AS Melatih Penegak Hukumnya Takut Pada “Terorisme” Islam

Posted: Maret 7, 2011 in ISLAM, Khazanah, sharing n completed

Artikel dibawah ini, mirip sekali dengan Doktrin yang ditanamkan oleh pendeta (misionaris) ke domba-domba nya, sehingga menambah kebencian terhadap Islam (muslim). memutar balikkan fakta. dan menggambarkan bahwa mereka sangat ketakutan dengan Islam, apabila Islam menjadi Agama Dunia. sebenarnya tidak ada yang ditakutkan dalam Islam. karena konsep ajarannya tidak penuh rekayasa. sangat logis, rasional dan murni

FLORIDA (Elbowisblack)  – Pada pagi hari di bulan Januari 2010 yang cerah, di Broward College, Davie, Florida, sekitar 60 petugas polisi dan agen penegak hukum lainnya berkumpul di ruang kuliah untuk sebuah diskusi tentang memberantas terorisme di negara bagian tersebut. Beberapa berpakaian bebas, lainnya memakai seragam. Sang instruktur, Sam Kharoba, berdiri di depan ruang mereview slide PowerPoint di laptopnya.

Kharoba memaparkan bagaimana dia akan mengajarkan pada peserta dasar-dasar tentang Islam. “Kita sering mendengar pernyataan,” ujar Kharoba memulai, “Bahwa Islam adalah agama yang damai dan kita sering mendengar tentang jihadis yang berusaha membunuh sebanyak mungkin non-Muslim.” Kuliah Kharoba akan menetapkan bagi pesertanya bahwa salah satu dari kisah itu berbicara tentang kebenaran Islam, dan yang lainnya adalah kebohongan.

“Berapa banyak serangan teror yang terjadi sejak 11 September? Serangan teror Muslim,” tanya Kharoba ke seisi ruangan. Hening.

“Lebih dari seratus,” ujar seorang hadirin. Yang lainnya meneriakkan angka tiga ratus kemudian seribu.

“Lebih dari 13.000,” ujar Kharoba. “Lebih dari 13.000 serangan.”

Dia memperlihatkan pada kelas beberapa foto yang diambil di Jalur Gaza. “Ini adalah versi Arab dari sebuah jalur,” ujarnya, menunjuk pada sebuah foto dari seorang warga Palestina yang terburu-buru pergi ke agen paspor. Kemudian dia memperlihatkan sebuah video YouTube dari dua pria berpakaian bebas yang memukuli seorang tahanan. “Inilah yang didapatkan di dunia Arab,” ujarnya.

Amerika terlalu benar secara politik untuk mengakui realita fanatisme Islam, ujar Kharoba. “Apakah Islam akan ditolerir jika semua orang tahu pesannya yang sebenarnya?” tanya Kharoba. “Dari perspektif seorang Muslim, apakah kau ingin non-Muslim tahu yang sesungguhnya tentang Islam?”

“Tidak!” jawab hadirin.

“Lalu apa yang dilakukan kaum Muslim?” tanya Kharoba.

“Berbohong!”

“Islam adalah agama radikal yang penuh kekerasan yang mengamanatkan agar seluruh bumi menjadi Muslim,” ujar Kharoba.

Meskipun pandangan itu sepenuhnya adalah milik Kharoba sendiri, fakta bahwa dia mengajarkannya mencerminkan pergeseran dalam pemikiran resmi Amerika tentang penegakan hukum dan pengumpulan intelijen. Beberapa tahun terakhir, AS menjadi semakin berkomitmen pada ide melibatkan polisi lokal ke dalam perburuan teroris.

Di tahun 2002, Kesatuan Tugas Terorisme Gabungan Nasional dibentuk untuk mengkoordinir upaya kerjasama di antara penegak hukum lokal, negara bagian, dan federal. Dan sejak tahun 2006, Departemen Kehakiman mengembangkan sebuah program berjudul Inisiatif Melaporkan Aktivitas Mencurigakan di Lingkup Nasional, melalui mana polisi lokal dimaksudkan untuk bertindak sebagai pengumpul intelijen di lapangan, menyampaikan laporan tentang kegiatan mencurigakan ke jaringan data di pusat fusi yang tersebar di seluruh penjuru negeri. klik

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s