T H E O S O F I (menganggap semua agama sama, Liberalisme?)

Posted: Maret 29, 2011 in ISLAM, sharing n completed, Warning

PENDAHULUAN

Pemahaman yang menganggap bahwa semua agama itu sama telah ada di Indonesia sejak lama. Setiap agama diposisikan memiliki kebenaran yang sama, semua menjanjikan kebaikan, membawa keselamatan, mengajarkan kehidupan penuh kasih sayang, dan sebagainya. Pemahaman ini pada giliran selanjutnya menafikan kebenaran absolute dari sebuah agama demi mencapai kehidupan bersama yang toleran. Ketika sebuah agama dianggap memiliki nilai kebenaran yang sama dengan agama lain maka hakikat kebenaran itu sendiri pada gilirannya menjadi absurd dan debatable. Di antara pandangan yang berasas demikian pada era ini antara lain diwakili dengan berkembangnya pluralisme agama. Sedangkan pada masa lampau, paham yang serupa telah disebarluaskan oleh kelompok theosofi.

Theosofi merupakan gerakan trans-nasional yang diijinkan beroperasi di Nusantara dalam masa penjajahan Pemerintah Hindia Belanda. Theosofi ini memiliki kaitan erat dengan organisasi yang dimotori kaum Yahudi yang bernama Freemasonry. Di Hindia Belanda kelompok theosofi ini awalnya bernama Nederlandsch Indische Theosofische Vereeniging (Perkumpulan Theosofi Hindia Belanda) yang merupakan cabang dari perkumpulan theosofi yang bermarkas di Adyar, Madras, India.[1] Di Hindia Belanda kelompok ini didirikan oleh Ir. A. E. Van Blomestein pada 31 Mei 1909. Baru pada 12 November 1912, organisasi ini mendapat pengakuan dari Pemerintah Kolonial Belanda sebagai rechtspersoon (badan hukum) dan anggaran dasarnya dimuat dalam Staatblaad No. 543.[2]

Paham theosofi ini menganggap bahwa semua agama memiliki titik persamaan kebenaran. Dalam menjelaskan paham kesamaan agama ini theosofi sendiri berusaha mengukuhkan posisinya. Theosofi mengklaim bahwa ia berada di atas semua kebenaran agama tersebut. Di satu sisi ajaran theosofi berusaha mengembangkan paham kesamaan dari semua agama dan menjalankan persaudaraan dengan mengabaikan perbedaan agama tersebut. Paham pluralisme agama tercermin secara langsung melalui aplikasi pengelompokkan dan adopsi ” Kebenaran” dari semua agama dunia. Namun demikian, umumnya, ajaran Islam terabaikan pada ”sudut mati” dan sekaligus diposisikan sebagai lawan. Pada wilayah ini theosofi menganggap bahwa ajarannya merupakan ”sari pati” dari agama dan oleh karenanya memiliki posisi lebih tinggi dari agama.

Sebagaimana pluralisme agama, theosofi mengambil ”inti sari” ajaran dari berbagai agama sebagai legitimasi dan justifikasi ajaran sendiri. Upaya ini bukan dilakukan untuk mendukung pengembangan keagamaan yang ada, namun theosofi mengambil langkah ini untuk membuka jalan bagi pencapaian agendanya sendiri terkait kehidupan keagamaan. Tidak jarang interaksi yang dilakukan oleh theosofi bersifat mengaburkan ajaran suatu agama dan perbedaannya dengan agama lain. Prof. Dr. (Buya) Hamka, seorang ulama muslim Indonesia, menganggap bahwa jargon ”penyatuan agama” termasuk dalam ajaran theosofi hanya merupakan upaya trial and error belaka. Karena tidak dibawa oleh nabi dan terbentuk oleh dialektika filosofis spekulatif, maka tidak memiliki ajaran yang kokoh mengakar kuat.[3] Dr. B.M. Schuurman, akademisi Kristen, menyatakan bahwa theosofi sebagai produk olahan dengan dan melalui ”nalar luhur” manusia, tidak akan mampu menemukan kebenaran sejati. Kebenaran menurut theosofi tunduk sebagai hasil pergulatan ”nalar luhur”, sedangkan kebenaran sejati harusnya bersumber dari kehendak Allah, bukan dari nalar sebagai ciptaan. Oleh karenanya theosofi tetap tidak mampu memberikan penjelasan terhadap ”rahasia kehidupan” secara tuntas sebagaimana konsep yang dimiliki oleh agama.[4] Dalam hal ini Schuurman mencoba berdialektika dengan menganggap bahwa ajaran Kristen lebih bermutu tinggi daripada ajaran theosofi.

 

Download E-book : klik

Sumber : klik

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s