Arsip untuk Februari 26, 2011


waowwww……..pertamaxx…. 😀

KOTA KAUM A'AD ... Umat Nabi Hud Saudi Arabia sebenarnya menyimpan banyak sekali bangunan pra sejarah yang menakjubkan, terutama berkaitan dengan sejarah kaum-kaum para Nabi yang dalam al-Qur'an dimusnahkan karena mungkar dan ingkar. Bahkan dibanding Petra yang disebut sebagai puncak arsitektur kaum nomaden Arab Kuno dengan mengukir gunung  batu, jauh lebih bagus . rub'ul alkhaaly / empty quarter adalah gurun yang membelah Oman-Yaman dan Saudi, lokasi kota Aad berada di Provinci … Read More

via RODA 2 BLOG


Serangkaian teori, konsep dan pemikiran yang diuraikan pada pembahasan sebelumnya Agama dan Tuhan, Pandangan Kaum Atheis disadari atau pun tidak telah memperangkap kebanyakan orang dalam paradigma kaum Atheis yang menolak keberadaan agama, Tuhan dan ajarannya. Dalam Bab 2 ini penulis mencoba untuk kembali mendiskusikan konsep dan pemikiran tersebut dengan kejernihan dan ketajaman berpikir kita. Dalam pembahasan ini diharapkan akan timbul kesadaran pembaca akan kekeliruan dalam cara pandang dan pola berpikir selama ini.

1. Manusia, Makhluk yang Lemah

Dalam diri manusia terdapat suatu potensi yang disebut akal atau rasio. Akal berfungsi untuk berpikir, dalam rangka mendapatkan pengetahuan dan mencari kebenaran. Mencari kebenaran merupakan hasrat manusiawi, sebagai makhluk yang berakal. Guna mendapatkan pengetahuan dan kebenaran tersebut, dalam diri manusia juga dilengkapi perangkat yang namanya panca indera berupa mata, telinga, hidung, kulit dan lidah. Dengan panca indera ini manusia berusaha untuk menangkap fenomena alam dan lingkungan, yang kemudian akan ditransfer ke dalam akal untuk diolah menjadi sebuah pengetahuan. Dengan proses menangkap fenomena alam oleh panca indera dan menstranfer ke dalam akal, secara menerus itulah, manusia berusaha untuk mencari kebenaran. Namun panca indera yang digunakan untuk mengenali dan menangkap fenomena alam dan lingkungan ini memiliki keterbatasan dan kelemahan. Mata misalnya, hanya dapat melihat pada jarak tertentu saja dan menginformasikan dengan benar apa yang dilihatnya. Tetapi diluar jarak yang mampu dilihatnya itu, mata tak mampu melihat obyek secara tepat, sehingga yang diinformasikan ke dalam akal pun pengetahuan yang keliru. Terhadap obyek yang cukup jauh mata tak mampu melihat secara tepat, seperti melihat gunung dalam jarak yang jauh seolah berwarna biru, melihat laut seolah berwarna biru, melihat dua garis sejajar (rel kereta api) seolah bertemu pada satu titik, melihat pinsil yang dimasukkan sebagian ke dalam air di ember seolah patah dan masih banyak lagi contoh lainnya. Telinga dalam fungsinya sebagai indera pendengar, juga memiliki keterbatasan. Telinga hanya mampu mendengarkan suara dengan frekuensi tertentu saja. Pada suara yang sangat lemah ataupun suara yang sangat keras, telinga tak dapat berfungsi dan menginformasikannya pada akal. Dan sering informasi yang ditangkappun keliru ketika ditransfer ke akal. Demikian pula indera-indera lainnya memiliki keterbatasan dan kelemahan. Padahal panca indera inilah yang diandalkan untuk memberikan masukan pengetahuan pada akal/otak untuk dianalisis dan disimpulkan menjadi suatu kebenaran. Akal atau rasio manusia yang digunakan untuk berpikir, mengolah informasi mengenai fenomena alam dan lingkungan yang diberikan oleh panca indera ternyata juga memiliki keterbatasan dan kelemahan. Memang dengan akal manusia bisa mengolah informasi, membentuk pengertian-pengertian, pendapat-pendapat, kesimpulan- kesimpulan suatu pengetahuan. Tetapi pengetahuan yang mampu didapatkan sebatas pada informasi yang diberikan oleh panca indera (yang sering keliru), dan kemampuan berpikirnya juga sebatas pengalaman-pengalaman yang pernah didapatnya. Kalaupun berpikir untuk sebuah idea dan gagasan baru, tetap terbatas pada abstraksi yang mampu dibentuknya yang sifatnya subyektif. Sehingga belum tentu bisa diterima orang lain dan komunitas lainnya. Maka kebenaran yang didapatnya adalah kebenaran yang subyektif, kebenaran yang relative sifatnya. Tidak bisa dijadikan sebagai pedoman. Emmanuel Kant (1724-1804) dalam bukunya yang terkenal Critic der Theoritische Vernunft, mengakui akan keterbatasan akal manusia. Dia menandaskan bahwa penyelidikan dengan akal (budi) benar-benar dapat memberikan sesuatu pengetahuan mengenai dunia yang tampak, akan tetapi akal (budi) itu sendiri tidak sanggup untuk membeikan kepastian-kepastian, dan bahwa berkenaan dengan pertanyaan-pertanyaan terdalam mengenai Tuhan, manusia, dunia, dan akhirat, akal (budi) manusia itu tidak mungkin memperoleh kepastian-kepastian, melainkan hidup dalam pengandaian.

2. Kelemahan Teori-teori Filsafat Barat

Teori dan konsep filsafat barat yang telah mempengaruhi cara pandang dan pola berpikir kebanyakan orang selama ini juga terdapat banyak kelemahannya. Marilah kita coba bahas teori dan konsep yang ada pada bab satu secara rinci sebagai berikut:

a. Klarifikasi atas Pandangan Marx

Menurut Marx, agama sebagai candu masyarakat. Dalam pandangan Marx, agama seperti candu, ia memberikan harapan-harapan semu, dapat membantu orang untuk sementara waktu melupakan masalah real hidupnya. Seorang yang sedang terbius oleh candu/opium dengan sendirinya akan lupa dengan diri dan masalah yang sedang dihadapinya. Bagi Marx, agama juga merupakan medium dari ilusi sosial. Agama tidak berkembang karena ada kesadaran dari manusia akan pembebasan sejati, tetapi lebih karena kondisi yang diciptakan oleh orang-orang yang memiliki kuasa untuk melanggengkan kekuasaannya. Propaganda agama yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kekuasaan dipandang oleh Marx sebagai sikap meracuni masyarakat. Pernyataan Marx bahwa agama sebagai candu masyarakat, muncul tatkala dia mengamati realitas empiris di sekitarnya pada saat itu, dimana orang beragama dan melakukan ritualitas karena menghindari realitas hidup yang dihadapinya dan agama mampu meninabobokan para penganut agama tersebut. Juga masalah penyebaran agama yang dilakukan oleh tokoh-tokoh agama untuk melanggengkan kekuasaan bisa dimaklumi, karena memang demikian kenyataan saat itu. Dan ini terjadi pada agama Kristiani, yang menjadi fokus kritik Marx pada fungsi politik agama, khususnya yang menjadikan agama sebagai ideologi Negara. Agama telah dijadikan alat pukul oleh Negara untuk membungkam para pemeluknya yang memprotes sikap otoriter para pemimpin politik dan ekonomi Prussia.

Pandangan Marx tersebut tak bisa digunakan untuk menggeneralisir semua agama. Juga keterbatasan kemampuan Marx dalam memahami tentang agama secara hakekat, maksud dan tujuan-lah yang mengantarkannya pada pengetahuan tersebut.

b. Materi Bukan Segalanya

Materialisme menganggap segala yang ada adalah materi. Unsur pokok, dasar dan hakekat segala sesuatu yang ada itu materi. Materi adalah suatu yang abadi, tidak diciptakan dan ada dengan sendirinya. Materi adalah awal dan akhir kehidupan. Paham materialisme menganggap pikiran, gagasan dan idea merupakan hasil dari kerja materi. Pada akhirnya paham materialisme mengingkari keberadaan agama dan Tuhan. Pandangan yang menyatakan bahwa segala yang ada materi adalah sebuah kekeliruan. Dalam diri manusia sendiri, disamping adanya materi juga ada unsur non materi yang mampu menggerakkan tubuh materinya. Yang membuat tubuh materi tersebut hidup. Dan ketika manusia meninggal, ada sesuatu yang lepas dari tubuh materinya. Lalu bagaimana materialisme memandang sesuatu (yang non materi) yang lepas dari tubuh tersebut?

Dalam kehidupannya, manusia juga dihadapkan berbagai hal yang non materi. Energi listrik yang mampu menggerakkan peralatan elektronik, yang terdiri dari elektronelektron bersifat gelombang tak bisa dikatakan sebagai materi. Energi tersebut

kenyataannya ada, dan manusia tak pernah dapat menangkapnya secara langsung. Masih banyak lagi dalam dunia ini “sesuatu” yang bukan materi. Dus anggapan bahwa segala sesuatu adalah materi tidak lah tepat. Dan teori materialisme tak bias dijadikan dasar pengetahuan akan sebuah kebenaran.

c. Berpikir Tak Dapat “mengadakan” Sesuatu

Apa yang dikatakan Rene Descartes yaitu “cogito ergo sum” yang artinya aku berpikir, maka aku ada, bukanlah bermakna bahwa dengan berpikir mampu “mengadakan” sesuatu. Hakekat berpikir adalah bertanya, bertanya adalah mencari jawaban. Maka dengan berpikir akan didapat suatu pengetahuan, suatu kepahaman, kesadaran akan adanya sesuatu. Berpikir bukanlah bisa mengadakan sesuatu tetapi hanya bisa menyadari keberadaan sesuatu. Kenyataannya sejumlah benda yang ada di sekitar kita, baik kita pikirkan maupun tidak, tetaplah ada. Dan suatu benda yang tak ada, tak akan pernah diwujudkan hanya dengan sekedar berpikir. Terhadap sesuatu yang tidak nyata, yang kemudian kita pikirkan adanya hanyalah dalam abstraksi pada pikiran kita. Anggapan bahwa Tuhan pada kepercayaan orang-orang beragama, hanyalah hasil rekayasa pikiran, adalah sebuah kesalahan. Jika Tuhan merupakan hasil rekayasa pikiran, betapa hebatnya pemilik pikiran tersebut yang mampu merekayasa adanya Tuhan. Dan seseorang akan merekayasa sejumlah Tuhan sesuai keinginannya. Jika pemilik pikiran tersebut mengalami kematian, Tuhan pun akan ikut mati. Maka untuk peran apakah Tuhan direkayasa? Demikianlah, sesungguhnya pikiran manusia tidak akan pernah menjangkau hakekat keberadaan Tuhan. Apalagi merekayasa atau menciptakan Tuhan, kecuali hanyalah Tuhan-tuhan illutif dan Tuhan-tuhan semu.

d. Skeptisisme Kaum Atheis

Perkembangan pemikiran manusia baik perorangan maupun masyarakat, menurut Comte, melalui tahapan zaman teologi, metafisi dan positif. Pada zaman positif yang ditandai dengan kemajuan dan perkembangan sains dan teknologi, manusia sudah tidak lagi membutuhkan kepercayaan, agama maupun Tuhan, karena seluruh persoalan telah mampu diatasi dengan sains dan teknologi itu sendiri. Pandangan demikian jauh dari kenyataan. Tahapan-tahapan secara keilmuan, bisa saja terjadi perkembangan pemikiran manusia, namun masalah kepercayaan, agama dan Tuhan, tak sepenuhnya hilang dari

pemikiran mereka, meski berusaha mereka ingkari. Masyarakat komunis yang anti Tuhan, yang menolak keberadaan Tuhan pun tak sepenuhnya bisa menghilangkan akan perasaan akan adanya Tuhan. Mereka sendiri sebetulnya skeptis (meragukan) akan apa yang dipahaminya tentang ketiadaan Tuhan. Bahkan pada saat-saat tertentu, mereka masih berharap adanya kekuatan-kekuatan di luar dirinya (mistis) yang bisa menolongnya. Dan pernyataan “God is dead” adalah lontaran dari kesombongan ilmiah, kesombongan intelektualitas yang menyesatkan, yang sebenarnya merupakan pengingkaran akan hati nurani sendiri.

3. Kelemahan Teori-teori Kebenaran

Sebagai makhluk yang mencari kebenaran, manusia dengan potensi akalnya akan terus berusaha untuk menemukan hakekat kebenaran. Namun pengetahuan hanya mengantarkan pada kebenaran-kebenaran yang subyektif. Kebenaran-kebenaran yang secara teoritis merupakan hasil temuan ilmiah yang sebetulnya memiliki banyak kelemahan, yang bisa kita diskusikan berikut ini :

a. Kelemahan Teori Koherensi

Teori kebenaran ini banyak dianut oleh kaum idealis, menurut mereka sesuatu yang disebut benar itu adalah yang benar menurut idea dan dalam idea tanpa memperhatikan fakta. Plato mengatakan bahwa yang disebut kuda yang sebenarnya adalah kuda yang ada dalam idea. Sedangkan kuda menurut kenyataan dan yang nyata adalah bayangan dari kuda yang ada dalam idea. Dari pernyataan Plato ini lalu timbul pertanyaan “Plato yang sebenarnya itu ada dalam idea siapa?”, mengingat dari teorinya sendiri menyatakan bahwa Plato yang ada adalah bayangan dari Plato yang ada dalam idea (pikiran). Filosof Britania Bradley (1864 -1924) sebagai penganut idealisme menyatakan bahwa kebenaran itu tergantung pada orang yang menentukan tanpa harus memandang realitas peristiwa, asalkan dalam pikiran itu ada, jika pikiran itu tidak ada maka apapun yang ada di dunia ini tidak ada. Padahal orang yang berakal sehat akan mengatakan bahwa setiap yang ada di luar manusia, berpikir atau tidak berpikir kalau zat/sesuatu tersebut memang ada, maka akan tetap ada.

b. Kelemahan Teori Korespondensi

Sesuatu itu benar jika sesuai dengan fakta, atau dapat dikaji dengan fakta. Ternyata dalam realitasnya tidak semua masalah dapat dikaji berdasarkan fakta. Misalnya aliran listrik yang mengalir dalam suatu penghantar yang faktanya dapat dirasakan berupa gejala-gejala listrik yang ditimbulkannya (aliran listrik) akan tetapi hal yang sesungguhnya berupa gerakan-gerakan electron yang tidak dapat dilihat, dibaui, didengar atau bahkan dirasakannya bukan gerakan-gerakan yang sesungguhnya itu hanya ada dalam pikiran. Begitu juga cinta, tidak dapat dikaji dengan fakta akan tetapi yang dapat dikaji dengan fakta-fakta hanyalah akibat atau gejala dari cinta itu.

c. Kelemahan Teori Pragmatisme

Sesuatu dianggap benar jika bermanfaat, teori ini bagaimana kalau diterapkan

terhadap pernyataan “Menyontek sewaktu ujian” dan ” Mencuri” serta “Narkoba”, apakah ketiga hal tersebut merupakan kebenaran? Kalau ya, kenapa setiap siswa/mahasiswa ujian selalu dijaga ketat, dan jika ketahuan ada yang menyontek diberika sangsi? Lalu mencuri. Apakah dengan mencuri yang mana hasil dari curian tersebut sangat bermanfaat bagi si pencuri itu juga dapat dikatakan benar? Kemudian dengan keberadaan narkoba (narkotika dan obat-obatan terlarang lainnya) apakah juga dibenarkan oleh akal sehat dan diterima oleh setiap orang?

4. Kelemahan Metode Ilmiah

Untuk bisa mendapatkan kebenaran ilmiah, harus dilakukan melalui metode ilmiah. Kebenaran seperti apa yang dihasilkan dari metode ilmiah? Sebetulnya kalau kita mau cermati, maka metodologi ilmiah itu sendiri memiliki kelemahan bahkan sangat lemah untuk bisa digunakan mencari hakekat kebenaran. Dalam metodologi ilmiah, harus memenuhi persyaratan empiris, obyektif, rasional dan sistematis. Empiris berarti suatu kebenaran berdasarkan pengalaman yang dapat ditangkap dengan pancaindra, dan dapat dibuktikan. Padahal sebagaimana dalam uraian mengenai kelemahan panca indra kita yang tak pernah mampu berfungsi terhadap seluruh obyek dan mampu menangkap dengan tepat apa yang dilihat, didengar dan

dirasakan. Maka pengetahuan sebagai hasil dari pengalam berdasarkan panca indera, tak sepenuhnya benar. Obyektif berarti suatu kebenaran harus mengandung nilai obyektifitas, berdasarkan fakta yang menjadi obyek pengetahuan, bukan berdasarkan yang menilai atau yang mengamati (subyek-nya). Dalam kenyataannya, banyak pengetahuan yang dijadikan sebagai kebenaran hanya atas asumsi dan dugaan sementara dari orang perorang. Jadi kebenaran tersebut sebenarnya bersifat subyektif, yang belum tentu dapat diterima orang lain. Rasional berarti kebenaran tersebut bersumber dari akal (rasio) atau pikiran manusia, dimana pengalaman-pengalaman hanya sebagai perangsang bagi pikiran. Kebenaran demikian merupakan kesimpulan dari pengalaman-pengalaman sebelumnya dan menjadi pengetahuan dalam akal manusia. Namun pada realitasnya banyak kebenaran yang tidak masuk diakal, yang tidak rasional, namun diikuti oleh banyak orang dan dijadikan sebagai sebuah kebenaran. Sistematis berarti berurutan, yakni dalam menemukan kebenaran harus melalui proses yang berurutan. Sistematis sebagai sebuah metode bisa menjadi keharusan, namun tahapan yang dikerjakan secara berurutan itu belum tentu sebagai kebenaran yang hakiki. Berdasakan uraian dan penjelasan tersebut diatas, maka metodologi ilmiah sebagai cara untuk menemukan kebenaran tidak bisa untuk dijadikan patokan secara mutlak. Kebenaran yang didapat dari metodologi ilmiah sebatas kebenaran yang relative, bahkan terkadang tidak konsisten dengan persyaratan ilmiah itu sendiri.

5. Teori Asal Usul Kehidupan dan Evolusi Darwin

Uraian mengenai asal usul kehidupan yang penulis kemukakan dalam bab satu, merupakan hasil dari sebuah kajian dan penelitian ilmiah. Maka dengan mengetahui akan kelemahan metode ilmiah tersebut, kita tak bisa menjadikan teori-teori asal usul kehidupan diatas sebagai pengetahuan yang benar.. Dalam kebenaran ilmiah senantiasa terjadi perubahan dan pembaharuan manakala ada hasil temuan dan penelitian lainnya yang dapat menumbangkan teori pengetahuan sebelumnya. Inilah sifat kebenaran ilmiah. Kebenaran teori-teori tersebut bersifat relative. Teori Darwin tentang evolusi sudah banyak yang menyanggah. Telah terbukti ketidakbenarannya. Dalam teorinya mengenai evolusipun tak memperoleh data lengkap. Ada mata rantai yang terputus (missing link}. Demikianlah, teori evolusi Darwin ini juga tak bisa dijadikan sebuah pengetahuan yang benar. Harun Yahya mengupas cukup dalam tentang tipudaya teori evolusi Darwin ini dalam bukunya “Allah is Known Through Reason” yang diterjemahkan Muhammad Shodiq, S. Ag. Menurut Harun, teori evolusi adalah suatu filosofi dan konsepsi dunia yang menghasilkan suatu keasalahan hipotesis, asumsi dan scenario khayalan dengan tujuan menjelaskan keberadaan dan asal-usul kehidupan dengan hanya secara kebetulan. Filosofi ini berakar jauh di zaman lalu sekuno Yunani-kuno. Ide khayal Darwin dianut dan dikembangkan oleh kalangan ideologis dan politis tertentu dan teorinya menjadi sangat populer. Alasan utamanya adalah bahwa tingkat pengetahuan saat itu belum memadai untuk menyingkapkan bahwa skenario imajinasi Darwin itu sala. Ketika Darwin mengajukan asumsinya, disiplin ilmu genetika, mikrobiologi, dan biokimia belum ada. Jikalau ada, Darwin mungkin dengan mudah mengenali bahwa teorinya tidak ilmiah sama sekali, dan sehingga takkan ada yang berusaha mengajukan pernyataan omong kosong tersebut, informasi yang menentukan spesies telah ada dalam gen dan seleksi alamiah tidak mungkin menghasilkan spesies baru dengan mengubah gen. Pada masa bergaungnya buku darwin, ahli botani Austria yang bernama Gregor Mendel menemukan kaidah pewarisan sifat di tahun 1865. Meskipun kurag dikenal hingga akhir abad itu, penemuan Mendel menjadi sangat penting awal 1900-an dengan lahirnya ilmu genetika. Beberapa waktu kemudian, struktur gen dan kromosom itemukan. Pada 1950-an, penemuan molekul DNA, yang menghimpun informasi genetik, menempatkan teori evolusi pada krisis yang hebat, karena keluarbiasaaan informasi dalam DNA, tidak mungkin diterangkan sebagai kejadian kebetulan. Selauin semua perkembangan ilmiah ini, tidak ada bentuk-bentuk transisi, yang diduga menunjukkan evolusi organisme hidup secara bertahap dari yang primitif menuju spesies yang maju, yang pernah ditemukan walaupun dengan pencarian bertahun-tahun.

6. Existensi Tuhan

Kebenaran yang dicapai dengan melalui ilmu pengetahuan maupun filsafat hanya kebenaran yang bersifat subyektif, kebenaran yang bersifat relative bukan kebenaran yang hakiki. Karena perangkat yang digunakan untuk mencapai kebenaran tersebut diatas memiliki keterbatasan dan kelemahan. Panca indera dan akal manusia memiliki keterbatasan untuk mencapai pada kebenaran yang hakiki. Dengan mengakui relativitas manusia sebagai bagian dari alam, akan membawa konsekuensi logis, sesuatu yang tidak relative, yang berada “di luar” alam. Jadi “Ada” sesuatu sebelum dan sesudah adanya alam. Ada sesuatu yang tak terjangkau panca indera dan akalnya, “sesuatu” itulah yang mengawali dan mengakhiri kehidupan ini. “Sesuatu” yang memiliki super power, yang menciptakan alam semesta beserta isinya, yang mengelola dan mengatur ciptaannya. Terhadap “sesuatu” itu, orang menyebutnya dengan “Tuhan”. Banyaknya suku, bangsa, aliran, kepercayaan dan agama menimbulkan banyaknya konsepsi akan ketuhanan dari masing-masing komonitas. Untuk melakukan pendekatan akan pengetahuan mengenai Tuhan yang hakiki, kita perlu mengenal karakteristik dari Tuhan yang bisa diakui secara obyektif, sebagai kebenaran universal. Dari uraian bab sebelumnya dan pembahasan mengenai kelemahan ilmu pengetahuan dan filsafat, kita telah ketahui pengetahuan akan kebenaran yang dihasilkannya adalah subyektif, sifatnya relative. Maka Tuhan dalam arti sebenarnya tentu tidak memiliki sifat relative, Tuhan yang tidak terjangkau, yang tidak dikenal dengan akal pikiran manusia. Dia memiliki sifat Mutlak. Mutlak dalam segala kehendak dan perbuatannya. Siapapun tak ada yang dapat mempengaruhi kehendaknya, mempengaruhi perbuatannya, mempengaruhi keputusan-keputusannya. Karakteristik demikian disebut Absolut (mutlak). Karena karakternya mutlak, maka Dia tentu berbeda dengan keberadaan makhluknya. Tak ada sesuatu yang dapat menyerupainya. Menyerupai dalam seluruh sifat, dzat, kehendak dan perbuatannya. Karakteristik demikian disebut Distinct yang artinya berbeda. Karena Tuhan berbeda dengan yang lain, maka Dia juga memiliki karakter yang lain yaitu khas atau unique, artinya tak ada sesuatu yang menyamainya. Demikianlah, Tuhan dalam arti yang sebenarnya memiliki karakter Absolut (mutlak), Distinc (berbeda dengan lainnya) dan Unique (tak ada yang menyamainya). Inilah karakteristik Tuhan yang sebenarnya. Untuk mengenal existensi Tuhan, yang patut kita imani perlu kita teliti dan cermati, dengan cara menganalisis agama atau kepercayaan Ketuhanan yang ada, apakah memenuhi karakteristik Tuhan sebagaimana di atas.

sumber : klik


Seringkali Para Misionaris Penghujat Islam menuduh Al Qur’an merupakan Jiplakan dari Alkitab, dan salah satu tuduhan tersebut dasar argumentasinya Karena adanya kesamaan Nama nama yang dikisahkan didalam Al Qur’an terdapat didalam Bible.

Logika tersebut sekilas ‘masuk akal’ bagi orang orang yang malas melakukan penelitian dan pengkajian lebih lanjut , bahkan bagi orang orang yang terkuasai oleh Kebencian mereka anggap itu sebagai ‘senjata Ampuh’ menyerang Islam.

Bahkan mereka berargumentasi sesuatu yang bukan Jiplakan maka tidak boleh ada kesamaan nama yang diceritakan dengan Kitab yang sebelumnya sudah ada.

Logika tersebut lebih pada logika orang yang sangat Picik,karena menceritakan seorang Tokoh sama disimpulkan sebagai jiplakan ,bahkan sangat wajar kalau kemudian ada yang menggunakan nama yang sama dengan sebelumnya yang sudah pernah ada.. justru menjadi konyol kalau menuntut bukti bukan sebuah Jiplakan harus tidak ada kesamaannya.

dalam hal ini untuk membuktikan lebih lanjut kita coba melakukan Pengkajian terhadap sebuah Kisah didalam Alkitab dan Al Qur’an yang didalamnya Banyak Kesamaannya, tetapi ada perbedaan perbedaan Mendasar didalamnya.

dan Contoh yang Amor ajukan ini adalah Kisah Adam As Menurut Alkitab dan Al Qur’an , yang sebagian tulisan ini sudah saya postingkan dibeberapa Forum diskus.

tetapi Tentu saja didalam Note ini tidak saya buat sama persis dengan tulisan tulisan sebelumnya tetapi perlu saya tambahkan dengan memperhatikan perkembangan Aktual di FB yang diketahui Penulis .

kisah Adam didalam alkitab maka kita bisa memperhatikan di Kejadian Kejadian 2:7- kejadian 3:24

2:7 Kemudian TUHAN Allah mengambil sedikit tanah, membentuknya menjadi seorang manusia, lalu menghembuskan napas yang memberi hidup ke dalam lubang hidungnya; maka hiduplah manusia itu.

2:8 Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur, dan ditempatkan-Nya di situ manusia yang sudah dibentuk-Nya itu.

2:9 TUHAN Allah menumbuhkan segala macam pohon yang indah, yang menghasilkan buah-buahan yang baik. Di tengah-tengah taman tumbuhlah pohon yang memberi hidup, dan pohon yang memberi pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

2:10 Sebuah sungai mengalir dari Eden, membasahi taman itu; dan di luar Eden sungai itu terbagi menjadi empat cabang.

2:11 Yang pertama bernama Pison; sungai itu mengalir mengelilingi tanah Hawila.

2:12 Di situ terdapat emas murni dan juga wangi-wangian yang sulit diperoleh, serta batu-batu permata.

2:13 Sungai yang kedua bernama Gihon; airnya mengalir mengelilingi tanah Kus.

2:14 Sungai yang ketiga bernama Tigris dan mengalir di sebelah timur Asyur. Sungai yang keempat bernama Efrat.

2:15 Kemudian TUHAN Allah menempatkan manusia itu di taman Eden untuk mengerjakan dan memelihara taman itu.

2:16 TUHAN berkata kepada manusia itu, “Engkau boleh makan buah-buahan dari semua pohon di taman ini,

2:17 kecuali dari pohon yang memberi pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Buahnya tidak boleh engkau makan; jika engkau memakannya, engkau pasti akan mati pada hari itu juga.”

2:18 Lalu TUHAN Allah berkata, “Tidak baik manusia hidup sendirian. Aku akan membuat teman yang cocok untuk membantunya.”

2:19 Maka Ia mengambil sedikit tanah dan membentuk segala macam binatang darat dan binatang udara. Semuanya dibawa Allah kepada manusia itu untuk melihat nama apa yang akan diberikannya kepada binatang-binatang itu. Itulah asal mulanya binatang di darat dan di udara mendapat namanya masing-masing.

2:20 Demikianlah manusia itu memberi nama kepada semua binatang di darat dan di udara. Tetapi tidak satu pun di antaranya bisa menjadi teman yang cocok untuk membantunya.

2:21 Lalu TUHAN Allah membuat manusia tidur nyenyak, dan selagi ia tidur, TUHAN Allah mengeluarkan salah satu rusuk dari tubuh manusia itu, lalu menutup bekasnya dengan daging.

2:22 Dari rusuk itu TUHAN membentuk seorang perempuan, lalu membawanya kepada manusia itu.

2:23 Maka berkatalah manusia itu, “Ini dia, orang yang sama dengan aku–tulang dari tulangku, dan daging dari dagingku. Kunamakan dia perempuan, karena ia diambil dari laki-laki.”

2:24 Itulah sebabnya orang laki-laki meninggalkan ayah dan ibunya, dan bersatu dengan istrinya, lalu keduanya menjadi satu.

2:25 Laki-laki dan perempuan itu telanjang, tetapi mereka tidak merasa malu.

3:1 Ular adalah binatang yang paling licik dari segala binatang yang dibuat oleh TUHAN Allah. Ular itu bertanya kepada perempuan itu, “Apakah Allah benar-benar melarang kalian makan buah-buahan dari segala pohon di taman ini?”

3:2 “Kami boleh makan buah-buahan dari setiap pohon di dalam taman ini,” jawab perempuan itu,

3:3 “kecuali dari pohon yang ada di tengah-tengah taman. Allah melarang kami makan buah dari pohon itu ataupun menyentuhnya; jika kami melakukannya, kami akan mati.”

3:4 Ular itu menjawab, “Itu tidak benar; kalian tidak akan mati.

3:5 Allah mengatakan itu karena dia tahu jika kalian makan buah itu, pikiran kalian akan terbuka; kalian akan menjadi seperti Allah dan mengetahui apa yang baik dan apa yang jahat.”

3:6 Perempuan itu melihat bahwa pohon itu indah, dan buahnya nampaknya enak untuk dimakan. Dan ia berpikir alangkah baiknya jika dia menjadi arif. Sebab itu ia memetik buah pohon itu, lalu memakannya, dan memberi juga kepada suaminya, dan suaminya pun memakannya.

3:7 Segera sesudah makan buah itu, pikiran mereka terbuka dan mereka sadar bahwa mereka telanjang. Sebab itu mereka menutupi tubuh mereka dengan daun ara yang mereka rangkaikan.

3:8 Petang itu mereka mendengar TUHAN Allah berjalan di dalam taman, lalu mereka berdua bersembunyi di antara pohon-pohon supaya tidak dilihat oleh TUHAN.

3:9 Tetapi TUHAN Allah berseru kepada laki-laki itu, “Di manakah engkau?”3:10 Laki-laki itu menjawab, “Saya mendengar Engkau di taman; saya takut, jadi saya bersembunyi karena telanjang.”

3:11 “Siapa yang mengatakan kepadamu bahwa engkau telanjang?” Allah bertanya. “Apakah engkau makan buah yang Kularang engkau makan itu?”

3:12 Laki-laki itu menjawab, “Perempuan yang Engkau berikan untuk menemani saya, telah memberi buah itu kepada saya, lalu saya memakannya.”

3:13 TUHAN Allah bertanya kepada perempuan itu, “Mengapa kaulakukan itu?” Jawabnya, “Saya ditipu ular, sehingga saya makan buah itu.”

3:14 Sesudah itu TUHAN Allah berkata kepada ular itu, “Engkau akan dihukum karena perbuatanmu itu; dari segala binatang hanya engkau saja yang harus menanggung kutukan ini: Mulai sekarang engkau akan menjalar dengan perutmu, dan makan debu seumur hidupmu.

3:15 Engkau dan perempuan itu akan saling membenci, keturunannya dan keturunanmu akan selalu bermusuhan. Keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan menggigit tumit mereka.”

3:16 Lalu kata TUHAN kepada perempuan itu, “Aku akan menambah kesakitanmu selagi engkau hamil dan pada waktu engkau melahirkan. Tetapi meskipun demikian, engkau masih tetap berahi kepada suamimu, namun engkau akan tunduk kepadanya.”

3:17 Lalu kata TUHAN kepada laki-laki itu, “Engkau mendengarkan kata-kata istrimu lalu makan buah yang telah Kularang engkau makan. Karena perbuatanmu itu, terkutuklah tanah. Engkau harus bekerja keras seumur hidupmu agar tanah ini bisa menghasilkan cukup makanan bagimu.

3:18 Semak dan duri akan dihasilkan tanah ini bagimu, dan tumbuh-tumbuhan liar akan menjadi makananmu.

3:19 Engkau akan bekerja dengan susah payah dan berkeringat untuk membuat tanah ini menghasilkan sesuatu, sampai engkau kembali kepada tanah, sebab dari tanahlah engkau dibentuk. Engkau dijadikan dari tanah, dan akan kembali ke tanah.”

3:20 Adam menamakan istrinya Hawa, karena perempuan itu menjadi ibu seluruh umat manusia.

3:21 Maka TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk Adam dan istrinya, lalu mengenakan-Nya kepada mereka.

3:22 TUHAN Allah berkata, “Sekarang manusia telah menjadi seperti Kita dan mempunyai pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Jadi perlu dicegah dia makan buah pohon yang memberi hidup, supaya dia jangan hidup untuk selama-lamanya.”

3:23 Maka TUHAN Allah mengusir manusia dari taman Eden dan menyuruhnya mengusahakan tanah yang menjadi asalnya itu.

3:24 Kemudian, di sebelah timur taman itu di depan pintu masuk, TUHAN Allah menempatkan kerub-kerub, dan sebilah pedang berapi yang berputar ke segala arah, untuk menjaga jalan ke pohon yang memberi hidup itu. Dengan demikian tak seorang pun dapat masuk dan mendekati pohon itu

dan kita bandingkan dengan kisah Adam di dalam al-Qur’an

Qs al Baqarah 30-38[30] Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

[31] Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!”

[32] Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

[33] Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?”

[34] Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan yang kafir.

[35] Dan Kami berfirman: “Hai Adam diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang lalim.

[36] Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”.

[37] Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

[37] Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

[38] Kami berfirman: “Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.

Membandingkan keduanya maka kita akan lihat, ada beberapa persamaan

1. tokoh yang diceritakan,yaitu Adam.sebagai manusia yang pertama diciptakan

2. diberinya kebebasan makan apa saja kecuali hanya satu jenis yang dilarang

3. tipu daya kepada adam agar melanggar perintah dari Allah(makan buah khuldi)

4. pelanggaran yang dilakukan adam.

5. diusirnya adam dari tempat tersebut!

apakah karena kesamaan-kesamaan ini bisa menjadi pembenar kalau Al-Qur’an menjiplak alkitab?

sebaiknya para penuduh tersebut jangan hanya melihat persamaanya tetapi harus mencermati perbedaan-perbedaan kedua kisah tersebut

Pertama didalam Versi Alkitab :

1. tempat terjadinya peristiwa tersebut!

kalau kita perhatikan secara kronologis(ayat-ayat sebelumnya) kisah didalam alkitab. kisah tersebut terjadi di bumi

2.apa yang terjadi sekarang, adalah akibat perbuatan adam dan hawa=karena kena “kutuk”.

  • A. seorang wanita melahirkan dengan rasa sakit tapi masih birahi juga pada suaminya

3:16 Lalu kata TUHAN kepada perempuan itu, “Aku akan menambah kesakitanmu selagi engkau hamil dan pada waktu engkau melahirkan. Tetapi meskipun demikian, engkau masih tetap berahi kepada suamimu, namun engkau akan tunduk kepadanya.”

  • B. harus repot-repot/bersusah payah sampai mengeluarkan keringat(buat melangsungkan kehidupan sehari-hari)kejadian

3:17 Lalu kata TUHAN kepada laki-laki itu, “Engkau mendengarkan kata-kata istrimu lalu makan buah yang telah Kularang engkau makan. Karena perbuatanmu itu, terkutuklah tanah. Engkau harus bekerja keras seumur hidupmu agar tanah ini bisa menghasilkan cukup makanan bagimu.kejadian

3:19 Engkau akan bekerja dengan susah payah dan berkeringat untuk membuat tanah ini menghasilkan sesuatu, sampai engkau kembali kepada tanah, sebab dari tanahlah engkau dibentuk. Engkau dijadikan dari tanah, dan akan kembali ke tanah.”b. mengalami kematian

3:22 TUHAN Allah berkata, “Sekarang manusia telah menjadi seperti Kita dan mempunyai pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Jadi perlu dicegah dia makan buah pohon yang memberi hidup, supaya dia jangan hidup untuk selama-lamanya.”ayat-ayat yang termasuk


2 bahwa apa yang terjadi sekarang karena kutukan= sebagai akibat dari perbuatan / kesalahan Adam

Inilah yang menjadikan dasar konsep Dosa Waris ,persoalan “dosa waris disini” justru memunculkan banyak pertanyaan-pertanyaan

A. Apakah semua makhluk/ciptaan Tuhan juga mewarisi dosa yang dilakukan Adam??= bahwa semua makhluk/ciptaan tuhan mendapat kutukan / mengalami kematian dan berbuat kejahatan.

Kemungkinannya:

a. Kalau dijawab ya,berarti Yesus juga mendapat kutukan=mewarisi dosa Adam.

b. Kalau dijawab tidak, apakah orang Kristen bisa memberi bukti bahwa ada mahkluk lain yang tidak merasakan kematian?

Kalau mereka menjawab ada, yaitu Iblis dan Malaikat.

jawaban ini lebih aneh lagi karena bukankah Adam melakukan kesalahan tersebut karena Adam dan Hawa terbujuk / tertipu oleh bujukan ular

Dengan kata lain penyebab utamanya adalah ular!!! = kenapa yang dihukum berat korban penipuan bukan pelaku penipuan??

Kenapa yang dikutuk Adam dan anak keturunannya,bukannya ular yang menjadi penyebab???

Apakah Tuhan tak mampu mengutuk Ular yang lebih berat???kenapa hanya sekedar dikutuk berjalan dengan perutnya saja?

3:14 Sesudah itu TUHAN Allah berkata kepada ular itu, “Engkau akan dihukum karena perbuatanmu itu; dari segala binatang hanya engkau saja yang harus menanggung kutukan ini: Mulai sekarang engkau akan menjalar dengan perutmu, dan makan debu seumur hidupmu.

dan kutukan ini juga memunculkan pertanyaan baru,apakah benar Ular makanannya debu?

Sehingga perlu membuat pertarungan dari jaman Adam hingga sekarang??Dan manusia sebagai obyek sasaran perebutan antar keduanya??antara kekuasaan/kekuaatan Tuhan/sang pencipta dengan kekuatan lain.

Kemudian membuat cerita /keyakinan lanjutan bahwa Tuhan menjelma sebagai manusia dan Iblispun menjelma manusia. Untuk bersaing memperebutkan pengaruhnya pada manusia lain???

Dan di akhir jaman terjadi pertempuran antara dua kelompok tersebut yaitu para pendukung Iblis dan pendukung Tuhan!!

Kalau kita perhatikan dan perbandingkan dengan keyakinan-keyakinan primitive para penyembah pagan/berhala banyak sekali pemahaman mereka sama,bahkan akan kita dapati cerita-cerita yang semakna dengan cerita kutukan dan pembebas kutukan!

Ada Dewa baik dan dewa jahat saling berebut pengaruh!Ada dewa gelap dan dewa terang saling adu kekuatan!!Kemudian kedua dewa tersebut menitis ke tubuh manusia sebagai perantara persaingan mereka?..

 

3. Dosa adam belum di ampuni=justru anak cucunya yang ikut menanggung deriata/kutukan tersebut!

ternyata yang menanggung bukan saja korban penipuan saja.. tetapi anak cucunya harus mewarisi hukuman ???

 

4 pohon yang dilarang dimakan buahnya adalah “pohon yang memberi pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat


5. yang melakukan penipuan /membujuk adalah Ular dari sekawanan binatang

3:1 Ular adalah binatang yang paling licik dari segala binatang yang dibuat oleh TUHAN Allah. Ular itu bertanya kepada perempuan itu, “Apakah Allah benar-benar melarang kalian makan buah-buahan dari segala pohon di taman ini?”

3:14 Sesudah itu TUHAN Allah berkata kepada ular itu, “Engkau akan dihukum karena perbuatanmu itu; dari segala binatang hanya engkau saja yang harus menanggung kutukan ini: Mulai sekarang engkau akan menjalar dengan perutmu, dan makan debu seumur hidupmu

dan orang Kristen bisa saja berapologi

tetapi soal ular tersebut dianggap sebagai simbol, Lambang ular dipilih, karena ular itu binatang jang berbahaja bagi manusia

http://sabdaweb.sabda.org/biblical/note/?b=1&c=3&v=1%3Fe%3Dendefn〈=indonesia&theme=clearsky

tetapi muncul pertanyaan:

apakah hanya binatang Ular yang paling berbahaya bagi manusia?

fakta yang ada banyak manusia sekarang yang memelihara ular,sebagai binatang piaraan!bahkan tidak sekedar menjadi binatang piaraan namun juga menjadi “teman menari”

kejadian3:15 Engkau dan perempuan itu akan saling membenci, keturunannya dan keturunanmu akan selalu bermusuhan. Keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan menggigit tumit mereka.”

bukankah para penari Ular kebanyakan adalah keturunan dari perempuan tersebut?

lagi-lagi soal ini apa yang tercatat di dalam alkitab tidak terbukti dengan apa yang terjadi di fakta lapangan.

atau juga mereka bisa berapologi dengan catatan alkitab lain

Wahyu 112:9 Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.

Wahyu 20:2 ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya,

maka menghadapi apologi semacam ini kita bisa melemparkan pertanyaan

apakah kitab wahyu penulisannya dengan kitab Kejadian tidak jauh berbeda waktunya? atau berbeda ratusan tahun??

KEDUA VERSI Al QUR”AN

1. kisah tersebut terjadi di Syurga

[35] Dan Kami berfirman: “Hai Adam diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang lalim.

2. apa yang terjadi pada manusi sekarang,bukanlah sebuah kutukan

tetapi memang sebelumnya Allah hendak menciptakan manusia sebagai khalifah di bumi ini.QS Al-baqarah

30 Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”.

3. pohon yang di larang dimakan hanya di sebut pohon ini

QS al baqarah 35………dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang lalim.

4. istilah pohon khuldi adalah nama yang diberikan Iblis/ syetan kepadanya!

QS thaha 120″ Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?”

4. secara jelas dan tegas,yang menipu Adam adalah Iblis/Syetan,

QS thaha 120″ Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?”

5. ada kisah pembangkangan Iblis

[34] Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan yang kafir.didalam Al kitab soal ini sama sekali tidak diceritakan!

6. kesalahan Adam sudah di ampuni

QS al baqarah  37

[37] Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

7. bahwa kematian bukanlah akibat sebuah kutukan

atau karena kesalahan adam pada waktu itu,tetapi kematian adalah keharusan bagi makhuk yang bernyawa,karena setiap yang bernyawa akan mengalami kematian!

Qs 3:185 Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati…..

Qs 21:35″Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami lah kamu dikembalikan. “

QS 29:57Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.

maka kisah pelanggaran Adam bukanlah sebuah kejadian penyebab segala kesusahan buat manusia namun kisah Adam dan kesalahan dalam melanggar perintah Allah adalah sebagai pelajaran buat Adam dan anak cucunya!

pelajaran yang sangat luar biasa,

kalau boleh di ilustrasikan maka kejadian tersebut adalah “masa training” persiapan untuk menjalani kehidupan di bumi!bagaimana luarbiasanya tipu daya syetan dan Iblis,permusuhan anak keturunan dan syetan tidak bisa hanya terbatas pada permusuhan fisik(seperti ular dengan manusia), tetapi yang paling penting adalah menjauhkan diri dari perilaku-perilaku yang bermental seperti Iblis!

tentang kisah pembangkangan Iblis tersebut diceritakan setidaknya 6x didalam AlQur’an,demikian pentingnya kisah tersebut sehingga diulang-ulang sampai 6 x,dan sebelum kita membahas kisah pembangkangan Iblis,

sebaiknya apa sich tujuan kisah-kisah didalam Al Qur’an?

Al Qur’an 12:111

[111] Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

jadi setiap kisah didalam Al Qur’an bukan sekedar cerita biasa atau dongeng,tetapi ada pelajaran yang penting didalamnya,orang yang mampu menangkap pelajaran tersebut adalah orang-orang yang senantiasa menggunakan akalnya dengan sebaik-baiknya(ingat perintah tentang baca)dan akallah sebuah anugerah yang sangat penting buat manusia dari Allah swt,dan karena akallah yang pembeda yang sangat penting dibanding mahkluk lainnya!sekarang coba kita perhatikan tentang kisah nabi Adam & pembangkangan Iblis dalam Al Qur’an!dari sekian kisah yang diulang-ulang,saya akan kutip satu kisah yaitu pada

Qs 7:11 Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”; maka mereka pun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.

[12] Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis: “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”.

13] Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka ke luarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”.

[14] Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”.

[15] Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.”

[16] Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,

[16] Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,

[17] kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).

[18] Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barang siapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahanam dengan kamu semuanya”.

[19] (Dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan istrimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamuberdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang lalim”.

[20] Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan setan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)”.

[21] Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua”,

[22] maka setan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?”

[23] Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”.

[24] Allah berfirman: “Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan”.

[25] Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.

[26] Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.

[27] Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya `auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.

[28] Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: “Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya. Katakanlah: “Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji.” Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?

[29] Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”. Dan (katakanlah): “Luruskanlah muka (diri) mu di setiap salat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali kepada-Nya)”.

[31] Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

[32] Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?” Katakanlah: “Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.

[33] Katakanlah: “Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak atau pun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui

[34] Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.

[35] Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barang siapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

[36] Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.karena kesombongan dan membanggakan asal-usul maka membuat ia termasuk golongan yang kafir=pembangkang!artinya kisah ini mengajarkan tentang kerendahan hati dan menolak segala bentuk fanatisme!dan masihkah ada orang yang masih berfikir bahwa al Qur’an adalah jiplakan dari Al kitab hanya mengkaji satu kisah pembuka begitu berbedanya isi keduanya!semoga bermanfaat bagi orang-orang yang menggunakan hati dan akalnya sebagaimana semestinya

Beredar Tantangan dari Facebooker Non Muslim, yang mempertanyakan  Nama Istri Adam di Al Qur’an

facebooker tersebut membanggakan Alkitabnya yang lebih lengkap isinya karena menunjukan secara jelas nama Istri Adam sedangkan Al Qur’an sama sekali tidak menyebut nama istri Adam.

apa yang dibanggakannya tersebut sesungguhnya menunjukan Pola pikir kekanak kanakan, terbiasa dengan kisah yang berformat Dongeng.

cerita dongeng akan bercerita tentang siapa nama istrinya, anaknya berapa, nama nama anaknya dll tetapi sebuah Kisah yang tujuannya adalah Petunjuk Manusia bahwa kisah tersebut yang paling mendasar adalah bisa dijadikan Pelajaran untuk pembacanya.

Jadi memperbandingkan Al Qur’an dengan Bible sama saja seperti memperbandingkan Kitab Petunjukan Manusia dengan KItab Dongeng, dan contoh kongkritnya adalah uraian perbandingan ayat ayat diatas

dan ini bisa juga  dilihat dari susunannya…

dan untuk mempermudah saya akan coba memberikan contoh beberapa pembuka surat didalam Al-qur’an

1 Qs Al baqarah 1:1-5الم

alif-laam-miim

[2:1] Alif laam miin.10

ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

dzaalika alkitaabu laa rayba fiihi hudan lilmuttaqiina

[2:2] Kitab11 (Al Quraan) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,12

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ

alladziina yu/minuuna bialghaybi wayuqiimuuna alshshalaata wamimmaa razaqnaahum yunfiquuna

[2:3] (yaitu) mereka yang beriman13 kepada yang ghaib,14 yang mendirikan shalat,15 dan menafkahkan sebahagian rezki16 yang Kami anugerahkan kepada mereka.

والَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

waalladziina yu/minuuna bimaa unzila ilayka wamaa unzila min qablika wabial-aakhirati hum yuuqinuuna

[2:4] dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu,17 serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.18

أُوْلَـئِكَ عَلَى هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

ulaa-ika ‘alaa hudan min rabbihim waulaa-ika humu almuflihuuna

[2:5] Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.19

2. Qs Ali Imran

الم

alif-laam-miim

[3:1] Alif laam miim.

اللّهُ لا إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ

allaahu laa ilaaha illaa huwa alhayyu alqayyuumu

[3:2] Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya181.

نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقاً لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنزَلَ التَّوْرَاةَ وَالإِنجِيلَ

nazzala ‘alayka alkitaaba bialhaqqi mushaddiqan limaa bayna yadayhi wa-anzala alttawraata waal-injiila

[3:3] Dia menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil,

مِن قَبْلُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَأَنزَلَ الْفُرْقَانَ إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ بِآيَاتِ اللّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَاللّهُ عَزِيزٌ ذُو انتِقَامٍ

min qablu hudan lilnnaasi wa-anzala alfurqaana inna alladziina kafaruu bi-aayaati allaahi lahum ‘adzaabun syadiidun waallaahu ‘aziizun dzuu intiqaamin

[3:4] sebelum (Al Qur’an), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan182. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa).

3. Qs An nisa

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً

yaa ayyuhaa alnnaasu ittaquu rabbakumu alladzii khalaqakum min nafsin waahidatin wakhalaqa minhaa zawjahaa wabatstsa minhumaa rijaalan katsiiran wanisaa-an waittaquu allaaha alladzii tasaa-aluuna bihi waal-arhaama inna allaaha kaana ‘alaykum raqiiban

[4:1] Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya263 Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain264, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

وَآتُواْ الْيَتَامَى أَمْوَالَهُمْ وَلاَ تَتَبَدَّلُواْ الْخَبِيثَ بِالطَّيِّبِ وَلاَ تَأْكُلُواْ أَمْوَالَهُمْ إِلَى أَمْوَالِكُمْ إِنَّهُ كَانَ حُوباً كَبِيراً

waaatuu alyataamaa amwaalahum walaa tatabaddaluu alkhabiitsa bialththhayyibi walaa ta/kuluu amwaalahum ilaa amwaalikum innahu kaana huuban kabiiraan

[4:2] Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar.

dan sekarang kita bandingan dengan ayat-ayat alkitab..

1. kitab kejadian 1:1-5

1:1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.1:3 Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.1:4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.1:5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.

2. kitab keluaran 1: 1-6

1:1 Inilah nama para anak Israel yang datang ke Mesir bersama-sama dengan Yakub; mereka datang dengan keluarganya masing-masing:1:2 Ruben, Simeon, Lewi dan Yehuda;1:3 Isakhar, Zebulon dan Benyamin;1:4 Dan serta Naftali, Gad dan Asyer.1:5 Seluruh keturunan yang diperoleh Yakub berjumlah tujuh puluh jiwa. Tetapi Yusuf telah ada di Mesir.1:6 Kemudian matilah Yusuf, serta semua saudara-saudaranya dan semua orang yang seangkatan dengan dia.

3. mat :1-1

1:1 Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.1:2 Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,1:3 Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram,

atau juga bisa lihat lukas 1 (kebetulan ada netter kristen yang coba membandingkan kisah alkitab dan al qur’an) ia menyodorkan ayat-ayat ini..

1:1 Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita,1:2 seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman.1:3 Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu,1:4 supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.1:5 Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet.

maka sangat jelas sekali format alkitab dan Al-qur’an sangat berbeda sekali…

maka dengan melihat sekilas saja, maka mana kitab cerita / dongeng dan mana kitab petunjuk / pengajaran bagi manusia sudah begitu mudah dibedakannya..

maka mana yang akan anda pilih?

 

sumber : klik


 

Pakar sejarah Islam dan hubungan Islam-Nasrani dari Georgetown University, Yvonne Haddad, mengatakan peluang Islam menjadi agama masyarakat Amerika Serikat (AS) sangat terbuka. “Kelak Islam akan menjadi agama masyarakat AS,” ujar Haddad, saat berdiskusi bersama mahasiswa Princeton University, seperti dikutip New Jersey.com, Jumat (25/2).

Hadad optimistis Muslim akan menjadi bagian dari masyarakat AS. Menurut dia, tanda-tanda itu sudah terlihat jelas ketika masyarakat AS mulai menerima eksistensi umat Islam. Dia pun melihat titik balik penerimaan Islam di AS tidak terlepas dari tragedi 11 September 2001. Menurut dia, titik balik itu yang mempersatukan umat Islam dengan AS.

Haded menjelaskan, setelah tragedi 11 September, masjid dari berbagai negara bagian di AS mulai memprioritaskan pemberian pengetahuan tentang Muslim kepada remaja AS. Langkah itu dilakukan guna memperjelas identitas mereka sebagai Muslim dan warga negara AS. Lebih lanjut Haded mengatakan melalui kebijakan itu pula terjalin komunikasi lintas kepercayaan. “Kami melihat dialog memiliki posisi yang sangat penting,” ungkap dia.

Menurut dia, dimasa lalu, umat Islam melihat masyarakat AS masih dilanda trauma berat hingga jalinan dialog tidak berjalan. Setelah itu, dengan berdirinya sejumlah Islamic Center atau masjid, Muslim AS mempunyai cara istimewa untuk merangkul masyarakat AS dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk datang dan melihat secara langsung Islam dengan lebih dekat.

Ke depan, Hadad meramalkan integrasinya umat Islam dengan AS akan berlangsung mulus ketika lahirnya generas-generasi baru. Melalui generasi baru itu, umat Islam AS akan memperlihatkan eksistensinya sebagai bagian dari bangsa AS melalui rangkaian partisipasi dan pandangan dalam dialog AS secara luas.

“Kalau digambarkan saat itu, AS telah menjadi contoh pluralisme dimana Islam akan menjadi bagian dari pihak yang memperjuangkan pluralism. Dalam Quran dikatakan Tuhan menciptakan perbedaan dalam masyarakat. Perbedaan itu merupakan ensensi dari ajaran Islam,” pungkasnya.

 

Mengenal Yvonne Haddad

Bio

Yvonne Haddad, Ph.D., adalah Guru Besar Sejarah Islam dan Hubungan Kristen-Muslim di Pusat Pemahaman Muslim-Kristen. Profesor bidang Haddad keahlian termasuk Islam abad kedua puluh, sejarah intelektual, sosial dan politik di dunia Arab dan Islam di Amerika Utara dan Barat. Saat ini, Profesor Haddad sedang melakukan penelitian tentang umat Islam di Barat dan Islam Revolusioner Mutasi. Dia juga mengajar kursus pada Hubungan Islam-Kristen dan Intelektual Arab.

Pendidikan

Ph.D. (1979) Seminari Hartford, Hartford, Connecticut, Modern soc, ekon.., & Pol. devt & Islam warisan

MA (1971) University of Wisconsin, Madison, Wisconsin, Sejarah Perbandingan, Modern Timur Tengah

MRE (1966) Boston University, Pendidikan Agama, Pengembangan Kepemimpinan

BA (1958) Beirut College Untuk Wanita, Beirut, Lebanon, Pendidikan, Psikologi, dan Inggris

Bio

Yvonne Haddad, Ph.D., adalah Guru Besar Sejarah Islam dan Hubungan Kristen-Muslim di Pusat Pemahaman Muslim-Kristen. Profesor bidang Haddad keahlian termasuk Islam abad kedua puluh, sejarah intelektual, sosial dan politik di dunia Arab dan Islam di Amerika Utara dan Barat. Saat ini, Profesor Haddad sedang melakukan penelitian tentang umat Islam di Barat dan Islam Revolusioner Mutasi. Dia juga mengajar kursus pada Hubungan Islam-Kristen dan Intelektual Arab.

Pendidikan

Ph.D. (1979) Seminari Hartford, Hartford, Connecticut, Modern soc, ekon.., & Pol. devt & Islam warisan

MA (1971) University of Wisconsin, Madison, Wisconsin, Sejarah Perbandingan, Modern Timur Tengah

MRE (1966) Boston University, Pendidikan Agama, Pengembangan Kepemimpinan

BA (1958) Beirut College Untuk Wanita, Beirut, Lebanon, Pendidikan, Psikologi, dan Inggris

 

refren : klik


“Kalung yang mengenyangkan orang lapar, menutupi yang telanjang dan mencukupi yang miskin serta membebaskan seorang budak”.

Seusai shalat berjamaah, Rasulullah saw duduk dan para sahabat melingkari beliau tiba-tiba datang seorang tua yang hampir saja tak berdaya menopang tubuhnya karena lapar.

Orang tua itu berkata : ” Ya Rasulallah, aku kelaparan, berilah aku makan, aku tidak punya pakaian, beri aku pakaian dan aku miskin beri aku kecukupan “. Rasul yang dermawan itu berkata : ” Aku tak punya apapun untukmu, akan tetapi orang yang memberi petunjuk kepada kebaikan ganjarannya sama dengan orang yang melakukannya, karena itu cobalah datang ke rumah orang yang mencintai Allah dan RasulNya dan dicintai oleh Allah dan RasulNya, tentu dia akan mendahului Allah ketimbang dirinya sendiri, pergilah ke rumah Fatimah, hai Bilal, tolong antarkan ia ke rumah Fatimah.

Maka berangkatlah mereka ke rumah putri Rasul yang mulia Fatimah, sesampainya didepan rumah Fatimah, ia memanggil dengan suara keras : assalamu`alaikum, wahai keluarga Nabi shallallahu alaihi wa sallam, keluarga dimana Jibril as menurunkan alqur`an dari Rab semesta alam “.
Setelah menjawab salam, Fatimah bertanya : ” siapakah bapak? ” Ia menjawab : ” aku orang tua dari suku arab baduy, aku telah bertemu ayahmu, pemimpin umat manusia, sementara aku wahai putri Rasul, adalah orang yang tidak berpakaian, lapar dan miskin, bantulah aku, semoga Allah memberkahimu “.

Saat itu, Rasulullah dan Keluarga beliau juga sedang mengalami kesulitan yang sama, sejak tiga hari lalu mereka belum makan, Rasul pun mengetahui kondisi mereka, maka Fatimah pun mengambil kulit domba yang biasa dipakai Hasan-Husain untuk alas tidur kedunya.

” Ambillah ini, semoga bapak mendapatkan sesuatu yang lebih baik darinya ” kata Fatimah sambil memberikan kulit itu. Orang tua itu berkata : ” Wahai putri Nabi, aku mengadukan keadaanku yang lapar, tapi engkau hanya memberi kulit domba ini ? apa yang bisa aku perbuat dengan kulit ini? “.

Mendengar ucapan orang tua itu, Fatimah mengambil kalung yang dikenakanya dan hanya itulah satu-satunya milik yang paling berharga, diserahkanya kalung tersebut sambil berkata : ” Ambillah ini dan juallah. Semoga Allah memberimu sesuatu yang lebih baik “.

Orang itupun menerima kalung itu  dengan gembira lalu pergi ke masjid untuk menjumpai Rasulullah, sesampainya di masjid ia menigatakan kepada Rasulullah : ” Ya Rasulallah, Fatimah putrimu telah memberikan kalung ini dan ia berkata : ” Juallah kalung ini, semoga Allah memberimu sesuatu yang lebih baik “.

Mendengar itu, Rasulullah pun menangis. Ammar pun berdiri seraya berkata : “Ya Rasulallah apakah anda mengizinkanku untuk membeli kalung itu? “. Rasulullah menjawab : ”Belilah wahai Ammar, sekiranya jin dan manusia ikut membelinya tentu Allah tidak akan menyiksa mereka dengan api neraka”. Ammar bertanya : ”Dengan harga berapa engkau akan menjual kalung itu wahai saudaraku?”.

Orang itu menjawab :”Seharga roti dan daging yang akan menghilangkan rasa laparku, selembar kain yaman yang akan menutupi auratku agar aku dapat shalat menghadap Rabbku dan satu dinar uang untuk pulang menemui keluargaku”.

Kemudian Ammar menjual bagian harta rampasan perang yang didapatkannya dari Rasulullah, tidak ada yang tersisa sedikitpun, ia berkata kepada orang arab baduy itu : “Anda akan saya beri uang 20 dinar 200 dirham, sehelai kain yaman, kendaraanku untuk mengantarkanmu sampai ke rumahmu dan rasa kenyang dari roti dan daging”.
Orang itu berkata : “Duhai, betapa pemurahnya tuan ini. Semoga Allah memberkahi anda wahai tuan yang mulia”.

Ammar mengajak orang itu ke rumahnya dan memberikan semua yang dijanjikan kepadanya. Kemudian orang itu menjumpai Nabi shallallahu alaihi wa sallam, yang kemudian berkata : ”Sudahkah anda kenyang dan berpakaian?” Orang itu berkata : “Sudah Ya Rasulallah, bahkan demi Allah, aku menjadi orang yang kaya saat ini”.
Rasulullah bersabda :”Jika demikian, balaslah Fatimah atas perbuatannya”.

Orang itu berdoa :” Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Tuhan, kami tidak mengabdi melainkan hanya pada-Mu. Ya Allah berilah kepada Fatimah hal-hal yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga dan tidak pernah terbayang oleh hati manusia”.

Rasulullah mengamini doa orang itu lalu menjumpai para sahabat seraya berkata : “Sesungguhnya Allah telah memberikan hal itu kepada Fatimah di dunia, demikian itu karena aku adalah ayahnya, tidak ada seorangpun yang semisal denganku, Ali adalah suaminya, tidak ada orang yang sebanding dengannya, Allah juga memberinya Hasan dan Husain tidak ada manusia yang semisal dengan keduanya di alam ini keduanya adalah pemimpin pemuda surga”.

Diantara sahabat mulia yang hadir saat itu adalah Miqdad ibn Amr, Ammar, dan Salman radhiyallahu anhum, Rasulullah bertanya : ”Maukah aku tambah lagi?” “Mau Ya Rasulallah”. Jawab mereka singkat.

Rasulullah bersabda :”Baru saja malaikat Jibril datang padaku dan berkata : ”Jika Fatimah telah dipanggil oleh Allah dan saat di kuburnya akan ditanya, siapa Tuhanmu? Maka ia menjawab : Tuhanku adalah Allah, kemudian ditanya: Siapakah Nabimu? Maka ia akan menjawab : Nabiku adalah ayahku. Siapa yang berziarah kepadaku setelah wafatku seolah dia mengunjungiku pada saat hidupku dan siapa yang berziarah kepada Fatimah, seakan ia berziarah kepadaku”.

Ammar pulang ke rumahnya mengambil kalung itu lalu meneteskan minyak misik dan membungkusnya dengan kain Yaman, ia memiliki seorang budak yang bernama Sahmun yang ia beli dari ghanimah yang didapatkannya saat perang kahibar. Kalung itu diserahkan kepada budaknya seraya berkata : ”Berikan ini kepada Rasulullah dan engaku sendiri aku hadiahkan untuk beliau”.

Budak itupun mengambil bungkusan kalung tersebut dan membawanya kepada Rasulullah lalu menyampaikan apa yang dikatakan Ammar. Rasulullah bersabda : “Pergilah kepada Fatimah, berikan kalung itu kepadanya dan engkau menjadi miliknya”.
Datanglah budak itu menyampaikan apa yang dikatakan Rasulullah kepada Fatimah, Fatimah lalu menerima kalung itu, kemudian membebaskan Sahmun dari statusnya sebagai budak. Sahmun pun tertawa.

Fatimah bertanya :” Apa yang membuatmu tertawa ya ghulam?” Sahmun berkata : “Betapa besarnya keberkahan kalung ini, inilah yang membuatku tertawa. Kalung ini telah mengenyangkan orang yang lapar, memberi pakaian orang yang telanjang, menjadikan kaya orang yang miskin dan memerdekakan seorang budak, lalu kembali kepada pemiliknya”.

Oleh : Ibnu Hasan Ath-Thobari


undefined

 

Sebuah konferensi internasional tentang peran dialog antar agama dalam memperkuat hubungan manusia dan meningkatkan perdamaian global dibuka hari Senin di ibukota Taiwan Taipei.

Acara yang diselenggarakan oleh Liga Muslim se Dunia (MWL) yang berbasis di Mekah dan Asosiasi Islam China di Taiwan, berlangsung tiga hari bertujuan untuk mempromosikan sebuah budaya dialog, toleransi antara para pengikut agama-agama yang berbeda.

Sekjen Liga Muslim se Dunia (MWL), Dr. Abdullah Al Turki, menyoroti dukungan organisasinya untuk dialog antaragama, yang diprakarsai oleh Penjaga Dua Masjid Suci Raja Abdullah untuk mempromosikan perdamaian dunia dengan mengurangi ketegangan agama dan etnis.

“Liga Muslim (MWL) menganggap dialog sebagai alat komunikasi sangat penting untuk mempromosikan pemahaman dan kerjasama di antara multi-keyakinan dan kebudayaan di Asia Timur, “ ujar Al-Turki

Liga Muslim se Dunia (MWL) telah menyelenggarakan tiga konferensi antar agama internasional di Madrid, Jenewa dan Wina.

“Islam menyerukan untuk dialog, pemahaman dan kerjasama antara negara-negara ini juga. Mendorong kerjasama untuk kepentingan kemanusiaan,” kata Al-Turki. ” Menurutnya, dunia sangat membutuhkan pemahaman yang lebih besar dan kerjasama antara negara. Karena itulah Liga Muslim (MWL) telah menetapkan program untuk mempromosikan dialog antara organisasi budaya dan sosial untuk meningkatkan hubungan antar manusia dan kesatuan, tambahnya.

“Kami berharap konferensi Taipei akan membantu mencapai tujuan yang ditetapkan oleh Liga Muslim, yang paling penting dalam memperkenalkan prinsip-prinsip kerjasama Islam dan hidup berdampingan, serta penyebaran nilai-nilai moral, keadilan, keamanan dan perdamaian.”

Al-Turki,  mengucapkan terima kasih kepada Raja Abdullah dan para pemimpin Saudi lainnya atas dukungan mereka  pada Liga Muslim menyelenggarakan kegiatan-kegiatan dan konferensi di seluruh dunia.

Liga Muslim juga telah mengundang sejumlah akademisi dan peneliti terkenal di Asia Timur untuk mengambil bagian dalam konferensi tersebut. Sesi pertama akan berfokus pada tema “membaca sejarah ke dalam hubungan antara para pengikut agama-agama di Asia Tenggara.”

Pembicara akan membahas sebab-sebab ketegangan agama dan konflik di Asia Tenggara, serta hak dan kewajiban umat Islam di wilayah tersebut.

Sesi kedua akan berfokus pada “nilai-nilai kemanusiaan umum di antara para pengikut agama,” di mana makalah akan disajikan pada topik terkait, termasuk hak asasi manusia dalam Islam dan dalam budaya Timur, dan hambatan untuk hidup berdampingan.

“Bersama dalam menghadapi tantangan kontemporer,” adalah tema dari sesi ketiga sementara “Prospek dialog peradaban dan masa depan” adalah tema dari sesi keempat dan terakhir.

Pembicara juga akan membahas topik-topik penting seperti “Peradaban: Dari Perselisihan Menuju Rekonsiliasi,” “Jalan Menuju Aliansi Peradaban,” “Menuju mengembangkan dialog agama dan peradaban,” dan “Peran Media dalam Mempromosikan Dialog Budaya.”

Sebelumnya pada hari Ahad, Al-Turki dan delegasi nya mengunjungi Masjid Long Gang di Taipei dan bertemu dengan para pemimpin Muslim di kota tersebut. Haji Ali Bau, Presiden Asosiasi Islam China, menyambut Al-Turki dan memuji upaya Liga Mudlim untuk menyebarkan pesan Islam di berbagai belahan dunia.

“Kami berharap kunjungan ini akan memperluas kerjasama antara Liga Muslim se Dunia (MWL) dan asosiasi, menguntungkan negara dengan 150.000 warga Muslim,” kata Bau. Bau juga mengucapkan rasa terima kasih pada Liga Muslim atas bantuannya yang telah memberikan dukungan keuangan untuk merenovasi masjid yang dibangun pada tahun 1962.

Al-Turki juga menyatakan kesiapan organisasinya untuk bekerja sama dengan pemerintah Taiwan dan memberikan bantuan yang diperlukan bagi umat Islam di negara ini. Dia mendesak Muslim di negara-negara non-Muslim untuk menjadi faktor konstruktif dalam masyarakat mereka.

“Kami mesti memperlihatkan kerjasama di antara orang Muslim terlebih dulu untuk melaksanakan ajaran Islam. Kita juga harus membangun hubungan baik dengan non-Muslim dan memainkan peran aktif dalam masyarakat kita sehingga orang akan tahu bagaimana Islam mengubah kehidupan kita untuk lebih baik, “katanya sebagaimana dikutip  Saudi Press Agency (SPA).

 

refren : hidayatullah


Perdebatan sengit atas pengajaran evolusi di sekolah publik telah merajalela di seluruh AS sejak cerita pertempuran ruang sidang antara William Jennings Bryan dan Clarence Darrow sepanjang tahun 1925 Scopes Monkey Trial (Negara Bagian Tennessee melawaan John Scopes). Para peneliti pendidikan ilmiah sekarang mengalihkan perhatian mereka pada dunia Islam untuk menentukan apakah pengajaran evolusi di sekolah-sekolah melahirkan kontroversi sosial yang sama dan apa arti dari penentuan tersebut untuk masa depan pemikiran ilmiah di seluruh dunia.

Jason Wiles, asisten profesor biologi di Perguruan Tinggi Seni dan Ilmu Pengetahuan Universitas Syracuse, akan menyajikan ” Teaching and Learning about Biological Evolution in the Muslim World” (Pengajaran dan Pembelajaran tentang Evolusi Biologi di Dunia Muslim) pada Jum’at (18/2) dalam pertemuan tahunan 2011, Asosiasi Amerika untuk Pengembangan Ilmu Pengetahuan di Washington. Wiles juga adalah seorang direktur asosiasi Pusat Penelitian Pendidikan Evolusi di Universitas McGill, Montreal.

Wiles akan menyajikan hasil pendahuluan dari sebuah studi empat tahun dari lima negara dengan sebagian besar populasi Muslim menyangkut pemahaman Islam tentang evolusi dan sikap-sikap terhadap pengajaran subjek tersebut. Studi tersebut meliputi survei para guru, profesor universitas, dan para siswa sekolah menengah atas di Indonesia, Pakistena, Mesir, Libanon, dan Turki, begitu juga populasi Muslim di Kanada. Didanai oleh Dewan Penelitian Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan Kanada, studi tersebut dilaksanakan oleh Wiles, Brian Alters dan Anila Asghar dari Universitas McGill, dan Saouma BouJaoude dari Universitas Amerika Beirut. Para peneliti tersebut berencana untuk memperluas jangkauan studi pada tambahan enam negara Muslim dan pada populasi Muslim di AS.

“Salah satu dari penemuan yang paling menarik ketika membicarakan tentang Islam dan evolusi adalah, tidak hanya ada satu cara pemikiran Muslim tentang evolusi,” Wiles mengatakan. “Pemikiran tentang evolusi di dunia Muslim sama beragamnya dengan yang akan anda harap bisa ditemukan di dunia Barat. Pengajaran evolusi akan sangat beragam di setiap negara dan sikap-sikap kebudayaan di dalam negara tersebut.”

Presentasi Wiles adalah bagian dari symposium, “The Challenge of Teaching Evolution in the Islamic World” (Tantangan Pengajaran Evolusi di Dunia Islam), di Pusat Konvensi Washington. Euginie C. Scott, direktur eskekutif Pusat Nasional untuk Pendidikan Ilmu Pengatahuan (National Center for Science Education – NCSE), penyelenggara dan akan memimpin sesi tersebut.

Bergabung dengan Wiles, Taner Edis dari Universitas Negeri Truman, menyajikan “A Brief History of Islamic Creationism in Turkey” dan Salman Hameed dari Perguruan Tinggi Hampshire, menyajikan ” The Future of Acceptance of Evolution in the Muslim World” (Masa Depan Penerimaan Evolusi di Dunia Muslim).

Wiles mendapatkan gelar sarjana di Universitas Harding, sebuah perguruan tinggi Kristen di Arkansas. Ia juga memegang sebuah gelar M.S.T dari Universitas Portland, sebuah M.S. dari Universitas Mississippi, dan sebuah Ph.D (doktoral) dari Universitas McGill. Sebagai tambahan untuk penunjukannya dalam Departemen biologi di Perguruan Tinggi Seni dan Ilmu Pengetahuan Universitas Syracuse, Wiles adalah seorang anggota Departemen Pengajaran Ilmu Pengetahuan. Upaya penelitiannya berfokus pada pengajaran dan pembelajaran evolusi. Ia juga telah menulis tentang kebijakan dan politik seputar pengajaran dan pembelajaran di negara bagian asalanya, Arkansas dan melanjutkan bekerjasama dengan para guru dan mahasiswa di negara bagian tersebut.

Perguruan Tinggi Seni dan Ilmu Pengetahuan di Universitas Syracuse adalah salah satu dari perguruan tinggi seni liberal utama di negara bagian tersebut. Dengan sebuah kurikulum yang menekankan pembelajaran antar disipliner, penelitian, layanan, dan inisiatif, Perguruan Tinggi tersebut mempersiapkan para siswa untuk tempat kerja global dan untuk melanjutkan studi di program sarjana dan sarjana muda.

Refren : klik