Arsip untuk Februari 14, 2011


1 lagi dari Mayora…..artikel bagus yang perlu agan muslim ketahui semua, saya dapati dari rekan dipesbuk, untuk biodata asli atau pun tidak saya tidak tahu silahkan di simak, semua untuk berbagi 🙂
Saya tadinya menganggap bahwa ayat-ayat dalam Al Kitab khusus Kidung Agung (song of Solomon / Song of songs) isinya hanyalah puisi rayuan gombal belaka. Tapi ternyata di pasal 5 ayat 16 sebenarnnya terdapat kata Muhammad, itupun Al Kitabnya harus yang berbahasa Hebrew . Kalau yang berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris bunyinya seperti ini:
Kata-katanya manis semata-mata, segala sesuatu padanya menarik. Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai puteri-puteri Yerusalem. (Kidung Agung 5:16 Al Kitab Terjemahan Baru)Teramat manis tutur katanya, segala sesuatu padanya menarik. Begitulah kekasih dan sahabatku, hai putri-putri Yerusalem! (Kidung Agung 5:16 Al Kitab Bahasa Indonesia Sehari Hari)

His voice and speech are exceedingly sweet; yes, he is altogether lovely [the whole of him delights and is precious]. This is my beloved, and this is my friend, O daughters of Jerusalem! (Song of Solomon 5:16 English [Amplified])
Sedangkan dalam bahasa Hebrewnya seperti ini:

שיר השירים 5:16 Hebrew OT: Westminster Leningrad Codex
חִכֹּו֙ מַֽמְתַקִּ֔ים וְכֻלֹּ֖ו מַחֲמַדִּ֑ים זֶ֤ה דֹודִי֙ וְזֶ֣ה רֵעִ֔י בְּנֹ֖ות יְרוּשָׁלִָֽם׃

שיר השירים 5:16 Hebrew OT: WLC (Consonants Only)
חכו ממתקים וכלו מחמדים זה דודי וזה רעי בנות ירושלם׃

שיר השירים 5:16 Hebrew OT: WLC (Consonants & Vowels)
חִכֹּו מַמְתַקִּים וְכֻלֹּו מַחֲמַדִּים זֶה דֹודִי וְזֶה רֵעִי בְּנֹות יְרוּשָׁלִָם׃

שיר השירים 5:16 Hebrew Bible
חכו ממתקים וכלו מחמדים זה דודי וזה רעי בנות ירושלם׃
Sumber: http://scripturetext.com/songs/5-16.htm

Ya, tulisan ini חכו ממתקים וכלו מחמדים זה דודי וזה רעי בנות ירושלם׃ kaluau dibaca maka akan berbunyi:
ḥik•kōw mam•ṯaq•qîm, wə•ḵul•lōw MA•HA•MAD•DIM; zeh ḏō•w•ḏî wə•zeh rê•‘î, bə•nō•wṯ yə•rū•šā•lim.
Tapi, di situs lain www.biblos.com transliterasinya sedikit berbeda dalam hal penulisan translationnya namun untuk bunyinya (pelafalanya) saya yakin sama dan untuk kata “Mahamaddim” sama ada, dan tidak berbeda. Berikut seperti ini:

Hebrew Transliteration English
חִכֹּו֙ chik•kov his mouth
מַֽמְתַקִּ֔ים mam•tak•kim, sweetness
וְכֻלֹּ֖ו ve•chul•lov is wholly
מַחֲמַדִּ֑ים ma•cha•mad•dim; desirable
זֶ֤ה zeh This
דֹודִי֙ do•v•di is my beloved
וְזֶ֣ה ve•zeh and this
רֵעִ֔י re•’i, is my friend
בְּנֹ֖ות be•no•vt daughters
יְרוּשָׁלִָֽם׃ ye•ru•sha•lim. of Jerusalem
Sumber: http://biblos.com/songs/5-16.htm

Di situ kentara sekali terdapat kata מַחֲמַדִ = Machmad. Kenapa saya tidak menyertakan huruf ים pada tulisan מַחֲמַדִ tersebut seperti tulisan di atas? Karena ים =- im (imbuhan yang menunjukkan penghormatan), jadi kalaupun tulisannya seperti ini berarti [ מַחֲמַדִּ֑ים = Machamadim ]. Jadi imbuhan tidak perlu dibawa-bawa untuk diterjemahkan.

Lalu, bagaimana kalau ada yang bertanya itukan machamadim bukan Muhammad? Ya , kita harus ingat bahwa setiap bahasa memiliki perbedaan dalam pengucapan nama tapi sebenarnya orang yang dimaksud sama. Seperti halnya Abraham = Ibrahim, Noah = Nuh, Moses = Musa, Maria = Maryam, dan lain-lain.Biar lebih jelas saya mengajak anda untuk membuka web translator, ini dia URLnyahttp://www.freetranslation.com/ atau http://www.worldlingo.com/en/products_services/worldlingo_translator.html. Sebagai contoh disini saya menggunakan freetranslation.. Lalu blok dan copy tulisan ini :

מַחֲמַדִּ

Setelah masuk ke web tersebut, di situ ada tulisan “Enter text or word page URL” lalu klik di situ maka tulisan tersebut akan hilang. Selanjutnya klik kanan dan paste di situ.

Lalu pilih Hebrew dan English pada pada bagian bawahnya untuk menterjemahkan dari bahasa Hebrew ke bahasa Inggris. Selanjutnya klik Transalate (warna biru), maka hasil terjemahannya di sebelah kanan adalah “Muhammad”. Pasti berbohong kalau anda mengatakan bukan, iya kan? Hehe….

Jadi yang selama ini
“His voice and speech are exceedingly sweet; yes, he is altogether lovely [the whole of him delights and is precious]. This is my beloved, and this is my friend, O daughters of Jerusalem!” (Song of Solomon 5:16 )
yang sebenarnya adalah
“His voice and speech are exceedingly sweet; yes, he is Muhammad [the whole of him delights and is precious]. This is my beloved, and this is my friend, O daughters of Jerusalem!” (Song of Solomon 5:16 )
atau
“Teramat manis tutur katanya, Dia adalah Muhammad. Begitulah kekasih dan sahabatku, hai putri-putri Yerusalem!” (Kidung Agung 5:16)

Namun, Al Kitab dalam bahasa Indonesia terlalu jauh mendistorsikan terjemahannya, seharusnya “Dia adalah Muhammad.” Menjadi “segala sesuatu padanya menarik.”. Memang sekalipun secara harfiah bahwa Muhammad itu artinya “orang yang terpuji”, namun orang awam akan sulit mengidentifikasinya bahwa kata-kata tersebut menunjukkan nama suatu personal.

Hal serupa juga terdapat dalam Haggai 2:7, di sini kita akan menemukan kata yang similiar dengan kata Muhammad.

Haggai 2:7 Hebrew Study Bible (Apostolic / Interlinear)
וְהִרְעַשְׁתִּי֙ אֶת־ כָּל־ הַגֹּויִ֔ם וּבָ֖אוּ חֶמְדַּ֣ת כָּל־ הַגֹּויִ֑ם וּמִלֵּאתִ֞י אֶת־ הַבַּ֤יִת הַזֶּה֙ כָּבֹ֔וד אָמַ֖ר יְהוָ֥ה צְבָאֹֽות׃
KJV with Strong’s
And I will shake all nations and the desire of all nations shall come and I will fill this house with glory saith the LORD of hosts.

Hebrew Transliteration English
וְהִרְעַשְׁתִּי֙ ve•hir•’ash•ti will shake
אֶת־ et- –
כָּל־ kol- all
הַגֹּויִ֔ם hag•go•v•yim, the nations
וּבָ֖אוּ u•va•’u will come
חֶמְדַּ֣ת chem•dat the wealth
כָּל־ kol- of all
הַגֹּויִ֑ם hag•go•v•yim; nations
וּמִלֵּאתִ֞י u•mil•le•ti will fill
אֶת־ et- –
הַבַּ֤יִת hab•ba•yit house
הַזֶּה֙ haz•zeh this
כָּבֹ֔וד ka•vo•vd, glory
אָמַ֖ר a•mar saith
יְהוָ֥ה Yah•weh the LORD
צְבָאֹֽות׃ tze•va•’o•vt. of hosts
Sumber: http://biblos.com/haggai/2-7.htm

Dari pecahan kata ayat tersebut di atas kita bisa mengambil kata חֶמְדַּ (chemda) yang terdiri dari:
huruf חֲ (het) kalau dalam huruf arab sama dengan ح (ha)
huruf מַ (mem) kalau dalam huruf arab sama dengan م (mim)
huruf דּ (dalet) kalau dalam huruf arab sama dengan د (dal).

Mengenai metode pembacaan tulisan hebrew memang dari kanan ke kiri sama halnya dengan bahasa arab, dan berbeda dengan tulisan latin dari kiri ke kanan.
Lalu apa arti dari kata חֶמְדַ itu sendiri bila diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Mari kita buktikan lagi seperti langkah-langkah di atas. Block dan copy kata:

חֶמְדַ

Lalu terjemahkan lagi di http://www.freetranslation.com/ .

Maka hasil translasinya adalah Hamed, nama similiar Muhammad. Anehnya hasil translasinya bukan “the wealth” dalam bahasa Inggrisnya, sebagaimana yang diterjemahkan olehhttp://biblos.com/haggai/2-7.htm sebagaimana tabel yang saya kutip dari web tersebut, melainkan hasil translasinya adalah “Hamed”. Dan berikut ini adalah daftar nama yang similiar yang akar katanya dari Hamdu (pujian).
Ahmad – Terpuji, Salah satu nama Rasulullah SAW
Hamd – Pujian dengan kebaikan
Hamdan – Orang ang terpuji, salah satu nama Rasulullah SAW
Hamdi – Pujian
Hamid – Banyak pujian
Hammad – Penuh pujian, Banyak memuji Allah SWT
Hammadi – Pemuji
Mahmud – Terpuji
Muhammad – Orang yang terpuji, nama Rasulullah SAW
Sumber: http://www.namaislami.net/nama-islami-anak-laki-laki/

Menurut situs www.strongsnumbers.com menujukkan bahwa kata Machmad dan Himdah berasal dari akar kata yang sama yaitu chamed/chemed kalau dalam bahasa arab adalah Hamd. Sperti yang saya telusuri dari situs tersebut.

Sumber: http://strongsnumbers.com/hebrew/4261.htm

Sumber: http://strongsnumbers.com/hebrew/2532.htm

Kembali lagi ke Hagai pasal 2:7, versi Al Kitab sendiri berbeda-beda satu sama lain dalam kalimat-kalimatnya, meskipun ayat yang dimaksud sama. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa selalu ada revisi tiap kali penerbitannya. Mari kita lihat sama-sama ayat yang sedang kita bahas di atas dengan versi-versi yang berbeda:
Hagai
2:7 (2-8) Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. (versi Alkitab Terjemahan Baru)

2:7 Semua bangsa akan Kugemparkan dan harta benda mereka akan dibawa ke mari, sehingga Rumah-Ku akan penuh dengan kekayaan mereka. (versi Alkitab Kabar Baik (BIS))

2:7 (2-8) Bahkan, Aku akan menggentarkan segala bangsa, maka mereka itu akan datang kepada kegemaran segala bangsa, dan Aku akan memenuhi rumah ini dengan kemuliaan, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam. (versi Alkitab Terjemahan Lama)

2:7 (2-8) Aku akan mengguncangkan semua bangsa, dan Dia Yang Berharga bagi Segala Bangsa akan datang ke rumah ini, dan Aku akan memenuhi tempat ini dengan kemuliaan-Ku,” demikianlah firman TUHAN semesta alam. (versi Firman Allah Yang Hidup)

2:7 And I will make a shaking of all the nations, and the desired things of all nations will come: and I will make this house full of my glory, says the Lord of armies. (versi Bible in Basic English)

2:7 And I’ll shake down all the godless nations. They’ll bring bushels of wealth and I will fill this Temple with splendor.’ GOD-of-the-Angel-Armies says so. (versi The Message Bible)

2:7`and I will shake all nations, and they shall come to the Desire of All Nations, and I will fill this temple with glory,’ says the LORD of hosts. (versi New King James Version)

2:7 I will also shake up all the nations, and they* will offer their treasures;* then I will fill this temple with glory,’ says the Lord who rules over all. (versi NET Bible [draft])

Padahal ayat-ayat di atas semuanya sama yaitu Hagai pasal 2:7. Menunjukkan bahwa firman Tuhan sudah dirubah-rubah oleh tangan manusia, kalimat-kalimat aslinya dirubah-rubah, sehingga banyak mengaburkan pesan aslinya dari Kitab tersebut. Maka dari itulah mempelajari Kitab Agama usahakan pelajari dengan bahasa masternya atau bahasa asli waktu diturunkannya.

Bagaimana kalau ayat dalam Hagai 2:7 kita kembalikan ke makna yang sebenarnya, dengan mengganti kata “Yang Berharga” dengan kata “Hamed(Ahmad/Muhammad)” sebagai contoh saja kita ambil versi Firman Allah Yang Hidup maka bunyinya seperti ini:
Hagai 2:7 (2-8) Aku akan mengguncangkan semua bangsa, dan Dia Hamed(Ahmad/Muhammad) bagi Segala Bangsa akan datang ke rumah ini, dan Aku akan memenuhi tempat ini dengan kemuliaan-Ku,” demikianlah firman TUHAN semesta alam.

Dari Al Kitab yang berbahasa Hebrew tersebut dan dengan bantuan web translator dan web tersebut tentunya bukan web orang muslim, sehingga saya telah bisa menyaksikan dengan mata kepala sendiri, bahwa firman Allah Surat Al Baqarah : 146, Ash Shaff : 6, dan Al A’raaf : 157, terbukti benar, dan benar-benar terdapat nama Muhammad dalam Al Kitab perjajian Lama. Meski pun para Ahli Kitab telah berusaha menyembunyikan nubuat tentang kedatangan Nabi Penutup Muhamad salallahu alaihi wasallam tersebut hingga tinggal sedikit saja ayat-ayat yang luput dari pendistorsian tangan-tangan mereka, dan Allah benar-benar Maha Mengetahui. Mudah-mudahan artikel yang saya buat ini bermanfaat bagi Anda yang mau memahaminya.

sumber : klik


ImageMasyarakat Amerika yang pluralistik tampaknya sedang berubah dari yang “bergerombol” menjadi lebih spesifik lagi, terutama terhadap ajaran ideologi. Namun, walaupun Islam adalah agama besar dengan lebih dari 1 milyar pengikut di seluruh dunia dan lebih dari 6 juta diAmerika Serikat, sebagian orang Amerika masih berpikir bahwa Islam adalah kultus.

ebagian meyakini bahwa semua muslim adalah teroris atau memiliki 4 orang istri. Para aktivis Islam di negeri itu pun sepakat, bahwa hal ini terjadi karena kesalahpahaman orang Amerika tentang Islam, dan itu dipicu karena kurangnya informasi yang benar tentang ajaran Islam.

Inilah daftar pertanyaan yang sering kali ditanyakan oleh orang Amerika selama ini:

1. Apa itu Islam?
2. Siapakah Allah?
3. Siapakah Muslim itu?
4. Siapa Muhammad?
5. Apakah Muslim menyembah Muhammad?
6. Apa Muslim berpikir tentang Yesus?
7. Apakah umat Islam memiliki banyak sekte?
8. Rukun-rukun Islam?
9. Apa tujuan ibadah dalam Islam?
10. Apakah Muslim percaya pada akhirat?
11. Apakah tindakan baik non-Muslim akan sia-sia?
12. Apa batasan pakaian bagi umat Islam?
13. Makanan apa saja yang dilarang dalam Islam?
14. Apa itu Jihad?
15. Apa tahun Islam itu?
16. Apa saja festival besar Islam?
17. Apa itu Syariah?
18. Apakah Islam disebarkan oleh pedang (melalui perang)?
19. Apakah Islam mengajarkan kekerasan dan terorisme?
20. Apa itu Fundamentalisme Islam?
21. Apakah Islam mempromosikan poligami?
22. Apakah Islam menindas perempuan?
23. Apakah Islam toleran terhadap agama minoritas lainnya?
24. Apa pandangan Islam tentang: kencan seks pranikah dan aborsi; homoseksualitas dan AIDS; eutanasia dan bunuh diri; transplantasi organ?
25. Bagaimana seharusnya Muslim memperlakukan Yahudi dan Kristen?

Mungkin inilah peran besar kita semua untuk memberikan gambaran yang benar tentang Islam. Begitu banyak media Barat yang telah melakukan pemberitaan tentang Islam yang jauh dari kenyataan sebenarnya, sehingga orang-orang non-Islam menganggap Islam sesuatu yang harus dicuriga

 

sumber : klik


ImageBeda dengan Facebook yang tetap membiarkan konten kartun Nabi Muhammad, Apple tanpa “ba bi bu” langsung menghapus aplikasi yang dianggap menghina Islam. Aplikasi yang bernama iSlam Muhammad dihapus dari App Store mulai Kamis (20/5/2010) hanya sehari setelah muncul di bursa aplikasi online milik Apple tersebut.

Aplikasi yang dijual seharga 0,99 dollar AS tersebut menampilkan gambar-gambar rekaanNabi Muhammad yang menurut keyakinan orang islam dilarang. Tidak hanya itu, di dalamnya juga memuat teks Alquran yang disalahartikan sehingga bernada negatif.

Pengantar aplikais tersebut memang provokatif. Bagaimana tidak, aplikasi tersebut dideskrisikan dengan kalimat, “Nikmati ayat-ayat kekerasan dan kebencian dari Alquran yang mendukung dan mendorong umat Islam untuk menyerang dan memenggal kepala orang yang tidak setuju dengan mereka. Lihat bagaimana Allah mengarahkan para pengikutnya untuk memperlakukan laki-laki dan perempuan.”

Tidak hanya aplikasi yang menyerang umat Islam, App Store juga memuat aplikasi senada yang ditujukan untuk menyerang keyakinan Kristen seperti BibleThumper. Anehnya aplikasi tersebut masih bercokol di sana. Apakah aplikasi tersebut akan tetap bertahan, lihat saja nanti.

sumber: kompas

 


Sebenernya saya capek mbahas ini terus, tap gimana ya…masih ada FUCKHRIST yang bebel sih, artikel ini saya dedikasikan buat rekan saya ,  SEMOGA BERMANFAAT

1. http://www.facebook.com/asyunita?sk=wall

 

2. http://www.facebook.com/profile.php?id=100001722034122&sk=wall

 

ya semoga aja baca….kalo ada kawan muslim yang baca, tolong bantu diarahkan.. :p

Seperti yang kita semua ketahui, didalam ajaran Kristen (kecuali saksi Yehovah dan Unitarian yg lain), Tuhan dikonsepkan menjadi 3 oknum. Tuhan Bapa, Tuhan anak dan Tuhan Roh Kudus. Dan ketiga-tiga oknum ini sehakikat dan satu dalam zat.

Dan sekali lagi, menurut ajaran Kristen (baik itu Katolik maupun Protestan) bahwa kata Anak pada anak Tuhan yang diperankan oleh Jesus alias Yahshua alias YAOH?SHUA hol-MEHUSHKH?Y alias ‘Isa al-Masih putra Maryam bukan hanya sebagai kiasan, namun dalam arti yang sebenarnya.

Oleh karena perkataan anak Tuhan disini digunakan dalam arti yang sebenarnya, maka perkataan “Bapa” disini harus juga digunakan pula dalam arti Bapa yang sesungguhnya.

Dengan demikian terjadilah suatu hal yang mustahil !

Karena anak yang sebenarnya dari sesuatu, adalah mustahil akan memiliki suatu zat dengan Bapa yang sesungguhnya dari sesuatu itu juga.

Sebab pada ketika zat yang satu itu disebut anak, tidak dapat ketika itu juga zat yang satu ini disebut sebagai Bapa.

Begitupula sebaliknya, yaitu pada ketika zat yang satu itu disebut sebagai Bapa, tidak dapat ketika itu kita sebut zat yang sama ini sebagai anak dari Bapa itu.

Ketika kita zat yang satu ini kita sebut Bapa, maka dimanakah anak ?

Oleh karena mereka memiliki konsep pluralitas Tuhan dalam satu zat, maka disini telah menghadapi suatu dilema yang sukar. Tapi jika disebut zat Bapa lain dari zat anak, maka akan nyata pula bahwa Tuhan itu tidak Esa lagi tetapi sudah menjadi dua (dualisme keTuhanan).

Begitu pula dengan masalah oknum Trinitas yang ketiga, yang umumnya disebut sebagai Roh Kudus, menambah perbendaharaan oknum keTuhanan sehingga Tuhan memiliki tiga oknum yang berbeda satu dengan yang lainnya sehingga imbasnya pengakuan ke-Esaan Tuhan dalam satu zat akan sirna.

Roh Kudus digambarkan sebagai api, sebagai burung dan lain sebagainya. Dan oknum Roh Kudus ini seringkali turun, baik sebelum Yesus lahir, masa Yesus hidup ataupun masa-masa setelah kepergian Yesus sesudah kejadian penyaliban dibukit Golgotta.

Kalau anda perhatikan apa yang tertulis di Alkitab mengenai Roh Kudus maka akan ada dapati suatu kenyataan bahwa:

Roh Kudus didalam Alkitab *tidak pernah* tampil sebagai suatu pribadi.
Pada saat Yesus dibabtis Roh Kudus hanya digambarkan seperti burung merpati.
Pada saat Roh Kudus turun pada hari Pentakosta, Roh Kudus digambarkan sebagai *lidah-lidah api*.

Kita perhatikan ayat tersebut:

KIS 2:3-4
Dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Renungkanlah!

Adakah Allah itu bertebaran?
Adakah Allah itu hinggap pada murid-murid Yesus?
Adakah Allah itu memenuhi para murid?
Perhatikanlah, bahwa akibat dari *hinggapnya* Roh Kudus tersebut adalah: mereka menjadi mampu untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak dapat mereka lakukan.

Kemudian lihat ayat berikut:

MAT 3:11
Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasutNya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

Air, Roh Kudus dan Api digunakan untuk membaptis, apakah kita harus berfikir bahwa murid Yesus dibaptis dengan Allah?

Dalam hal ini, Tuhan sudah terpecah kedalam tiga zat yang berbeda.
Sebab jika tetap dikatakan masih dalam satu zat, maka pada ketika itu juga terjadilah zat Bapa adalah zat anak kemudian zat anak dan Bapa itu adalah juga zat Roh Kudus.
Sewaktu zat yang satu disebut Bapa, dimanakah anak ?
Dan sewaktu zat yang yang satu disebut sebagai anak, maka dimanakah Bapa serta Roh Kudus ?

Oleh sebab itu haruslah disana terdapat tiga wujud Tuhan dalam tiga zat yang berbeda.
Sebab yang memperbedakan oknum yang pertama dengan oknum yang kedua adalah ‘keanakan’ dan ‘keBapaan’. Sedang anak bukan Bapa dan Bapa bukan anak.

Jadi nyata kembali bahwa Tuhan sudah tidak Esa lagi.

Oleh karena itulah setiap orang yang mau mempergunakan akal pikirannya dengan baik dan benar akan menganggap bahwa Kristen Trinitas, bukanlah termasuk dalam golongan agama yang mengEsakan Tuhan, selama ia masih mengajarkan Tuhan itu memiliki tiga oknum seperti yang dijelaskan diatas.

Dengan begitu, maka nyata sudah bahwa ajaran itu bertentangan dengan ajaran semua Nabi-nabi yang terdahulu yang mengajarkan bahwa Tuhan itu adalah Esa dalam arti yang sebenarnya.

Adam tidak pernah menyebut bahwa Tuhan itu ada tiga, Abraham, Daud, Musa, Isa dan nabi-nabi sebelum mereka sampai pada Nabi Muhammad Saw juga tidak pernah mengajarkan keTritunggalan Tuhan.

Malah mereka semuanya adalah sederetan nabi-nabi yang telah susah payah, telah mengorbankan harga diri dan jiwa raganya demi menegakkan kalimah Tauhid, Tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali Tuhan yang satu, Tuhan yang bernama Allah (Swt).

Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub, dan keturunannya, dan apa yang diberikan kepada Musa, ‘Isa serta Nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membedakan seorangpun di antara mereka dan kepadaNya lah kami menyerahkan diri”. (QS. Ali Imran 3:84)

Dalam sebuah Hadistnya, Rasulullah Saw bersabda :
“Nabi-nabi itu adalah bersaudara yang bukan satu ibu, ibunya bermacam-macam, namun agamanya satu.”
(HR. al-Saikhan dan Abu Daud)

Dalam satu studi banding antara AlQur’an plus Sunnah dan Bible yang meliputi Old Testament dan New Testament plus surat-surat kiriman jo riwayat perbuatan para Rasul (The Acts), apa yang diungkapkan Islam tentang ke-Esaan Allah mendapatkan satu titik temu.

Dalam kitab Ulangan 4:35 disebutkan :
“Kepada kalianlah dia itu ditunjuk, supaya engkau ketahui bahwa Y?OHU UL itulah ULH?M; tidak ada yang lain selain Dia.”

Ulangan 6:4
“Dengarlah oleh mu wahai Israel ! Sesungguhnya Y?OHU UL adalah Tuhan kita; dan Y?OHU UL itu satu adanya.”

Isaiah 45:21
“Dan tidak ada ULH?M lain selain Ku; hanya ada ULH?M sang penyelamat; Tidak ada siapapun beserta-Ku.”

Isaiah 45:22
“Ikutilah Aku, dan kalian akan diselamatkan, semua yang ada diujung dunia: bahwa Aku lah ULH?M dan tidak ada yang lain.”

Jeremiah 10:10,
“Namun, Y?OHU UL itulah ULH?M yang sebenarnya. Dia-lah ULH?M yang hidup dan penguasa yang sejati.”

Galatia 3:20
“Tetapi Y?OHU UL adalah satu”.

1 Timothy 1:17
“Sekarang menuju kepada penguasa abadi, tidak berkesudahan, tidak terlihat, hanyalah ULH?M yang bijaksana, menjadi kehormatan dan kemuliaan selama-lamanya.”

James 2:19
“Kamu mengimani bahwa hanyalah ada satu ULH?M, dan pun Setan mengimaninya … lalu menggeletar.”

YAOH?SHUA alias Jesus The Messias alias ‘Isa Almasih as, berulang kali menyatakan ke-Esaan Tuhan yang dalam bahasa Ibrani purbakala disebut dengan ULH?M.

John 17:3
“Dan inilah hidup yang abadi, bahwa mereka mengenal Engkau, ULH?M yang benar, dan al-masih yang telah Engkau utus.”

Mark 12:29
“Dan YAOH?SHUA menjawabnya, Hukum yang terutama adalah, dengarlah wahai Israel, adapun Y?OHU UL adalah Elohim kita, Y?OHU UL itu satu adanya.”

Kembali pada masalah konsep Tritunggal atau Trinitas, seperti yang diterangkan, ketiga Tuhan ini berbeda satu sama lain. Oknum yang pertama terbeda dengan Ke-Bapaan.

Oknum kedua terbeda dengan Keanakan yang menjadi manusia.
Dan oknum ketiga terbeda dengan keluarnya dari Allah Bapa dan dari Allah anak.
Perbedaan itu merupakan perbedaan yang hakiki, yaitu Bapa bukan anak dan anak bukan Roh Kudus.

Apabila sesuatu menjadi perbedaan dan keistimewaan pada satu oknum, maka perbedaan dan keistimewaan itu harus ada pada zatnya.

Misalnya, satu oknum memiliki perbedaan dan keistimewaan menjadi anak, maka zatnya harus turut menjadi anak.
Artinya zat itu adalah zat anak. Karena oknum tersebut tidak dapat terpisah daripada zatnya sendiri. Apabila perbedaan dan keistimewaan itu ada pada zatnya, maka ia harus adapula pada zat Allah, karena zat keduanya hanya satu.

Oleh karena sesuatu tadi menjadi perbedaan dan keistimewaan pada satu oknum maka ia tidak mungkin ada pada oknum yang lain. Menurut misal tadi, keistimewaan menjadi anak tidak mungkin ada pada oknum Bapa.

Apabila ia tidak ada pada oknum Bapa, maka ia tidak ada pada zatnya.
Apabila ia tidak ada pada zatnya, maka ia tidak ada pada zat Allah.
Karena zat Bapa dengan zat Allah adalah satu.

Dengan demikian terjadilah pada saat yang satu, ada sifat keistimewaan tersebut pada zat Allah dan tidak ada sifat keistimewaan itu pada zat Allah.

Misalnya, anak menjadi manusia.
Apabila anak menjadi manusia, maka zat Allah harus menjadi manusia karena zat mereka satu.
Selanjutnya disebut pula bahwa Bapa tidak menjadi manusia.
Dengan demikian berarti pula bahwa zat Allah tidak menjadi manusia.

Maka pada saat zat Allah akan disebut menjadi manusia dan zat Allah tidak menjadi manusia, maka ini menjadi dua yang bertentangan dan mustahil akan dapat terjadi.

Konsep Tuhan Bapa, Tuhan anak dan Tuhan Roh Kudus hanya dapat dipelajari dan dapat diterima jika mereka mendefenisikannya sebagai 3 sosok Tuhan yang berbeda dan terlepas satu sama lainnya, dalam pengertian diakui bahwa Tuhan bukan satu atau Esa, melainkan tiga.

Jika betul Tuhan itu Esa dan Dia telah menjelma atau berinkarnasi menjadi manusia yaitu Jesus, tentu dilangit sudah tidak lagi ada Tuhan. Hal ini dapat kita bandingkan dalam cerita pewayangan, dimana Bathara Ismaya ketika dia berada dikahyangan ia adalah seorang Bathara (dewa), tetapi jika ia turun kebumi dan menjelma menjadi Semar sebagai panakawan Arjuna.

Dan apabila Bathara Ismaya ini menjelma menjadi Semar didunia, maka dikahyangan tidak lagi ada Bathara Ismaya itu. Dan jika dia berada di Kahyangan sebagai Bathara Ismaya, maka dibumi tidak ada Semar, sehingga para panakawan kehilangan Semar.

Lalu bisakah hal ini kita terapkan pada Jesus ? Sayangnya justru tidak bisa.
Dimana Jesus ada didunia, maka dilangit Tuhan masih ada.
Bahkan dalam beberapa pasal Bible nyata-nyata kita dapati bahwa Tuhan berbeda dengan Jesus dan berbeda pula dengan Roh Kudus yang dalam teologi Nasrani juga merupakan bagian dari Tuhan.

Sebagaimana juga yang kita ketahui, klaim pihak Kristen Trinitas bahwa Allah Bapa, Allah anak dan Allah Roh Kudus bersifat Kadim, Alpha dan Omega, tidak berawal dan tidak berakhir.

Tapi benarkah pendapat demikian ?
Kita tinjau dari Tuhan anak yang diperankan oleh Yesus saja pendapat yang demikian sudah bisa kita pentalkan.
Yesus baru ada ketika dia dilahirkan oleh Siti Maryam atau dalam agama Kristen disebut sebagai Mariah.
Sebelum Mariah melahirkannya, tidak pernah ada Tuhan yang bernama Yesus ini.

Sebagaimana juga yang kita ketahui, pemahaman Trinitas mengajarkan bahwa Allah Bapa, Allah anak dan Allah Roh Kudus bersifat Kadim, Alpha dan Omega, tidak berawal dan tidak berakhir.

Tapi benarkah pendapat demikian ?
Kita tinjau dari Tuhan anak yang diperankan oleh Yesus saja pendapat yang demikian sudah bisa kita gugurkan. Yesus baru ada ketika dia dilahirkan oleh Siti Maryam atau dalam agama Kristen disebut sebagai Mariah. Sebelum Mariah melahirkannya, tidak pernah ada Tuhan yang bernama Yesus ini.

Memang ada ayat yang konon kabarnya Yesus mengakui bahwa dia sudah ada sebelum Abraham ada, tapi benarkah demikian adanya ?

Siapakah nama beliau sebelum dilahirkan oleh Mariah dengan nama Yesus ?
Kemana gerangan Tuhan Yesus sebelum-sebelumnya ?
Ada dimana Tuhan Yesus ketika Adam diciptakan pertama kali ?
Ada dimana pula Tuhan Yesus ketika Abraham, Daud, Sulaiman, Musa diutus ?

Lanjut pemahaman kaum Trinitas ini, Allah bukannya barulah menjadi Bapa oleh kelahiran Yesus di Betlehem, melainkan sedari kekal, ia adalah juga Allah Bapa.
Yesus bukanlah menjadi anak ALlah pada saat kelahirannya di Betlehem, melainkan sedari kekal ia adalah anak Allah.
(Dr. G.C. Van Niftrik & Ds. B.J. Boland dalam bukunya Dogmatika masa kini halaman 151)

Mengenai hal ini harus kita ketahui bahwa akal manusia dapat membenarkan, Bapa yang sebenarnya harus lebih dahulu daripada anak yang sebenarnya. Akal manusia tidak dapat membenarkan anak lebih dahulu daripada Bapa atau anak bersama-sama ada dengan Bapa.

Apabila Allah Bapa telah terbeda daripada anak Allah dari kadim, maka anak Allah itu tidak dapat disebut ‘diperanakkan’ oleh Allah Bapa.
Karena Allah Bapa dan anak Allah ketika itu sama-sama kadim, Alpha dan Omega, sama-sama tidak berpermulaan dan tidak ada yang lebih dahulu dan yang lebih kemudian wujudnya.

Apabila ia disebut diperanakkan, maka yang demikian menunjukkan bahwa ia terkemudian daripada Bapa.
Karena anak yang sebenarnya harus terkemudian daripada Bapanya yang sebenarnya.

Oleh karena itu ajaran Trinitas yang menyatakan bahwa anak dengan Bapa sama-sama kadim, alpha dan omega, sama-sama tidak berpermulaan dan tidak saling dahulu mendahului tidak akan masuk akal dan adalah suatu kejadian yang mustahil.

Seterusnya ajaran Trinitas yang mengatakan bahwa Roh Kudus keluar dari sang Bapa dan sang anak (lihat : Pengakuan Nicea-Konstantinopel dalam buku Dogmatika Masa kini hal. 433), adalah juga ajaran yang tidak masuk akal.

Apabila Bapa telah terbeda dari kadim, anak telah terbeda dari kadim dan Roh Kudus telah terbeda dari kadim, maka ketiga-tiganya telah ada diluar dari kadim.
Dengan demikian Roh Kudus tidak dapat disebut telah keluar dari sang Bapa dan sang anak, karena ia memang telah ada diluar dari kadim seperti Bapa dan anak telah ada diluar.

Sesungguhnya, ajaran-ajaran seperti ini adalah tidak mungkin terjadi.
Tuhan tidak akan merubah hukum yang telah dibuat olehNya sendiri, dan Allah tidak menyukai kekacauan (1 Korintus 14:33).

Segala sesuatu itu memiliki aturan permainan masing-masing, dan tidak akan ada perubahan dari hukum-hukum alam itu (sunatullah).

“Katakan: Dialah All?h yang Esa. All?h tempat bergantung. Tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada bagi-Nya kesetaraan dengan apapun.” (Qs. Al-Ikhlash 112:1-4)

“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan dalam agamamu, dan janganlah mengatakan tentang Allah kecuali yang benar. Sungguh, Al-Masih, Isa putera Maryam itu, hanyalah Rasul Allah dan kalimah-Nya, yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan ruh daripada-Nya. Maka berimanlah kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Dan janganlah kamu katakan:”Tritunggal !”, Jangan teruskan. (Itu) lebih baik bagimu. Sungguh, Allah adalah Tuhan satu, Maha Suci Ia dari mempunyai anak, kepunyaan-Nya segala yang di langit dan segala yang di bumi. Dan cukuplah Allah sebagai Pelindung”. (Qs. An-Nisa’ 4:171)