Peran Muslim Aktif di Media Mampu Kikis Islamophobia di AS

Posted: Maret 7, 2011 in ISLAM, Kasih Tuhan, Khazanah, sharing n completed

NEW YORK (Elbowisblack) – Sebuah kantor berita radio The Voice of Russia yang berbasis di New York mengangkat permasalahan tentang Muslim di Amerika dengan mewawancarai Dr. Ihsan Bagby, seorang kolega Profesor  Studi Islam di Universitas Kentucky.

Ketika ditanya tentang adanya permasalahan peradaban di antara komunitas Muslim dan komunitas non-Muslim di AS, profesor tersebut menjawab pada awalnya bahwa sebenarnya tidak ada masalah peradaban, karena komunitas Muslim berintegrasi dengan baik ke dalam masyarakat Amerika.

“Muslim Amerika memiliki gaji rata-rata lebih tinggi dari seorang warga Amerika biasa, tingkatan pendidikan rata-rata mereka lebih tinggi dari pada seorang Amerika biasa. Sehingga komunitas Muslim Amerika terdidik dengan baik, dan berintegrasi di dalam masyarakat Amerika. Bagaimanapun juga, komunitas Muslim Amerika belum pernah benar-benar diterima menjadi bagian dari Amerika, dan sekarang ada begitu banyak suara di Amerika yang pada dasarnya ingin mengesampingkan komunitas Muslim Amerika,” profesor tersebut mengatakan. Ia menambahkan bahwa sebenarnya, “di permukaan seharusnya tidak ada masalah, namun pada faktanya ada sebuah masalah tentang hubungan antara Muslim di Amerika dan masyarakat umum Amerika.”

Menanggapi pertanyaan penyiar radio tentang apakah masalah tersebut dibuat-buat, profesor tersebut beranggapan bahwa masalah tersebut adalah sebuah proses penerimaan dari kelompok yang dengan jelas berbeda di dalam masyarakat.

“Di Amerika pada khususnya, kami memiliki sebuah gagasan tentang menerima semua orang, semua orang adalah setara selama mereka berkomitmen dalam dirinya sendiri pada cita-cita Amerika,” ia mengatakan.

“Bagaimanapun juga, dalam kenyataannya, di dalam sejarah hampir setiap kelompok imigran yang telah datang ke Amerika telah berjuang untuk menerima penerimaan tersebut, bahkan di tahun 1800-an ketika orang-orang Irlandia tidak diterima, ada diskriminasi hebat terhadap mereka. Dan kemudian orang-orang Yahudi, dan bahkan orang-orang Eropa Timur yang datang ke Amerika tidak diterima sampai Perang Dunia II, bahwa Yahudi benar-benar diterima sebagai bagian dari Amerika, dan sekarang Muslim akan melalui proses pertempuran untuk penerimaan mereka, untuk tempat mereka di sini, di Amerika.”

Profesor tersebut juga melanjutkan bahwa “ada suara-suara, sama halnya yang dikatakan ketika pada tahun 1800-an, atau pada awal tahun 1900-an di negara ini, mengatakan bahwa orang-orang Irlandia atau Yahudi ini bukan bagian dari Amerika, mengatakan bahwa mereka memiliki peradaban yang berbeda, mereka akan mengatakan hal ini, bahwa orang Irlandia memiliki sebuah kebudayaan berbeda, mereka tidak akan bercampur, karena perbedaan kebudayaan ini, orang-orang tersebut tidak dapat berintegrasi di dalam Amerika, karena mereka berpikir dengan cara berebda, mereka memiliki sikap yang berbeda, sehingga hal yang sama terjadi sekarang dengan Muslim – beberapa orang berkata bahwa telah ada sebuah kebudayaan yang berbeda, sebuah cara berpikir yang berbeda, dan tidak mungkin mereka akan mampu berintegrasi di dalam masyarakat Amerika. Hal itu benar-benar salah, dan hal itu hanya prasangka buruk dan diskriminasi.

Untuk membedakan antara Islam sebenarnya dengan apa yang pada umumnya diterima sebagai sentimen ekstrimis Muslim, profesor tersebut menjelaskan bahwa mereka yang disebut sebagai ekstrimis biasanya dan bahkan di dalam pengalaman Muslim sendiri, sebagian besar ekstrimis tidak ingin menjadi terlibat di dalam masyarakat, mereka ingin mempertahankan kebudayaan mereka dari masyarakat secara independen, namun mereka tidak memerangi masyarakat, mereka hanya ingin hidup terpisah dari masyarakat.

Wawancara tersebut juga membahas tentang maraknya usulan undang-undang pelarangan penggunaan hukum Syariah di pengadilan negara bagian. Ketika ditanya tentang apakah penundaan RUU tersebut merupakan reaksi bagian dari organisasi Islam Amerika, profesor Bagby menegaskan bahwa “tidak ada seorang pun di dalam organisasi Muslim AS yang akan bergabung. Dan saya pikir ini adalah salah satu dari mengapa mereka menunda RUU tersebut, karena ada kurangnya dukungan di dalam komunitas Muslim Amerika.”

Ketika ditanya tentang usulan legislasi yang menyerukan hukum syariah sebagai sebuah kejahatan besar, profesor Bagby menegaskan kembali bahwa ada suara-suara di dalam masyarakat Amerika dari sebuah segmen tertentu, bahwa itu semua adalah prasangka, terhadap orang-orang yang mereka rasa tidak sesuai masuk ke dalam Amerika.

“Ada sebuah tradisi lama tentang prasangka terhadap orang-orang non-putih, terhadap orang-orang non-Kristen. Ini adalah sebuah tren yang sangat jelas. Saya pikir para pihak oposisi Islam dan Muslim mengangkat tren tersebut, semua orang yang memegang semua pandangan tersebut, sekarang memiliki sebuah target publik. Sebelum beberapa waktu lalu, Anda dapat secara publik mengatakan kata-kata negatif, Anda dapat mengutuk seseorang, sekarang dalam 20 tahun terakhir Anda tidak dapat melakukannya lagi. Anda dapat mengatakannya, ada kebebasan berbicara di Amerika, namun akan ada begitu banyak pengutukan dari rasisme Anda, bahwa sebagian besar orang tidak mengatakan hal tersebut lagi di publik, Anda tidak dapat melarikan diri lagi sekarang. Namun sekarang Anda memiliki orang hitam baru  ini – Muslim, jadi orang-orang dapat menunjukkan semua kebencian mereka kepada Muslim.”

Untuk mengatasi perbedaan tersebut, Profesor Bagby menyarankan bahwa komunitas Muslim harus menjadi aktif di dalam media dan dalam arena politik untuk membela diri mereka sendiri. Profesor tersebut mengambil sebuah contoh yang terjadi di Oklahoma di mana para legislator meloloskan RUU tentang pelarangan Syariah. Komunitas Muslim membawa masalah tersebut ke pengadilan, dan keputusannya adalah untuk menghentikan implementasi amandamen baru tersebut. Muslim aktif, dan mereka menghentikan RUU tersebut bahkan sebelum RUU tersebut mejadi legislasi. Untuk hal lainnya bahwa komunitas Muslim harus terlibat di dalam masyarakat, tidak membela diri mereka sendiri, namun hanya terlibat di dalam masyarakat, menunjukkan wajah baik-baik Islam, dan hal tersebut sebenarnya terjadi, komunitas Muslim jauh lebih aktif di dalam layanan masyarakat, hanya menjadi warga negara yang baik, dan hal tersebut juga terjadi.klik

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s