Arsip untuk Februari 19, 2011

I S L A M (RAHMAT SELURUH ALAM)

Posted: Februari 19, 2011 in ISLAM

Islam (Arab: al-islām, الإسلام “berserah diri kepada Tuhan”) adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Agama ini termasuk agama samawi (agama-agama yang dipercaya oleh para pengikutnya diturunkan dari langit) dan termasuk dalam golongan agama Ibrahim. Dengan lebih dari satu seperempat milyar orang pengikut di seluruh dunia, menjadikan Islam sebagai agama terbesar kedua di dunia setelah agama Kristen. Islam memiliki arti “penyerahan”, atau penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan (Arab: الله, Allāh). Pengikut ajaran Islam dikenal dengan sebutan Muslim yang berarti “seorang yang tunduk kepada Tuhan”, atau lebih lengkapnya adalah Muslimin bagi laki-laki dan Muslimat bagi perempuan. Islam mengajarkan bahwa Allah menurunkan firman-Nya kepada manusia melalui para nabi dan rasul utusan-Nya, dan meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus ke dunia oleh Allah.

Aspek kebahasaan

Kata Islam merupakan penyataan kata nama yang berasal dari akar triliteral s-l-m, dan didapat dari Kata kerja bahasa Arab Aslama, yaitu bermaksud “untuk menerima, menyerah atau tunduk.” Dengan demikian, Islam berarti penerimaan dari dan penundukan kepada Tuhan, dan penganutnya harus menunjukkan ini dengan menyembah-Nya, menuruti perintah-Nya, dan menghindari politheisme. Perkataan ini memberikan beberapa maksud dari al-Qur’an. Dalam beberapa ayat, kualitas Islam sebagai kepercayaan ditegaskan: “Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam…” Ayat lain menghubungkan Islām dan dīn (lazimnya diterjemahkan sebagai “agama”): “…Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” Namun masih ada yang lain yang menggambarkan Islam itu sebagai perbuatan kembali kepada Tuhan-lebih dari hanya penyataan pengesahan keimanan.

Secara etimologis kata Islam diturunkan dari akar yang sama dengan kata salām yang berarti “damai”. Kata ‘Muslim’ (sebutan bagi pemeluk agama Islam) juga berhubungan dengan kata Islām, kata tersebut berarti “orang yang berserah diri kepada Allah” dalam bahasa Indonesia.

Kepercayaan

Kepercayaan dasar Islam dapat ditemukan pada dua kalimah shahādatāin (“dua kalimat persaksian”), yaitu “Laa ilaha illallah, Muhammadur Rasulullah” — yang berarti “Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah”. Adapun bila seseorang meyakini dan kemudian mengucapkan dua kalimat persaksian ini, berarti ia sudah dapat dianggap sebagai seorang Muslim atau mualaf (orang yang baru masuk Islam dari kepercayaan lamanya).

Kaum Muslim percaya bahwa Allah mewahyukan al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW, Penutup segala Nabi Allah (khataman-nabiyyin), dan menganggap bahwa al-Qur’an dan Sunnah (kata dan amalan Nabi Muhammad SAW) sebagai sumber fundamental Islam. Mereka tidak menganggap Muhammad SAW sebagai pengasas agama baru, melainkan sebagai pembaharu dari keimanan monoteistik dari Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s., dan nabi lainnya (untuk lebih lanjutnya, silakan baca artikel mengenai Para nabi dan rasul dalam Islam). Tradisi Islam menegaskan bahwa agama Yahudi dan Kristen telah membelokkan wahyu yang Tuhan berikan kepada nabi-nabi ini dengan mengubah teks atau memperkenalkan intepretasi palsu, ataupun kedua-duanya.

Umat Islam juga meyakini al-Qur’an sebagai kitab suci dan pedoman hidup mereka yang disampaikan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW. melalui perantara Malaikat Jibril yang sempurna dan tidak ada keraguan di dalamnya (QS al-Baqarah:2). Allah juga telah berjanji akan menjaga keotentikan al-Qur’an hingga akhir zaman dalam suatu ayat.

Adapun sebagaimana dinyatakan dalam al-Qur’an, umat Islam juga diwajibkan untuk mengimani kitab suci dan firman-Nya yang diturunkan sebelum al-Qur’an (Zabur, Taurat, Injil, dan suhuf atau lembaran Ibrahim) melalui nabi dan rasul terdahulu adalah benar adanya. Umat Islam juga percaya bahwa selain al-Qur’an, seluruh firman Allah terdahulu telah mengalami perubahan oleh manusia. Mengacu pada kalimat di atas, maka umat Islam meyakini bahwa al-Qur’an adalah satu-satunya kitab Allah yang benar-benar asli dan sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya.

Umat Islam juga percaya bahwa Islam adalah agama yang dianut oleh seluruh nabi dan rasul utusan Allah sejak masa Nabi Adam as, dengan demikian tentu saja Nabi Ibrahim as juga menganut Islam. Pandangan ini meletakkan Islam bersama agama Yahudi dan Kristen dalam rumpun agama yang mempercayai Nabi Ibrahim as. Di dalam al-Qur’an, penganut Yahudi dan Kristen sering disebut sebagai Ahli Kitab atau Ahlul Kitab.

Hampir semua Muslim tergolong dalam salah satu dari dua mazhab terbesar, Sunni (85%) dan Syiah (15%). Perpecahan terjadi setelah abad ke-7 yang mengikut pada ketidaksetujuan atas kepemimpinan politik dan keagamaan dari komunitas Islam ketika itu. Islam adalah agama pradominan sepanjang Timur Tengah, juga di sebagian besar Afrika dan Asia. Komunitas besar juga ditemui di Cina, Semenanjung Balkan di Eropa Timur dan Rusia. Terdapat juga sebagian besar komunitas imigran Muslim di bagian lain dunia, seperti Eropa Barat. Sekitar 20% Muslim tinggal di negara-negara Arab, 30% di subbenua India dan 15.6% di Indonesia, negara Muslim terbesar berdasar populasi.

Lima Rukun Islam

Islam memberikan banyak amalan keagamaan. Para penganut umumnya digalakkan untuk memegang Lima Rukun Islam, yaitu lima pilar yang menyatukan Muslim sebagai sebuah komunitas. Tambahan dari Lima Rukun, hukum Islam (syariah) telah membangun tradisi perintah yang telah menyentuh pada hampir semua aspek kehidupan dan kemasyarakatan. Tradisi ini meliputi segalanya dari hal praktikal seperti kehalalan, perbankan, jihad dan zakat.

Isi dari kelima Rukun Islam itu adalah:

1. Mengucap dua kalimah syahadat dan meyakini bahwa tidak ada yang berhak ditaati dan disembah dengan benar      kecuali Allah saja dan meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW adalah hamba dan rasul Allah.
2. Mendirikan shalat lima kali sehari.
3. Membayar zakat.
4. Berpuasa pada bulan Ramadhan.
5. Menunaikan ibadah haji bagi mereka yang mampu.

Enam Rukun Iman

Muslim juga mempercayai Rukun Iman yang terdiri atas 6 perkara yaitu:

1. Iman kepada Allah
2. Iman kepada malaikat Allah
3. Iman kepada kitab-kitab Allah (Al-Qur’an, Injil, Taurat, Zabur, lembaran Ibrahim)
4. Iman kepada nabi dan rasul Allah
5. Iman kepada hari kiamat
6. Iman kepada qada dan qadar

 


Kristen itu bukan pengampunan dosa, tapi peniadaan dosa. Dosa tidak ada lagi di dalam kristen. Sekali lagi, tidak ada lagi yang namanya dosa di dalam kristen. Begitu juga dengan makna pembatalan hukum atau peniadaan hukum itu. Dosa ada karena ada hukum, tidak ada hukum tidak ada dosa. sama kayak mengatakan banyak belajar banyak lupa, kalo gak mau lupa jangan belajar sama sekali

Ini adalah ide peniadaan hukum dalam kristen. Ada dosa ada hukuman. Di dalam yesus tidak ada lagi yang namanya hukuman itu. Siapa yang percaya pada kematian Yesus, dosa dan hukuman apapun tidak berlaku lagi baginya, di dunia ini dan setelah mati. Sayangnya kematian Yesus hanya isapan jempol.

Ketika seorang kristen melakukan suatu pelanggaran, kasarnya suatu kejahatan, tidak ada dosa dan tidak ada hukuman baginya di dalam yesus. Salah tidak bersalah, orang kristen tetep tidak bersalah. Itulah karunia buat mereka di dalam yesus. Berbuat jahat atau tidak, di dalam kekristenan sama saja. Paling-paling hukuman itu hanya ada dalam hukum masyarakat (hukum manusia), di dunia ini saja. Kalau seorang kristen tidak ingin dihukum karena hukum manusia, jangan coba-coba ia melawan hukum manusia. Itu saja. Kalau ia melanggar hukum manusia, sengaja atau tidak, tetapi ia tidak ingin dihukum, dia harus licin kayak ular supaya tidak terkena oleh hukuman.

Tapi bagi orang-orang benar, semua yang baik datangnya dari Tuhan. Melakukan peraturan-peraturan yang baik itu, sekalipun itu hasil musyawarah manusia, merupakan suatu kesalehan di mata Tuhan. Ada ganjaran baiknya di dunia dan di akherat.

Memahami secara mendalam makna pengampunan dosa ini, menerima hukuman adalah kebodohan bagi seorang kristen, sekalipun ia memang bersalah. Kasarnya sekalipun ia mencuri, sekalipun ia memperkosa, sekalipun ia merampok, tidak akan ada dosa baginya. Ini benar-benar mengejutkan. Doktrin ini hanya cocok untuk orang-orang yang belum berbudaya, atau kalau di zaman sekarang, hanya cocok untuk orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan, yang tidak percaya kepada kehidupan setelah mati. Atau orang-orang atheis.

Mungkin orang atheis masih mending. Orang atheis masih bisa melihat kepada ajaran kemanusiaan untuk menjadi orang baik. Juga masih bisa melihat kepada science (ilmu pengetahuan). Kekristenan tidak bisa melihat kepada kemanusiaan, karena doktrinnya memusuhi manusia dan merubah bentuk manusia. Tidak bisa melihat kepada science, karena ia tidak mentaati akal budi. Menjadi manusia adalah negatif bagi kekristenan. Akal budi tidak berguna dan kebodohan. Agama kristen bukan untuk menjadi orang baik, tapi untuk merasa nyaman menjadi orang yang tidak baik.

Kekristenan mempunyai akal tersendiri yang bisa menyelesaikan masalah umatnya. Akal-akalan kali ye? Sebenarnya tuntutan menjadi orang baik di dalam keristenan hanya basa-basi. Kasih yang dibanggakan oleh doktrin kristen bukan memberi dan berkorban, tapi kasih diberi dan memperoleh. Bukan aktif keluar, tapi pasif kedalam. Apa gunanya itu bagi kehidupan bersama? Itu hanya memikirkan kepentingan diri sendiri. Sebaiknya orang kristen yang masih setia pada kekristenan tinggal di hutan atau di goa-goa seperti zaman purbakala.

Bagi seorang kristen yang benar-benar mendalam ilmu alkitabnya, hukum manusia tidak wajib dihormati, oleh karenanya orang kristen tidak merasa ada kehormatan di dalam melakukan hukum dan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah ataupun masyarakat yang dikeluarkan dari hasil musawarah dan mufakat. Bahkan termasuk juga peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh Tuhan dan para nabi. Kristen bilang, orang tidak dibenarkan karena melakukan hukum Taurat (Roma 3:20).

Kehormatan di dalam kristen adalah semata-mata menyelamatkan diri sendiri. Sebenarnya ia adalah agama kepentingan sendiri. Kita lihat saja dalam doktrin keselamatannya, seseorang selamat bukan karena besar kecil perbuatan baiknya, tapi oleh adanya suatu penyelamatan yang tidak mempertimbangkan perbuatan apapun. Suatu keselamatan yang didapat dengan cara membantali orang lain. Dan mereka amat bangga dengan kemalasan dan sikap tak bertanggugnjawab itu. Supaya hebat, yang dibantali adalah anak tuhan. Selamat dengan membantali orang lain adalah keselamatannya para pendusta. Tidak ada bedanya selamat dengan cara memfitnah. Para penjahat lolos dari hukuman dengan cara seperti itu.

Agama kristen bukan untuk mengelola perbuatan supaya hanya mengarah kepada kesalehan demi kehidupan bersama yang lebih baik dan hidup benar di mata Tuhan. Tapi ia adalah agama untuk memberi rasa bebas kepada para pendosa supaya pikiran mereka tidak dibebani rasa bersalah oleh perbuatan mereka sendiri. Sehingga kalau kata kasih dan kata cinta yang selalu digembar-gemborkan di dalam kristen itu dikaitkan dengan sikap memberi dan berkorban maka akan terjadi konflik yang sulit dipecahkan. Ingat, perbuatan baik di dalam kekristenan tidak ada kelebihannya apa-apa dari perbuatan jahat. Sama sekali. Itulah makna dari tidak ada penghakiman di dalam yesus yang sebenarnya (roma 8:1-2). Ini benar-benar bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh yesus sendiri yang disebut akan memaklumkan hukum sepada bangsa-bangsa.

Jelas sekali sekarang bahwa kekristenan merupakan jalan yang dipersiapkan bagi kekuasaan Iblis di muka bumi. Sungguh mengerikan. Sangat wajar kalo Yesus mengatakan di akhir zaman: Aku tidak pernah mengenal kalian. Enyah kalian! Kalian pembuat kejahatan…

Mt 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Orang-orang kristen yang masih manusiawi, yang masih setia pada kebaikan dan kesalehan serta suka berfikir luas, pasti akan ribut-ribut selalu di dalam hati mereka. Karenanya suatu ketika orang-orang kristen banyak yang akan berbondong-bondong meninggalkan kekristenan. Mereka pada pindah ke agama-agama tua seperti Buddha, Hindu, Tao (sambil menghindari islam), dan menjadi juga agnostik. Tapi pada akhirnya akan ada gelombang mereka berbondong-bondong masuk Islam. Setelah gelombang itu, masyarakat dunia akan menuntut kekristenan dan juga menuntut bangsa yahudi yang merupakan biang kerok dari semua kejadian ini. Bendera “anak-anak allah” nya kristen dan yahudi akan diturunkan dengan paksa oleh masyarakat dunia. Inilah pertama kali dalam sejarah, agama dihapuskan secara paksa oleh massa.

Quran 5:18 Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: “Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya.” Katakanlah: “Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?” (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia(biasa) diantara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu).

Kristen dan yahudi masuk ke lubang yang mereka siapkan sendiri untuk agama islam melalui fitnah-fitnah keji mereka.

Setelah itu di terjadi perubahan besar dari barat sampai ke timur. Dunia pun menjadi aman dan damai. Kesejahteraan berkembang dengan pesat. Banyak hal-hal yang tidak pernah terpikir sebelumnya dan luar biasa pada bermunculan. Kehidupan manusia mengalami kemajuan yang luar biasa. Science dan spiritualitas berkembang sungguh mengagumkan secara berdampingan. Nah, kita akan lihat bagaimana kristen dan yahudi akan memperlambat semua itu lantaran ketakutan mereka sendiri. Pasang mata pasang telinga. Yang pasti akan banyak fitnah-memfitnah dan pengerusakan, sebagiannya sudah kita saksikan. Mari kita tonton aksi mereka. semoga para pemimpin tidak salah dalam mensikapi para dajjal pendusta.