Arsip untuk Desember 17, 2012


Mendapatkan Universitas favorit untuk melanjutkan pendidikan adalah sebuah kebanggaan untuk para calon Mahasiswa. Hal tersebut memang selalu menjadi dambaan bagi calon mahasiswa, oleh sebab itu biasanya Universitas-universitas favorit menerima pendaftar yang luar biasa banyak saat penerimaan mahasiswa baru. Di samping akan mmperoleh jaminan kualitas pendidikan yang baik, lulusan dari Universitas terbaik akan lebih di prioritaskan saat mendaftar sebagai karyawan sebuah perusahaan.

Keberadaan Universitas tidak terlepas dari berbagai bermacam-macam image yang beredar di tengah-tengah masyarakat, seperti halnya Universitas dengan orang-orang cerdas, Universitas orang-orang kaya, bahkan ada Universitas yang terkenal karena mahasiswinya cantik-cantik seperti halnya 10 Universitas paling Hot di Amerika ini:

 1.ARIZONA STATE UNIVERSITY

Universitas ini berada antara Tempe dan Phoenix. Tempe dan Phoenix  populer karena tempat ngumpulnya para anak-anak muda baik kulit hitam atau kulit putih. Tempe Mills Avenue adalah salah satu tempat di mana Anda akan menemukan orang-orang  menghabiskan sebagian besar waktu mereka baik tua maupun muda untuk nongkrong di tempat tersebut. Di tempat ini gadis-gadis cantik dan pemuda-pemuda tampan ngumpul untuk berbagai macam hal, belajar, Pestapora, Foya-foya, Free sexs juga terkenal di kalangan remaja kampus.

2. UNIVERSITY OF CALIFORNIA

Universitas ini berada di Santa Barbara, sebuah kota yang cerah secerah para penghuninya. Ada motto untuk kota ini yang cukup menarik yaitu “Pesta Sepanjang Waktu”. University of California  Santa Barbara memiliki reputasi sebagai Universitas dengan gadis-gadis yang sexy dan panas, mahasiswi-mahasiswi disini terkenal juga sebagai “too sexually active” yanitu mahasiswi-mahasiswi yang sangat aktif dalam hal sex

3. FLORIDA STATE UNIVERSITY

Florida State University sangat populer dengan tim sepak bolanya dan 40.000 mahasiswa yang cantik dan panas. Para mahasiswa di Universitas ini terkenal dengan mahasiswa yang suka pesta,hang out dan lain sebagainya. Banyak orang mengatakan bahwa yang menonjol di Universitas ini adalah terdapatnya para Mahasiswi yang Hot dan cantik. Masyarakat setempat mengatakan gadis-gadis disini adalah para mahasiswi yang cantik dan hot 

4. UNIVERSITY OF MIAMI

The University of  Miami menampung sekitar 15.000 siswa. Universitas yang terletak di tepi pantai Miami ini juga terkenal dengan sebuatan The Hot University di Amerika Serikat. Mahasiswa-mahasiswa yang cantik seolah-olah disatukan dngan keindahan dan budaya pantai di tempat tersebut, mahasiswi dengan tubuh indah mengenakan bikini dan pakaian pantai bahkan ketika mereka berada di ruang kelas

5. MICHIGAN STATE UNIVERSITY

Michigan State University adalah surga bagi mereka yang menyukai pesta, hook-up, penelitian, keindahan siswanya dan teman-teman baru.

6. UNIVERSITY OF WISCONSIN

 Universitas ini memiliki 30.000 mahasiswa, Mahasiswinya juga canti-cantik baik yang berkulit hitam maupun yang berkulit putih. Sebuah rumor mengatakan jika anda kuliah di tempat ini anda akan bisa bersenang-senang setiap hari dengan gadis yang berbeda. Di Universitas ini juga ada banyak “Ayam Kampus” yang siap menjajakan tubuhnya untuk kesenangan para pria hidung belang

7. UNIVERSITY OF NEVADA

Apa pendapat anda jika Universitas berada di sbuah kota yang penuh dengan hiruk pikuknya pesta dan kemaksiatan? University Of Nevada terletak di Las Vegas, kota yang penuh dengan orang-orang beragama Materialisme dan tidak pernah berfikir tentang dosa, yang ada di otak mereka hanya pesta dan pesta. Keberadaan Mahasiswa di tempat ini juga terkontaminasi oleh budaya di kota ini, bahkan sebagian mahasiswa ada yang menyebut Universitas ini sebagai SIN-Land yaitu sebuah tempat yang biasa di pakai untuk membuat dosa. Jadi jika Anda ingin jadi penghuni neraka pilihan Universitas ini adalah paling tepat untuk membuat dosa.


Ini adalah sebuah ritual pemakaman yang sangat sadis dan tidak berperikemanusiaan. Betapapun orang sudah tidak bernyawa lagi mestinya jasad tersebut tetap harus di hormati sebagai sesama manusia. Ritual pemakaman seperti ini dapat di jumpai di Tibet, di mana orang yang telah meninggal di taruh di suatu tempat agar di makan oleh burung bangkai atau yang sering kita kenal dengan burung Nasar.

Ritual pemakaman seperti ini di sebut sebagai “pemakaman langit” oleh masyarakat setempat. Mereka meyakini bahwa setiap orang yang meninggal akan mengalami sebuah reinkarnasi. Atas dasar tersebut mereka mempercayai proses reinkarnasi akan berjalan sebagaimana mestinya apabila jasadnya di berikan kepada burung nasar untuk di makan sebagai persembahan suci.

Masyarakat setempat melakukan ini jika seseorang meninggal pada usia di bawah 18 tahun atau pada perempuan yang sedang hamil dan orang yang meninggal karena terserang penyakit menular. Konon mereka percaya bahwa jika jasad tersebut di mangsa oleh burung Nasar maka ruhnya akan mendiami tempat-tempat yang mulia. Mereka akan membiarkan jasad di mangsa oleh burung nasar hingga tersisa tulang-tulang saja.

Pada saat salah seorang anggota keluarga meninggal selama tiga hari mereka akan berdoa dan melafadzkan mantera-mantera. Setelah itu mayat di bawa ke sebuah pegunungan sebelum di biarkan mayat tersebut di mangsa oleh burung nasar mereka menyayat daging mayat dengan pisau tajam, setelah itu mayat di biarkan di cabik dan dikuliti oleh burung nasar hingga tersiasa tulang.

Hanya dalam beberapa menit ratusan burung nasar menyantap habis daging mayat tersebut dan hanya menyisakan tulang. Setelah itu tulang-tulang yang berserakan di kumpulkan dan di hancurkan dengan kapak. Setelah tulang-tulang terpotong kecil-kecl mereka campur dengan makanan yang di sebut “tsampa” setelah itu campuran ini di berikan kembali kepada burung nasar hingga habis tak tersisa

Namun ada keganjilan dalam foto-foto ini, bahwa bisa jadi ini adalah merupakan sebuah pembunuhan, Kita bisa melihat jasad dengan tangan dan kaki yang terikat. Pertanyaannya, jika dia sudah meninggal kenapa harus diikat..?

Kita berharap ajaran seperti ini tidak masuk ke Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Read more: Klik


The Illuminati is the name of many groups, modern and historical, real and fictitious, verified and alleged. Most commonly, however, The Illuminati refers specifically to the Bavarian Illuminati, perhaps the least secret of all secret societies in the world, described below. Most use refers to an alleged shadowy conspiratorial organization which controls world affairs behind the scenes, usually a modern incarnation or continuation of the Bavarian Illuminati.

illuminati01

Illuminati is sometimes used synonymously with New World Order. Illuminati is a Greek word meaning Illumination a name given to those who submitted to Christian baptism. Those who were baptized were called Illuminati or Illuminated / Enlightened Ones by the Ante-Nicene clergy, on the assumption that those who were instructed for baptism in the Apostolic faith had an enlightened understanding. The Alumbrados, a mystical 16th-century Spanish sect, were among the societies that subsequently adopted the name Illuminati.

Origins Since Illuminati literally means ‘enlightened ones’ in Latin, it is natural that several unrelated historical groups have identified themselves as Illuminati. Often, this was due to claims of possessing gnostic texts or other arcane information not generally available. The designation illuminati was also in use from the 14th century by the Brethren of the Free Spirit, and in the 15th century was assumed by other enthusiasts who claimed that the illuminating light came, not by being communicated from an authoritative but secret source, but from within, the result of exalted consciousness, or “enlightenment”. Alumbrados of Spain To the former class belong the alumbrados of Spain. The historian Marcelino Menéndez y Pelayo found the name as early as 1492 (in the form iluminados, 1498), but traced them to a Gnostic origin, and thought their views were promoted in Spain through influences from Italy. One of their earliest leaders, born in Salamanca, a labourer’s daughter known as La Beata de Piedrahita, came under the notice of the Inquisition in 1511, as claiming to hold colloquies with Jesus and the Virgin Mary; some high patronage saved her from a rigorous denunciation. (Menéndez Pelayo, Los Heterodoxos Españoles, 1881, vol. V.). Ignatius Loyola, while studying at Salamanca in 1527, was brought before an ecclesiastical commission on a charge of sympathy with the alumbrados, but escaped with an admonition. Illuminés of France The movement (under the name of Illuminés) seems to have reached France from Seville in 1623, and attained some following in Picardy when joined (1634) by Pierce Guerin, curé of Saint-Georges de Roye, whose followers, known as Gurinets, were suppressed in 1635. A century later, another, more obscure body of Illuminés came to light in the south of France in 1722, and appears to have lingered till 1794, having affinities with those known contemporaneously in Britain as ‘French Prophets’, an offshoot of the Camisards.

Rosicrucians A different class were the Rosicrucians, who claimed to originate in 1407, but rose into notice in 1614 when their main text Fama Fraternitatis appeared; a secret society, that claimed to combine the possession of esoteric principles of religion with the mysteries of alchemy. Their positions are embodied in three anonymous treatises of 1614 (mentioned in Richard and Giraud, Dictionnaire universel des sciences ecclésiastiques, Paris 1825), as well as in the Confessio Fraternitatis of 1615. Rosicrucians also claimed heritage from the Knights Templar. Martinists Later, the title Illuminati was applied to the French Martinists which had been founded in 1754 by Martinez Pasqualis, and to their imitators the Russian Martinists, headed about 1790 by Professor Schwartz of Moscow; both were occultist cabalists and allegorists, absorbing eclectic ideas from Jakob Boehme and Emanuel Swedenborg.

The Bavarian Illuminati History A movement of freethinkers that were the most radical offshoot of The Enlightenment – whose adherents were given the name Illuminati (but who called themselves “Perfectibilists”) – was founded on May 1, 1776 by Jesuit-taught Adam Weishaupt (d. 1830), who was the first lay professor of canon law. The group has also been called the Illuminati Order, the Order of the Illuminati, and the Bavarian Illuminati. In the conservative state of Bavaria, where the progressive and enlightened elector Maximilian III Joseph von Wittelsbach was succeeded (1777) by his conservative heir Karl Theodor, and which was dominated by the Roman Catholic Church and the aristocracy, such an organization did not last long before it was suppressed by the powers of the day. In 1784, the Bavarian government banned all secret societies, including the Illuminati and the Freemasons. The structure of the Illuminati soon collapsed, but while it was in existence many influential intellectuals and progressive politicians counted themselves as members. Its members were supposedly drawn primarily from Masons and former Masons, and although some Masons were known to be members there is no evidence that it was supported by Freemasons. The members pledged obedience to their superiors, and were divided into three main classes: the first, known as the Nursery, encompassed the ascending degrees or offices of Preparation, Novice, Minerval and Illuminatus Minor; the second, known as the Masonry, consisting of the ascending degrees of Illuminatus Major and Illuminatus dirigens, the latter also sometimes called Scotch Knight; the third, designated the Mysteries, was subdivided into the degrees of the Lesser Mysteries (Presbyter and Regent) and those of the Greater Mysteries (Magus and Rex).

illuminati04

Relations with Masonic lodges were established at Munich and Freising in 1780. The order had its branches in most countries of the European continent; its members were reportedly around 3,000-4,000 members in the span of 10 years. The scheme had its attraction for literary men, such as Goethe and Herder, and even for the reigning dukes of Gotha and Weimar. Internal rupture preceded its downfall, which was effected by an edict of the Bavarian government in 1785. Cultural Effect The Bavarian Illuminati have cast a long shadow in popular history thanks to the writings of their opponents; the lurid allegations of conspiracy that have colored the image of the Freemasons have practically opaqued that of the Illuminati. In 1797, Abbe Augustin Barruel published Memoirs Illustrating the History of Jacobinism outlining a vivid conspiracy theory involving the Knights Templar, the Rosicrucians, the Jacobins and the Illuminati. A Scottish Mason and professor of natural history named John Robison started to publish Proofs of a Conspiracy Against all the Religions and Governments of Europe in 1798. Robison claimed to present evidence of an Illuminati conspiracy striving to replace all religions with humanism and all nations with a single world government.

illuminati03

More recently, Antony C. Sutton suggested that the secret society Skull and Bones was founded as the American branch of the Illuminati; others think Scroll and Key had Illuminati origins, as well. Writer Robert Gillette claimed that these Illuminati ultimately intend to establish a world government through assassination, bribery, blackmail, the control of banks and other financial powers, the infiltration of governments, mind control, and by causing wars and revolution to move their own people into higher positions in the political hierarchy. Thomas Jefferson, on the other hand, claimed they intended to spread information and the principles of true morality. He attributed the secrecy of the Illuminati to what he called “the tyranny of a despot and priests”. Both seem to agree that the enemies of the Illuminati were the monarchs of Europe and the Church; Barruél claimed that the French revolution (1789) was engineered and controlled by the Illuminati through the Jacobins, and later conspiracy theorists have also claimed their responsibility for the Russian Revolution (1917), although the order was officially shut down in 1790. Few historians give credence to these views; they regard such claims as the products of over-fertile imaginations.

illuminati02

Several sources suggest that the Bavarian Illuminati survived, and perhaps even exists today. Conspiracy theorists highlight the link between the Illuminati and Freemasonry. It is also suggested that the United States’ founding fathers – some being Freemasons – were rife with corruption from the Illuminati. Often the symbol of the all-seeing pyramid in the Great Seal of the United States is cited as an example of the Illuminati’s ever-present watchful eye over Americans.

Kubangan Mayat Agama Zoroaster

Posted: Desember 17, 2012 in In World

Anda akan terperangah jika baru pertama kali melihat foto-foto ini, ratusan mayat di biarkan membusuk di dalam sebuah bangunan berbentuk lingkaran dan di biarkan di makan oleh burung pemakan bangkai. Dalam pemikiran anda mungkin akan muncul sebuah pertanyaan disisi dunia mana terdapat kengerian seperti itu? Betlkah itu semua adalah perilaku manusia?. Bagi kita ini adalah sebuah kejahatan yang luar biasa terhadap jasad-jasad manusia, namun ternyata ada agama yang menganggap ini adalah sebuah pemulyaan terhadap manusia yang sudah meninggal, iya…. sebuah pemulyaan. Demikianlah keyakinan agama Zoroaster yang menganggap api adalah Tuhan mereka.

Memang begitulah, dengan kacamata budaya dan agama yang berbeda sering kita temukan hal-hal yang kontradiktif terhadap apa yang kita yakini. Kadang suatu hal di anggap mulia namun menurut kita justru hal tersebut adalah gila..!!!

Agama Zoroaster meyakini bahwa tubuh manusia adalah tidak suci sehingga menurut mereka jasad manusia tidak boleh mengotori bumi dan api, atas dasar alasan tersebut jasad manusia tidak boleh di kubur atau di kremasi. Oleh sebab itu orang yang telah meninggal jenazahnya akan di bawa ke kuil Towers of Silence agar di makan oleh burung pemakan bangkai, burung Nasar. Setelah daging telah dimakan habis oleh burung Nasar dan tinggal tersisa tulang maka tulang tersebut akan di buang ke tengah bangunan.

Dalam foto-foto ini anda akan melihat mayat berada di bibir kuil sedangkan di tengah bangunan adalah tulang-tulang yang dagingnya sudah di makan oleh burung Nasar. Sungguh sebuah pemandangan yang mengerikan dan menjijikkan.

Read more: klik


Menurut saya ini adalah keputusan yang sangat berani bahkan bisa dibilang cukup gila DAN BODOH, TIDAK PUNYA OTAK, seorang gadis cantik dan sexy memutuskan untuk hidup telanjang dan menjalankan aktifitas hidupnya sehari-harinya dengan cara seperti itu. Tidak diperoleh informasi secara pasti hingga kapan dia merencanakan cara hidup “nyleneh” ini. Menurutnya dia melakukan ini untuk memberikan contoh kepada siapapun agar tidak malu memperlihatkan anggota tubuhnya hingga anggota tubuh yang paling sensitif sekalipun.

Mungkin gadis ini tidak pernah berfikir dengan mengambil keputusan seperti itu akan berbahaya bagi hidupnya. Apa yang ada padanya adalah sesuatu yang diinginkan oleh para pria apalagi dengan tubuh sexy dan cantik seperti yang dimilikinya. Siapapun bisa memperdayanya dan menikmati tubuhnya, jangankan telanjang, gadis berpakaianpun akan menarik selera pria-pria haus sex bila pakaian yang dikenakan mengundang birahi mereka.

Terlihat dalam foto-foto ini, dia melakukannya enjoy-enjoy saja dan seolah-olah tidak ada rasa malu tergambar di wajahnya, ke pasar, di mall, di dalam pesawat dan lain sebagainya dia melakukannya dengan telanjang. Semoga saja dia mengenakan pakaian saat datang bulan, kalau tidak dia pasti akan tampak seperti  korban penganiayaan, hehehe….

Begitulah budaya barat, semuanya didasarkan atas spirit kebebasan ( KEBEBASAN KEBODOHAN)
APAKAH SEPERTI INI BUDAYA BARAT YANG DIBANGGAKAN….!!!! BUDAYA YANG MEMBUAT RENDAH MARTABAT SEORANG MANUSIA MENJADI LEBIH RENDAH DARIPADA HEWAN…

Read more: klik