Fenomena LGBT | Menurut Ulama

Posted: Februari 13, 2016 in Filsafat, ISLAM, Kasih Tuhan, Khazanah, sharing n completed

KH Hasyim Muzadi menegaskan jika penyelesaian masalah lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) melalui pendekatan hak asasi manusia (HAM) dan demokrasi, bukan merupakan solusi yang tepat.

“Masalah LGBT tidak bisa diselesaikan melalui pendekatan HAM dan demokrasi, karena pada hakikatnya LGBT merupakan kelainan seksual dalam peri kehidupan seseorang,” ucapnya kepada pers di Jakarta, Selasa (2/2/2016) terkait maraknya polemik LGBT.

Menurut tokoh Nahdlatul Ulama (NU) ini, pendekatan yang benar untuk menyelesaikan masalah LGBT adalah melalui prevensi dan rehabilitasi sehingga mereka bisa kembali menjadi normal secara seksual.

Prevensi sendiri dalam istilah psikologi artinya pencegahan, dapat dilakukan sejak masa kanak-kanak sebagai upaya tangkal dini apabila terdapat gejala kelainan seksual. Caranya dengan psikoterapi, penyadaran dan latihan-latihan agar kelainan seks itu tidak menjadi berkembang.

Sementara proses rehabilitasi diperlukan untuk mereka yang sudah terlanjur menjadi bagian dari kelainan tersebut. Sesulit apa pun proses rehabilitasi, upaya itu tetap harus dilakukan agar jumlah LGBT tidak membesar.

“Dalam kaitan ini, perlu diperhatikan bahwa masyarakat umum tidak boleh menjauhi mereka secara diskriminatif, karena sesungguhnya mereka sendiri juga tidak menyukai kelainan tersebut,” imbuhnya.

image

elbowisblack.wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s