Yah / YHWH is a name of the another moon god of the ancient egypt

Posted: Maret 20, 2011 in ISLAM, Khazanah, sharing n completed, Siapakah YESUS f**ckhrist

Yah /YHWH is a name of the another moon god of the ancient egypt

Halleluya = Pujilah Dewa Bulan

Gambar : Yah atau dewa bulan mesir kuno

 

Para pembaca muslim yang dirahmati Allah SWT., dan para pembaca Kafir yang dilaknati Allah SWT dan seluruh alam semesta ciptaaNya., sekarang kita akan melihat suatu keterangan bukti siapa sebenarnya yang menyembah dewa bulan, zaman dulu Allah memang dianggap dewa bulan oleh orang-orang arab pagan, karena pada saat Nabi ismael wafat akhirnya pergeseran demi pergeseran dari ajaran ibrahim yang benarpun mulai menyimpang yaitu penyembahan terhadap dewa bulan yang dibawa oleh orang – orang mesir tapi tindakan mereka tidak dapat memperkenalkan dewa Yah kepada orang-orang arab karena seperti yang kita ketahui orang arab sangat kuat dalam menjaga tradisi nenek moyang, maka timbul ide orang-orang pagan mesir mengatakan bahwa dewa bulan yang mereka sembah bernama Allah hal ini merupakan metode yang juga dilakukan oleh kaum
pagan yunani yaitu paulus dalam memperkenalkan Isa sebagai Je Zeus kepada orang romawi, akhirnya hingga kedatangan rasulullah orang-orang arab menjadi memiliki kepercayaan bahwa Allah itu dewa bulan, dan dengan kedatangan rasulullah Allah SWT. kembali sebagai sebutan kepada Tuhan yang sejati pencipta Alam semesta, bukan lagi sebutan untuk dewa bulan.

Suatu kesalahan yang telah terjadi sejak turun temurun yang dilakukan oleh umat Yahudi dan Kristen adalah pemujaan terhadap Yah, umat kristen begitu ngotot bahwa tuhannya Ibrahim bernama Yah Weh, dan Allah SWT adalah dewa bulan, ternyata hal tersebut sangat berbeda dengan kenyataan, ternyata dewa bulan yang sesungguhnya adalah YHWH, dan umat kristen dan yahudi selalu memujanya dalam ucapan Haleluya.

Satu lagi bukti, Allah SWT. adalah tuhannya Ibrahim adalah pengakuan dari para pakar dan sarjana bible sendiri. Hal ini disadari oleh para pakar alkitab di Indonesia dan di situs Sabda, sehingga mereka tetap mengatakan Allah adalah nama tuhan dan YHWH adalah hanya gelar seperti halnya adonai, god, ataupun tuhan ataupun king. Tapi ada orang kafir yang begitu sok dan ngotot mengumbar
kebodohan dan kemaluan sendiri disetiap web dan bahkan buat blok sendiri untuk pamer kemaluan, dan mengatakan YHWH lah tuhan sejadi dan Allah adalah dewa bulan, tidak taunya dia membuka pengetahuan kita untuk mencari tau apa itu Yhwh ternyata para ahli memang sengaja tidak berani mengatakan bahwa YHWH adalah nama tuhan adalah suatu alasan nya karena
YHWH ditemukan sebagai nama dari dewa pagan Mesir kuno. Hal yang dilakukan Duladi atau Baidowi ternyata telah membuka borok yahudi selebar-lebarnya bahwa yang mereka sembah adalah Dewa bulan.

Ok sekarang kita dalam dujul Haleluya, maka kita akan membahas Yah atau Ya atau Ia yang terdapat pada kalimat “Halelu Ya”. menurut orang-orang yahudi sebutan Haleluya berarti pujilah tuhan. “Ya”sengaja diartikan sebagai Tuhan karena kata Ya terdapat pada “Yahweh”. Benarkah Ya atau Ia atau Yah adalah berarti Tuhan? Ini adalah dewa bulan, di babilonia para pagan
menyebut dewa bulan dengan sebutan “Ya, Ia ataupun Yah” dewa ini bencong alias memiliki dua identitas sebagai laki-laki dan perempuan. Tidak berjenis kelamin dan tidak menikah, kemudian ada yang benar ama “Shua” adalah sebutan untuk dewa langit, jadi ketika orang menggabungkan kedua kata Ia dan Shua maka akan terbentuk dua dewa pagan sekaligus, yaitu Dewa bulan dan Dewa langit, jadi YahShua atau IaShua adalah sebutan nama untuk Dewa Bulan dan Dewa Langit

Suatu keanehan, alkitab mumuat nama dewa bulan bangsa babilonia sebagai nama lain dari dewa bulan yaitu baal, mereka bangsa yahudi telah murtad setelah mereka mulai memuja berhala EHYEH, bulan dalam bahasa Ibrani berarti yareach, dan ini sama dengan sebutan untuk YHWH, Ibrani modern mengeja ini sengaja berbeda, untuk menyimpangkan identitas asli dari dewa pagan mesir kuno. Tapi tidak masalah, para sarjana sangat mengetahui ini adalah benar. Bukti para sarjanapun sangat berlimpah untuk bisa dan tak pernah bisa tersanggah oleh orang yahudi bahwa YHWH adalah Dewa bulan. Dan mereka para yahudi dan kristen telah lama menjadi
penyembah berhala.

Hal yang dilihat dan pengalaman-pengalaman bangsa bani israel selama dimesir dulu selalu membayangi bangsa bani Israel ini. Yang mana kehidupan dengan dewa-dewa dan kekuatan sihir dari mesir kuno dan majikan mereka. Mereka benar-benar tidak bisa meninggalkan tradisi yang mereka lakukan secara turun temurun sejak mereka dalam perbudakan bangsa
mesir kuno.

Walau sebelumnya telah diperingatkan oleh Musa, bani Israil tetap dalam penentangan mereka, dan ketika Musa meninggalkan mereka, mendaki Gunung Sinai seorang diri, penentangan itu tampak sepenuhnya. Dengan memanfaatkan ketiadaan Musa, tampillah seorang bernama Samiri. Dia meniup-niup kecenderungan bani Israil kepada apa yang dilakukan oleh majikan mereka dulu yaitu menyembah berhala. dan membujuk mereka untuk membuat patung seekor anak sapi dan menyembahnya. Konon kisah berhala
tersebut terbuat dari emas yang didalamnya dimasukkan tanah pijakan Nabi Musa dan Dengan sedikit mantra yang dilihat waktu majikannya dulu berbuat sihir maka patung tersebutpun dapat berbicara, sihir itu disebut Kabbalah.

Kecenderungan bani Israil terhadap keberhalaan Mesir Kuno dan dewa Yah (dewa Bulan), yang telah kita gambarkan di sini, penting untuk dipahami dan memberi kita wawasan tentang perubahan dari teks Taurat  Penyisipan ajaran keberhalaan mesir kuno oleh umat yahudi ini sudah menjadi kekhawatiran dalam diri Musa sendiri, ke khawatiran Musa tertulis dalam kitab ulangan 31:26 “Ambillah kitab Taurat ini dan letakkanlah di samping tabut perjanjian TUHAN, Allahmu, supaya menjadi saksi di situ terhadap engkau. 31:27 Sebab aku mengenal kedegilan dan tegar tengkukmu. Sedangkan sekarang, selagi aku hidup bersama-sama dengan kamu, kamu sudah menunjukkan kedegilanmu terhadap TUHAN, terlebih lagi nanti sesudah aku mati. (takut diubah isi taurat oleh orang israel)

Bukti penyimpangan-penyimpangan bangsa Israel kepada dewa mesir kuno banyak tercatat dalam Alkitab, seperti dalam: Bilangan 22:41 dan Num 25:3, hakim-hakim 2:13, 8:33; 2raja2 23:13, 1:2, 16:16, 23:13, 1raja 211:33 Mazmur 68:4 2Tawarikh 33:3; Yehezkiel 8:16; 8:1 dan lainya.

Nah kembali kepada Haleluya apakah artinya? Dalam bahasa Ibrani Halelu berarti “Puji” dan Ya adalah dewa bulan Lihat disini nama-nama dewa mesir kuno

Jadi haleluya artinya adalah puji dewa bulan

Umat kristen terpelajar memang sangat menyembunyikan itu dan berusaha untuk mengatakan bahwa Tuhan ibrahim adalah Allah, lihat situs Sabda sangat jelas YHWH diartikan sebagai gelar sebutan saja bukan nama pribadi tuhan, YHWH sama dengan Adonai, King, Tuhan, dll. Tapi KRISTEN begitu ngotot mengatakan bahwa Tuhan Ibrahim dalam alkitab adalah YHWH sampai kirim surat ke LAI untuk merubah terjemahan Tuhan jadi YHWH, ga bisa dibayangin pasti orang LAI mentertawakan kebodohan ini.
=================================

Yah – Another Moon God

It is interesting that the earliest references to the name Yah (Yaeh) refer to the moon as a satellite of the earth in its physical form. From this, the term becomes conceptualized as a lunar deity, pictorially anthropomorphic but whose manifestations, from hieroglyphic evidence, can include the crescent of the new moon, the ibis and the falcon, which is comparable to the other moon deities,  Thoth and Khonsu.

Of course, the complexity and controversy of Yah stem from the term’s similarity to the  early form of the name for the modern god of the Jews (Yahweh), Christians and Muslims, as well as the fact that their ancestors were so intermingled with those of the Egyptians. In fact, this distinctive attribute of this god makes research on his ancient Egyptian mythology all the more difficult.

Little is really known of  this god’s cult, and there is no references to actual temples or locations where he may have been worshipped.

However, among ancient references, we do seem to find in the Papyrus of Ani several references to the god, though here, his name has been translated as Lah:

In Chapter 2:

“A spell to come forth by day and live after dying. Words spoken by the Osiris Ani:
O One, bright as the moon-god Iah; O One, shining as Iah;
This Osiris Ani comes forth among these your multitudes outside, bringing himself back as a shining one. He has opened the netherworld.
Lo, the Osiris Osiris [sic] Ani comes forth by day, and does as he desires on earth among the living.”

And again, in Chapter 18:

“[A spell to] cross over into the land of Amentet by day. Words spoken by the Osiris Ani:
Hermopolis is open; my head is sealed [by] Thoth.
The eye of Horus is perfect; I have delivered the eye of Horus, and my ornament is glorious on the forehead of Ra, the father of the gods.
Osiris is the one who is in Amentet. Indeed, Osiris knows who is not there; I am not there.
I am the moon-god Iah among the gods; I do not fail.
Indeed, Horus stands; he reckons you among the gods.”

The high point in Yah’s popularity can be found following the the  Middle Kingdom when many people immigrated from the Levant and the  Hyksos ruled Egypt. Hence, it is likely that contact with the regions of Palestine, Syria and Babylon were important in the development of this god in Egypt. George Hart, in his “A Dictionary of Egyptian Gods and Goddesses” believes that these foreigners in Egypt may have associated Yah with the Akkadian moon-god, Sin, who had an important temple at Harron in north Syria. Like Thoth, Sin was a god of Wisdom, but his other epithets included “Brother of the Earth”, Father of the Sun, Father of Gods, as well as others.

Later during the New Kingdom within the Theban royal family, and not so strangely, even though it was they who expunged these foreign rulers from Egypt, the name of the god Yah was incorporated into their names. The daughter of the 17th Dynasty king, Tao I, was Yah-hotep, meaning “Yah is content”. The name of the next and last ruler of the 17th Dynasty, Kamose, may have also been derived from Yah. His name means “”the bull is born”, and this might be the Egyptian equivalent of the epithet applied to Sin describing him as a “young bull…with strong horns (i.e. the tips of the crescent moon). Also another interpretation of the name of the founder of the 18th Dynasty, Ahmose, is Yahmose, which would mean “Yah is born”. However, this was not the only name associated with Hyksos gods to be adopted by these Egyptians.

In the tomb of Tuthmosis III of the 18th Dynasty, who is often called the Napoleon of Egypt, and who was perhaps responsible for Egypt’s greatest expansion into the Levant, there is a scene where the king is accompanied by his mother and three queens, including Sit-Yah, the “daughter of the moon-god”. However, after this period, the traces of Yah’s moon cult in Egypt appear to be sporadic.

At this point, and because this is a scholarly work, we need to point out several important elements surrounding the name of this ancient Egyptian god, beginning with the fact that most Egyptologists throughout the history of that discipline have had difficulty agreeing on the translation of names from ancient text. Of course, this is not unique to Egyptologists, but is a problem throughout ancient studies.

Secondly, the references on Yah as an Egyptian moon god are slim. The best available documentation is that of George Hart, “A Dictionary of Egyptian Gods and Goddesses”, but few other scholarly references make mention of this specific Egyptian deity.

Now as an observation, the fact that this deity’s name appears so similar to the early form of the Hebrew God, may mean little if anything. A powerful god of one region was often taken by another, including the Egyptians, and almost completely redefined.

In any event, this god did not attain a very high regard within Egypt, and it is unlikely that he had any major effect on the religion of others in his Egyptian form. Rather, it was the Egyptians in this case who were influenced from without.

sumber klik

Iklan
Komentar
  1. hadiyono berkata:

    hahahahahahahahahahahahaha ngomong g ada bukti nyata

    Suka

  2. aan berkata:

    Trima kasih , sangat berguna

    Suka

  3. Murtad berkata:

    Umat muslim sudah frustasi. Perbanyaklah belajar mengenai Kristen…
    http://id.wikipedia.org/wiki/Haleluyah

    Suka

    • Elbow Black berkata:

      hahaha….seharusnya Kristen yang harus belajar lebih dalam tentang agamanya….karena selama ini keyakinannya itu tidak masuk akal..hahaha..tapi terserah kembali kepada keyakinan, kalo lu yakin tanpa dasar ..silahkan saja..haha

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s