Posts Tagged ‘oasis’


Partai Keadilan Sejahtera (PKS) adalah parpol yang tidak tahu diri dan tak pernah bercermin. PKS sedang gencar pergantian presiden 2019. Presiden mau diganti tanpa alasan yang jelas sementara dosa-dosa PKS sudah berjibun.

Dalam perjalanannya, PKS tersangkut banyak kasus mulai dari kasus korupsi, kasus mesum, sampai keterkaitannya dengan tindak pidana terorisme.

Berikut ini kami rangkumkan 8 dosa PKS yang pernah mencuat ke publik.

1. Korupsi Impor Daging Sapi dan Satu-satunya Presiden Parpol yang Ditangkap KPK di kantor Parpol

Presiden PKS periode 2010-2013 Lutfie Hasan Ishaaq memang rekor satu-satunya presiden dan ketua umum parpol yang dicokok KPK di kantor parpolnya. Luthfi Hasan ditangkap KPK di kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang. Luthfi Hasan Ishaaq menerima vonis 18 tahun penjara di putusan MA dan hak politiknya dicabut.

(Sumber: MA Perberat Vonis LHI 18 Tahun Penjara dan Hak Politik Dicabut)

Putusan MA lebih tinggi dari putusan Pengadilan sebelumnya16 tahun penjara dari Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Senin, 9 Desember 2013 lalu.

Hakim menyebutkan, bersama rekannya Ahmad Fathanah, Luthfi terbukti menerima suap Rp 1,3 miliar dari Direktur Utama PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman, terkait kepengurusan penambahan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian.

2. Kasus Pencucian Uang dan Menerima Suap dari Aseng (Meski Teriak-teriak Tolak Aseng)

Kasus yang mungkin masih hangat dalam ingatan masyarakat yang kembali menjerat PKS ialah kasus pencucuian uang yang dilakukan oleh Wakil Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Yudi Widiana Adia yang berasal dari fraksi PKS. Yudi Widia divonis 9 tahun kurungan beserta denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan. Vonis tersebut dijatuhkan kepada Yudi salah satunya karena menerima suap lebih dari Rp 11 miliar dari Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa, So Kok Seng alias Aseng. Uang tersebut diberikan kepada Yudi atas ‘jasanya’ menyalurkan usulan proyek pembangunan jalan dan jembatan di wilayah Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara. Yudi menggunakan otoritasnya sebagai anggota Komisi V DPR melalui program aspirasi untuk mengajukan proyek tersebut pada tahun anggaran 2015 dan Aseng selaku kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut. Sementara, dalam dakwaan kedua, Yudi terbukti menerima uang Rp 2,5 miliar.

(Cek kompas.com: Politisi PKS Yudi Widiana Divonis Sembilan Tahun Penjara)

3. Menggunakan Istilah Al-Quran Untuk Korupsi

Dalam merencakan korupsinya, Yudi Widiana dan Muhammad Kurniawan, anggota DPRD Kota Bekasi, kader PKS yang berperan sebagai penghubung Yudi dan Aseng sering menggunakan bahasa-bahasa arab yang identik dengan Islam dalam pembicaraan busuk mereka. Berikut pembicaraan antara Yudi dan Kurniawan yang dibongkarkan oleh Jaksa KPK:

“semalam sdh liqo dengan asp ya” (Kurniawan)

“naam, brp juz?“ (Yudi)

“sekitar 4 juz lebih campuran” (Kurniawan)

“itu ikhwah ambon yg selesaikan, masih ada minus juz yg agak susah kemarin, skrg tinggal tunggu yg mahad jambi”. (Kurniawan)

“naam.. yg pasukan lili blm konek lg?’ (Yudi)

“sdh respon beberapa.. pekan depan mau coba dipertemukan lagi sisanya” (Kurniawan)

Seperti yang diketahui kata Juz dikenal sebagai bagian-bagian bab yang ada dalam Al-Qur’an, dan Liqo merupakan bahasa Arab yang berarti pertemuan. Bukankah hal-hal seperni inilah yang sebenarnya menista Islam?

(cek cnnindonesia.com: Ketika Juz Qur’an dan Liqo Menjadi Kode Korupsi)

4. Kasus Mesum dengan PSK

Selain seorang koruptor, Ahmad Fathanah yang merupakan ‘sahabat karib’ dan disebut “ustadz PKS” Presiden PKS Lutfie Hasan Ishaaq dikenal sebagai seorang yang ‘doyan daun muda’. Saat terjaring OTT KPK saja Fathanah kedapatan sedang berduaan bersama seorang mahasiswi di dalam kamar hotel yang telah dibayarnya dengan uang sejumlah Rp.10 juta.

(cek tribunnews.com: Telanjang Saat Ditangkap KPK, Rani Tertunduk Malu Selama Sidang)

(Baca juga: Ahmad Fathanah Disebut ‘Ustaz Arif’ dan ‘Ustaz Kecil’ dari PKS)

5. Doyan Pornografi

Pada tahun 2011 lalu, salah satu kader PKS yang menjabat sebagai anggota DPR Arifinto pernah “tercyduk” sedang menonton video berkonten pornografi saat sidang paripurna berlangsung. Setelah dikonfirmasikan kepada dirinya, Arifinto tak dapat mengelak lagi karna gambar ketika matanya sedang asik menonton video porno tersebut telah terlanjur beredar luas. Berkat peristiwa tersebut akhirnya Arifinto mengundurkan diri dar DPR.

(Cek detik.com: Anggota DPR yang Nonton Video Porno Saat Paripurna Ternyata dari PKS)

Selain Arifinto ada juga Refrizal, Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS, yang menghebohkan netizen karena memberi like ke sebuah video dengan judul ‘Video Gay Bapak’, selain itu Refrizal juga terbukti mengiuti akun-akun gay, porno, dan judi di akun twitter pribadinya.

(Cek: Sudah Minta Maaf, Netizen Malah Beber 4 Fakta Mengejutkan Tentang Refrizal PKS. Yang Nomor 3 Jangan Kaget Ya!)

6. Perzinaan, Perselingkuhan, Asusila

Tidak hanya ditingkat pusat, kelakuan tidak bermoral yang dilakukan oleh kader-kader PKS sampai kepada tingkatan bawah.

Seperti kasus “Politisi PKS Ini Dipergoki ‘Gituan’ bareng Cewek, Mobil Goyang-goyang kayak Main Kuda-kudaan“)

Anggota DPRD Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HHS) Gazali Rahmad tak menampik perbuatan asusilannya dengan siswi SMA berinisial I di Gedung Olahraga dan Seni (GOS) Aluh Idut, Kandangan, Selasa (11/4).

Kepada penyidik Polres HSS, Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu mengaku melakukan perbuatan asusila di mobil.

“Saat digerebek warga berdasarkan pengakuan pelaku kepada penyidik mengakui sudah melakukan hubungan badan. Namun belum sampai klimaksnya sudah digerebek,” ujar kata Kasubbag Humas Polres HSS AKP Agus Winartono, Kamis(13/4).

(Cek jppn.com: Kronologis Politikus PKS Mobil Goyang dengan Siswi SMA)

Demikian juga kasus dari Mardiatoz, seorang yang dianggap ustad oleh warga dan merupakan ketua DPC PKS Binjai Barat, digruduk warga sedang menyembunyikan perempuan di dalam kamar mandi. Saat digrebek warga wanita yang disembunyikan oleh Mardiatoz tersebut juga dalam keadaan telanjang dada.

(Cek tribunnews: Ustaz Sekaligus Kader PKS Digerebek di Kamar Mandi Bersama Perempuan)

7. PKS Menginjak-injak Bendera Merah Putih

Berbeda dengan perayaan-perayaan ulang tahun partai pada umumnya yang biasanya ada upacara dan prosesi penghormatan terhadap sang saka merah putih, di perayaan milad PKS di Tasikmalaya bendera merah putih malah dijadikan alas untuk menari dan berjingkrak-jingkrak.

(Cek rmol.co: Di Tasikmalaya, Milad PKS Diisi Aksi Injak-injak Bendera Merah Putih)

8. PKS Memasang Bendera Setengah Tiang dan Terbalik

Selain menginjak-injak bendera, diwilayah lain, kantor PKS di Situbondo malah memasang bendera Merah Putih dengan posisi terbalik yang menjadi warna putih di atas dan warna merah di bawah. Peristiwa ini sempat menjadi viral di media sosial.

(Cek liputan6.com: Bendera Terbalik di Kantor PKS Situbondo Viral di Medsos)

Dosa-dosa PKS di atas hanyalah sebagian kecil dari setumpuk dosa partai ini, ini hanyalah contoh kecil bahwa PKS hanya menggunakan agama sebagai bingkai belaka.

Ini juga bukti kecil betapa berantakannya internal PKS namun sudah sok-sokan berkicau ingin mengganti presiden pada 2019 nanti.
(Baca: Diketawain, PKS Mau Ganti Presiden, Ganti Fahri Saja Gagal)

Sekarang yang menjadi pertanyaanya adalah, dengan sejumlah 8 dosa PKS dari kasus korupsi, pornografi, perzinaan, asusila, amoral, penghinaan apakah masih mau mendukungnya?

Mujahidin Aziz

(Suara Islam)

Banggalah menjadi LIBERAL Bung!

Posted: Januari 3, 2017 in Kasih Tuhan
Tag:,

Qureta –Sejak lengsernya orde baru, kebebasan berpendapat sepenuhnya mendapatkan jaminan UUD 1945. Kini, kita bisa dengan bebas menyuarakan apa yang dalam pikiran. Kebebasan ini juga difasilitasi dengan banyaknya media untuk menulis mulai dari media sosial sampai media elektronik.

Menulis atau berbicara bisa dilakukan dengan amat mudah. Kebebasan ini tentu mengundang konsekuensi. Jika individu boleh mengemukakan apa saja yang mereka pikirkan, perbedaan dalam memandang suatu masalah niscaya akan terjadi.  Beda kepala, beda isi.

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah sudahkah kita dewasa menyikapi perbedaan pendapat tersebut? Siapkah kita berargumen dengan sehat terhadap orang yang memiliki pandangan yang berbeda? Tampaknya kita belum siap sepenuhnya, khususnya jika bicara mengenai agama. Lumrah diketahui bahwa orang-orang Indonesia sangat fanatik membicarakan soal agama dan politik. Bukan begitu?

Membahas agama adalah membahas hal yang amat sensitif. Orang-orang konservatif tak bisa menerima sepenuhnya perbedaan dari apa yang mereka yakini. Tetapi di sisi lain, ada segelintir orang yang menghargai perbedaan penafsiran prinsip-prinsip beragama.

Bagi mereka, kitab suci bukan barang kaku yang hanya bisa ditafsirkan satu golongan saja. Mereka menolak penafsiran dimonopoli oleh pihak tertentu karena akan merusak pemikiran. Beberapa orang yang menjunjung tinggi kebebasan dalam beragama ini kemudian membentuk Jaringan Islam Liberal (JIL).

Kelahiran JIL ini mengundang kontroversi. Orang-orang konservatif yang radikal menolak mentah-mentah paham JIL. Bagi orang-orang konservatif, JIL bisa menyesatkan umat Islam karena lebih mementingkan “kulit” ketimbang “isi” ajaran Islam. JIL dianggap menolak syariat dalam beragama. Intinya, JIL dilabeli sesat. Benarkah demikian? Padahal toleransi dan kerukunan tidak akan lahir tanpa pemikiran yang digagas oleh JIL.

Tetapi sayang, stigma negatif yang dilekatkan pada JIL membuat kata “liberal” menjadi kata kotor yang tabu diucapkan. Terlebih saat lembaga Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa bahwa liberalisme, sekulerisme, dan pluralisme adalah paham sesat.

Fatwa ini dipegang erat oleh kaum konservatif. Mereka melabeli orang-orang yang memiliki tafsir berbeda sebagai orang liberal yang membahayakan. Siapa sebenarnya yang berbahaya? Orang liberal yang menjunjung tinggi kebebasan dan toleran atau orang konservatif yang memaksa setiap orang harus sama dengannya?

Imam Ali as berkata “Seseorang cenderung menjadi musuh atas sesuatu yang tidak diketahuinya.” Orang-orang yang menyerang kaum liberal, sudahkah paham apa yang dimaksud dengan liberalisme? Dan sudahkah mereka mengkaji kadar “kesesatan” liberalisme?

Kebanyakan dari mereka hanya sekedar ikut-ikutan tanpa berpikir secara mendalam. Mereka hanya ikut berkoar tanpa mempertanyakan dimana letak kesesatan liberalisme. Jika mereka mengerti benar apa itu liberalisme, mereka tidak akan “alergi” dengan pemikiran ini.

Secara umum, liberalisme merupakan faham yang menghendaki adanya kebebasan kemerdekaan individu di segala bidang, baik dalam bidang politik, ekonomi maupun agama. Terdapat 3 hal yang paling mendasar dalam faham liberalisme yaitu kehidupan, kebebasan dan hak milik (lifeliberty dan property).

Dalam pandangan liberalisme, setiap orang memiliki hak yang sama dan kesempatan yang sama dalam segala aspek kehidupan. Hasil yang diperoleh setiap individu akan sangat tergantung pada kemampuan masing-masing. Liberalisme juga menjamin kebebasan berpendapat, pemerintahan yang demokratis, dan hukum yang adil.

Liberalisme lahir pada abad ke-18 Perancis ketika kaum Borjuis menentang kaum bangsawan dan padri yang menguasai negara. Liberalisme lahir dari penentangan terhadap dogmatisme yang melekat di Perancis. Kaum borjuis dan rakyat jelata tidak mau menerima begitu saja negara dikuasai oleh bangsawan dan padri tanpa penjelasan yang meyakinkan. Setelah dilaksanakan di Perancis, barulah Liberalisme menyebar di negara-negara lain di Eropa.

Bisakah dibayangkan dunia tanpa liberalisme? Tak akan ada demokrasi, tidak akan ada kebebasan berpendapat dan akan banyak kaum tertindas. Bagaimana rasanya hidup dalam kungkungan dogma yang tidak bisa dibantah? Apa rasanya menjadi orang yang didiskriminasi dan tidak diberikan kesempatan yang sama?

Orang-orang yang melabeli liberalisme sebagai sebuah kesesatan mungkin tidak menyadari bahwa kebebasan mereka dalam berteriak saat ini adalah berkat tumbuhnya faham  liberalisme yang mereka kutuk. Bahkan kebebasan beragama yang mereka nikmati adalah hasil pemikiran liberal. Ironis!

Liberalisme memanusiakan manusia dan mengajak manusia kembali kepada fitrahnya untuk berpikir. Para liberalis adalah pemikir yang tak mau terkungkung dalam dogma dan mereka adalah pembawa perubahan. Itulah sebabnya tak perlu khawatir dicap liberal sebab liberalisme lahir dari kehendak dasar manusia untuk bebas dan berpikir.

Bukankah setiap manusia menghendaki kebebasan? Ia menolak untuk segala bentuk penindasan dan ketidakadilan. Sudahkah anda dicap sebagai liberal?  Jika ada yang mencap anda liberal, berbanggalah.


Recomended & Likeable >> https://youtu.be/S24z5H2N2m8