Arsip untuk Maret 22, 2011


Foto: Pesawat yang disewa Samaritan’s Purse sarat dengan 93 ton bahan bantuan untuk Sendai

 

Elbow Black – Kelompok atheis di Amerika mendesak masyarakat yang ingin menyumbangkan dana bantuan buat Jepang agar menyumbangkan dana mereka kepada yayasan sekuler daripada yayasan yang berlogokan ‘agama’. Hal ini dikemukan presiden dari American Atheist, David Silverman, sebagaimana dikutip Christian Post.

David meyakini jika kelompok tersebut seperti The Salvation Army dan kelompok Katolik lainnya, menggunakan sebagian dari uang yang didonasikan itu untuk menyebarkan Alkitab.

Menanggapi hal ini, Jennifer Byrd, juru bicara The Salvation Army mengatakan bahwa kelompok mereka adalah organisasi pertama yang langsung membantu, organisasi yang ada ketika tsunami datang. Dan sejak musibah itu, mereka sudah membagikan 1.000 makanan dan minuman hangat. Malam musibah itu terjadi, The Salvation Army menyediakan makanan, minuman, dan tempat perlindungan ketika masyarakat Jepang tidak ada tempat tinggal.

Sejauh ini, yayasan tersebut sudah menerima $2.1 juta untuk menolong penduduk Jepang. Uang itu, menurut Byrd, akan digunakan untuk menyediakan makanan hangat terus menerus, tempat perlindungan, dan juga berbagai bahan pokok lain seperti selimut dan diapers bagi anak-anak yang terimbas bencana ini. Ketika ditanya, kekristenan membagikan apa buat mereka, Byrd menjawab para pekerja mendoakan mereka dan berdoa bersama mereka yang memintanya, bukan dipaksakan begitu saja.

Dia juga tidak memperhatikan ada pembagian distribusi Alkitab di Jepang. Di Amerika, The Salvation Army mengaku tidak membagikan Alkitab ketika sedang melaksanakan gerakan sosial. The Salvation Army mempunyai 1.000 staf yang melayani tunawisma dan yang terluka, mereka punya dua rumah sakit dan 80 pusat penyediaan rumah dan rehabilitasi untuk pria, wanita dan lansia di Jepang.

Kasus Aceh

Kekhawatiran kaum Atheis Amerika mirip yang pernah terjadi di Aceh. Pasca bencana tsunami Aceh 26 Desember 2004,  menjadi momentum besar bagi kalangan Kristen untuk masuk dengan bendera bantuan kemanusiaan. Sebagaian murni membawa bantuan, sebagian justru terang-terangan menyebarkan misi.

Sebuah organisasi kemanusiaan dari kelompok Kristen Evangelis di Philadelphia, misalnya, melepas tim relawan dan armada kemanusiaan untuk dikirim ke zona krisis di Asia Tenggara.

Kelompok religius asal Amerika ini melaporkan telah menerjunkan 55 agen anggotanya yang berangkat ke lokasi korban tsunami. Mereka terdiri dari tim kemanusiaan Palang Merah, the American Jewish World Service, dan Lutheran World Relief. Meski mengirim relawan, mereka mengaku, bantuan itu tidak mengaitkan misi atau mengajak masuk agama tertentu.

Tetapi sebagaian lainnya, bahkan justru terang-terangan membantu sambil mengajak memeluk agamanya. Beberapa kelompok itu adalah kelompok evangelis seperti Southern Baptists International, Gospel for Asia, (GFA) dan the Christian and Missionary Alliance.

“Bencana ini salah satu kesempatan terbesar Tuhan yang diberikan pada kami untuk berbagi cinta Nya dengan orang-orang,” ujar Presiden Gospel for Asia K.P. Yohannan dalam Philadelphia Inquirer kala itu.

Koordinator Southern Baptist, Pat Julian juga mengatakan, tsunami telah menyediakan kesempatan fenomenal bagi para penginjil untuk menyebarkan misi.

Sementara itu, kabar terbaru,  bantuan organisasi Kristen, yang dipimpin oleh Franklin Graham, menyewa sebuah pesawat Boeing 747 yang berangkat yang berangkat dari North Carolina pada hari Jumat ini. Pesawat membawa paket bantuan yang meliputi terpal plastik untuk tempat tinggal, selimut dan perlengkapan kebersihan.

“Saat kami masuk ke Jepang, kami masuk ‘atas nama Yesus Name’,” kata Graham, sebagamana dikutip Samaritan’s Purse.  “Doa saya adalah bahwa persediaan ini akan mewujudkan suatu keringanan bagi jumlah penderitaan yang luar biasa.”

“Saya ingin orang-orang Jepang untuk mengetahui bahwa Tuhan (Yesus) tidak melupakan mereka, bahwa Tuhan tak peduli untuk mereka dan bahwa ia mencintai mereka,” kata anak dari penginjil Billy Graham ini pada siaran CNN hari Jumat.

Mayoritas penduduk Jepang adalah Buddhis atau Shinto, hanya 1,5 persen dari total penduduk nasional mereka yang  Kristen. *

Sumber : klik


 

Foto-foto yang memperlihatkan tentara AS sedang mempermainkan jasad warga sipil Afghanistan yang mereka bunuh, membuat gempar militer AS. Foto-foto itu dipublikasikan majalah mingguan Jerman Der Spiegel.

Para komandan militer AS khawatir foto-foto itu akan memicu kemarahan, bukan hanya di kalangan rakyat Afghanistan, tapi juga publik internasional, sama seperti ketika foto-foto tentara AS yang melecehkan para tawanan di penjara Abu Ghraib di Irak, terpublikasikan beberapa tahun yang lalu. Foto-foto memicu sentimen anti-AS di seluruh dunia.

Foto-foto kebiadaban tentara AS di Afghanistan yang dipublikasikan Der Spiegel, ditakutkan akan menimbulkan dampak yang lebih buruk. Tentara-tentara AS dari unit pasukan tank “US Stryker” ditengarai sengaja menembaki warga sipil Afghanistan di provinsi Kandahar, lalu mempermainkan jasad warga Afghanistan yang tewas akibat serangan mereka. Insiden itu terjadi tahun 2010 kemarin.

Beberapa kasus yang dilakukan “tim pembunuh” dari militer AS itu sudah dibawa ke pengadilan, dimana 12 orang tentara AS kini menjalani proses hukum di Seatlle atas dakwaan membunuh warga sipil. Dakwaan lainnya yang dikenakan pada tentara-tentara AS itu antara lain, melakukan mutilasi jasad warga sipil yang tewas, menyimpan gambar-gambar kondisi korban dan penggunaan narkoba.

Dua belas tentara itu menolak semua dakwaan tersebut. Namun jika kejahatan itu terbukti di pengadilan, mereka terancam hukuman mati.

Kasus-kasus kebiadaban tentara AS di Afghanistan yang sudah terungkap ke publik, membuat publik dunia terkejut, termasuk terungkapnya kebobrokan tentara AS yang terlihat dalam foto-foto yang dipublikasikan Der Spiegel baru-baru ini. Tentara AS itu nampak memotong bagian tubuh warga sipil Afghanistan yang sudah tak bernyawa sebagai “tropi” bagi para tentara AS itu.

Investigasi yang dilakukan Der Spiegel berhasil mendapatkan sekitar 4.000 foto dan rekaman video semacam itu. Namun majalah itu berniat hanya akan memublikasikan tiga foto saja yang memperlihatkan kejahatan yang dilakukan para tentara AS terhadap rakyat Afghanistan.

Militer AS mati-matian untuk mencegah agar foto-foto kekejaman tentaranya tidak lebih banyak lagi tersebar ke publik. Mereka merilis pernyataan berisi permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh foto-foto tersebut.

“Tindakan itu merupakan tindakan yang menjijikan bagi kita sebagai umat manusia, dan bertentangan dengan standar dan nilai-nilai yang berlaku di AS,” demikian pernyataan militer AS.

Der Spiegel dalam artikel panjang yang menyertai foto-foto itu menjelaskan dengan detil betapa sadisnya perilaku tentara-tentara AS. Pada bulan Mei 2010 misalnya, saat berpatroli, pasukan AS menangkap seorang mullah yang sedang bediri di pinggir jalan. Mullah itu dibawa ke pinggir selokan dan disuruh berlutut. Sersan Calvin Gibss, yang memimpin patroli itu, menurut artikel Der Spiegel, lalu melemparkan granat ke arah mullah tadi, pada saat ia diperintahkan menembaknya. Setelah itu, Gibbs memotong kelingking dan mencabut satu gigi mullah yang ia bunuh itu.

Ketika tindakan biadab mereka terbongkar, tim patroli AS itu mengatakan pada atasannya bahwa mereka “terpaksa” membunuh mullah tersebut karena mengancam mereka dengan granat.

Menyusul foto-foto yang dipublikasikan Der Spiegel, organisasi-organisasi yang mempekerjakan staf berkewarganegaraan asing, termasuk staf PBB di Afghanistan diperintahkan untuk tidak keluar rumah atau keluar kantor karena khawatir akan ada aksi balasan.

NATO juga memperketat pengamanan karena khawatir akan serangan balik dari Taliban. Sementara, seorang manajer perusahaan jasa tentara bayaran DynCorp mengirimkan email pada seluruh kliennya. Dalam email itu manajer DynCorp menyatakan bahwa pemublikasian foto-foto kebiadaban tentara AS untuk memicu kemarahan rakyat Afghanistan.

Sumber klik  1 dan 2

 

 

BERBAGI E-BOOK GRATIS

Posted: Maret 22, 2011 in sharing n completed

ASSalamuualaikuummmmmmmmm….!!

Bagi Om dan Tante Muslimer yang baek hati dan Mengagungkan Asma Allah dan melaksanakan segala perintah dan  menjauhi larangan Nya. disini Elbow mau berbagi Elektronik Book (E Book) GRATISSSS……!!!!!!

Elbow hanya minta bayarannya di Akhirat kelak…..:D..:D

SEMOGA BERMANFAAT…..JANGAN PELIT-PELIT ILMU…SALING BERBAGI, SEBARKAN YANG LAEN…YAK OM DAN TANTE….

LANGSUNG MASUK KESINI YA….KLIK

Wassalamu’alaikummmm…Wr..Wb…