“Jika Muslim, Yahudi, Kristen dan orang-orang dari agama lain memahami agama mereka dengan baik, maka hanya akan ada satu agama. Agama Cinta, dan Kedamaian, dan belas Kasihan”

Kalam Syaikh Muhammad Said al-Jamal ar-Rifai

Catatan: Syaikh Sidi Muhammad Said al Jamal ar-Rifa’i, sang pemandu Perdamaian, rahmat dan Cinta kepada Allah melalui Jalan Jalan sufi, seorang Mursyid Thariqah syadziliyah. Beliau adalah keturunan Nabi Muhammad SAW.

Semoga Allah melimpahkan kedamaian dan berkahNya, melalui leluhurnya, Syaikh Ahmad ar-Rifa’i. Dia lahir di Tulkum dalam Tanah Suci pada tahun 1935. Dia adalah pewaris ruhani melalui garis Syadzili dari Syekh Abdur-Rahman Abu-r-Risah dari Halab Suriah, dan merupakan salah satu yang menghidupkan Sufisme,Dalam sebuah institusi dan sekolah pemikiran serta pengetahuan spiritual. Pada tahun 1997 ia ditugaskan memimpin Dewan Sufi yang sudah berusia 1000 tahun di Baitul Maqdis. Dia adalah Kepala Council di Yerusalem dan Tanah Suci dan telah menjadi Syeikh dan tokoh pusat di Mesjid Al-Aqsa selama bertahun-tahun.

Syaikh tinggal di Bukit Zaitun di Kota Suci Yerusalem sejak tahun 1959. Ajaran dari jiwanya sangat dalam, bagi semua orang yang punya hati dan yang mendengarkan dengan hati. Ajarannya menjadi khazanah cahaya terang yang memberi nuansa baru pada tasawuf pada era ini. .

#santrinasionalis

#syaikhmuhammadsaidjamalarrifai

#sufisme

#thoriqoh

#syadziliyah

#buayablokc

#santriuntuknegeri

#santrinusantara

#ahlusunnahwaljamaahannahdliyah

Iklan

Main mata

Posted: Januari 11, 2018 in Convert, In World, Khazanah, Warning

“…Pasangan mana pun yg menang, sang investor tetap mempunyai kaki dalam pemerintahan…” https://t.co/Dj9TasLfkt

Kriteria Hadits Shahih

Posted: Januari 11, 2018 in Kasih Tuhan

Hadis shahih ialah hadis yang sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang berkualitas dan tidak lemah hafalannya, di dalam sanad dan matannya tidak ada syadz dan illat. Mahmud Thahan dalam Taisir Musthalah Hadis menjelaskan hadis shahih adalah:

ما اتصل سنده بنقل العدل الظابط عن مثله إلى منتهاه من غير شذوذ ولا علة

“Setiap hadis yang rangkaian sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang adil dan dhabit dari awal sampai akhir sanad, tidak terdapat di dalamnya syadz dan ‘illah.” .

from @harakahislamiyah

.

#hadits #ngajihadits #haditsshahih #jenggot_aduhaii #indonesia #santringaji #santri #santrijakarta #santrikalong #ngajakngaji #kajianyuk #sunnah #hijabstyle #hijab #kriteria


Cyber Kremi

Posted: Januari 11, 2018 in Kasih Tuhan

 #belaagama #emak #bosqueu #old
#BelaAgama
#Emak
#Bosqueu
#Old

​KONSER ZAKIR NAIK

Posted: Juli 19, 2017 in Kasih Tuhan

De Fath, 8 jam yang lalu – Lewat telpon, saya diajak nonton Zakir Naik oleh beberapa Alumni, menurut mereka supaya saya tidak terlalu jauh tersesat, segera kembali ke jalan yang benar. Jalan yang ditawarkan Zakir Naik cocok untuk orang yang sedang tersesat seperti saya, kata mereka sambil tertawa gurih
Saya tersenyum, selama ini mereka tidak pernah menelpon saya, tiba tiba menelpon mengajak menonton Zakir Naik. Bagi saya ini sindiran tingkat Alexis. Baiklah saya akan bercerita, mumpung kalian yang menelpon saya

“Saya sudah selesai dengan Zakir Naik. Saya dulu sempat pengagum Ahmad Deedad, orang yang dicontoh Zakir Naik, ada yang bilang, dia gurunya Zakir Naik. Saya ingat, saat itu kalian masih unyu-unyu  kumpul dengan Aak Gim menangis bersama di geger kalong meratapi nasib, atau sekelas kader ormas Islam yang kerjanya tidur, makan, mandi di masjid. 

Kalian mendengar Zakir Naik hanya supaya bisa tidur nyenyak, berselimut keimanan kalian sambil mentertawakan kesesatan keimanan umat lain. Kalian tidak pernah berpikir bagaimana kalian juga sesat di mata keimanan orang lain. Lalu kalian bangga, sezalim-zalimnya kalian tapi tetap masuk surga asal beriman. Surga mana ? Jika surga yang dimaksudkan itu disaat batang Zakar Naik, itu betul
Jika kalian jijik melihat ular, pernahkah kalian berpikir, bahwa ular pun jijik melihat kalian. Begitulah kira kira benang merahnya
Islam seperti apa yang ditawarkan Zakir Naik ?, Islam yang menyalah-nyalahkan ajaran umat lain ?, Islam yang menganjurkan menggendong panci hanya untuk menghancurkan rumah ibadah umat lain ?, Islam tukang koreksi kitab suci umat lain ?, Islam yang tidak mencintai tanah air ? Khilafah solusinya ? Itulah intinya
“…Tolong sampaikan ke Zakir Naik, urusi saja umat Islam di Timur Tengah yang hijrah ke negeri kafir karena perang tak berkesudahan. Urusi saja apa sumbangsih umat Islam untuk peradaban dunia di masa depan. Sampaikan ke Zakir Naik, urusi saja umat Islam agar tidak menjadi horror negara-negara di dunia. Urusi saja umat Islam yang hanya menjadi cheerleader dalam penguasaan teknologi dan perekonomian dunia….” (Makjleb)
Sudahlah, jika anak-anak berumur belasan tahun takjub dengan Zakir Naik itu wajar. Tapi jika sudah bau tanah atau umur sudah 1/3 abad masih kagak bisa nalar mana Islam, mana pedagang agama, mana Industri ceramah yang ujung-ujungnya duit, itu artinya sudah tanda-tanda pekok stadium 2
Satu lagi, jangan berhenti belajar hanya pada Zakir Naik saja, nanti “pekok awet”, masih ada Mbah Mustafa Bisri, Emha Ainun Nadjib, Quraish Shihab, Habib (asli) Luthfi bin Yahya, dan banyak lagi”

Krik, krik, krik,…telponnya wafat

Bacanya sambil srufut kopih

​CAK NUR MENGINGATKAN ANIES

Posted: Maret 18, 2017 in Kasih Tuhan

D’Fath ~ Hari hari Anies setelah mendapatkan suara 39,5% seperti kandidat Calon Presiden saja, tampak sekali perubahan muka dalam menghadapi media, maklumlah dengan modal itu ia berkeyakinan memenangkan petarungan di Jakarta. 39,5 + 17 = Presiden RI. Begitu itungan bodoh-bodohannya.

Awalnya suara Anies tidaklah masuk hitungan bahkan banyak yang meragukannya, partai pendukungnya sudah ketar-ketir dengan hasil polling dari semua lembaga survei. Tapi setelah Anise main ke toko sebelah sowan ke markas FPI, mengklarifikasi dirinya bukan Wahabi dan Syi’ah. Maka suara Anise langsung mengelinjang mengalahkan Agus.

Ibu-ibu kalau shalat witir berapa rakaat? 1 rakaat boleh nggak?” tanya Anies.

“Boleh,” jawab mereka serempak.

“Kalau 2 rakaat?” lanjut dia.

“Tidak.”

“Kalau tiga boleh, Bu?” tanyanya lagi.

“Boleh.”

“Kalau ibu-ibu shalat witir 1 rakaat sama 3 rakaat afdhal mana?” tanya cagub nomor urut tiga ini.

“Tigaaa,” jawab mereka serentak.

Jika mengacu ucapan Anies soal “Afdhal mana?” Bukankah lebih afdhal 5 rakaat atau diatasnya dibandingkan 3 rakaat? Jadi dengan merendahkan witir 1 rakaat, mengabaikan witir 5 rakaat keatas dan mengidentikkan dengan menolak pasangan calon no urut 2, itu sangat jelas Anise sudah bermain dalam isu agama.

Sepertinya Nurcholis Madjid sebagai Guru dari Anise dan Presiden PKS sedang memberikan kuliah dari dalam kuburnya tentang konsep sekularisasi, menurut Cak Nur sesuatu yang sakral dalam agama harus disakralkan, sholat adalah kegiatan sakral karena itu jangan disempali dengan politik.

Tapi yang dilakukan Anise malah membawa Politik ke ranah sakral, menurut Cak Nur Saklarisasi kepada sesuatu selain kepada tuhan pada hakikatnya adalah syirik. Jadi Politik dengan isu agama itu adalah prilaku Syirik. Dan mereka sedang menikmatinya.


Pertama kali saya mendengar nama Jokowi ketika ada pemberitaan hangat mengenai mobil Esemka di Solo. Waktu itu Pak Jokowi masih menjabat sebagai walikota di sana. Jujur dan maaf pada Pak Jokowi, kesan pertama saya melihat Jokowi adalah beliau tidak ada kesan atau punya tampang sebagai pemimpin. Nggak cocok banget, sori ya Pak Jokowi, maafkan saya.

16832197_291102294640975_7119735565031267712_n

Namanya makin tenar ketika namanya disebut-sebut dan ternyata mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta bersama dengan Ahok. Namanya terus tenar hingga memenangkan Pilkada DKI dengan menyingkirkan Fauzi Bowo alias Foke. Dua nama ini seolah menyedot perhatian media kemana pun mereka pergi dan beraktivitas. Dan hanya dalam waktu 2 tahun, setelah rumor sana-sini, Jokowi langsung mencalonkan diri menjadi Presiden dan ternyata juga menang setelah menyingkirkan Prabowo-Hatta.

Jujur, saya juga kurang sreg waktu itu. Kenapa Jokowi seperti kutu loncat? Jabatan walikota Solo belum selesai, sudah jadi Gubernur DKI Jakarta. Belum juga selesai periode pertama, sudah langsung lompat jadi Presiden. Saya rasa ini sangat konyol waktu itu. Saya sempat berpikir Pak Jokowi seperti orang yang haus kekuasaan, ada peluang langsung lompat dan rebut.

Tapi seiring berjalannya waktu, saya baru tahu bahwa Pak Jokowi bukan orang sembarangan. Kinerjanya telah membuka mata saya dan malah sekarang saya jadi bertanya-tanya apa saja yang sebenarnya dilakukan pemerintah dulu? Kenapa orang seperti Jokowi baru hadir sekarang, nggak dari dulu-dulu?

 Salah satu style yang saya sukai dari Pak Jokowi adalah slogan kerja, kerja dan kerja. Kalau kata orang tua saya, Pak Jokowi orangnya ligat dan tidak lamban kayak siput. Ini terlihat dari banyaknya infrastruktur dan proyek-proyek yang sedang dibangun dan sudah selesai. Kalau saya sebutkan satu per satu mungkin bisa dijadikan novel utuh. Salah satunya adalah pembangunan jalan seperti Trans Papua dan Trans Sumatera, perluasan dan pembangunan bandara, pelabuhan, proyek pembangkit listrik. Dan yang lebih hebatnya, untuk pertama kalinya sejak Jokowi memimpin, daerah luar Jawa mendapat perhatian khusus, tidak lagi mendapat diskriminasi seperti anak tiri yang terbuang. Lihat saja Papua yang sekian tahun tidak begitu dipedulikan. Hanya Jokowi yang benar-benar menaruh perhatian. Jokowi tidak lagi melulu fokus pada Jawa-sentris. Dan yang lebih hebat lagi, beberapa proyek mangkrak warisan pemerintah dulu, juga dikebut dan diselesaikan.

Kekaguman saya makin bertambah saat Jokowi menunjuk Menteri yang benar-benar kapabel dan kredibel, dan yang tidak sesuai harapan langsung di-reshuffle. Yang paling memorable bagi saya adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang secara background juga tidak cocok, tapi siapa sangka dia mampu menjadi salah satu menteri terbaik di Indonesia. Terkenal akan ketegasannya dalam menindak pencuri ikan di wilayah perairan Indonesia sampai-sampai dibuatkan meme dengan tagline pamungkas ‘Tenggelamkan!”. Hasilnya Indonesia sempat meraih nomor satu dalam pemberantasan illegal fishing.

Dan hanya di zaman Jokowi, pariwisata Indonesia benar-benar diperhatikan dan dibahas serius. Ini yang membuat saya salut. Bagaimana tidak, dari semua negara tetangga ASEAN, Indonesia adalah negara terluas, tapi kunjungan turis asing kalah telah Malaysia, Thailand bahkan Singapore yang luasnya hanya seupil pada peta. Malaysia mampu mendatangkan 24 juta turis, Thailand 32 juta Turis, Singapore 15 juta turis, sedangkan Indonesia tahun 2016 hanya kedatangan 12 juta turis. Halo, apa saja kerjaan pemerintah dulu? Potensi keindahan alam dan budaya sangat tak terbatas, tapi tak dimaksimalkan dengan baik. Negara tetangga sudah sadar akan potensi pariwisata dalam menggenjot devisa negara sekaligus membuka lapangan pekerjaan. Tapi kenapa baru Jokowi yang menyadari potensi dan promosi besar-besaran demi target 20 juta turis di tahun 2019.

Salah satu hal yang membuat tertawa lucu adalah candi Angkor Wat di Siem Reap, Kamboja. Candi ini dikunjungi 2,5 juta turis per tahun, bandingkan dengan candi Borobudur yang hanya dikunjungi 250 ribu turis per tahun. Kalah 10 kali lipat. Jelas nggak ada niat promosi dari pemerintah terdahulu. Kenapa tidak ada niat, tanya pada yang bersangkutan. Kawasan yang tidak lebih maju dari kota Indonesia, tapi bisa menang.

Jokowi memang kerempeng dan secara tampang kurang meyakinkan, tapi itu hanya kamuflase saja. Jokowi lebih dari apa yang terlihat dari luar. Kurus tapi sangat tegas dan tidak main-main, cepat dalam bekerja dan membangun. Dan yang terbaru adalah konflik RI dan Freeport yang memanas di mana Freeport mengancam akan menggugat pemerintah Indonesia ke Arbitrasi Internasional mengenai masalah Kontrak Karya yang diminta agar mengubahnya ke IUPK sebagai satu-satunya jalan agar Freeport dapat mengekspor konsentrat. Pemerintah tidak takut dengan ancaman dan gugatan Freeport ke Arbitrase Internasional dan siap untuk menghadapinya.

Jokowi juga terkenal jarang dan saya tidak pernah mendengar beliau mengeluh layaknya anak kecil apalagi mewek-mewek di media sosial mengenai betapa malang nasibnya, betapa sulitnya masalah yang dia hadapi. Saya tidak pernah dengar seperti itu. Bahkan dalam beberapa kesempatan, responnya malah santai dan tenang, mampu membawa diri dengan baik. Sisi lain yang menjadi nilai plus Jokowi adalah kesederhanaan. Tidak malu-malu membeli barang yang biasa-biasa saja.

Dan sebagai penutup, pada musim panas nanti, patung lilin Jokowi sudah siap dan akan dipajang di Madame Tussaud Hongkong berbarengan dengan patung Soekarno. Ini sudah menjadi bukti, bahwa Jokowi bukan orang yang pantas dikagumi. Tidak semua orang bisa menjadi objek patung lilin di sana. Bahkan sebelum dipastikan pembuatan patung lilinnya, Jokowi mengungguli Hillary Clinton dan Donald Trump mengenai siapa yang akan dibuatkan patung lilin. Luar biasa bukan?

Dulu mungkin saya tidak yakin, sekarang saya sangat yakin dengan kemampuan Pak Jokowi. Badan memang kerempeng, tapi nyali setara banteng, kinerja dan prestasi mentereng hanya dalam waktu 2 tahun lebih saja.

Don’t judge Jokowi by the appearance.

Bagaimana menurut Anda?