Archive for the ‘Misi Wanita Nashrani’ Category


Keyakinan Lukman Sardi Bukan Urusan Kita
Oleh ARMAN DHANI // 21 JUNI 2015

image

Di Purwodadi, saya punya seorang bibi yang beragama Katolik. Ibu bilang, jika ada rezeki, ingin sekali diantar ke kota itu menemui adiknya.

Kakek saya menikah dua kali, dan bibi saya ini adalah anak dari istri keduanya. Tapi sejak kecil bibi diasuh dan dirawat oleh ibu. Kata ibu, ia punya ikatan emosional yang jauh lebih kuat dengan bibi ini daripada saudara-saudaranya yang lain.

Saat ramadan tiba, bibi biasanya mengirimkan paket untuk ibu. Kadang isinya mukena, kadang kain. Sesuatu yang mungkin bagi orang lain absurd. Seorang Katolik mengirimkan barang-barang yang berkaitan identik dengan ritus Islam.

Di bulan puasa inilah, bibi dan ibu paling sering berhubungan. Mungkin karena waktu kerja yang lebih lowong, atau nuansa liburan yang lebih santai, atau kenangan keduanya tentang Ramadan di masa kecil.

Saat almarhum kakek menjelang maut, bibi mengirimkan banyak sekali peralatan kesehatan. Ia seorang perawat, dan punya akses terhadap teknologi kesehatan. Semua barang itu dikirim dari Purwodadi ke Bima, tempat kakek terbaring sakit. Tentu alat-alatnya mahal dan biaya pengirimannya tidak murah. Tapi peralatan itu ditolak oleh saudara-saudara ibu. Konon karena bibi sudah jadi Katolik, semua barang yang diberikan olehnya adalah haram.

Maka ketika Lukman Sardi berganti agama lantas dicaci-maki, ya, saya tidak kaget. Biasa saja. Dulu Asmirandah pindah agama juga banyak yang bilang sebaiknya dihukum mati saja. Alasannya? Hadits Nabi yang berbunyi; man baddala dinahu faqtuluhu (barangsiapa pindah agama, maka bunuhlah!).

Selain hadits itu ternyata dla’if (lemah), apakah benar Islam ini sedemikian muram dan mengerikan—sampai-sampai yang pindah agama mesti dibunuh?

Saya bukan ahli fiqih, maka sebaiknya pertanyaan itu kita tanyakan kepada tokoh-tokoh yang punya keilmuan mumpuni. Orang-orang yang sudah membaca ribuan kitab, hafal ratusan ribu hadits dan memiliki penguasaan Bahasa Arab par excelence. Tentu saja mereka adalah orang-orang seperti Kakanda Jonru, Kyai Hafidz Ary dan Tuanku Imam Felix Siauw. Mereka adalah para pembela Islam garda depan yang keilmuannya paling tinggi, jauh melampaui Gus Mus atau bahkan Prof. Quraish Shihab sekalipun.

Saya pikir, perpindahan keyakinan tidak semestinya diakhiri dengan eksekusi. Apakah saya berlebihan? Oh tidak, kejadian semacam ini kerap terjadi. Bahkan majalah-majalah religius rajin sekali merayakan perpindahan agama—seperti sebuah kemenangan atas perang. Seseorang yang berganti agama akan dimanfaatkan tiap-tiap kelompok untuk menunjukan dominasinya, seolah kebenaran itu hanya miliknya, dan dengan adanya seseorang berganti agama, maka agama terakhir menjadi semakin terafirmasi kebenarannya.

Lho, memilih klub sepak bola pun perlu keimanan. Kadang mereka yang pindah mendukung klub lain akan diperlakukan sebagai paria. Dinista, dianggap pengkhianat, dan dihujat. Sementara bagi klub baru, si mualaf tidak selalu diterima dengan tangan terbuka. Ia bisa saja dituduh mata-mata, glory hunter, orang genit dan tidak punya kesetiaan. Untunglah hal demikin tidak pernah terjadi pada klub sebesar segurem Manchester United, klub yang melahirkan para pendukung yang teguh tauhidnya taklid buta.

Tapi cukup soal sepak bola. Lantas kenapa kalau seseorang pindah agama?

Dengan Lukman Sardi pindah agama, apakah angka kemiskinan dan pengangguran akan bertambah? Indonesia akan masuk jurang krisis ekonomi? Atau tiba-tiba beras hilang dari pasar? Saya kira tidak.

Perpindahan keyakinan Lukman Sardi tidak akan berpengaruh apapun bagi kemaslahatan rakyat banyak. Tapi korupsi, kekerasan terhadap minoritas, dan pengrusakan hutan, semuanya punya pengaruh besar untuk kehidupan berbangsa kita.

Lagipula saya percaya, ada hal-hal yang tak bisa kita paksakan hanya karena ia terasa benar. Dan firman Tuhan: “Tidak ada paksaan dalam agama”, lebih dari cukup bagi saya untuk tidak usil dengan kepercayaan orang lain.

Keyakinan sendiri seharusnya lebih penting daripada keyakinan orang lain. Sehingga kita tidak perlu meributkan, mengecam, atau mengglorifikasi perpindahan agama seseorang. Tidak juga dalam kasus Lukman Sardi.

Kecuali jika Anda tidak cukup percaya diri, lemah akal, dan takut bahwa keyakinan yang Anda miliki salah. Itu tentu akan melahirkan paranoia, bahwa agama Anda bisa rusak hanya karena ada orang lain yang pindah agama.

Berkeyakinan semestinya adalah pilihan masing-masing, kesunyian masing-masing. Itupun jika Anda cukup berani menghadapi perbedaan.

Mojok.Co


SELAMA ini banyak tokoh  yang menggembar-gemborkan bahwa perbedaan antara Sunni dengan Syiah terletak pada masalah madzhab. Ini pula yang dimuat oleh Harian Republika, Kamis (09/02/2012) dalam sebuah tulisan (Iklan terselubung) dengan judul, “MELAWAN POLITIK ADU DOMBA DENGAN PERSATUAN UMMAT).

Benarkah Sunni Syiah hanya berbeda masalah madhzab?

Untuk menjawab hal ini tentu kita perlu menilisik keyakinan kaum Syiah terhadap beberapa persoalan. Keyakinan mereka inilah yang dipersoalkan oleh jumhur ulama.

Di antara keyakinan sentral yang dikritisi oleh para ulama adalah masalah Imamiyah.

Ulama Sunni sepakat bahwa masalah Imamah terkait dengan keduniaan. Ia bukan bagian dari persoalan yang penting dalam urusan hukum Islam, sehingga ia bersifat fardhu kifayah.

Dalam hal ini Imam Al-Mawardzi berkata; “Apabila telah pasti kewajiban adanya sebuah imammah, maka hukumnya menjadi fardhu kifayah, sebagaimana hukum jihad dan menuntut ilmu.” [Abu Al-Hasan Ali Ibnu Muhammad  Habib Al-Mawardi,  Ahkamu Al-Sultaniyah wa Al-Wilayatu Ad-Dhiniyah, Al Firdaus, Beirut, 1989  M,  Jild. 1 hal. 4]

Berdasar hal ini Sunni berpendapat bahwa proses menangani dan membentuk Imamah terletak kepada umat. Pemilihan seseorang Imam dilakukan oleh dewan pemilihan (ahl al-ikhtiyar/ahlul aqdi wal halli) dan ditentukan para kandidat pemimpin. Orang-orang yang menjabat dalam dewan pemilihan harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu, pertama, adil yang mencakup segala aspeknya. Kedua, memiliki ilmu pengetahuan yang bisa dipergunakan untuk mengetahui siapa yang betul-betul berhak untuk menjabat sebagai pemimpin sesuai dengan syarat-syarat yang telah ditentukan. Ketiga, memiliki pandangan yang luas dan kebijaksanaan agar betul-betul bisa memiliki siapa yang paling layak untuk menjabat sebagai pemimpin, yang paling memiliki kemampuan dan pengetahuan untuk mengatur kemaslahatan umat. Karena itulah, pemimpin yang baik adalah seorang warga negara setempat yang betul-betul mengenal karakter dan kondisi negaranya.

Sedang Syiah Itsna Asy’ariyah memahami istilah Imamah atau yang juga disebut wilayah sebagai bagian dari ushuluddin, atau salah satu rukun dari rukun agama.

Mereka meyakini Imamah sebagai ajaran primer dalam teologi dan ideologi, serta berposisi sebagai doktrin sentral yang mutlak diyakini penganutnya. Karena itu Imamah di kalangan Syiah sudah menjadi doktrin dan bagian dari rukun iman dan Islam yang penting.

Dalam al-Kafi, al-Kulaini menulis riwayat yang diafiliasikan kepada Abu Ja’far sebagai berikut; “Islam didasari atas lima perkara yaitu shalat, zakat, haji, jihad dan wilayah. Tidak ada suatu pun yang diserukan sebagaimana diserukan wilayah.” [Abi Ja’far Muhammad bin Ya’qub bin Ishaq al-Kulaini al-Razi, al-Kafi, Darul Kutub al-Islamiyyah, Teheran,  juz 2 hal. 18]

Imamah menurut Syiah adalah pengakuan terhadap kepemimpinan Ali bin Thalib dan keturunannya. Sebagaimana dikutip Muhammad Jawad al-Amili dalam “Miftakhul Karomati fi Syarh Qowaid Al-A’lamah”, Mu’asasah Nasrul Islam  Juz 2 hal.80, mengatakan:

“Iman menurut kami hanya terwujudkan dengan cara mengakui keimamahan Imam yang dua belas, kecuali bagi orang yang mati pada zaman salah satu dari mereka maka tidak disyaratkan beriman kecuali mengetahui Imam pada masanya dan masa sebelumnya.”

Al-Kulaini dalam kitabnya juga menyebutkan suatu riwayat, sebagai berikut: “Dari Abi Ja’far berkata:“…Tuntunlah orang yang sedang sakratul maut bacaan syahadat (persaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah) dan wilayah (pengakuan atas kepemimpina Ali).” [Al-Kulaini Furu’ al-Kafi, 1/34]

Berdasar pemahaman ini,  Syiah mendudukkan Imamah pada urutan ke tiga dari rukun iman. Bahkan ajaran ini merupakan bagian paling mendasar yang seakan melebihi doktrin tauhid. Bangunan teologi mereka seluruhnya diperkuat dengan konsep ini.

Konsekwensi dari pemahaman ini yaitu amal setiap muslim akan sia-sia jika menolak wilayah atau Imamah Ahlul Bait. Segala amal perbuatannya tidak akan diterima Allah meskipun ia bersujud hingga patah tulang lehernya, jika tidak meyakini keimamamahan Imam Ali dan Ahlul Bait.

Dalam hal ini Al Kulaini menisbahkan sebuah riwayat dari Imam Ali Bin Thalib yang berkata:

“Tidak ada kebaikan di dunia kecuali satu dari dua orang, yaitu  seseorang yang selalu bertambah kebaikannya setiap hari dan seseorang yang menjelang kematiannya bertobat. Dan dimatikan dalam keadaan bertobat. Demi Allah sekiranya ia sujud hingga patah tulang lehernya, tidak akan diterima amalnya kecuali mengakui wilayah ahlul bait. [Al-Kulaini, Furu’u  Al Kafi, Juz VIII, hal.128]

Atas dasar inilah kemudian Syiah tidak segan untuk mengkafirkan kelompok lain yang tidak mengakui keimamahan Ali dan Imam-imam keturunannya. Al-Majlisi mengutip perkataan Al-Mufid dalam kitab Al-Masail yang menjelaskan tentang kesepakatan kaum Syi’ah dalam mengkafirkan umat Islam yang mengingkari Imam :

“Syi’ah Imamiyyah sepakat bahwa orang yang tidak meyakini keimamahan salah satu dari para Imam dan mengingkari apa yang telah diwajibkan Allah SWT kepadanya dari kewajiban taat (kepada para imam), maka dia kafir, sesat dan layak kekal di neraka.”

Al-Majlisi menukil kitab “Kanzul karaji” hal 112, yang berbunyi:

“Siapa yg mengingkari mereka (Imam 12) atau meragukan mereka, atau mengingkari salah satu diantara mereka atau meragukan, atau membantu musuh-musuh mereka, atau salah satu diantara musuh-musuh mereka, maka dia adalah orang yang sesat lagi celaka, bahkan orang yang kafir.”

Sikap mereka seperti itu karena keyakinan terhadap Imamah merupakan sesuatu yang mutlak sehingga barangsiapa yang mengingkarinya berarti kafir dan darahnya halal untuk dibunuh.

Model keyakinan seperti ini menjadi sumber epistemologi yang penting dalam bangunan keyakinan Syiah. Menurut mereka, siapapun yang beriman kepada Allah namun tidak beriman terhadap kepemimpinan Sayyidina Ali setelah Nabi SAW dan para Imam keturunan beliau, maka hukumnya sama dengan musyrik.

Ini karena menurut mereka, Allah yang menetapkan dan memilih para Imam, sehingga iman kepada para Imam adalah sebuah keharusan. Karena itu barangsiapa yang tidak mengakui Imamah maka matinya dalam kondisi jahiliyah. Dalam hal ini al-Kulaini dalam kitab Al-Kafi mengatakan:

“Barang siapa mati tidak mengetahui imam zamannya maka matinya mati jahiliyah.” [Al Kulaini, Al Kafi Juz I hal. 377]

Doktrin ini oleh al-Kulaini diakui berada di atas nubuwwah yang disebut sebagai “perjanjian yang mereka tetapkan dengan para Nabi”, sebagaimana yang diriwayatkan oleh penulis kitab Al Basha’ir.

“Kami mendengar dari Al Hasan bin ‘Ali bin An-Nu’man, ia mendengar dari Yahya bin Abu Zakariya bin ‘Amr Az Zayyat yang mengatakan: “Aku mendengar dari ayahku dan ia mendengar dari Muhammad bin Sama’ah yang mendengar dari Faidh bin Abi Syaibah, berasal dari Muhammad bin Muslim yang mengatakan, bahwasanya ia mendengar Abu Ja’far berkata: Allah tabaraka wata’ala telah menetapkan perjanjian dengan para Nabi mengenai wilayah (keimaman)’Ali dan telah pula mengambil janji dari para Nabi tentang wilayah (keimaman) Ali itu.” [Muhammad Abu Ja’far Ibnu Hasan Ibnu Faruh As-Shofar Al-Qumi,  Basha’irud Darajat, Mansurat Maktabah Ayatullah Al-Udmah Al-Murasinajafi, cet. Iran Lama, 1928 H  Bab IX, Jld II, hal. 73].

Demikian juga para Malaikat menurut Syiah juga telah mengambil janji atas wilayah. Penulis Al Basha’ir mengemukakan sebagai berikut:

“Kami mendengar dari Ahmad bin Muhammad yang mendengar dari Al Hasan bin ‘Ali bin Fadhdhal, ia mendengar dari Muhammad bin Fudhail yagn mendengar dari Abush Shabah Al Kinaniy, bahwasanya Abu Ja’far berkata: “Demi Allah, di langit terdapat tujuh puluh jenis malaikat. Seandainya semua penduduk bumi berkumpul kemudian menghitung jumlah malaikat dari masing-masing jenis, mereka tidak akan dapat menghitungnya. Semua malaikat itu mempercayai wilayah (keimaman) kami.” [Basha’irud Darajat, Bab IV, Jilid II, hal. 87].

BERDASARKAN riwayat ini Khomaini dalam Hukumah al-Islamiyah, mengatakan bahwa para Imam memiliki maqam (derajat) yang tidak bisa dicapai oleh para malaikat dan para Nabi yang diutus:

“Sesungguhnya Imam mempunyai kedudukan yang terpuji, derajat yang mulia dan kepemimpian mendunia, di mana seisi alam ini tunduk di bawah wilayah dan kekuasaannya. Dan termasuk hal yang aksiomatis adalah bahwa para imam kita mempunyai kedudukan yang tidak bisa dicapai oleh malaikat muqarrabin atau pun nabi yang diutus…”   [Khumaini, Al Hukumah al-Islamiyah. Durus Faqih, Iran 1389 H, hal. 52]

Bahkan dalam sebuah riwayat, semua mahluk juga mengambil janji mengenai Imamah. Al-Majlisi mencantumkan bab dengan judul: Bab bahwa Imam-imam itu lebih utama daripada para Nabi dan semua makhluk. Para Nabi, Malaikat dan semua makhluk diambil janji setianya untuk Imam-imam, dan bahwasanya diantara para Nabi bisa menjadi Ulul ‘Azmi karena mereka mencintai Imam-imam.  [Bihar Al-Anwar, 26/267]

Wilayah (keimaman) juga tidak hanya ditetapkan sebagai perjanjian dengan para Nabi dan Malaikat, tetapi juga diyakini sebagai amanat yang Allah Subhanahu wa-ta’ala (سبحانه و تعالى‎) tawarkan kepada langit dan bumi. Dalam hal ini Ibnu Babawaih berkata:

“Seandainya tidak ada mereka (para imam) maka Allah tidak akan menciptakan langit dan bumi, tidak pula surga dan neraka, Adam dan Hawa, juga Malaikat.” [Abu Ja’far Muhammad ibn Babawaih al-Qummy, I’tiqadat, Tahqiq oleh I’shom Abdu Sayid, Mukmatarah Al-Alami Alfiyah Syaikh Mufid, Iran,  hal. 93]

Dari berbagai riwayat tersebut, Syiah meyakini bahwa imamah merupakan bentuk konsep kepemimpinan yang mutlak di bawah otoritas Tuhan dengan menganugerahkan kekuasaan secara genealogis kepada utusan pembawa risalah-Nya sebagai pengejawantahan kekuasaan Allah dalam persoalan manusia.

Secara eksplisit juga diriwayatkan berita yang dinisbakan kepada Abu Ja’far bahwa imam-imam Syi’ah adalah wali perintah Allah, pembawa ilmu Allah dan penyimpan wahyu Allah. [Al-Kulaini, Ushul Al Kafi juz 1 hal 192]

Seseorang yang mengenal Allah namun tidak mengenal Imam, berarti imannya tidak sempurna. Hal ini dikemukakan dalam sebuah riwayat berasal dari Jabir yang mengatakan:

“Aku mendengar Abu Ja’far a.s. berkata: “Orang yang mengenal Allah dan bersembah sujud kepada-Nya hanyalah orang yang mengenal Allah dan mengenal Imam-Nya dari kalangan kami Ahlul Bait. Barang siapa yang tidak mengenal Allah dan tidak mengenal Imam dari kalangan kami Ahlul Bait, sesungguhnya orang itu bersembah sujud kepada selain Allah. Itu merupakan kesesatan.”  [dalam Al Kafi, Kitab al Hujjah, Bab Mengenal Imam, hal. 181, Jilid I, cet. Teheran]

Pandangan tersebut didasarkan pada argumen bahwa Imamah bagi Syiah tidak hanya merupakan kepemimpinan duniawi saja, akan tetapi mencakup urusan ukhrawi. Ia tidak bisa dilahirkan dari musyawarah seperti halnya khalifah dalam Sunni. Sebab Imamah merupakan penerus kenabian yang dasar-dasarnya berada pada dali-dalil syara’ dan dalil itu yang menentukan keterangkatan para Imam. Bahkan Allah tak akan mengutus seorang Nabi pun kecuali karenanya.  Allah yang menentukan orang yang akan memegang jabatan Imamah, dan Nabi pun berwasiat kepada orang yang dimaksud sebelum beliau wafat.

Konsekwensi dari hal ini yaitu semua keagamaan tidak sah tanpa melalui pintu para Imam. Kalau ada ajaran agama yang tidak melalui para Imam,  berarti ajaran tersebut tertolak. Nah, bagaimana seseorang masih mengatakan antara Syiah dan Sunni bedanya kecil, bahkan masih ada yang mengatakan perbedaan mahzab?.*

Penulis adalah peneliti Inpas (Institute Pemikiran dan Peradaban Islam) Surabaya. Sumber : Klik


Assalamualaikum brothers and sisters,

Dua hari lalu saya terima email yang menyatakan seperti ini :

Aslm bang Zay,

Buku Anda The Khilafa menyatakan Islam tidak pernah ditegakkan dengan pedang. Apakah Anda tidak mendalami sejarah? Anda ini paling pintar membual. Coba lihat di bawah ini dan tolong data-data ini juga dimasukkan dalam buku Anda supaya seimbang.

Jangan terlalu ngawur membela ideologi Anda. Terima kasih.

 

BAGAIMANA ISLAM DISEBARLUASKAN (PERANG) JAUH JAUH SEBELUM PERANG SALIB, MUSLIM MEROMPAK DAERAH DI LUAR MEKAH DAN MADINAH,

 

Tahun 635, Tentara Islam mengepung dan menaklukkan Damaskus, salah satu kota besar di Syria, dari bangsa pribumi Asyrian. Puluhan ribu bangsa Asyrian tewas.

Tahun 637, Tentara Arab Islam menaklukkan bangsa pribumi Chaldean dan Phoenician Kristen di Irak pada Perang al-Qadisiyyah. Ratusan ribu nyawa bangsa Chaldean melayang, Chaldean kehilangan identitas, menjadi bagian dari propinsi Arab.

Tahun 638, Tentara Arab Islam menaklukkan dan mencaplok Yerusalem, mengambil alih dari bangsa Israel dan Kerajaan Bizantium. Korban jiwa rakyat Yahudi mencapai puluhan jutaan orang, sebagian kecil melarikan diri ke Eropa.

Tahun, 638-650 Tentara Islam menaklukkan Kerajaan Zoroaster Persia (Iran) dan menjadikannya negara Islam, kecuali di sepanjang Laut Kaspia. Jutaan jiwa tewas. Pembakaran Perpustakaan Besar Ilmu Pengetahuan Persia. Kemunduran peradaban di negeri Persia.

641 Tentara Arab Islam menaklukkan bangsa pribumi Asyria Kristen di Suriah dan Lebanon. Jutaan bangsa Asyrian tewas. Bangsa Asyrian kehilangan identitas sebagai bangsa Asyrian. Bahasa Arab menggantikan bahasa resmi Asyrian yaitu bahasa Aram. Sebagian bangsa Asyrian yang selamat membuat perjanjian damai dengan Muslim Arab, mereka secara rutin membayar jiyzah (upeti) kepada Muslim Arab. Sampai sekarang Kristen Koptik Asyrian yang ramah masih tetap ada di Suriah. Tingkat ekonomi mereka di era modern ini jauh lebih baik dari counterpart mereka yang beragama Muslim.

643-707 Tentara Arab Islam menaklukkan Kristen Afrika Utara dan Yordania. Sama seperti Kristen di Suriah, pada era modern ini, ekonomi dan tingkat pendidikan bangsa Yordania yang tetap memeluk Kristen jauh lebih baik dari saudaranya kaum Muslim.

710-713 Tentara Islam menaklukkan Lembah rendah Indus “Hindu Kush” dari bangsa Hindi. Jutaan jiwa bangsa Hindi yang memeluk Hindu tewas. Sebagian di Islam kan, daerah yang menganut Islam, sekarang namanya Pakistan.

Referensi: ”The name Hindu Kush means literally ‘Kills the Hindu’, a reminder of the days when (Hindu) slaves from the Indian subcontinent died in the harsh weather typical of the Afghan mountains while being transported by Muslim traders to the Muslim courts of Central Asia.” (Terjemahan: Hindu Kush dalam bahasa Urdu artinya “Bunuh orang Hindu”, sebagai pengingat ketika budak Hindu dari subbenua India tewas dalam cuaca yang sangat buruk ketika diangkut oleh pedagang Muslim ke koloni Muslim di Asia tengah).

Dan masih banyak lagi kisah pembantaian umat Islam terhadap non-islam lainnya.Terima kasih atas tanggapannya bang Zay.

=======================================================

Wah kopasan yang begitu panjang dan membuat saya terharu.

Sebenarnya saya ingin kroscek data-data ini di om gugel tapi kalau ada yang seperti ini saya mahfum belaka bahwa sepertinya ini hasil risetnya universitas JIL, FFI dan teman-teman seperjuangannya. Saya agak khawatir informasi spt ini seringkali beredar luas di internet dan mereka yang doyan kopas dengan bangganya memperlihatkan seolah-olah mereka profesor sejarah yang paling tahu soal sejarah Islam. Namun yang lebih menyedihkan lagi bila yang membaca kopasan tersebut tidak melakukan apa-apa. Karena itu dengan kemampuan abal-abal saya dalam sejarah Islam, saya mencoba setidaknya menjelaskan apa yang saya pelajari dan saya pahami tentang penaklukan-penaklukan Islam di zaman Khulafaur Rasyidin.

Mengenai pernyataan di buku saya, The Khilafa bahwa umat Islam tidak pernah melakukan penaklukan dengan pedang juga dipahami sepotong-sepotong. Untuk diketahui bahwa perang di mana pun dan dalam kondisi apa pun strateginya selalu sama, infiltrasi militer. Penaklukan tanpa pedang yang saya maksud adalah tidak pernah ada paksaan dalam Islam kepada pemeluk agama lain untuk memeluk agama tersebut. Coba lihat sejarah, di negeri di mana Islam berkuasa umat non muslim diperlakukan secara adil, dilindungi dan diberi pilihan untuk memilih Islam atau membayar jizyah. Nah, sekarang coba bandingkan dengan reconquista Spanyol ketika umat Islam diusir dari sana dan dipaksa memeluk agama Kristen. Tidak ada pilihan utk membayar upeti atau pajak, melainkan pindah ke agama Kristen atau mati.

Berikut beberapa jawaban dari kopasan2 tersebut,

Tahun 635, Tentara Islam mengepung dan menaklukkan Damaskus, salah satu kota besar di Syria, dari bangsa pribumi Asyrian. Puluhan ribu bangsa Asyrian tewas dibantai muslim.

Penaklukan Damaskus itu merupakan salah satu bagian penting dalam sejarah kekuasaan Khulafaur Rasyidin, dan menjadi tahap penting dalam beberapa perang menaklukkan Syria dan Persia. Mari kita cermati pesan Khalifah Abubakar terhadap pasukannya sebelum penaklukan Damaskus,

“…jangan membunuh perempuan atau anak-anak atau lanjut usia dan jangan menyembelih binatang kecuali untuk makan. Dan janganlah kamu melanggar pakta yang kalian buat. Kalian akan bertemu orang-orang yang hidup seperti pertapa di biara-biara, jangan membunuh mereka dan menghancurkan biara-biara mereka. Dan kalian akan bertemu orang lain penyembah Setan dan penyembah Salib, yang mencukur kepala mereka sehingga Anda dapat melihat kulit kepala mereka. Seranglah mereka dengan pedang kalian sampai mereka tunduk pada Islam atau membayar Jizyah. Saya Percaya Allah akan menjaga kalian. ”

Bila terjadi pembunuhan maka itu adalah resiko perang, tetapi yang perlu kita pahami bahwa dalam setiap penaklukan yang dilakukan umat Islam, khususnya di bawah kalifah Abubakar dan Umar, pasukan muslim sangat menjaga orang2 yang lemah, orang sakit dan tertindas, orang lanjut usia, perempuan dan anak-anak. Mereka yang diperangi adalah mereka yang memang bersenjata dan memerangi Islam.

Jadi bila binatang saja tidak boleh disembelih kecuali untuk makan maka cerita pasukan Islam membantai itu dari mana?

Tahun 637, Tentara Arab Islam menaklukkan bangsa pribumi Chaldean dan Phoenician Kristen di Irak pada Perang al-Qadisiyyah. Ratusan ribu nyawa bangsa Chaldean melayang, Chaldean kehilangan identitas, menjadi bagian dari propinsi Arab.

Perang al-Qadisiyyah sepemahaman saya adalah perang antara umat Islam melawan kerajaan Sassanid Persia di wilayah Qadisiyyah (dulu di sekitar Mesopotamia atau di Irak sekarang) yang dimenangkan pihak muslim yang dipimpin Saad bin Waqqas. Pasukan Islam pada perang ini berjumlah sekitar 30,000 orang sementara pasukan Persia yang bersekutu dengan Roma di bawah Heraclius berjumlah sekitar 200,000 orang. Bisa dibayangkan apakah yang 30,000 orang disebut membantai jika berhadapan dengan pasukan yang tujuh kali lebih besar jumlah pengikutnya? Tiga bulan kemudian terjadilah Perang Yarmuk yang membumihanguskan seluruh pasukan Roma. Jadi Perang Qadisiyyah bukan perang Arab Islam melawan Kristen Chaldean namun melawan Sassanid Persia yang didukung Roma. Materi perangnya sudah salah meskipun Islam memang juga menaklukkan Chaldean, namun Chaldean tidak kehilangan identitas. Orang-orang Kristen Chaldean mengalami pembantaian yang sangat buruk di jaman pemerintahan Zoroastrian Sphur II yang memimpin kerajaan Sassanid Persia. Jadi bukan di saat Islam masuk ke sana.

Tahun 638, Tentara Arab Islam menaklukkan dan mencaplok Yerusalem, mengambil alih dari bangsa Israel dan Kerajaan Bizantium. Korban jiwa rakyat Yahudi mencapai puluhan jutaan orang, sebagian kecil melarikan diri ke Eropa.

Catatan sejarah ini dari mana? Kata ‘mencaplok’ itu dari mana? Situs umat Islam berada di sana. Kalau bangsa Spanyol dan Inggris datang menyerang tanah indian dan menjadikannya negara Amerika bagi orang2 barat, itu namanya ‘mencaplok’ karena di sana ada kaum Indian yang tinggal dan mendiami tanah itu sebelumnya. Jika sebuah negara menyerang negara lain dengan alasan memiliki senjata pemusnah massal yang tidak pernah terbukti, itu namanya juga ‘mencaplok’. Korban jiwa rakyat yahudi puluhan juta itu datanya dari mana? Ketika Abu Ubaidiyah dan pasukannya menaklukkan Yerussalem, pimpinan Kristen Sophronius menyerah secara damai, dan sejarah merekam peristiwa itu sebagai penaklukan tanpa darah. Lalu mereka katakan puluhan juta yahudi jadi korban. Apakah mereka tahu setelah Islam menaklukkan Yerussalem, Kalifah Umar membuat perjanjian dengan penguasa Kristen untuk mengembalikan hak hidup (tempat tinggal) kepada kaum Yahudi di tanah Yerussalem? Sejarah dunia mencatat justru Islam membebaskan orang2 Yahudi dari intimidasi penguasa Kristen (Roma) selama 500 tahun di tanah itu.  

Tahun, 638-650 Tentara Islam menaklukkan Kerajaan Zoroaster Persia (Iran) dan menjadikannya negara Islam, kecuali di sepanjang Laut Kaspia. Jutaan jiwa tewas. Pembakaran Perpustakaan Besar Ilmu Pengetahuan Persia. Kemunduran peradaban di negri Persia.

Islam di Persia berkembang pesat justru karena agama lain dilindungi di sana. Mereka tidak dibunuh atau diperkosa atau digusur tempat tinggalnya dan hanya diwajibkan membayar jizyah (pajak). Pada masa itu justru kebudayaan Persia berkembang termasuk seni dan syair2 Arab yang kemudian diadaptasi oleh penyair2 Persia. Jadi bgm mungkin terjadi kemunduran peradaban? Hal ini juga dijelaskan oleh Bernard Lewis, sejarawan Amerika-Inggris yang meneliti penaklukan2 umat Islam di era Khulafaur Rasyidin. Kalau saya mengambil data dari orang Islam mungkin nanti akan disebut subyektif, jadi saya kutip referensi sejarawan Kristen saja.

Nah yang lucu justru pernyataan ini :

Sampai sekarang Kristen Koptik Asyrian yang ramah masih tetap ada di Suriah. Tingkat ekonomi mereka di era modern ini jauh lebih baik dari counterpart mereka yang beragama Muslim.

dan yang ini :

Sama seperti Kristen di Suriah, pada era modern ini, ekonomi dan tingkat pendidikan bangsa Yordania yang tetap memeluk Kristen jauh lebih baik dari saudaranya kaum Muslim.

Nah… justru pernyataan itu sendiri sudah jadi jawaban bagi mereka. Bila ras minoritas di sebuah negara hidup dalam kondisi ekonomi, politik dan tingkat kesejahteraan yang tinggi di bawah penguasaan para pemimpin Islam berarti ITULAH SEBAIK-BAIK SISTEM yang melindungi, memperlakukan mereka secara adil dan membesarkan mereka. Islam tidak mengadopsi rasisme, tidak memaksakan kehendak dan tidak menyakiti mereka yang lemah.

710-713 Tentara Islam menaklukkan Lembah rendah Indus “Hindu Kush” dari bangsa Hindi. Jutaan jiwa bangsa Hindi yang memeluk Hindu tewas. Sebagian di Islam kan, daerah yang menganut Islam, sekarang namanya Pakistan.

Hindu Kush yang berarti ‘Pembantaian Hindu’ sebenarnya bukan pembantaian. Jutaan jiwa itu datanya terlalu dibesar-besarkan. Cerita Hindu Kush ini berasal dari kematian ribuan orang Hindu yang dijadikan budak oleh pasukan Islam yang menyeberang dari perbatasan Gandhaar dan Vaadic Pradesh kemudian di tengah jalan mati karena tidak mampu melawan kerasnya alam. Jadi orang-orang Hindu ini meninggal disebabkan oleh cuaca dingin, angin kencang serta kurangnya suplai makanan. Kira-kira sama dengan kejatuhan Hitler ketika tentaranya kalah di Rusia karena tidak mengantisipasi cuaca dingin di sana. Jadi penggunaan kata ‘Pembantaian’ lagi-lagi salah alamat meskipun referensi British Encyclopedia mengatakan kata Hindu Kush pertama kali disebarkan oleh Ibn Battutah pada 1333 AD. Kalau pun Islam diyakini membantai umat Hindu lalu mengapa peristiwa Hindu Kush tidak lagi diajarkan oleh pemerintah India dalam sejarah bangsa India? Pemerintah dan para sejarawan sepakat bahwa cerita Hindu Kush versi Inggris cenderung dilebih-lebihkan seolah-olah pasukan Islam melakukan pembantaian besar-besaraan di sana. Pada tahun 1982, National Council of Educational Research and Training di India mengeluarkan pernyataan agar pemerintah India mengoreksi dan menulis ulang sejarah yang berkenaan dengan peristiwa Hindu Kush. Mereka juga mengeluarkan statemen sbb: “Characterization of the medieval period as a time of conflict between Hindus and Moslems is forbidden”

Otak abal-abal saya berpikir sederhana, bila sejarah ditulis ulang, berarti penulis sebelumnya yang mengeluarkan cerita tentang Hindu Kush telah menyebarkan kebohongan sejarah. Siapa para penulis cerita itu? Mereka yang menjajah India, para zionis Inggris.

 710-713 Tentara Islam menaklukkan Lembah rendah Indus “Hindu Kush” dari bangsa Hindi. Jutaan jiwa bangsa Hindi yang memeluk Hindu tewas. Sebagian di Islam kan, daerah yang menganut Islam, sekarang namanya Pakistan.

 Hindu Kush yang berarti ‘Pembantaian Hindu’ sebenarnya bukan pembantaian. Jutaan jiwa itu datanya terlalu dibesar-besarkan. Cerita Hindu Kush ini berasal dari kematian ribuan orang Hindu yang dijadikan budak oleh pasukan Islam yang menyeberang dari perbatasan Gandhaar dan Vaadic Pradesh kemudian di tengah jalan mati karena tidak mampu melawan kerasnya alam. Jadi orang-orang Hindu ini meninggal disebabkan oleh cuaca dingin, angin kencang serta kurangnya suplai makanan. Kira-kira sama dengan kejatuhan Hitler ketika tentaranya kalah di Rusia karena tidak mengantisipasi cuaca dingin di sana. Jadi penggunaan kata ‘Pembantaian’ lagi-lagi salah alamat meskipun referensi British Encyclopedia mengatakan kata Hindu Kush pertama kali disebarkan oleh Ibn Battutah pada 1333 AD. Kalau pun Islam diyakini membantai umat Hindu lalu mengapa peristiwa Hindu Kush tidak lagi diajarkan oleh pemerintah India dalam sejarah bangsa India? Pemerintah dan para sejarawan sepakat bahwa cerita Hindu Kush versi Inggris cenderung dilebih-lebihkan seolah-olah pasukan Islam melakukan pembantaian besar-besaraan di sana. Pada tahun 1982, National Council of Educational Research and Training di India mengeluarkan pernyataan agar pemerintah India mengoreksi dan menulis ulang sejarah yang berkenaan dengan peristiwa Hindu Kush. Mereka juga mengeluarkan statemen sbb: “Characterization of the medieval period as a time of conflict between Hindus and Moslems is forbidden”

Otak abal-abal saya berpikir sederhana, bila sejarah ditulis ulang, berarti penulis sebelumnya yang mengeluarkan cerita tentang Hindu Kush telah menyebarkan kebohongan sejarah. Siapa para penulis cerita itu? Mereka yang menjajah India, para zionis Inggris.

Jadi kesimpulan pernyataan saya bahwa Islam memang melakukan penaklukan dan terlibat dalam peperangan, akan tetapi dalam setiap penaklukan pasukan Islam hanya memerangi dan membunuh musuh yang bersenjata dan yang memerangi Islam. Pemimpin Islam, para amir dan sahabat yang kemudian memimpin wilayah-wilayah kekuasaan Islam telah terbukti melindungi orang-orang non-muslim yang hidup di daerahnya dengan damai dan mengembalikan hak-hak hidup mereka, termasuk melindungi kaum Yahudi yang notabene terus menerus memerangi umat Islam.

Inilah jawaban saya terhadap pengirim email gelap itu, semoga menyenangkan hatinya. Informasi ini juga semoga berguna bagi teman-teman manakala para tukang kopas gentayangan menebar teror manipulasi sejarah tentang pembantaian umat Islam pada masa Khulafaur Rasyidin. Kita tidak perlu bicara tentang sejarah hitam di Afrika, pembantaian di Sudan, Rwanda, Ethiopia, perang sipil di Somalia, pengeroyokan Irak pada dua Perang Teluk, pembantaian di Afganistan, dan pembunuhan sipil di Palestina, Checnya, Kashmir, Moro serta Aljazair. Sebagai generasi yang hidup saat ini, kita tidak memerlukan catatan sejarah karena kita telah melihat semua bukti pembantaian terhadap umat Islam itu dilakukan karena ketakutan barat terhadap munculnya kekuatan baru yang akan mengambil kendali pemerintahan dunia. ONE MAN UNITE THEM ALL!

Oh ya, bagi Anda pecinta sejarah, saya merekomendasikan buku bagus Muhammad Al Fatih 1453 karya ust. Felix Siauw. Terima kasih semoga bermanfaat.

oleh Zaynur Ridwan

Penulis Novel Novus Ordo Seclorum


BUATMU OBAMA…..!!!!!!!!!!!!!!

=================================================================

 

Presiden AS Barack Obama telah membuat permintaan maaf atas kematian warga sipil Afghanistan terbaru oleh serangan udara pimpinan Amerika dalam sebuah konferensi video dengan Presiden Afghanistan Hamid Karzai.

“Presiden menyatakan kesedihan atas jatuhnya korban sipil yang tragis, yang terakhir di provinsi Helmand,” kata juru bicara Gedung Putih Jay Carney dalam jumpa pers Rabu kemarin (8/6).

Konferensi video selama satu jam datang seminggu setelah Karzai mengeluarkan peringatan keras ke AS menyusul serangan udara pimpinan AS yang menewaskan 12 anak-anak dan dua perempuan di provinsi Helmand, AFP melaporkan.

Namun, Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) menyatakan bahwa hanya sembilan orang tewas dalam serangan tersebut.

“Insiden seperti ini telah membunuh anak-anak dan perempuan Afghanistan,” kata Karzai dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan dari kantornya minggu lalu.

“AS dan pasukan NATO telah berulang kali diberitahu bahwa operasi sewenang-wenang mereka telah menyebabkan kematian dari warga Afghanistan yang tidak bersalah dan operasi tersebut melanggar nilai-nilai kemanusiaan dan moral tetapi tampaknya seruan kami ini tidak didengar mereka,” kata Karzai.

PBB mengatakan kematian warga sipil pada 2010 lalu naik 15 persen dibandingkan dengan tahun 2009, membuat tahun lalu tahun menjadi tahun paling mematikan bagi korban sipil sejak invasi pimpinan AS yang dimulai tahun 2001.

Sejak Obama datang ke Gedung Putih, Afghanistan telah menyaksikan peningkatan jumlah pasukan asing yang menduduki wilayah itu. Hampir 150.000 pasukan asing yang dipimpin AS saat ini ditempatkan di Afghanistan yang dilanda perang.

Ketegangan antara Washington dan Kabul semakin meningkat menyusul serangan udara terbaru yang lagi-lagi menyebabkan hilangnya nyawa tak berdosa


ALASAN OSAMA JIHAD MELAWAN AS
Osama bin Laden akhirnya terbunuh di tangan sepasukan elite Amerika Serikat (AS) di sebuah rumah mewah di Abbotabad, Pakistan, Senin diri hari (2/5/2011). Warga AS pun bersuka cita karena musuh nomor satu publik AS telah tiada.
Kini, ingatan publik kembali tergugah untuk melihat siapa miliuner Arab yang menyatakan perang terhadap pemerintah AS itu. Mengapa Osama begitu benci pemerintah AS?
Sebelumnya, Osama secara terang-terangan menyerukan jihad terhadap pemerintah AS karena tentara AS menduduki Arab Saudi. Alasan Osama berjihad melawan pemerintah AS itu antara lain terungkap dalam wawancara satu-satunya media barat dengan Osama pada 1997.
Ketika itu dua wartawan barat, Peter Bergen dan Peter Arnett mendapat kehormatan mewawancarai Osama di sebuah tempat yang tidak diketahui di pegunungan di Afghanistan. Berikut petikan wawancaranya.
Tanya (T): Mengapa Anda melakukan jihad terhadap pemerintah AS?
Osama bin Laden (OBL): Saya menyerukan jihad terhadap pemerintah AS karena pemerintah AS merupakan tirani kriminal yang mendukung Israel menduduki Palestina. Kami percaya AS bertanggung jawab langsung terhadap tewasnya orang Pelestina, Libanon, dan Iraq.
Terkait Yahudi, rezim AS yang arogan menduduki Arab Saudi, tanah suci bagi umat Islam. Karena itu, kami mendeklarasikan jihad terhadap AS.

T: Apakah jihad ini untuk memerangi pemerintah AS, tentara AS dan Arab Saudi, orang sipil AS di Arab Saudi atau sipil AS di tanah AS sendiri?
OBL: Kami hanya fokus jihad kepada tentara AS di Arab Saudi, negeri tempat dua kota suci Mekah dan Madinah. Dalam Islam, Arab Saudi merupakan wilayah suci yang tidak boleh ditinggali oleh nonmuslim. Meskipun warga sipil AS bukan target, kami minta warga sipil AS yang ada di sana untuk meninggalkan Arab Saudi. Kami tidak menjamin keselamatan mereka.

AS menerapkan standar ganda, yakni menyebut orang yang melawannya sebagai teroris, padahal AS sendiri menduduki negara kami, mencuri sumber daya kami. Ketika kami menentang tindakan AS itu, AS menyebut kami teroris.

Ketika anak-anak di Palestina melempari tentara pendudukan Israel dengan batu, AS menyatakan mereka teroris. Namun, ketika Israel membom gedung milik AS di Libanon yang penuh dengan anak-anak, AS sama sekali tidak mengutuk serangan itu.

T: Kalau Anda diberi kesempatan untuk memberikan pesan kepada Presiden Bill Clinton, apa yang akan Anda sampaikan?
OBL: Orang Arab tidak akan menyampaikan pesan kepadanya melalui kata-kata karena dia tidak mengerti kata-kata. Kalaupun saya akan memberikan pesan untuknya, saya akan menyampikan mortir kepada tentara AS.

Kalau saya harus menyampaikan sesuatu kepada Anda, saya akan alamatkan kepada kepada ibu para tentara AS. Yakni, meminta mereka menolak kebijakan pemerintah AS.

T: Apa rencana Anda ke depan?
OBL: Anda akan lihat dan dengar sendiri di media, Insya Allah. (inilah.com)
DUGAAN FOTO JENAZAH OSAMA BEN LADEN

Selang beberapa jam setelah Presiden Barack Obama mengumumkan bahwa pasukan Amerika Serikat (AS) telah berhasil membunuh Osama Bin Laden, maka muncul foto yang diduga jenazah pimpinan Al Qaeda tersebut.
Ditelusuri okezone, Senin (2/5/2011), sejumlah forum dan situs blog baik di dalam maupun di luar negeri, ramai memperlihatkan foto yang diduga jenazah Osama tersebut. Walaupun sekilas nampak mirip dengan Osama.
Namun sayangnya, belum ada satupun yang berkomentar mengenai apakah foto tersebut apakah asli ataukah memang palsu. Karena belum ada keterangan resmi dari pihak Gedung Putih, diWashington DC.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama memastikan bahwa pemimpin jaringan teroris Al Qaeda Osama Bin Laden tewas. Bin Laden dipastikan tewas dalam sebuah operasi militer.
“Lewat operasi militer AS yang dilakukan di sebuah wilayah Pakistan. Kami pastikanOsama Bin Laden telah tewas,” ungkap Presiden Obama dalam konferensi persnya seperti dikutip dari CNN.
“Sebuah tim kecil dikirim ke sebuah rumah yang diduga tempat bersembunyi Bin Laden. Baku tembak kemudian terjadi di rumah tersebut,” lanjutnya.(techno.okezone.com)
7 KEJANGGALAN KEMATIAN OSAMA BIN LADEN
Dunia terutama AS begitu heboh dengan pemberitaan tentang Osama Bin Laden Tewas dalam serangan yang dilakukan oleh Navy Seal AS di Pakistan. Warga AS begitu menyambut dengan perayaan kematian Osama Bin Laden, tokoh yang menjadi incaran dan yang dituduh oleh pihak AS sebagai dalang penghancuran gedung WTC beberapa tahun lalu.
Banyak kejanggalan berita kematian Osama Bin Laden ini, seperti halnya kejanggalan runtuhnya gedung WTC di Amerika yang jika dengan logika gedung kuat dan besar runtuh hanya ditabrak oleh 2 pesawat komersil, hancur hingga rata seperti di bom dari pondasi WTC.
Berita tewasnya Osama Bin Laden, dimulai dari klaim pihak militer AS yang telah menewaskan Osama dalam kontak senjata selama 40 menit di sebuah kediaman mewah bernilai jutaan dollar di Islamabad, Pakistan.
Serangan pihak AS itu juga menyebabkan banyak korban termasuk anak Osama Laden. Jika anda mengikuti perkembangan berita seputar tewasnya Osama Bin Laden seperti yang dikutip dari The New York Time mayat Osama bin Laden diterbangkan ke Afghanistan dan dikebumikan di laut.
Pertanyaanya, mengapa jenazah Osama Bin Laden yang menjadi incaran selama 10 tahun itu tidak diperlihatkan ke seluruh dunia, dan pemakamannya dilakukan sembunyi-sembunyi bahkan harus dikebumikan dilaut.
Bahkan foto jenazah Osama yang beredar ternyata diketahui sebagai hasil editan dari foto yang dirilis pada masa kepemimpinan Bush. Hal itu menjadi tanda tanya besar, selain itu juga ada 7 kejanggalan lain tentang berita kematian Osama Bin Laden ini, ingin tahu?
Kejanggalan Pertama, Bisa jadi berita ini merupakan propaganda pertama yang dilakukan Petraeus yang kini menjadi direktur CIA bekerja sama dengan Leon Panetta yang menjabat Menteri Pertahanan AS, untuk melemahkan semangat Mujahidin Afghanistan dan Pakistan. Sehingga mereka membuat berita yang menyatakan bahwa mereka telah berhasil membunuh Osamah.
Kejanggalan Kedua, saat AS mengklaim berhasil menewaskan Abu Mus’ab al-Zarqawi, gambar yang memperlihatkan kematiannya dirilis, namun mengapa untuk osama tidak? Begitupun dengan Abu Umar al-Baghdadi.
Kejanggalan Ketiga, kenapa mayatnya di buang ke laut? bukankah mempertontonkannya ke publik lebih masuk akal dari pada menghilangkannya sama sekali di laut? Apakah pihak USA menghindari uji forensik atau sebenarnya mereka tak membuang siapa siapa di laut?
Kejanggalan Keempat, Koran New York Times, 11 Juli 2002 menulis, “Dengan ego setinggi gunung Everest, Osama tidak mungkin terus diam begitu lama. Dia selalu ingin memperoleh keuntungan bahkan dari hal yang tidak pernah dilakukannya. Apakah dia akan tetap bisu selama sembilan bulan dan tidak menyuarakan keberadaannya ?”
Seorang pejabat Taliban yang tidak mau disebutkan namanya menyatakan bahwa dirinya telah menghadiri pemakaman Osama di Tora Bora sepuluh hari lalu. Dia menyebutkan setidaknya 30 pejuang Taliban, kerabat dan rekan-rekan dekat Osama menghadiri upacara pemakaman. Selanjutnya ditegaskan bahwa sangat sulit melacak kembali makam Osama, karena sesuai tradisi Wahabi, makam seorang muslim tidak boleh memiliki ciri atau bangunan apa pun.
Osama Bin Laden meninggal karena komplikasi paru-paru, sebagian menyebutkan dia menderita Hepatitis C. CNN menyebutkan Osama menderita diabetes, tekanan darah rendah dan terluka di kakinya. “Dia kekurangan cairan, dan sakit ginjal.” Kabar meninggalnya Osama pun ditegaskan oleh Presiden Pervez Musharraf, diduga ia meninggal pada bulan Desember 2001.
Kejanggalan Kelima, Video-video hoax. FOX News (tahun?) : “Osama bin Laden telah meninggal dengan damai karena komplikasi paru-paru. Menurut pimpinan Taliban yang menghadiri pemakaman pimpinan Al-Qaeda tersebut : “Pasukan koalisi sangat berambisi mencarinya, tetapi mereka tidak akan pernah memenuhi misinya menangkap Osama hidup atau mati,” tegas sumber tersebut.“Jadi, Siapa yang muncul dalam video-video ancaman al-Qaedah yang mengklaim diri sebagai Osama bin Laden ?”
Osama Bin Laden semasa hidupnya sering kali mengeluarkan video video berisi ancaman. Namun sebenarnya banyak orang meragukannya. Itu hanyalah hasil teknologi software.
Video ancaman tersebut terlihat janggal, karena gerakan karakter yang kaku (time interval), suara berkualitas mono-tone. Jika mengutip pendapat Eric Haseltine Wakil Presiden senior R&D Walt Disney Imagineering di Glendale, California : “Kemampuan teknologi grafik, editing video dan efek suara yang canggih, Anda dapat menghidupkan kembali tokoh yang telah mati.”
Kejanggalan Keenam, Osama tak dibutuhkan lagi. Apakah USA sengaja menjadikan tanggal “kematiannya” bertepatan dengan kematian hitler? Proyek selanjutnya bagi USA adalah murni timur tengah. Mereka akan fokus untuk mengisolasi Iran dari kontak international. Ada strategi berikutnya yang akan dipasang USA untuk melebarkan sayap pengaruhnya secara massif di seluruh dunia.
Kejanggalan Ketujuh, bukan kali ini saja pihak AS menerbitkan kebohongan. 911 sendiri diyakini dan terbukti sebagai an inside job. Hal itu dengan mudah didapat di berbagai situs dan youtube. Termasuk pendaratan manusia pertama di bulan sangat disangsikan kebenarannya.
Ya 7 kejanggalan itulah yang sangat berhubungan dengan berita Osama Bin Laden tewas di Pakistan, jika memang berita itu benar adanya maka pihak AS telah mendapatkan keinginannya dan keinginnan Osama tewas di medan perang pun telah terlaksana.
Namun jika berita Osama Bin Laden tewas yang dirilis banyak media AS itu adalah hanya propaganda pihak AS saja, lantas kapan sebenarnya Osama meninggal? dan mayat siapa yang dikebumikan dilaut itu? Foto siapakah yang disebar luaskan dan diklaim sebagai jenazah Osama Bin Laden? Bagaimana menurut anda tentang 7 kejanggalan kematian Osama Bin Laden diatas?
sumber : klik
OSAMA BIN LADEN MASIH HIDUP.

Berikut ini merupakan berita yang kami ambil darivideo statemen yang dikeluarkan oleh Komandan Waliur Rahman, seorang komandan Mujahidin di Pakistan, menyatakan bahwa Syeikh Usamah bin Ladin masih hidup dan berada dalam kondisi sehat.
Hari ini kita menerima kabar dari seorang kafir tentang pembunuhan Syeikh kami tercinta, Usamah bin Ladin. Ya saudara dan saudariku seiman, seorang kafir. Seorang kafir yang mengobarkan perang brutal terhadap Islam dan ummat Islam di seluruh dunia. Dia mengklaim bahwa syeikh kami tercinta telah tewas dalam pertempuran 45 menit di Pakistan. Apakah itu benar? Atau dia hanya berbohong seperti orang-orang munafik lain yang disebutkan dalam Al Qur’an.
Syeikh Usamah bin Ladin masih hidup dan dalam keadaan baik? Hidup di surga (syahid) atau hidup di bumi (menjadi seorang Mujahidin)? Kami pikir, komandan kita tercinta di Pakistan, Waliur Rahman hafidzahullah memiliki jawaban atas pertanyaan yang masih menggantung dalam pikiran kita :
“Aku tidak bertemu secara langsung dengan Syeikh Usamah, namun saya dapat mengonfirmasikan dengan jelas kebenaran bahwa Syeikh Usamah bin Ladin masih hidup dan dalam keadaan baik,” ujar Waliur Rahman dalam statemen video yang kami ambil dari forum Islam Ansar, mengutip siaran berita BBC Arab.
Ia masih melakukan kontak dengan orang-orangnya dari organisasi Al Qaeda dan melanjutkan aktivitasnya seperti biasa,” lanjutnya.
Sebelumnya Tehrik-e-Taliban telah membuat pernyataan yang menolak kabar kematian Syeikh Usamah bin Ladin.
Insha Allah, kabar yang datang dari mulut orang beriman seperti Komandan Waliur Rahman ini sepatutnya lebih kita percaya daripada yang datang dari mulut kafir Obama, wallahualam.
Sebaik apapun makar yang dipersiapkan oleh kaum kafir, maka makar Allah lah yang paling sempurna. Semuanya akan terbuka dengan jelas dan waktu yang akan menjawabnya.
sumber : klik

Setelah Anda membaca artikel ini anda akan dapat menjawab beberapa poin dibawah ini:

1. Apakah Drakula eksis secara historis atau hanya sebuah fiksi (cerita tidak nyata)?

2. Benarkah Drakula AntiKristus dan Antisalib?

3. Benarkah Drakula hanya takut pada salib, karena bisa mengakibatkan kematiannya?

Artikel ini berasal dari sebuah buku berjudul “Dracula, Pembantai Umat Islam dalam Perang Salib” yang bisa anda dapatkan di Gramedia. Buku tsb menarik karena membongkar kebohongan yang sengaja ditutup-tutupi oleh umat Kristen dewasa ini.

Dracula adalah seorang pangeran yang hidup diabad 15 M. Ia bukanlah seorang antiKristus apalagi antisalib, karena ia adalah seorang “Kristiani fanatik penyembah patung salib” sebagaimana umat Kristen Trinitarian dewasa ini. Kejahatannya terhadap kemanusiaan bahkan bisa disamakan atau bahkan melebihi Hitler (pemimpin Nazi Jerman) dan Genghis Khan (pemimpin Mongolia Golden Horde).

Membongkar Sebuah Kebohongan

Kisah hidup Dracula merupakan salah satu contoh bentuk penjajahan sejarah yang begitu nyata yang dilakukan Barat. Kalau film Rambo merupakan suatu fiksi yang kemudian direproduksi agar seolah-olah menjadi nyata oleh Barat, maka Dracula merupakan kebalikannya, tokoh nyata yang direproduksi menjadi fiksi. Bermula dari novel buah karya Bram Stoker yang berjudul Dracula, sosok nyatanya kemudian semakin dikaburkan lewat film-film seperti Dracula’s Daughter (1936), Son of Dracula (1943), Hoorof of Dracula (1958), Nosferatu (1922)-yang dibuat ulang pada tahun 1979-dan film-film sejenis yang terus-menerus diproduksi.

Lalu, siapa sebenarnya Dracula itu?

Dalam buku berjudul “Dracula, Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib” karya Hyphatia Cneajna ini, sosok Dracula dikupas secara tuntas. Dalam buku ini dipaparkan bahwa Dracula merupakan pangeran Wallachia , keturunan Vlad Dracul. Dalam uraian Hyphatia tersebut sosok Dracula tidak bisa dilepaskan dari menjelang periode akhir Perang Salib. Dracula dilahirkan ketika peperangan antara Kerajaan Turki Ottoman-sebagai wakil Islam-dan Kerajaan Honggaria-sebagai wakil Kristen-semakin memanas. Kedua kerajaan tersebut berusaha saling mengalahkan untuk merebutkan wilayah-wilayah yang bisa dikuasai, baik yang berada di Eropa maupun Asia . Puncak dari peperangan ini adalah jatuhnya Konstantinopel-benteng Kristen-ke dalam penguasaan Kerajaan Turki Ottoman.

Korban-korban tersebut dibunuh dengan berbagai cara yang cara-cara tersebut bisa dikatakan sangat biadab-yaitu dibakar hidup-hidup, dipaku kepalanya, dan yang paling kejam adalah disula. Penyulaan merupakan cara penyiksaan yang amat kejam, yaitu seseorang ditusuk mulai dari anus dengan kayu sebesar lengan tangan orang dewasa yang ujungnya dilancipkan. Korban yang telah ditusuk kemudian dipancangkan sehingga kayu sula menembus hingga perut, kerongkongan, atau kepala

Dalam babakan Perang Salib di atas Dracula merupakan salah satu panglima pasukan Salib. Dalam peran inilah Dracula banyak melakukan pembantain terhadap umat Islam. Hyphatia memperkirakan jumlah korban kekejaman Dracula mencapai 300.000 ribu umat Islam. Korban-korban tersebut dibunuh dengan berbagai cara yang cara-cara tersebut bisa dikatakan sangat biadab-yaitu dibakar hidup-hidup, dipaku kepalanya, dan yang paling kejam adalah disula. Penyulaan merupakan cara penyiksaan yang amat kejam, yaitu seseorang ditusuk mulai dari anus dengan kayu sebesar lengan tangan orang dewasa yang ujungnya dilancipkan. Korban yang telah ditusuk kemudian dipancangkan sehingga kayu sula menembus hingga perut, kerongkongan, atau kepala.

Sebagai gambaran bagaimana situasi ketika penyulaan berlangsung penulis mengutip pemaparan Hyphatia:

“Ketika matahari mulai meninggi Dracula memerintahkan penyulaan segera dimulai. Para prajurit melakukan perintah tersebut dengan cekatan seolah robot yang telah dipogram. Begitu penyulaan dimulai lolong kesakitan dan jerit penderitaan segera memenuhi segala penjuru tempat itu. Mereka, umat Islam yang malang ini sedang menjemput ajal dengan cara yang begitu mengerikan. Mereka tak sempat lagi mengingat kenangan indah dan manis yang pernah mereka alami.”

Tidak hanya orang dewasa saja yang menjadi korban penyulaan, tapi juga bayi. Hyphatia memberikan pemaparan tetang penyulaan terhadap bayi sebagai berikut:

“Bayi-bayi yang disula tak sempat menangis lagi karena mereka langsung sekarat begitu ujung sula menembus perut mungilnya. Tubuh-tubuh para korban itu meregang di kayu sula untuk menjemput ajal.”

Kekejaman seperti yang telah dipaparkan di atas itulah yang selama ini disembunyikan oleh Barat. Menurut Hyphatia hal ini terjadi karena dua sebab.

Pertama, pembantaian yang dilakukan Dracula terhadap umat Islam tidak bisa dilepaskan dari Perang Salib. Negara-negara Barat yang pada masa Perang Salib menjadi pendukung utama pasukan Salib tak mau tercoreng wajahnya. Mereka yang getol mengorek-ngorek pembantaian Hilter dan Pol Pot akan enggan membuka borok mereka sendiri. Hal ini sudah menjadi tabiat Barat yang selalu ingin menang sendiri.

Kedua, Dracula merupakan pahlawan bagi pasukan Salib. Betapapun kejamnya Dracula maka dia akan selalu dilindungi nama baiknya. Dan, sampai saat ini di Rumania , Dracula masih menjadi pahlawan. Sebagaimana sebagian besar sejarah pahlawan-pahlawan pasti akan diambil sosok superheronya dan dibuang segala kejelekan, kejahatan dan kelemahannya.

Guna menutup kedok kekejaman mereka, Barat terus-menerus menyembunyikan siapa sebenarnya Dracula. Seperti yang telah dipaparkan di atas, baik lewat karya fiksi maupun film, mereka berusaha agar jati diri dari sosok Dracula yang sebenarnya tidak terkuak. Dan, harus diakui usaha Barat untuk mengubah sosok Dracula dari fakta menjadi fiksi ini cukup berhasil. Ukuran keberhasilan ini dapat dilihat dari seberapa banyak masyarakat khususnya umat Islam sendiri yang mengetahui tentang siapa sebenarnya Dracula. Bila jumlah mereka dihitung bisa dipastikan amatlah sedikit, dan kalaupun mereka mengetahui tentang Dracula bisa dipastikan bahwa penjelasan yang diberikan tidak akan jauh dari penjelasan yang sudah umum selama ini bahwa Dracula merupakan vampir yang haus darah.

Selain membongkar kebohongan yang dilakukan oleh Barat, dalam bukunya Hyphatia juga mengupas makna salib dalam kisah Dracula. Seperti yang telah umum diketahui bahwa penggambaran Dracula yang telah menjadi fiksi tidak bisa dilepaskan dari dua benda, bawang putih dan salib. Konon kabarnya hanya dengan kedua benda tersebut Dracula akan takut dan bisa dikalahkan. Menurut Hyphatia pengunaan simbol salib merupakan cara Barat untuk menghapus pahlawan dari musuh mereka-pahlawan dari pihak Islam-dan sekaligus untuk menunjukkan superioritas mereka.

Siapa pahlawan yang berusaha dihapuskan oleh Barat tersebut? Tidak lain Sultan Mahmud II (di Barat dikenal sebagai Sultan Mehmed II). Sang Sultan merupakan penakluk Konstantinopel yang sekaligus penakluk Dracula. Dialah yang telah mengalahkan dan memenggal kepala Dracula di tepi Danua Snagov. Namun kenyataan ini berusaha dimungkiri oleh Barat.

Mereka berusaha agar merekalah yang bisa mengalahkan Dracula. Maka diciptakanlah sebuah fiksi bahwa Dracula hanya bisa dikalahkan oleh salib. Tujuan dari semua ini selain hendak mengaburkan peranan Sultan Mahmud II juga sekaligus untuk menunjukkan bahwa merekalah yang paling superior, yang bisa mengalahkan Dracula si Haus Darah. Dan, sekali lagi usaha Barat ini bisa dikatakan berhasil.

Selain yang telah dipaparkan di atas, buku “Dracula, Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib” karya Hyphatia Cneajna ini, juga memuat hal-hal yang selama tersembunyi sehingga belum banyak diketahui oleh masyarakat secara luas. Misalnya tentang kuburan Dracula yang sampai saat ini belum terungkap dengan jelas, keturunan Dracula, macam-macam penyiksaan Dracula dan sepak terjang Dracula yang lainnya.

Sebagai penutup tulisan ini penulis ingin menarik suatu kesimpulan bahwa suatu penjajahan sejarah tidak kalah berbahayanya dengan bentuk penjajahan yang lain-politik, ekonomi, budaya, dll. Penjajahan sejarah ini dilakukan secara halus dan sistematis, yang apabila tidak jeli maka kita akan terperangkap di dalamnya. Oleh karena itu, sikap kritis terhadap sejarah merupakan hal yang amat dibutuhkan agar kita tidak terjerat dalam penjajahan sejarah. Sekiranya buku karya Hyphatia ini-walaupun masih merupakan langkah awal-bisa dijadikan pengingat agar kita selalu kritis terhadap sejarah karena ternyata pelajaran sejarah itu begitu nyata ada di depan kita.

BIBLE MENGAJARKAN HAUS DARAH TANPA BELAS KASIHAN, MANA AJARAN KASIH KRISTUS…..BOOOOHOOOONG BEEESAAAAR. NYATA-NYATA BAHWA AGAMA KRISTEN BIKINAN SYETAN PENIPU PAULUS YANG MENYULAP AGAMA SYETAN PAGANISME MENJADI KRISTEN.

Dalam kitab Mazmur dinyatakan:

“Hai puteri Babel, yang suka melakukan kekerasan, berbahagialah orang yang membalas kepadamu perbuatan-perbuatan yang kaulakukan kepada kami! Berbahagialah orang yang menangkap dan memecahkan anak-anakmu pada bukit batu!(Mazmur 137:8-9 TB)

Jika membanting anak-anak ke arah bebatuan hingga kepala mereka pecah adalah sebuah perbuatan kudus, bukankah menusuk kayu runcing ke arah anus menembus perut hingga kepala juga adalah perbuatan kudus? Toh sama-sama sadis?!

Ulangan 20:16 TB

“Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, janganlah kaubiarkan hidup apapun yang bernafas,”

Tampaknya Pangeran Dracula sangat memahami makna kandungan ayat Bible kitab Ulangan agar jangan berbelas kasih kepada masyarakat/rakyat yang telah ditaklukkan oleh pasukan yang beriman kepada Bible.

Dracula memang sungguh sangat jahat. Ia bisa didakwa sebagai penjahat perang seandainya ia adalah pemimpin diabad modern sekarang. Tapi sungguh tidak elok rasanya jika kita hanya menyalahkan Dracula tanpa menyalahkan kitab suci sadistik bernama Bible.

Mengapa Pasukan Salib Kristen terkenal bengis? Karena kitab suci mereka lah yang telah menginspirasi Paus, pendeta, dan panglima tentara Salib untuk berbuat sadis dengan penuh rasa kegembiraan sebagaimana amanat Kitab Mazmur 137:8-9 dan Kitab Ulangan 20:16. Ini bukan hanya kesalahan orang per orang, tapi ini adalah kesalahan Agama sesat, dogma palsu, pendeta fobia, dan kitab suci korup Bible umat Kristen.

Dunia barat menutup2 siapa sebenarnya dracula dengan menyebarkan doktrin baik melaui film, buku, dsb… dracula takut dengan salib ini hanya doktrin petinggi2 kristian untuk menutupi kebejadan mereka..

Setelah mengetahui fakta itu terjawab sudah pertanyaan2 ini :

1. Apakah Drakula eksis secara historis atau hanya sebuah fiksi (cerita tidak nyata)?

Ya, Dracula eksis secara historis.

2. Benarkah Drakula AntiKristus dan Antisalib?

Faktanya Dracula adalah seorang Kristen pemuja salib sebagaimana umat Kristen Pagan Trinitarian.

3. Benarkah Drakula hanya takut pada salib, karena bisa mengakibatkan kematiannya?

Faktanya kematian Dracula bukan karena musuhnya mengacung-acungkan berhala salib kepadanya. Ia tewas dipenggal oleh seorang muslim saleh bernama Sultan Mahmud II dari Kekhalifahan Utsmani.

Pertanyaan lain yang pada akhirnya muncul adalah:

Apakah perbuatan orang Kristen tsb yang telah membantai secara kejam dibenarkan berdasarkan Bible ?

Dalam Bible kitab Mazmur dinyatakan:

“Hai puteri Babel, yang suka melakukan kekerasan, berbahagialah orang yang membalas kepadamu perbuatan-perbuatan yang kaulakukan kepada kami! Berbahagialah orang yang menangkap dan memecahkan anak-anakmu pada bukit batu!(Mazmur 137:8-9 TB)

Jika membanting anak-anak ke arah bebatuan hingga kepala mereka pecah adalah sebuah perbuatan kudus, bukankah menusuk kayu runcing ke arah anus menembus perut hingga kepala juga adalah perbuatan kudus? Toh sama-sama sadis?!

Ulangan 20:16 TB

“Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, janganlah kaubiarkan hidup apapun yang bernafas,”

Tampaknya Pangeran Dracula sangat memahami makna kandungan ayat Bible kitab Ulangan agar jangan berbelas kasih kepada masyarakat/rakyat yang telah ditaklukkan oleh pasukan yang beriman kepada Bible.

Dracula memang sungguh sangat jahat. Ia bisa didakwa sebagai penjahat perang seandainya ia adalah pemimpin diabad modern sekarang. Tapi sungguh tidak elok rasanya jika kita hanya menyalahkan Dracula tanpa menyalahkan kitab suci sadistik bernama Bible.

Mengapa Pasukan Salib Kristen terkenal bengis? Karena kitab suci mereka lah yang telah menginspirasi Paus, pendeta, dan panglima tentara Salib untuk berbuat sadis dengan penuh rasa kegembiraan sebagaimana amanat Kitab Mazmur 137:8-9 dan Kitab Ulangan 20:16. Ini bukan hanya kesalahan orang per orang, tapi ini adalah kesalahan Agama sesat, dogma palsu, pendeta fobia, dan kitab suci korup Bible umat Kristen.

KRISTEN IS THE REAL TERORIST / DRACULA HAUS DARAH

Who killed 800.000 surrender moslem on palestine only 3 (three) days on crusade war?

Who killed 1.500.000 surrender moslem on spain on inquisition by Queen Issabella III?

Who killed thousands of aboriginal people in North America and Australia in order to occupy their lands and properties?

Who killed millions of South Americans?

Who killed millions of human beings in World War I?

Who killed 6 million Jews during World War II?

Who killed 2 million Polish Christians in World War II?

Who killed 6 million Chinese during the invasion of China?

Who killed 2 million Cambodian during the civil war?

Who killed more than 2 million Filipinos during invasion of Philippines?

Who killed more than half million Tibetans during the last 6 decades?

Who killed more than 2 million Vietnamese during the Vietnam War?

Who dropped chemical and biological bombs on Vietnam?

Who dropped nuclear bombs on Japan and killed thousands of people in Hiroshima and Nagasaki?

Who killed more than 2 million African Christians in Rwanda, Sierra, Leone, Burundi and Congo within the ! last two decades?

Who made more than 9.5 million human beings refugees in Africa?

Who is killing and confiscating lands from White farmers in Zimbabwe?

Who invented the nuclear, biological and chemical bombs?

Who sells the most sophisticated bombs and the best killing machines to the world?

Who killed hundreds of blacks in America and did not consider them as human beings until 1960s.

Who are White Supremacists?

Who did not consider women as persons until 1940s?

I am purposely not asking you about the killings of millions of Muslims in Bosnia, Kossovo, Chechnya, Kashmir, Palestine, Russian Federation, Iraq, Afghanistan, China, India, etc.

Can you please prove that the most of the above holocaust and genocide of human race were not caused by the people who claimed to be Christians? Non-Muslims also created the other genocide? If you are interested I can send you a longer list of all the holocausts and genocide caused by the people who were not Muslims and how christian spread on the worlds, that spread by imperialism by british, spain, portugal, etc. with motto: “Gold, Glory, Gospel trough.

FARC yang kerjanya mengedarkan obat bius, menyandera serta membunuh dan mengebom…

IRA…tukang ngebom orang sipil di Irlandia Utara…

BASQUE… tukang bunuh & ngebom di Spanyol Utara…

Ku Klux Klan (KKK)…. tukang culik dan bunuh orang-orang kulit hitam di USA.

NAZI… dengan alasan karena Yahudi telah membunuh Yesus, maka mereka membantai Yahudi sampai 6 juta orang Yahudi punah…..

MAFIOSO….organisasi beraliran Kristen pembunuh & pengedar Narkoba di Italia..

KRISTEN AMERIKA…..memusnahkan suku asli Amerika Azteq, Siquex, Apache

>>>

kalo yesus memang mengajarkan kasih bro, tapi ayat2 yesus diisepin darahnya ama si paul… hakekatnya dimutilasi juga… nah jadilah alkitab yang dibumbui trasi itu,

kasihan sodara2 kita kristeners itu udah dikibulin secara turun temurun, sehingga mendapat “kebohongan waris” yang membuat mereka berdosa….

bagaimanapun juga udah kewajiban kita sebagai sesama manusia untuk saling mengingatkan dan menunjukkan kebenaran semampu kita,, kalo mereka masih ga mau ya itu urusan mereka….

>>>

Drakula yg ada di film cm dongeng kristen buat anak2..biar agama nya di bilang dapat ngusir setan dengan kalung salib…

biar cw2 pada pake kalung salib, jadi biar bisa terhindar dari gigitan drakula yg masuk kamar tengah malem…  …  ……

benar2 pembodohan masal…

>>>

memang bro, mereka selalu menutupi sejarah yg benar… udah tukang fitnah dari sononya…

>>>

Jangankan dracula…… yang jelas-jelas hanya cerita dongeng……. Yesous saja hanyalah sebuah fiksi yang tak pernah ada dan tak pernah hidup di atas dunia ini……..

Cerita Yesous di dalam ke 4 Injil tidak ada bedanya dengan crita wayang tentag Pandawa lima dan keluarga Kurawa……. dengan lakonnya Yudistira (Samiaji), Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa juga lakon yang lainnya seperti Gatotkaca, Pendeta Dorna dll………

Apakah cerita wayang tersebut bisa dibuktikan akan kebenarannya……..??? Tidak mungkin…….

Nah…… begitu juga tentang cerita Yesous dalam ke 4 Injil……..apakah bisa dibuktikan akan kebenarannya bahwa Yesous pernah hidup diatas dunia ini…..?? Tidak ada buktinya……..

Adakah bukti peninggalan Yesous yang dapat dijadikan acuan bahwa Yesous pernah ada atau pernah hidup………???

Tolong tunjukkan kalau ada………..!

>>>

hihihi pada malu kali bro… para peminum darah yesus dan pemakan daging yesus pastinya malu melihat kenyataan bahwa mereka itu sebenarnya dracula…    yang diwajibkan meminum darah yesus

SHALOM!!!!! MAZEL TOV!!!!!!! AMENNNN!!!!!!!

klik. 1, 2, 3


Anti-Muslim begitu ganas hingga identitas “Amerika” dan “Muslim” saling bertentangan.

 

NY–Saya tinggal di Harlem di sebuah jalan di mana tiga gereja dan sebuah masjid berada. Masjid ini bersebelahan dengan salah satu gereja. Ketika para jamaah lelaki berbaur di trotoar, siapa yang baru dari gereja dan siapa yang baru dari masjid, tidak bisa dibedakan. Hanya kerudung yang dikenakan sebagian para perempuan yang bisa membuat Anda tahu siapa yang baru saja dari masjid atau gereja.

Muslim Amerika tidak ditemukan pada 11 September 2001. Sejarah mereka di New York, dan juga di seluruh Amerika, jauh mendahului peristiwa itu. Beberapa kedatangan Muslim di Amerika yang paling awal bersamaan dengan datangnya kapal-kapal budak yang melintasi Atlantik.

Namun, “kanker” kebencian anti-Muslim yang menjangkiti seantero Amerika Serikat dewasa ini sangatlah ganas sampai-sampai membuat identitas “Amerika” dan “Muslim” saling bertentangan.

Hanya dalam sepekan, seorang pengemudi taksi ditikam di New York oleh seorang penumpang yang bertanya apakah ia Muslim; seorang yang mabuk memaksa masuk ke sebuah masjid di New York dan mengencingi karpetnya; sebuah batu bata dilemparkan ke sebuah pusat kegiatan Islam di Madera, California; dan kebakaran di suatu bangunan masjid di Tennessee sedang diinvestigasi oleh FBI.

“Apa yang akan terjadi pada saya, ibu, saudari ipar, dan semua perempuan di Amerika yang mengenakan jilbab dan tak perlu ditanya lagi apakah mereka benar Muslim?” tanya saudari saya, Nora, seorang mahasiswa pascasarjana.

Ini tidak hanya soal Park51, sebuah pusat kegiatan Islam dan masjid di pinggiran Manhattan, yang berjarak dua blok dari Ground Zero. Setidaknya ada empat rencana pembangunan masjid yang lain di Amerika, yang bermil-mil jauhnya dari “tanah keramat” itu, tengah menghadapi penentangan anti-Muslim.

Sebagian orang mencoba menyalahkan Imam Feisal Abdul Rauf, pemimpin Park51, lantaran memancing perasaan yang masih terluka akibat 11 September. Tapi menggambarkannya sebagai imam masjid yang mengail di air keruh cuma akan memperlihatkan amnesia tak termaafkan dimana sebutan “Muslim” dibuat sebagai suatu hinaan di negara ini.

Meski Presiden George W. Bush muncul di sebuah masjid setelah peristiwa 11 September untuk menunjukkan bahwa ia tidak menganggap semua Muslim bertanggung jawab, toh pemerintahannya terus saja menunjukkan yang sebaliknya: pengadilan militer untuk orang-orang sipil, penjara-penjara rahasia, penahanan ratusan Muslim tanpa dakwan, penyiksaan dan interogasi kasar para tahanan, serta invasi atas dua negara mayoritas Muslim.

Ketika kalangan Partai Republik “menuding” Presiden Barack Obama sebagai Muslim dalam kampanye presiden 2008, kalangan Partai Demokrat juga tidak sekali pun mengatakan, “Terus kenapa?”

Seseorang yang pernah menjadi penasihat strategi Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, menyarankannya agar mengekspos kelemahan Obama pada 2007 ketika berkampanye untuk pemilihan kandidat presiden – dengan menggambarkan Obama terlalu asing dan eksotik untuk memimpin Amerika dalam situasi perang. Ia tidak menghiraukan nasihat itu tapi tetap saja dalam kampanyenya menyebarkan foto-foto Obama yang mengenakan busana tradisional Somalia.

Kejadian-kejadian itu, juga yang lainnya, adalah langkah-langkah meniti tangga sikap fanatik yang sekarang dilakukan melalui pesona para tokoh politik. Ketika mantan kandidat wakil presiden sekaligus mantan gubernur (Sarah Palin), mantan ketua parlemen (Newt Gingrich), dan sejumlah anggota parlemen menjajakan gambaran Muslim yang paling seram, tidak sulit untuk mengerti kenapa muncul kekerasan yang semakin kencang belakangan ini.

Saya tidak lupa aksi-aksi kekerasan atau upaya terorisme oleh orang-orang Muslim Amerika tahun lalu. Komunitas Muslim Amerika tidak mendiamkan ini. Mereka mengeluarkan sejumlah kecaman tapi juga menolak dianggap bersalah hanya karena seagama.

Dan kami menolak untuk cari aman. Kami tidak akan membiarkan orang-orang fanatik merusak tatanan Amerika. Orang-orang Muslim yang berbaur di luar masjid di tempat saya adalah miniatur Amerika. Kami memilih dalam pemilu – dan suara kami berarti, khususnya di negara-negara-bagian yang sulit diprediksi siapa pemenangnya. Pengemudi taksi yang ditikam di New York adalah satu dari ribuan Muslim yang merupakan 50 persen sopir taksi di New York City.

Orang-orang Muslim menjadi guru, komedian dan bahkan ratu kecantikan Amerika sekarang, Rima Fakih.

Dan kami adalah juga para dokter Amerika. Saya dan ipar saya, yang seorang dokter melahirkan/ginekolog, tengah menyaksikan salah satu sinetron bertema kedokteran ketika ia menceritakan kepada saya sebuah kisah yang dengan apik merangkum semua fakta di atas: “Belum lama ini saya mengurus persalinan dengan disaksikan oleh ayah dari sang bayi lewat kamera Skype. Dia seorang prajurit di Afghanistan. Saya pun berpikir, nah inilah saya: seorang dokter Muslimah berjilbab yang mengurus kelahiran seorang bayi yang ayahnya seorang tentara Amerika di Afghanistan, sebuah negara Muslim.”

Mona Eltahawy adalah seorang komentator dan jurnalis terkemuka yang tinggal di New York, sekaligus seorang dosen internasional tentang isu-isu Arab dan Muslim. Artikel ini dimuat berdasarkan izin Common Ground News