan berbentuk kubus yang terletak tepat di tengah kota Mekkah. Lebih tepatnya Kabah adalah sebuah rumah khas Tiimur tengah, yaitu berbentuk empat persegi, rumah yang tidak ada atap gunungannya sebagaimana layaknya rumah di belahan bumi lain. Karena bentuknya hanya persegi, maka dapat dibayangkan Kabah ini adalah rumah yang bentuknya minimalis. Hanya ada satu pintu, dan tidak ada jendelanya.

Di luar itu, Kabah adalah kuil. Kabah adalah situs penyembahan yang sakralitasnya adalah EMPIRIS. Empiris, artinya sakralitasnya itu NYATA, bukan isepan jempol semata. Banyak kejadian yang telah dicatat sejarah yang menjelaskan akan tuah Kabah ini. Itulah sebabnya tidak ada yang berani macam-macam dengan Kabah.

Karena tuah nya yang empiris itulah, banyak komunitas-komunitas berhala yang eksis di sekitar Mekkah, merasa perlu untuk MENITIPKAN patung berhala mereka di Kabah ini. Maksud mereka menitipkan patung berhala di Kabah ini adalah, supaya tuah dan kramat Kabah itu menulari patung-patung berhala tersebut.

Jadilah, kalau semua manusia kala itu melihat Kabah sebagai sesuatu yang kramat dan tuahnya nyata, maka mereka ingin tuah dan kramat dari Kabah itu juga turun kepada berhala-berhala sembahan mereka. Akhir dari proses ini adalah, Kabah menjadi SARANG BERHALA yang laris manis. Kabah jadi ketumpuan para penyembah berhala. Kabah menjadi seperti rumah sakit, yang dibanjiri banyak pasien supaya pasien-pasien tersebut menjadi sembuh dan sehat, seperti sehatnya rumah sakit tersebut (karena banyak dokternya di sana…..).

 

Kabah Pra-Islam.

Raja Thubba’, adalah salah satu Raja sekitar Mekkah yang jatuh hati akan keagungan dan kekramatan Kabah ini. Ketika ia sampai di Kabah, ia segera memanjatkan doanya kepada Kabah ini, dan terbukti. Karena jatuh hati itulah, sebagai tanda terima kasih dan penghargaan nya yang besar kepada Kabah, Raja Thubba’ ini mempersembahkan Kiswah kepada Kabah. Dan ini menjadi saat pertama kalinya Kabah itu berKiswah.

Namun apakah Raja Thubba merupakan satu-satunya Raja yang jatuh hati kepada Kabah?

Di Kabah terdapat begitu banyak patung berhala. Sejarah menulis terdapat lebih dari 360 patung berhala, yang tentu saja namanya berbeda-beda, dan berasal dari sistem kepercayaan yang berbeda-beda pula.

Semakin tinggi derajat sosial umat penganut suatu sistem kepercayaan, maka semakin VIP lah tempat yang diklaim umat itu di dalam Kabah untuk meletakkan patung berhala mereka dalamnya. Dalam hal ini adalah suku Quraisy. Suku Quraisy adalah suku terpandang di sekitar Mekkah. Maka tidak heran suku ini mengambil tempat yang paling terhormat dalam Kabah bagi patung-patung berhala mereka.

Di luar itu, yang harus dicatat adalah adanya PARTISIPASI umat Kristen dan Yahudi dalam hal menitipkan patung sesembahan mereka di dalam Kabah ini. Kedua umat ahlul kitab ini TIDAK MAU KETINGGALAN dalam hal menitipkan / menempatkan icon-icon kudus mereka ke dalam Kabah. Mereka, kaum Kristen dan kaum Yahudi juga berpandangan bahwa Kabah mempunyai kekramatan dan tuah yang agung dan empiris. Kedua umat skriptural ini juga memandang bahwa Kabah adalah suci, kudus dan samawi. Itulah sebabnya mereka juga merasa perlu meletakkan patung  icon kudus mereka dalam Kabah supaya tuah Kabah juga menulari icon-icon Gerejawi mereka.

Praktis, di dalam Kabah itu, selain terdapat patung-patung berhala kaum pagan arabia, juga terdapat icon-icon / patung sesembahan kaum Kristen dan Yahudi, seperti patung Bunda Maria, patung Bayi Jesus, patung relief Ibrahim dst.

Demikian ditulis oleh ahli sejarah mengenai peradaban di Tiimur tengah:

Dr.Davis S.Senthilkumar: When Muhammad attacked Mecca and won the Quraysh tribes, he entered the Ka’aba and destroyed every icon except that of Jesus and Mary.:

[After the conquest of Mecca] “Apart from the icon of the Virgin Mary and the child Jesus, and a painting of an old man, said to be Abraham, the walls inside [Kaaba] had been covered with pictures of pagan deities. Placing his hand protectively over the icon, the Prophet told `Uthman to see that all other paintings, except that of Abraham, were effaced.” (Martin Linggs, “Muhammad: His Life Based on the Earliest Sources” p.300, ref: al-Waqidi, Kitab al-Maghazi 834, and Azraqi, Akhbar Makkah vol. 1, p. 107. Martin Linggs is a practicing Muslim.)

Terjemahan,

Ketika Muhammad menyerang Mekkah dan mengalahkan suku Quraisy, Muhammad kemudian masuk ke dalam Kabah dan menghancurkan semua berhala kecuali patung berhala Jesus dan Bunda Maria.

Setelah penaklukan kota Mekkah, selain icon-icon Bunda Maria dan Bayi Jesus, dan lukisan lelaki tua yang dianggap sebagai Nabi Ibrahim dalam kepercayaan Yahudi, dinding bagian Kabah telah dihiasi oleh begitu banyak relief-relief berhala kaum pagan. Muhammad menaruh tangannya di atas icon-icon Gerejawi tersebut, dan memerintahkan sahabat Uthman ra agar semua items yang ada di dalam Kabah dimusnahkah, kecuali yang dianggap sebagai Nabi Ibrahim tersebut.

Dari sini kita dapat melihat, bahwa Kabah pra Islam adalah kuil yang merupakan tumpuan para penyembah berhala mengingat tuah Kabah ini begitu real nya. Kabah, karena tuahnya yang empiris itu, menjadi bulan-bulanan praktek paganisme yang menjijikkan. Walau pun di satu pihak Kabah adalah milik Allah yang dibangun oleh Nabi ibrahim, Nabi perjanjian lama, sehingga oleh karena itu harus suci dan kudus, namun di pihak lain Kabah juga tidak bisa lari dari kenyataan sosial bahwa Kabah itu ditempatkan di tengah pergaulan umat manusia, dalam hal ini di kota Mekkah. Akibat lurusnya adalah, bahwa Kabah yang sebenarnya milik Allah Yang Alkitabiah itu DISELEWENGKAN oleh praktek-praktek paganisme.

Alhasil, Kabah menjadi rumah dari begitu banyak berhala dari berbagai sistem kepercayaan, baik dari kepercayaan paganisme, mau pun juga sistem kepercayaan yang berasal dari Alkitab yaitu Yahudi dan Kristen. Dapat dikatakan, bahwa apa pun yang ditaruh dalam Kabah, maka itu adalah sesembahan, atau dianggap sebagai Tuhan atau dewa. Artinya, Kabah menjadi rumah dari begitu banyak Tuhan atau dewa. Luar biasa Kabah itu.

Apakah pernah ada di muka bumi ini suatu bangunan yang mempunyai kehebatan dan gengsi seperti yang dimiliki Kabah ini? Tidak ada. Biasanya, suatu kuil akan menjadi tempat suci bagi kaum pemuja kuil itu saja. Dan biasanya satu kuil akan diharamkan untuk dijadikan tempat persemayaman berhala-berhala dari lain sistem kepercayaan. Namun lain halnya bagi Kabah ini. DIKARENAKAN tuah Kabah yang empiris itu, Kabah menjadi satu-satunya kuil yang GO-PUBLIK, tidak seperti kuil-kuil lainnya.

Kabah telah menjadi rebutan begitu banyak kaum pagan dan kaum agama untuk dijadikan tempat persemayaan berhala-berhala mereka. Dan dengan demikian Kabah menjadi tempat paling suci di muka bumi ini.

 

Kabah Pasca-Islam.

Sudah menjadi Hukum Allah, pemilik dari Kabah itu, untuk menyampaikan Kabah itu kepada takdirnya semula yaitu kesucian dan keagungan, yang artinya Kabah itu harus disucikan dan dikembalikan kepada fungsinya semula yaitu sebagai rumah Allah, Bait Allah, atau Baitullah. Moment tersebut terjadi pada kehidupan Rasulullah Muhammad Saw. Setelah Muhammad Saw melakukan Futhul Mekkah, maka hal pertama yang dilakukan Muhammad Saw bersama kaum Muslim adalah membersihkan Kabah itu dari semua  najis. Ini artinya semua berhala yang berada di dalam dan sekitar Kabah harus dimusnahkan dan dihancurkan.

Seperti pada paragraf yang sudah dijelaskan di atas, Muhammad Saw memerintahkan para sahabatnya untuk menghancurkan semua berhala yang ada di dalam dan sekitar Kabah, termasuk berhala milik / titipan kaum Kristen yaitu berhala Bunda Maria dan berhala Bayi Jesus. Muhammad Saw tidak main kompromi dalam hal kesucian Kabah. Patung Bunda Maria dan berhala Bayi Jesus adalah najis yang tidak boleh berada di dalam Kabah.

Ada pun keputusan Nabi Muhammad Saw yang tidak menghancurkan relief / patung yang dikatakan sebagai representasi Nabi Ibrahim (titipan / sesembahan bangsa Yahudi), semata-mata adalah tindakan Muhammad Saw kepada seluruh Dunia untuk menegaskan bahwa Islam adalah kelanjutan dari apa yang dibawa Nabi Ibrahim as. Terlebih, Muhammad Saw mengetahui bahwa Kabah itu adalah hasil jerih payah Nabi Ibrahim as.

Tubba’ berkata, “Apa yang membuat kalian berdua (oRang Yahudi) melarangku mengikuti arahan orang-orang Hudzail?”. Kedua rahib Yahudi itu berkata <b>”Sesungguhnya kabah adalah rumah ayah kita Ibrahim</b>, dan ia seperti yang telah kami jelaskan kepadamu.

Namun penduduknya memisahkan kami daripadanya dengan cara mereka memasang berhala-berhala di dalamby, dan dengan darah yang mereka tumpahkan di sampingnya. Mereka orang-orang kotor dan orang-orang syirik”. Atau seperti dikatakannya keduanya.

From, http://islamthis.wordpress.com/2011/02/28/kabah-dan-ke-yahudi-an/

Praktis, setelah pembersihan ini Kabah telah disucikan oleh Muhammad Saw dan seluruh sahabatnya supaya menjadi tempat hanya untuk mensucikan dan mengagungkan asma Allah Swt semata. Itulah tujuan awal Kabah itu didirikan, sejak masa Nabi Adam dan Nabi Ibrahim as.

Kabah dalam Islam.

Masa Futhul Mekkah (Penaklukan Mekah) telah berlalu, dan menjadi bagian sejarah yang gilang gemilang. Dan selanjutnya Islam telah memantapkan eksistensinya sebagai agama Allah di muka bumi  yang benar dan lurus, bersamaan dengan agama palsu lainnya seperti Kristen dan Yahudi.

Kristen, menjadi agama yang paling di depan dalam memusuhi Islam, di samping Yahudi. Tanpa memandang sejarah yang telah dibuat bangsa Kristen di kota Mekkah, bangsa Kristen begitu gencar menghujat Islam sebagai agama penyembah batu hitam di kota Mekkah yang biasa disebut Kabah. Kristen ingin menggagalkan cahaya Islam, dan mereka menghujat Islam sebagai agama yang telah berbuat keji dengan bantuan Kabah.

Manusia-manusia Kristen berkhotbah, bahwa Islam adalah agama yang sesat, terlihat dari praktek penyembahannya yang 100% mengadopsi gaya penyembahan kaum pagan Mekkah, terlebih karena Kabah adalah peninggalan tradisi paganisme Mekkah pra Muhammad. Itu kata kaum Kristen dalam propaganda anti Islam mereka.

Kaum Kristen yang menghujat Kabah itu tidak sadar, bahwa Kristen mempunyai hubungan spiritualitas dengan Kabah ini pada masa-masa pra Islam; Muhammad Saw sendirilah yang langsung menghancurkan patung Bunda Maria dan patung Bayi Yesus yang sudah bercokol di dalam kabah; dan ini berarti Muhammad Saw menyaksikan sendiri bahwa bangsa Kristen mempunyai dan menginginkan kepentingan liturgis dan spiritual atas kabah ini. Kristen menjadi salah satu unsur yang percaya bahwa Kabah adalah bagian dari kerajaan Alkitab, dan untuk itulah bangsa Kristen menempatkan patung-patung sembahan mereka di dalam Kabah ini.

Ketika Muhammad melihat bahwa Kabah harus dibersihkan, Muhammad juga turut melihat dan menjadi saksi bahwa Kristen mempunyai hak untuk memuja Kabah dan mengakui Kabah sebagai kuil Allah yang kudus. Itulah sebabnya Muhammad melihat di dalam Kabah adanya patung Bunda Maria dan patung Bayi Jesus Kristus. Terlebih, lokasi yang diklaim patung Bunda Maria dan Bayi Jesus Kristus yang tepat berada di dalam Kabah, bukan di luar atau sekitar Kabah, yang mana itu menunjukkan bahwa umat Kristen Mekkah kala itu amat berkepentingan terhadap keagungan dan kekudusan Kabah ini. Singkatnya, terdapatnya patung Bunda Maria dan Bayi Jesus di dalam Kabah menegaskan betapa Kabah itu adalah Kristen.

Kalau lah sudah terbukti bahwa kala itu umat Kristen meletakkan patung ketuhanan mereka yaitu Bunda Maria dan Jesus Kristus di dalam Kabah, maka selanjutnya akan dapat dimengerti bahwa ke Kabah lah semua umat Kristen Mekkah menghadapkan wajah dan doa mereka ketika mereka bermunajat kepada Tuhan-Tuhan trinitas mereka, dalam hal ini Bunda Maria dan Jesus.

Keadaannya pasti akan sama dengan keadaan kaum Muslim sekarang ini yang selalu menghadapkan wajah dan doa mereka ke arah Kabah saat kaum Muslim itu hendak bermunajat kepada Allah Tuhan semesta alam. Sungguh, kala itu memang tidak ada bedanya, antara umat Yahudi, umat Kristen dan umat paganisme lainnya ketika mereka hendak bermunajat kepada Tuhan-Tuhan mereka, yaitu menghadapkan wajah mereka ke Kabah! Seolah, di Kabah itulah Tuhan mereka sedang berada.

Selanjutnya, kebencian mereka terhadap Islam telah membuat pendirian mereka terhadap Kabah semakin kacau. Hanya karena Muhammad adalah manusia yang dengan tegas menolak trinitas, maka serta-merta kaum Kristen menjadi begitu anti terhadap Kabah ini. Harap diingat, bahwa Muhammad adalah satu-satunya manusia di muka bumi ini yang menolak ide trinitas. Muhammad adalah manusia pertama di muka bumi ini yang mementahkan syahadat trinitas, karena syahadat tersebut bathil dan keji terhadap Allah. Ketika Muhammad Saw menolak credo trinitas itu, Muhammad menyertainya dengan pembersihan Kabah dari semua bentuk arca dan patung berhala yang menjijikkan, TERMASUK PATUNG BUNDA MARIA DAN PATUNG JESUS KRISTUS. Itulah sebabnya bangsa Kristen BERBALIK menjadi pembenci Kabah nomor wahid!

Artinya, kalau lah Muhammad sama sekali tidak mengganggu-gugat atau menghujat trinitasnya bangsa Kristen, pastilah sampai sekarang bangsa Kristen tidak akan semurka itu terhadap Kabah dengan semua praktek shalat milik bangsa Muslim yang menghadap ke arahnya.  Bahkan bisa jadi, bangsa Kristen pun akan ikut-ikutan memuja Kabah milik kaum Muslim itu.

Hujatan bangsa Kristen terhadap Kabah, adalah bathil penuh kecurangan, karena mereka mendasarkan hujatan mereka tersebut dengan fakta sejarah yang tidak terbantahkan bahwa pada awal dan pada masanya, semua bangsa Kristen memuja Kabah ini dengan cara meletakkan sesembahan mereka di dalam Kabah. Dan hanya karena kemudian Muhammad menolak syahadat trinitas, maka kemudian klaim Muhammad atas Kabah dianggap sebagai pelestarian dari tradisi paganistik arabia. Bangsa Kristen telah memutar-balikkan fakta.

Sebenarnya bangsa Kristen mempunyai peluang dan teori unggul untuk menyatakan dan mengakui bahwa Kabah itu adalah samawi, dan itu memang dibuktikan melalui kesejarahan Kabah pada masa pra Islam. Namun mereka pada akhirnya menolak peluang tersebut setelah nyata atas mereka bahwa Muhammad menjungkirbalikkan posisi trinitas.

Akhir kata, ketika bangsa Kristen dengan gencarnya menghujat Kabah ini, maka sebaiknya bangsa Kristen memberi penjelasan yang prima mengapa pada masa pra Islam patung Bunda Maria dan patung Jesus Kristus diletakkan di dalam Kabah. Mengapa Muhammad harus melihat bahwa di dalam Kabah itu terdapat patung Bunda Maria dan patung Jesus Kristus, seolah Kabah itu adalah Gereja yang didirikan oleh malaikat-Malaikat suci.

Kalau bangsa Kristen ingin meyakinkan bangsa Muslim bahwa Kabah adalah keji dan sataniah, maka seharusnya sejarah Kristen pada masa pra Islam TIDAK MELETAKKAN PATUNG BUNDA MARIA DAN JESUS MEREKA DI DALAM KABAH INI. Mereka harus konsisten. Adalah tidak mungkin, pada masa dahulu bangsa Kristen mengkuduskan Kabah ini, namun di masa Islam, bangsa Kristen menghujat dan menajiskan Kabah ini. Dan itu semua hanya karena Muhammad, orang yang membersihkan Kabah ini, adalah orang di muka bumi ini yang paling kuat penentangannya terhadap posisi trinitas.

Kalau saja Muhammad tidak pernah menghancurkan patung Bunda Maria dan patung bayi Jesus yang berada di dalam Kabah, pastilah sampai sekarang bangsa Kristen tetap melanjutkan pemujaan mereka terhadap Kabah ini. Tanpa sungkan-sungkan mereka akan berkata bahwa Kabah adalah kuil suci peninggalan Nabi Ibrahim, karena fakta memang menyebutkan demikian.

Dan pada akhirnya, pendirian iman kaum Muslim terhadap Kabah ini sudah  benar, tidak ada yang perlu dikoreksi lagi, bahwa Kabah adalah rumah Allah, peninggalan para Nabi karena dibangun oleh Nabi Ibrahim. Pun sujud ke arah Kabah adalah juga benar, karena toh pada masa pra-Muhammad semua bangsa Yahudi dan Kristen di Mekah kala itu juga sujud dan menghadapkan wajah mereka ke Kabah ini.

Wallahua’lam bis shawab | Alhamdulillah.

Why Yerussalem..??

Posted: November 29, 2012 in ISLAM, Khazanah, sharing n completed

Yerusalem adalah nama kota suci bagi tiga agama samawi yaitu Yahudi, Kristen dan Islam. Khususnya bagi Islam, Yerusalem merupakan kota suci ketiga setelah kota Mekah dan Medinah.

Kata untuk nama kota ini yaitu Yerusalem dapat dirunut ke dalam bahasa Arab, Darussalam yang berarti Kota Tentram, Kota Damai, atau Kota Sempurna. Di luar itu, bahasa Arab memang serumpun dengan bahasa Ibrani, sehingga perunutan ke bahasa Arab ini tidak serta-merta menafikan posisi bahasa Ibrani atas penamaan kota ini.

Memang diakui, kaum sekuler mempunyai pandangan yang lain mengenai asal-usul penamaan kota ini. Mereka berpendapat bahwa kata Yerusalem berasal dari suatu kata yang merupakan nama berhala sembahan suatu kaum / suku yang mula-mula mendiami kota ini pada masa purba. Dengan demikian, di dalam pandangan mereka, Yerusalem bukan berarti ‘kota damai’, melainkan nama berhala yang selalu disembah di Negeri tersebut. Pandangan mereka tidak lah seutuhnya harus benar, karena mereka ‘hanya meneliti, mengira-ngira’, LAIN TIDAK. Kata Yerusalem sebenarnya lah berasal dari kata Darussalam, seperti yang sudah dipaparkan di atas. Dari begitu banyak nama berhala yang pernah disembah di Negeri tersebut, maka mengapa hanya satu nama berhala yang menjadi pangkal penamaan Negeri tersebut?

Dalam sejarahnya, Yerusalem dipenuhi peperangan, tumpah-darah, pembantaian, pembersihan etnis, penaklukan, perbudakan, penindasan, pengusiran, delele yang keseluruhannya berkonotasi kekerasan, jauh dari kata damai dan tentram. Yerusalem tidak lah pernah merasakan kedamaian sama sekali. Sejak sebelum abad masehi, Yerusalem sudah kenyang dengan semua kisah kengerian. Apalagi setelah lahirnya atau datangnya abad masehi, ditambah lagi dengan datangnya masa-masa Islam.

Akhirnya kita bertanya, mengapa kota tersebut dinamakan Yerusalem? Bukankah fakta dan sejarahnya justru kota ini diharamkan atas secuil kedamaian dan ketentraman? Apakah para pendiri dan penguasa kota ini di sepanjang sejarahnya tidak ada yang berinisiatif untuk melarang penggunaan kata Yerusalem sebagai nama kota ini, mengingat damai tidak pernah duduk tenang di kota ini?

Sebenarnya, Thailand lebih tepat dinamakan Yerusalem, karena perang tidak pernah menjamah Negeri ini. Begitu juga dengan Swiss, lebih berhak untuk bernama Yerusalem. Atau mungkin, sebuah dusun di pedalaman Amazon atau pedalaman Papua New Guinea lebih pantas untuk dinamakan Yerusalem, karena tempat-tempat tersebut memang damai, tentram dan menenangkan. Lantas mengapa kota di Tiimur tengah itu tetap bernama Yerusalem? Lantas di mana kedamaian itu, yang merupakan arti dari nama kota tersebut?

Asal-usul nama kota ini hanya dapat dijawab melalui hujjah Islami. Dan kalau tidak ada Islam di muka bumi ini, maka nama kota tersebut sampai sekarang akan  membingungkan, KARENA BERTOLAK BELAKANG ANTARA NAMA DENGAN FAKTA. Hanya Islam lah yang dapat merujukkan antara nama kota tersebut dengan fakta, melalui hujjah yang dimiliki Islam ini.

Masjidl Aqsa | Yerusalem

Tampak dari Atas Wilayah Yerusalem

Back To Adam.

Nama dari kota ini SEUTUHNYA berhubungan dengan apa yang dialami Nabi Adam as, ketika ia mula-mula terdampar di planet bumi ini.

Ketika Adam as jatuh ke Dunia ini, ia menangis terus menerus. Supaya Adam as berhenti dari tangisannya, maka Allah memerintahkan Adam as untuk membangun duplikat Kabah di bumi itu. Allah telah membuat Adam as kembali ingat ketika di Surga, yaitu bahwa kalau Adam as ingin bertemu dengan Allah Swt, maka satu-satunya hal yang dilakukan Adam as untuk itu adalah menghampiri Kabah Surgawi, kemudian mengitarinya sebanyak tujuh kali. Kalau Adam as sudah selesai dengan itu, maka Allah pun akan segera menampakkan diriNya untuk Adam as. Begitulah cara Adam as bertemu dengan Allah di dalam Surga.

Artinya, jika Adam as ingin kembali bertemu dengan Allah di bumi itu, maka Adam as haruslah membangun duplikat Kabah di bumi tersebut. Dan kalau Adam as sudah membangun Kabah duplikat tersebut, dan Adam as mengitarinya sebanyak tujuh kali, maka Allah pun pasti akan menampakkan diriNya untuk Adam as. Demikian lah skenario-nya.

Adam as dengan pengharapan besar, melakukan apa yang diperintahkan Allah tersebut. Ia membangun Kabah dengan batu-batu yang ada di sekitarnya. Setelah bangunan itu rampung, maka Adam as segera mengitari bangunan Kabah itu sebanyak tujuh kali. Namun apa yang ia alami setelah itu? Ia berkeyakinan bahwa Allah akan segera menampakkan diriNya di dekat Kabah tersebut. Adam as melepas pandangannya berkeliling menyapu semua sudut di sekitar Kabah. Namun toh Adam as tidak melihat ada kemunculan Allah di sana.

Akhirnya Allah berfirman, bahwa apapun yang Adam as lakukan di Dunia ini, maka itu tidak akan dapat membuat Adam as bertemu dengan Allah lagi, karena tempat itu adalah Dunia, bukan Surga. Lain Dunia, lain juga Surga.

Adam as merasa terpukul dengan firman Allah tersebut. Dengan merajuk Adam as berkata BAIKLAH KALAU BEGITU, AKU AKAN MELEWATI HIDUPKU DI DUNIA INI DENGAN MENANGIS SAJA TERUS MENERUS TIADA HENTI.

Allah berkata, “tidak perlu engkau mengemis begitu…..”.

Supaya Adam as berhenti dari tangisannya karena tidak dapat berjumpa lagi dengan Allah, seperti biasa yang terjadi di dalam Surga, maka Allah memerintahkan Adam as untuk berjalan jauh meninggalkan Kabah ini, untuk sampai ke suatu Negeri, yang mana di Negeri itu Adam as akan memperoleh tentram dan damai.

Adam as terheran-heran dengan titah Allah tersebut. Adam as berkata, WAHAI ALLAH, APAKAH ADA TEMPAT DI BUMI INI DI MANA AKU DAPAT MERASA DAMAI DAN TENTRAM, TANPA AKU DAPAT MELIHAT ENGKAU???

Allah berkata lagi, JANGAN KAMU SENTIMENTIL. DAN INI ADALAH PERINTAH-KU KEPADAMU SUPAYA KAMU AMALKAN.

Maka Adam as pun berjalan jauh bersama istrinya Siti Hawa meninggalkan Kabah itu. Intinya ……………,

  1. Adam as diperintahkan oleh Allah Swt untuk berjalan kaki meninggalkan Kabah jauh-jauh, karena setiap saat Adam as melihat Kabah, Adam as pasti menangis tak terperikan sama sekali. Tempat di mana Kabah itu berdiri, adalah Negeri / kota  Mekah. Mekkah berasal dari kata ‘bekah’, yang berarti ‘menangis’. Kota tersebut dinamakan Mekkah / bakah karena di kota itu Adam menangis terus menerus.
  2. Dan Adam as diperintahkan Allah untuk berjalan menuju suatu Negeri yang dijanjikan, di mana di Negeri itu Adam as akan dapat hidup dengan damai dan tentram, walau pun Adam as merasa skeptis atas hal yang terakhir ini: apakah mungkin Adam as dapat merasa tentram tanpa kehadiran Allah di sisinya?

Alkisah, Adam as berjalan di muka bumi ini, ke arah mana saja, karena ia yakin Allah lah Yang akan menuntun semua langkah kakinya, dan kaki istrinya.

Hingga suatu saat, terdengarlah suara Allah dari langit, BERHENTI!

Demi mendengar titah Allah tersebut, Adam as menghentikan langkah kakinya, kemudian ia melepaskan pandangannya berkeliling. Ia berguman di dalam hati, bahwa Negeri inilah Negeri Yang Dijanjikan oleh Allah (The Promised Land) untuk dirinya, di mana ia dan istrinya akan beroleh rasa damai dan tentram, walau pun tanpa kemunculan Allah sama sekali. Adam as masih bergumam dalam hatinya, bagaimana Negeri ini dapat memberinya ketentraman?

Adam as bertanya kepada Allah, WAHAI ALLAH, SUDAH BERAPA LAMA AKU BERJALAN SEJAK DARI KABAH ITU? Allah menjawab KAU SUDAH BERJALAN SELAMA 40 TAHUN LAMANYA.

Tugas pertama dari Allah Swt untuk Adam as setibanya di tanah itu adalah membangun Masjid (atau lebih tepat dikatakan kuil) untuk menyembah Allah, sebagai ganti dari Kabah. Dan setelah Adam as selesai membangun kuil tersebut, Adam as segera bersujud dan ruku menyembah Allah di kuil itu, dan berdoa agar Allah tidak pernah meninggalkannya di Negeri yang masih asing ini. Alkisah, kuil yang dibangun Adam as itu adalah kuil yang sekarang dinamakan Masjid Aqsa.

Tentunya Adam as masih bertanya-tanya di dalam hatinya, manakah itu ketentraman dan kedamaian untuk dirinya di tanah yang baru itu? Adam as dan istrinya hanya merasakan kesepian, kehampaan dan tiada menentu arah.

Suatu saat, terjadi hal yang membuat dua manusia itu keheranan. Sang istri, Siti Hawa, merasakan perutnya membesar. Ia begitu takut. Adam as menanyakan perasaan istrinya tentang perutnya itu. Siti Hawa menjawab bahwa ia tidak sedikit pun merasa sakit, justru merasakan sensasi kebahagiaan dengan perut besarnya itu. Adam as sungguh cemas, namun tetap saja merasa heran, bagaimana istrinya tidak merasa kesakitan, malahan ada sensasi bahagia. Adam as menjerit kepada Allah, menanyakan apa yang sedang terjadi atas istrinya. Tiada jawaban dari langit.

Setelah genap jumlah haRi, minggu dan bulan, datanglah hal yang lebih besar lagi. Siti Hawa MELAHIRKAN mahluk-mahluk kecil yang lucu dan molek. Adam as sungguh tidak percaya. Ia melihat Qabil dengan saudari kembarnya, lahir dari perut istrinya itu. Keduanya cantik sekali. Bayi-bayi itu menangis. Namun tangisan bayi itu justru membuat Adam as merasa bahagia.

Demikian lah, hari-hari indah dan bahagia dinikmati Adam as dan Siti Hawa bersama anak-anaknya yang terus lahir Tahun demi tahun. Tiada yang membuat Adam as merasa begitu bahagia, kecuali kehadiran anak-anaknya yang lahir dari rahim Siti Hawa. Tidak ada yang dapat membuat Adam as merasa tentram dan damai, kecuali tangis dan tawa semua anak-anak yang lahir di kota yang baru saja ia tempati itu.

Adam as mengambil si kembar bungsu dari kakak-kakaknya, dan menggendong keduanya dengan penuh bahagia. Kemudian Adam as berlari ke tepi sebuah lembah yang indah. Satu bayi di pelukan tangan kanannya, dan satu bayi lainnya di pangkuan tangan kirinya, Adam as berhenti dan terpaku di sana.

  • Ia arahkan pandangannya ke lembah yang indah itu. Kemudian ia alihkan pandangannya kepada bayi kembar yang dipangkunya. Begitu indah lembah yang terbentang di bawah kakinya, jauh lebih indah wajah kedua bayi kembar bungsunya itu.
  • Ia arahkan pandangannya kepada bintang gemintang di atas kepalanya. Kemudian ia alihkan pandangannya kepada wajah bayi kembarnya itu. Begitu indah bentangan langit dengan bintang gemintang itu, masih jauh lebih indah wajah bayi kembar bungsunya itu.
  • Ia arahkan pandangannya kepada bulan purnama yang menggantung tepat di atas petala bumi. Kemudian ia alihkan pandangannya kepada bayi kembar yang ia pangku itu. Begitu indahnya bulan purnama, masih jauh lebih indah wajah kedua bayi kembarnya itu …..

Pada saat itulah Terdengar suara Allah dari dalam Surga,

  • Hai Adam, bukankah sudah Aku katakan kepadamu, bahwa kau akan beroleh damai dan tentram di Negeri itu? Adam as hanya tersenyum tersipu-sipu.
  • Hai Adam, bukankah sudah Aku katakan kepadamu, bahwa Aku tidak akan pernah meninggalkanmu sampai kapan pun? Adam hanya tersenyum tersipu-sipu.
  • Hai Adam, bukankah kau dapati Aku sebagai Yang menepati janji? Adam hanya tersenyum tersipu-sipu.
  • Hai Adam, bukankah kau dapati Aku sebagai pemeliharamu dengan sebaik-baik pemeliharaan? Adam hanya tersenyum tersipu-sipu.
  • Hai Adam, bukankah sudah Aku katakan kepadamu, bahwa ada tempat di bumi itu di mana kau akan beroleh damai dan tentram walau pun engkau tiada melihat Aku? Adam hanya tersenyum tersipu-sipu.

Adam kembali kepada keluarganya dengan perasaan penuh bahagia.

  • Di kota itu, untuk pertama kalinya Adam merasa damai dan tentram, padahal Adam tiada melihat kemunculan Allah. Di  dalam bahasa Arab, damai dan tentram adalah Salam.
  • Di kota itu, kehidupan Adam (dan Siti Hawa) benar-benar sempurna, karena telah memiliki anak. Di dalam bahasa Arab, sempurna adalah Salam.

Mulai saat itu, Adam dan Siti Hawa menamakan kota yang ia tinggali itu dengan nama Darusalam, yang berarti Negeri Kedamaian, Negeri Ketentraman, Negeri Kesempurnaan, karena di Negeri itulah Adam merasa benar-benar damai dan tentram karena anak-anaknya lahir dan menyempurnakan hidupnya dan hidup istrinya. Darusalam, di dalam logat bahasa Inggris adalah Yerusalem.

Dan dari Yerusalem inilah, muncul Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul Alkitab dari kalangan anak-anak Nabi Adam juga. Kebanyakan mereka bertempat tinggal di Yerusalem ini. Dan seperti ayah mereka yaitu Adam, kesemua manusia (yang merupakan anak dan keturunan Adam) shalat, sujud dan ruku kepada Allah dengan menghadap ke kuil yang dibangun Nabi Adam. Kelak, kuil ini runtuh ditelan jaman. Ketika tiba masa Nabi Sulaiman, kuil ini dibangun kembali dengan begitu sempurna mengingat Nabi Sulaiman adalah Nabi Allah yang kayaraya. Karena kuil Adam ini dibangun kembali dari puing-puing oleh Nabi Sulaiman, maka kuil ini dinamakan Kuil Sulaiman, padahal sebenarnya kuil ini adalah Kuil Adam. Beberapa abad kemudian, kuil ini runtuh dan kembali menjadi puing-puing berserakan karena melalui beberapa tahapan sejarah yang kadang begitu dramatis. Bahkan pada masa Isa Almasih, kuil ini tidak mendapat perhatian, alias Nabi Isa tidak berbuat apa-apa atas puing-puing Kuil Adam ov Kuil Sulaiman ini.

Pada masa Nabi Muhammad, situs kuil ini mendapat peran yaitu ketika Nabi Muhammad mikraj ke langit. Kemudian pada masa Khulafaur Rasyidin, Sahabat Umar telah membenahi kembali kuil ini dan memberi nama dengan namanya yang sebenarnya yaitu Masjid Aqsa (nama itu berasal dari Alquran), bukan lagi Kuil Adam atau Kuil Sulaiman atau kuil apa. Kita ingat bahwa kenabian Muhammad telah memindahkan kiblat shalat ini, yaitu dari Kuil Adam ini (atau Kuil Sulaiman; sama saja) kepada Kabah di Mekah, karena memang sebenarnya, pertama kali Adam sujud itu ke arah Kabah yang di Mekah, yaitu ketika Adam masih berada di Mekah.

Kuil Sulaiman Dalam Tradisi Yahudi.

Di dalam kepercayaan Yahudi, Kuil Sulaiman (Solomon Temple) merupakan tempat suci tertinggi karena dibangun oleh Nabi Sulaiman. Mereka percaya bahwa kuil itu dibangun oleh Sulaiman, Nabi besar di dalam tradisi Yahudi (juga Islam).

Namun sungguh pun demikian, toh kaum Yahudi tidak mempunyai jawaban mengapa Sulaiman membangun kuil suci di tempat tersebut. Atau dengan kata lain, atas dasar apa Sulaiman memilih suatu tempat untuk membangun kuilnya. Kaum Yahudi hanya menyerahkan soal itu kepada autoritas Sulaiman sebagai Nabi Tuhan / Nabi Yahweh, karena secara nalar, pilihan seorang Nabi adalah pasti pilihan / perintah Tuhan. Itu saja jawaban yang dimiliki kaum Yahudi.

Kalau saja kaum Yahudi itu beragama Islam, pastilah pertanyaan itu sudah mempunyai jawaban yang memuaskan, yaitu bahwa Sulaiman BUKAN memilih tempat tersebut, melainkan karena di tempat itulah terdapat reruntuhan Kuil Adam. Intinya, Sulaiman as bukan membangun, melainkan MERENOVASI Kuil Adam, merenovasi kuil yang sebelumnya sudah ada. Intinya, Yahudi mau pun agama Ahlul Kitab lainnya tidak mempunyai babak yang menjelaskan mengapa Sulaiman membangun kuil sucinya di tempat sekarang berdiri itu. Yahudi benar-benar blank mengenai babak kehidupan yang mendahului babak Sulaiman ini. Dan babak yang blank itu, TERSEDIA HANYA DALAM ISLAM. Babak itu adalah babak kehidupan yang dilalui Adam bersama keluarganya setelah kepindahannya dari Mekah. Amat menyedihkan bahwa Alkitab tidak banyak menceritakan kisah kehidupan Nabi Adam. Sebaliknya, Islam memberikan informasi yang melimpah mengenai pengalaman-pengalaman Nabi Adam. Dan dari situlah terungkap bahwa Adam telah membangun kuilnya di Negeri yang kelak bernama Yerusalem, dan kuil itu pada masanya akan direnovasi oleh Sulaiman as.

Kalau lah para Yahudi itu (dan juga para Kristen) itu menerima Islam, maka akan jelas bagi mereka mengapa Nabi Sulaiman membangun kuil sucinya di tempat itu. Dan siapa yang menyuruh mereka untuk menolak Islam?

Penutup.

Kata Yerusalem tidak dapat dihubungkan dengan fakta yang melingkupi kota itu, yang selalu direcoki kekerasan dan pertikaian sepanjang abad. Kalau hal itu tidak dapat diubah lagi, maka merujuk kemanakah arti dari nama kota itu?

Yerusalem hanyalah dapat dihubungkan dengan apa yang dialami dan dilalui Adam dan Siti Hawa, yaitu kedamaian dan ketentraman yang mereka peroleh dari Allah Swt, Tuhan mereka. Adam memperoleh kedamaian dan ketentraman itu setelah berpuluh-puluh tahun sebelumnya ia dan istrinya hidup di dalam situasi yang tidak menentu, penuh sentimentil, dan kesepian.

Dan, jawaban untuk pertanyaan itu hanya ada dalam Islam, tidak ada di dalam agama lainnya. Yang mana itu berarti, agama lain itu adalah agama yang tidak sempurna, dan Islam adalah agama yang sempurna. Sempurna, artinya adalah BENAR. Alhamdulillah.

Wallahu alam bishawab…..klik


Christians and Jews are two heavenly religions reject the divine Kaaba. Christianity in particular, states that the Kaaba was not another as a hotbed of Arab paganism that vile and disgusting. Even the Christians explained that the Kaaba is the house of the Arabs worshiped the jinn, and as Muhammad won the war, the shrine is claimed to be part of the belief system composed by Muhammad Islam. And so, in this perspective, Muhammad was an Arab who also participated in the worship of the temple in the desert residence of the jinn.
The four points below will explain that the establishment of the Jewish and Christian of today who said that the Kaaba is an abomination alone, is actually the result of a political process, not the process of God’s holy word of them.

First.
Kaaba is a building that is recognized by the Jews as a building that was built by the ‘father’ they are Abraham. The Jews who lived in Mecca at that time still maintain the tradition and memories that connect them to the obedience of Prophet Ibrahim who is the only reason why it stands the Kaaba.

In other words, the Kaaba was divine. This means that Jews recognize the Kaaba as divine as it is the legacy of Prophet Ibrahim. Kaaba is the observance of the Jewish nation at the time. When the Jews rejected the Kaaba is now as divine, then in fact it is because Jews have a negative gut feeling about what Muhammad brought Islam. From this separation of the Jewish fate of its association with the grace of God Almighty.

Second.
Jesus had never been condemned Kabah in his Gospel. Why?? If it is indeed misguided Kabah, then Jesus should have warned people through the verses of his Gospel: NEVER ONCE got into the act Arabs venerate the Kabah …
After all, in fact there is no verse in the Bible that tells how Jesus had warned people about the dangers of the Ka’aba.
If the verses referred to does not exist in the Bible Jesus, it WILL NOT WANT it means Kabah was divine, the Lord Jesus who sent them.

Third.
Basically, the Bible should be called the Kaaba, if the Kabah shrine was indeed God’s divine. But if the Bible calls the Kaaba in Mecca is in the verses, PUNITIVE surely worse … because one day later the Christians and Jews and Muslims will continue to fight to seize the Kaaba in Mecca is. It’s not good for the people of God for Muslims.
That is why God never called the Kaaba in Mecca, the Bible for the safety and security of Muslims themselves while worshiping in Mecca. In other words, the divine Kaaba is only for the people of God in the name of the prophet Muhammad.
In other words, the Christian God / People of the Book (God the Father, Lord Father) never called the Kaaba in the Bible, it does not automatically mean the Kaaba is the detestable pagan worshipers of Satan.

Fourth.
In the pre-Islam (Muhammad), statues of the Virgin Mary, Jesus sculptures, statues of the Virgin Mary cradling Jesus, and others, are so out of so many idols that take place in this Kaaba. In other words, a Christian nation that exalts nation Kabah including desert. Christian nation it is not at all disturbed by the physical form of the Kaaba is a cube just a building with four walls flat and made of natural stone. If a Christian nation when it recognizes that the Kaaba was kesamawian them, history has said the same thing.
There was never a discourse when it is driven by the Christians who stressed that the Kaaba was vile, or the genie god stupid Arabs. The prayers of praise to the Kabah typical Christianity has replaced their suspicion to the only existing building in the city of Mecca.

Ending/Closing.
Maybe in the past, the Kabah is the only temple that is safe from criticism from any source, both from the Christian, Jewish, pagan Arabs like any other. This means that Jews and Christians in the past has no agendas to antagonize the Kaaba is, because in the view of the two religions, the Kaaba was their blood through faith in Yahweh, or God the Father.
God has a will of which may not be understood by the people. And the Kaaba, God has ensured that the Muslim nation is not wrong AT ALL if they keep turning their faces to the Ka’ba while belief that the Kaaba was the first shrine built by man (ie Adam) to worship. This practice has long been abandoned by the Jews and Christians.