Arsip untuk Juli, 2010


DR.ZAKIR NAEK

Mengapa kebanyakan muslim orang muslim itu fundamentalis dan teroris?

Pertanyaan ini sering dilontarkan pada orang Islam, secara langsung atau tidak, dalam berbagai diskusi masalah agama maupun dunia. Stereotip ttg muslim ini terabadikan di setiap media bersama dgn banyaknya salah paham mengenai Islam dan muslim. Faktanya, salah paham propaganda keliru semacam itu kerap menimbulkan diskriminasi dan aksi-aksi kekerasan terhadap muslim. Contoh kasusnya adalah kampanye anti-Islam oleh media AS terkait ledakan bom di Oklahoma, pers begitu cepat menyatakan sebuah “konspirasi timur tengah” di balik serangan itu. Tersangka belakangan teridentifikasi seorang tentara dari kesatuan angkatan darat AS.

==========================

===============================

Mari kita analisa dakwaan ttg fundamentalis dan teroris ini:

1. Definisi kata “fundamentalis”

Seorang fundamental adalah ia yang mengikuti dan mentaati terhadap pokok-pokok doktrin atau teori yang ia ikuti. Seorang yg ingin jadi doktor yang baik, ia musti mengetahui, mengikuti, dan melaksanakan fundamental-fundamental (pokok/prinsip) medis. Dengan kata lain, ia harus menjadi seorang fundamentalis dalam bidang kedokteran. Seorang yang ingin jadi ahli matematik, ia mesti tahu, mengikuti dan melaksanakan prinsip-prinsip matematik. Ia harus jadi seorang fundamentalis dalam bidang matematik. Bagi yang ingin jadi ilmuwan sejati, ia messti mengetahui, mengikuti dan melaksanakan prinsip-prinsip sains. Ia musti menjadi seorang fundamentalis dalam bidang sains.

2. Tidak semua ‘fundamentalis’ itu sama

Seorang tidak boleh menggambari fundamentalis dgn kuas yang sama. Seseorang juga tidak boleh mengkategorikan semua fundamentalis dengan yang baik dan yang buruk. Seperti kategori fundamentalis manapun akan tergantung atas bidang atau aktivitas ia menjadi fundamentalis. Seorang garong/ maling fundamentalis akan membahayakan masyarakat dan karenanya tidak diinginkan. Seorang doktor fundamentalis, dengan kata lain, menguntungkan masyarakat dan meraih kehormatan yang banyak.

3. Saya bangga menjadi fundamentalis muslim

Saya adalah fundamental muslim yang, dgn hidayah allah, mengetahui dan berusaha melaksanakan fundamental-fundamental/ prinsip-prinsip Islam. Seorang muslim sejati tidaklah merasa malu untuk menjadi seorang fundamentalis. Saya bangga menjadi fundamentalis muslim karena, saya mengetahui bahwa fundamental-fundamental/pokok-pokok Islam sangat menguntungan kemanusiaan dan seluruh dunia ini. Tidak ada satupun fundamental-fundamental Islam yang membahayakan ataupun berlawanan dengan kepentingan ras manusia keseluruhan. Banyak orang salah konsepsi tentang Islam dan melihat beberapa pengajaran Islam dengan tidak benar dan keliru. Hal ini dikarenakan kurang dan buruknya pengetahuan tentang Islam. Jika seseorang menganalisa secara kritis tentang pengajaran Islam dengan pokiran terbuka, maka tidak dapat dipungkiri bahwa Islam sarat dengan karunia serta manfaat baik pada level individu maupun kolektiv.

4. Arti kata ‘fundamentalis’ di kamus

Menurut kamus Webster ‘fundamentalism’ adalah gerakan Protestasnisme Amerika yang muncul pada awal abad ke-20. Gerakan ini merupakan reaksi terhadap modernisasi, dan didorong oleh kesakralan Bible, tidak hanya dalam perihal keimanan dan moralitas tetapi juga sebagai rekaman sejarah secara literal. Gerakan ini didorong pada kepercayaan dalam Injil sebagai firman tuhan secara yang tertulis. Karenanya fundamentalisme kalal itu adalah sebuah kata yang terinisialisasi digunakan oleh sebuah golongan dari Kristen yang mempercayai bahwa injil merupakan firman tuhan yang sesungguhnya yang tiada kesalahan dan kekeliruan.

Menuru kamus Oxford ‘fundamentalisme’ bermakna ‘pemeliharaan yang ketat terhadap doktrin-doktrin zaman dahulu atau suatu agama, khususnya Islam’.

Kini ketika seseorang menggunakan kata fundamentalis maka ia berpikir tentang seorang muslim teroris.

5. Seorang muslim mesti seorang teroris

Setiap muslim mesti seorang teroris. Seorang teroris adalah seorang yang menyebabkan teror. Ketika seorang perampok melihat polisi, ia ketakutan. Polisi itu adalah teroris/ peneror bagi si perampok tersebut. Serupa bahwa setiap muslim mesti seorang teroris bagi anggota masyarakat yang anti-sosial seperti para maling, para rampok, dan para pemerkosa. Ketika seorang manusia anti-sosial melihat seorang muslim, ia pasti ketakutan. Adalah benar bahwa kata ‘teroris’ secara umum digunakan bagi seorang yang menyebabkan ketakutan di antara orang banyak. Tetapi seorang muslim yang sejati mesti menjadi teroris bagi orang-orang tertentu semisal elemen anti sosial, dan tidak kepada masyarakat umum yang tidak berdosa. Faktanya seorang muslim pasti sumber kedamaian bagi orang-orang yang tidak bersalah.

6. Cap yang berbeda dilabelkan bagi individu atau perbuatan yang sama, misalkan teroris dan patriot

Sebelum India menerima kemerdekaan dari pemerintah Inggris, beberpa pejuang kemerdekaan India yang tidak berkaitan dengan non-kekerasan dicap sebagai teroris oleh pemerintah inggris. Orang-orang yang sama yang dipuji-puji masyarakat India untuk perbuatan yang sama dan maka dielu-elukan sebagai ‘patriot’. Demikianlah, dua cap yang diberikan kepada orang-orang yang sama bagi perbuatan yang sama. Yang satu disebut teroris dan yang lain disebut patriot. Mereka yang mempercayai inggris punya aturan yang benar terhadap India menyebut orang-orang ini teroris, sementara mereka yang meyakini inggris tidak benar dalam mengatur India menyebut orang-orang ini sebagai patriot dan pejuang kemerdekaan.

Terpenting sebelum seseorang dihakimi, ia diberikan hak mendengar yang jujur, yang fair. Argumen kedua pihak mesti didengar, situasinya mesti dianalisa, lalu alasan dan niat dari orang tersebut harus diperhitungkan, kemudian selanjutnya ia dapat dihukumi.

7. Islam bermakna damai

Islam diambil dari kata ‘salaam’ yang bermakna damai. Ia adalah agama perdamaian yang memiliki fundamental-fundamental yang mengajarkan kepada para pengikutnya untuk memelihara dan mensyiarkan perdamaian ke penjuru dunia.

Demikianlah setiap muslim harus jadi seorang fundamentalis, yaitu ia mesti mengikuti fundamental-fundamental dari agama perdamaian ini; Islam. Ia harus menjadi teroris hanya terhadap elemen-elemen antisosial dalam rangka mensyiarkan perdamaian dan keadilan dalam masyarakat.

APAKAH ISLAM DISEBARKAN DENGAN PEDANG?

Pertanyaan:
Bagaimana Islam bisa disebut agama perdamaian jika ia disebarkan dengan pedang?

Jawaban:
Ini adalah kecaman yang umum dari kalangan non muslim bahwa Islam tidak bakal memiliki jutaan pemeluk di seluruh dunia jika Islam tidak disebarkan dengan menggunakan kekuatan. Poin-poin berikut akan menjelaskan bahwa jauh sebelum disebarkan dengan pedang, adalah kekuatan yang melekat akan kebenaran, alasan dan logikalah yang bertanggung jawab atas derasnya penyebaran Islam.

1. Islam bermakna damai.

Islam datang dari akar kata ‘salaam’ yang bermakna damai. Ia juga bermakna penyerahan keridoan seseorang terhadap Allah SWT. Karenanya Islam adalah agama perdamaian, di mana perdamaian membutuhkan penyerahan keridoan seseorang terhadap keridoan Sang Pencipta, Allah SWT.

2. Kadang kekuatan digunakan untuk memelihara perdamaian.

Masing-masing manusia bahkan setiap manusia di dunia ini tidak begitu menyukai pemeliharan perdamaian dan harmoni. Ada banyak yang akan mengacaukannya untuk kepentingan mereka sendiri. Kadang kekuatan harus digunakan untuk memelihara perdamaian. Adalah tepat bagi alasan ini bahwa kita memiliki polisi yang menggunakan kekuatan terhadap para penjahat dan elemen anti sosial untuk memelihara perdamaian di sebuah negeri. Islam mempromosikan perdamaian. Pada saat yg sama, Islam menyuruh umatnya untuk berperang jika ada penindasan. Berperang melawan penindasan diperbolehkan, ketika itulah dibutuhkan penggunaan kekuatan. Dalam Islam kekuatan hanya boleh digunakan untuk mensyiarkan perdamaian dan keadilan.

3. Pendapat alhli sejarah De Lacy O’Leary.

Jawaban terbaik tentang salah persepsi bahwa Islam disebarkan dengan pedang diberikan oleh ahli sejarah yang tercatat De Lacy O’Leary dalam buku ’Islam at the cross road’ (halaman 8):

’Bagaimanapun sejarah menjelaskannya, bahwa legenda tentang muslim fanatik menyapu dunia dan memperjuangkan Islam pada point pedang menaklukan berbagai ras adalah salah satu mitos keanehan yang kerap terulang dari para sejarawan.’

4. Kaum muslim mengatur Spanyol selama 800 tahun.

Kaum muslim telah mengatur Spanyol selama lebih kurang 800 tahun. Orang –orang muslim di Spanyol tidak pernah menggunakan pedang untuk memaksa manusia berpindah agama. Lalu tentara salib Nasrani mendatangi spanyol dan menyapu kaum muslim. (Lalu) Tiada lagi seorang muslimpun yang dapat menyerukan adzan (panggilan sholat) secara terbuka di Spanyol.

5. 14 juta orang Arab adalah Nasrani Coptic.

Kaum muslim adalah pemilik Arabia selama 1400 tahun. Beberapa tahun Inggris memerintah dan beberapa tahun Perancis menguasai. Keseluruhan, muslim menguasai Arabia selama 1400 tahun. Sebelum hari ini ada 14 juta orang Arab yang merupakan Nasrani Coptik, yakni Nasrani keturunan. Jika orang Islam menggunakan pedang, nggak bakalan ada seorang Arabpun yang menyisakan Nasrani seorang pun.

6. Lebih dari 80% non-muslim di India.

Muslim mengatur India selama ribuan tahun. Jika mereka mau, mereka punya kekuatan untuk memua’alafkan setiap non muslim india. Sekarang, lebih dari 80% populasi di India adalah non-muslim. Hari ini, semua orang-orang India non muslim ini menjadi saksi kuat bahwa Islam tidak disebarkan dengan pedang.

7. Indonesia dan Malaysia.

Indonesia adalah sebuah negara yang memiliki jumlah maksimum muslim di dunia. Mayoritas penduduk di Malaysia adalah muslim. Mungkin seseorang bertanya, Mana tentara Islam yang dtang ke kedua negeri tersebut?’

8. Pantai Timur Afrika.

Sama saja, Islam telah menyebr dengan cepat di pantai timur africa. Mungkin seseorang berntanya lagi, jika Islam disebarkan dengan pedang, “Tentara Islam yang mana yang datang ke sana?’

9. Thomas Carlyle.

Sejarawan terkenal, Thomas Carlyle, dalam bukunya, ’Heroes and Hero worship’, berkenaan dengan kesalahan persepsi penyebaran ISlam: ‘Pedang sesungguhnya, dari mana akan kau ambil pedangmu? Setiap opini baru, pada permualaanya, adalah secara seksama dalam sebuah minoritas dari seseorang.

refers to this misconception about the spread of Islam: ’The sword indeed, but where will you get your sword? Every new opinion, at its starting is precisely in a minority of one. In one man’s head alone. There it dwells as yet. One man alone of the whole world believes it, there is one man against all men. That he takes a sword and try to propagate with that, will do little for him. You must get your sword! On the whole, a thing will propagate itself as it can.’

10. Tidak ada paksaan dalam agama.

Dengan pedang yang mana islam disebarkan? Meski jika kaum muslim memilikinya mereka tidak dapat menggunakanna untuk menyebarkan Islam karena Qur’an mengatakan ayat berikut:

’Let there be no compulsion in religion:
Truth stands out clear from error’
[Al-Qur’an 2:256]

11. Sword of the Intellect.

It is the sword of intellect. The sword that conquers the hearts and minds of people. The Qur’an says in Surah Nahl, chapter 16 verse 125:

’Invite (all) to the way of thy Lord
with wisdom and beautiful preaching;
and argue with them in ways that are
best and most gracious.’
[Al-Qur’an 16:125]

12. Increase in the world religions from 1934 to 1984.

An article in Reader’s Digest ‘Almanac’, year book 1986, gave the statistics of the increase of percentage of the major religions of the world in half a century from 1934 to 1984. This article also appeared in ‘The Plain Truth’ magazine. At the top was Islam, which increased by 235%, and Christianity had increased only by 47%. May one ask, which war took place in this century which converted millions of people to Islam?

13. Islam is the fastest growing religion in America and Europe.

Today the fastest growing religion in America is Islam. The fastest growing religion in Europe in Islam. Which sword is forcing people in the West to accept Islam in such large numbers?

14. Dr. Joseph Adam Pearson.

Dr. Joseph Adam Pearson rightly says, ’People who worry that nuclear weaponry will one day fall in the hands of the Arabs, fail to realize that the Islamic bomb has been dropped already, it fell the day MUHAMMED (pbuh) was born’

http://www.irf.net/irf/download/index.htm

Islam dan terorisme
Oleh DR. ZAKIR NAIK

terjemah ulang…FOR SHARE BRADER N SISTER……TIDAK ADA PERDEBATAN….!!!!!

Iklan