MEREKA YANG HINA DAN DIHINAKAN

Posted: Desember 1, 2016 in Kasih Tuhan

D’Fatah – Ada yang tutur katanya lembut, mukanya teduh dan berbicara tentang kebaikan tapi hati nya radikal, penuh hasutan dibalut kata kata manis sanjungan padahal hanya mencari panggung yang sudah mulai redup di ketiak istri muda

Ada yang selalu menghadirkan tuhan, bangun tidur berbicara tentang tuhan, konferensi pers atas nama tuhan, makan minum atas nama tuhan, membenci atas nama tuhan, bernegara atas nama tuhan, berjuang atas nama tuhan tapi diam-diam bersahabat dengan iblis dikesunyian mendirikan kekhalifahan
Ada yang berkobar kobar berteriak kebesaran tuhan, di mimbar berkobar kobar, di masjid berkobar kobar, di panggung berkobar kobar, di gedung KPK berkobar kobar, di depan istana berkobar kobar, di sepanjang jalan berkobar kobar saking berkobar kobarnya kita tidak bisa mengerti artikulasi ucapannya antara erangan kesakitan atau pujian, semua sama nadanya padahal nyalinya ciut hanya sekedar mendapat surat panggilan kepolisian

Ada lagi yang bermuka dua, muka satu menghadap penguasa muka satunya menghadap massa, muka satunya menjaga perdamaian muka satunya kipas kipas supaya terjadi kerusuhan, muka satunya berkongsi dengan partai pemerintah muka satunya menunggu jatuhnya pemerintahan

Sebaliknya,..
Ada yang dituduh plangak plongok, tergagap gagap jika berbicara, fisiknya diragukan untuk memimpin negara, tapi sesungguhnya dia bukan orang biasa, baginya kekuasan adalah kerja kerja kerja bukan retorika sambil naik kuda atau menyuruh si anak memanjatnya, baginya kekuatan ada di akal bukan di gen keturunan atau bongsornya badan, baginya kesejahteraan itu adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat bukan kebijakan musiman membagi bagikan bantuan tunai

Ada yang dituduh kasar, bermusuhan pada semua orang dan menistakan al qur’an, padahal kekasarannya ditujukan hanya kepada manusia manusia rendahan yang curang maling anggaran, menjadi musuh untuk sebagian orang terutama dewan karena disanalah para premannya , tuduhan penistaan terhadap al qur’an hanyalah alasan karena tidak ada jalan lagi untuk mengalahkannya padahal sudah banyak bukti pembangunan dan nilai yang diterapkannya adalah esensi ajaran Islam

Ada yang duduk di pondok kesunyian sambil mengajarkan tentang kemanusiaan melewati lintas batas keagamaan, memilih kesederhanaan daripada hidup dalam riuhnya kecintaan kepada dunia dengan menjual tuhannya, menjadi tempat berlindung bagi mereka yang disingkirkan dan diminoritaskan, nama mereka tersimpan dihati semua para pencari kebenaran, dimana pujian, fitnah dan cacian sedikitpun tidak menggoyahkannya, mereka adalah ulama dan manusia pewaris risalah kenabian namaya terkenal dilangit kebenaran namun dihinakan dilubuk hati para pemakan kitab suci

“Pahlawan diinjak-injak, pengkhianat dijunjung-junjung, pecinta dihardik, pendengki dirangkul-rangkul, penolong dikutuk, pencela diangkat-angkat. 

Yang tumbuh subur hanya fanatisme bukan pencarian kebenaran, kasih sayang dan keadilan berpikir”

Iklan
Komentar
  1. Ars4rzl berkata:

    Jangan keras2 dong bang.
    Saya sudah lama ikuti blog sampeyan, asyik banget..tp jangan keras2 dong bang, pa lagi topik yg sensitif.
    Saya jadi ikutan2 nih..hehehe

    Disukai oleh 1 orang

  2. Ars4rzl berkata:

    Menurut saya..selama masih di jln yg bener, mereka perlu ada. Kalo gak ada mereka lalu siapa mau begituan.
    Sama sperti orang2 yg skpts sama kyai2 dan santri2, kalo gak gak ada kyai n santri lalu siapa yg “dakwah”.
    Sperti kata si ketiak mania… Fir’aun n Hittler membuat kemajuan luar biasa di negaranya n dunia, tp apa mereka pantas untuk dipuja, apa mereka tidak pantas untuk dilengserkan.
    Mbuh lah..smpyan yg jago kyak ginian.
    Peace bang..hehehe

    Suka

    • Elbow Black berkata:

      Bener……tp biarlah berjalan apa adanya. Mungkin pendapat kita, kalian dan mereka berbeda beda. Tinggal refrensinya perspektifnya dari mana. Selagi baru pendapat ato retorika itu tak masalah. Yang pasti kita harus hati2 dalam tabayyun. Karena suasanya bertepatan dengan Pilkada. Jadi tabayyun kita adalah apa memang karena murni masalah agama atau politik. Dan kita dituntut bijaksana dalam beragama. Wallahua’lam bishawab.

      Suka

    • Elbow Black berkata:

      Kita hanya bisa saling menasehati. Setelah itu putus tanggung jawab. Menyampaikan jalan yang benar itu tidak perlu dgn cara yang keras. Lembut tapi tegas. Seperti yg dicontohkan oleh Kanjeng Nabi. Sekali lagi wa allahu’alam bidhawab

      Suka

  3. Ars4rzl berkata:

    Ok..matoh bang

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s