Apakah Yesus itu Mesias?

Posted: Februari 12, 2011 in Siapakah YESUS f**ckhrist

JALAN KENABIAN:

Apakah Yesus itu Mesias?

Bukti apa yang ada sehingga Yesus benar-benar seperti yang diklamNya? Bagaimana kita tahu Dia bukanlah semacam penipu? Mari kita lihat beberapa penipu ternama dan kita lihat apakah julukan itu sesuai dengan Yesus, atau apa ada bukti-bukti yang mendukung klaimNya.

Ferdinand Waldo Demara Jr. diberi julukan, penipu besar. Demara menyamar jadi psikolog, dosen, dekan, guru sekolah, dan sipir penjara. Bahkan dia pernah melakukan operasi-operasi, berpura-pura jadi dokter.

Beberapa yang lain mengatakan Frank Abagnale adalah penipu/penyamar yang lebih hebat lagi. Pada usia 16 sampai 21 tahun, Abagnale adalah penipu terbesar saat itu. Dia berhasil memperoleh $2.5 juta dengan cek palsu diseluruh 50 negara bagian Amerika dan di 26 negara lain. Dia juga berhasil menyamar sebagai pilot pesawat, pengacara, dosen, dan dokter sebelum berhasil ditangkap oleh Polisi Prancis.

Jika cerita ini cukup akrab dengan anda, mungkin karena anda telah menonton film, yang dibuat tahun 2002, berjudul Catch Me If You Can, Abagnale diperani oleh Leonardo DiCaprio ( yang sukses sebagai aktor di film Titanic).

Bagaimana melampaui aksi Abagmale sebagai penipu paling tersohor? Yah, jika Yesus Kristus bukanlah Mesias, seperti klaimNya, maka Dia tidak punya pesaing. Kita tidak membicarakan ribuan orang yang berhasil ditipu, pada kasus Abagnale. Jika Yesus Kristus adalah penipu, maka aksiNya telah berhasil menipu miliaran orang dan mengubah sejarah selama 2.000 tahun terakhir ini.

Jadi, apakah Yesus adalah Mesias palsi, yang berhasil menipu para ahli agama terkemuka. Apa mungkin dia dibesarkan oleh orang tuanya atau mentor, yang tidak diungkapkan, untuk menjadi raja Israel, yang telah lama dijanjikan dan dicari?

Pada kenyataannya, jika Yesus seorang penipu, Dia bukanlah orang pertama dalam sejarah Israel yang berbohong bahwa dia adalah Mesias. Selama ratusan tahun sebelum kelahiran Kristus dan sesudahnya, banyak orang mengklaim dirinya Mesias, yang belakangan terbukti hanyalah kebohongan atau orang gila biasa.

Nubuat Yahudi kuno telah sangat jelas memprediksi pemerintahan seorang raja, dimasa depan, yang akan memberi kedamaian Israel dan jadi Penyelamatnya. Harapan ini menyelimuti negeri dan menumbuhkan harapan dan aspirasi orang Yahudi. Dalam suasana seperti Israel, seseorang, yang kualifikasinya kurang, bisakah didorong untuk atau dicetak sesuai dengan (kriteria) Mesias? Untuk menjawab pertanyaan ini ada di nubuatan-nubuatan Perjanjian Lama mengenai Mesias.

Perantara Allah

Menurut kitab-kitab suci, Allah orang Yahudi berbicara kepada umatnya melalui nabi-nabi, laki-laki dan perempuan yang mendengarkan Allah dan mungkin atau mungkin tidak bagian dari kalangan religius (pekerja di rumah ibadah). Pesan nabi sebagian untuk masa itu dan yang lain untuk masa depan. Apapun pesannya, mereka berperan memproklamirkan pernyataan Allah kepada umatNya.

Secara umum, menjadi nabi sama dengan bekerja di pengepakan daging, yang merupakan salah satu pekerjaan paling berbahaya di dunia. Bahkan jika mereka mengatakan kebenaran, nabi-nabi mungkin dibunuh atau dimasukkan penjara oleh orang-orang yang tidak senang atas perkataan mereka. (Banyak raja membenci kabar buruk.) Menurut catatan sejarah, Nabi Elisa digergaji jadi dua.

Jadi pertimbangkan dilema seorang nabi: pasti mati jika dia terbukti salah dan kemunkinan juga mati jika dia benar. Nabi, yang sebenarnya/asli, tidak ingin menyinggung Allah, dan hanya sedikit yang ingin digergaji jadi dua.

Jadi kebanyakan nabi menunggu sampai mereka sungguh-sungguh yakin bahwa Allah sudah berbicara, atau mereka lebih suka diam. Raja-raja akan gemetar mendengar kata-kata mereka. Pesan nabi, yang benar, tidak pernah salah.

Sekarang pertanyaannya: bagaimana akurasi nabi jaman Aliktab dibandingkan dengan paranormal masa kini?

Nabi Vs Paranormal?

Untuk mempertimbagkan apakah akurasi paranormal masa kini mendekati akurasi nabi-nabi Alkitab, kita bisa mengambil Jean Dixon sebagai studi kasus. Paranormal Amerika ini tampaknya punya kemampuan khusus untuk memperkirakan kejadian-kejadian masa depan. Tapi berdasarkan analisa reputasinya, tampaknya tidak bisa dijamin.

Conothnya, Dixon punya visi bahwa pada 5 Februari 1962 seorang anak lahir di Timur Tengah, yang akan mengubah dunia pada tahun 2000. Orang ini akan menciptakan satu agama dunia dan membawa perdamaian abadi. Dia melihat salib membesar diatas orang itu sampai seluruhnya meliputi bumi. Menurut Dixon, anak ini keturunan Ratu Mesir Nefertiti.[1]

Dimana orang ini? Apa anda melihatnya? Dan bagaimana dengan perdamaian abadi dunia?

Nyatanya, pencarian melelahkan prediksinya memberi dua hasil fakta yang tidak bisa diperdebatkan. Tingkat akurasinya sama dengan siapapun yang memperkirakan masa depan, dan pemenuhan ramalannya, yang paling luas dipublikasikan, adalah ramalan-ramalan yang secara sengaja dibuat kabur sehingga sejumlah kejadian bisa disebut sebagai pemenuhannya.

Bahkan ramalan-ramalan, yang paling dipublikasikan, dari Nostradamus sering salah mesipun ramalannya juga kabur, yang sebenarnya sukar dibantah.[2] Contohnya, ini salah satu perkiraan Nostradamus:

“Ambil Dewi Bulan, untuk Harinya dan Gerakannya: seorang pengelana yang panik dan menyaksikan Hukum Para Dewa, dalam kebangkitan wilayah besar di Dunia atas kehendak Dewa (Seseorang Menghendakinya).[3]

Disebutkan ini mengenai kematian Putri Diana. (Anda mungkin berpendapat Margaret Thatcher.) Ramalan-ramalan semacam ini melihat sama seperti melihat sebuah gambaran sesuatu di awan. Tapi tetap ada yang memaksakan bahwa ini adalah bukti pemenuhan ramalan Nostradamus. Sangat diragukan, tapi sukar dibantah.

Dan itulah secara umum rekam kerja dari paranormal. Ketika “The People’s Almanac” meriset ramalan-ramalan 25 paranormal terkenal, 92 persen ramalan terbukti salah. Sisa 8 persen dipertanyakan dan bisa dijelaskan hanya karena kebetulan atau karena pengetahuan umum dari situasi.[4] Dalam percobaan dengan paranormal terkemuka dunia, tingkat akurasi mereka ada disekitar 11 persen, yang mungkin tidak begitu buruk kecuali ternyata orang biasa yang membuat perkiraan random mengenai masa depan juga punya presentase yang sama. Hal ini tidaklah berarti menolak semua perkiraan masa depan, tapi sudah pasti bisa menjelaskan kenapa paranormal tidak menang lotre.

Perbedaan antara paranormal dengan nabi tampaknya lebih karena jenisnya bukan tingkatannya. Nabi membuat deklarasi khusus mengenai kejadian di masa depan dalam hubungannya dengan pengungkapan rencana Allah dan melalukannya dengan akurasi penuh. Peramal lebih seperti pedagang, memberikan gambaran kabur masa depan kepada pasar yang membayar pelayannya. Mereka menawarkan informasi sensional, tapi dengan rekam jejak jelek.

Nubuat Religius Dalam Perspektif

Nubuatan bisa seperti mistis, metafisik, dan —tidak ada kata lebih baik— menyeramkan. Nubuat memperlihatkan gambaran mengejutkan seperti berhubungan dengan orang yang sudah mati dan dunia lain. Dalam film Star War ada ramalan tentang seseorang yang akan memabawa keseimbangan Kekuatan (Force). Film Lord of the Rings berkisah tentang tema disekitar ramalan. Tapi itu semua dunia imajinasi.

Di dunia nyata, dikatakan jika seseorang tahu satu menit saja di masa depan dia akan menguasai dunia. Pikirkan hal ini. Satu menit tahu pasti apa yang akan keluar di kasino Trump. Anda akan jadi orang terkaya di dunia dan Donald (Trump) akan jadi petugas pos.

Tapi di dunia agama, ramalan punya fungsi penting. Nubuat jadi jalan kepastian untuk mengetahui apakan seseorang datang dari Allah atau bukan, karena Allah Mahatahu pasti tahu masa depan. Pada poin ini nubuatan di Perjanjian Lama menjadi unik, karena sebagian besar buku suci dari agamam lain menghindari nubuatan prediksi masa depan. Contohnya, kitab suci Book of Mormon dan Hindu Veda mengklaim diinspirasi oleh Yang Mahakuasa, tidak ada cara untuk mengkonfirmasi klaim mereka; anda hanya dibiarkan dengan, “Ya, itu tampaknya yang mungkin dikatakan oleh Allah.”

Ahli Alkitab Wolbur Smith membandingkan nubuatan Alkitab dengan buku sejarah lain, mengatakan, “Alkitab adalah satu-satunya buku yang pernah diproduksi oleh manusia, atau kelompok manusia, dimana banyak nubuatan berkaitan dengan negara-negara individu, kepada Israel, kepada semua orang di dunia, kepada kota-kota tertentu, dan kepada seseorang yang akan datang yang akan jadi Mesias.”[5] Jadi Alkitab mendasarkan klaim-klaimnya sedemikian rupa sehingga Alkitab itu bisa diterima atau ditolak.

Jika anda memasukkan tingkat akurasi kedalam perspektif harian, anda akan melihat betapa menakjubkannya. Contohnya, akan jadi mujizat jika pada tahun 1910 anda sudah memperkirakan seseorang bernama George Bush akan memenangkan pemilihan umum tahun 2000. Tapi bayangkan anda juga mengikutkan rincian ini dalam prediksi anda:

  • Kandidat yang mengumpulkan suara total terbanyak akan kalah.
  • Semua jaringan televisi akan mengumumkan pemenangnya dan kemudian mereka semua menasik pernyataan itu.
  • Satu negara bagian (Florida) akan menentukan hasil pemilihan
  • Amerika. Makamah Agung akhirnya yang memutuskan siapa pemenangnya.

Ketika itu semua terjadi, akan ada gereja-gereja dengan nama anda dan kartun-kartun dengan wajah mirip anda. Tapi kan anda tidak melakukannya, jadi semuanya tidak ada. Betapa sukarnya (atau tidak mungkin) pada tahun 1910 untuk secara akurat memperkirakan peristiwa-peristiwa yang berurutan semacam itu, disisi lain makin sangat sulit bagi Yesus, atau siapapun, untuk memenuhi semua nubuatan Yahudi bagi Mesias. Di dalam Perjanjian Lama, ditulis ratusan tahun sebelum kelahiran Yesus, ada 61 nubuatan khusus dan hampir 300 referensi mengenai Mesias.[6]

Berdasarkan syarat Yahudi bahwa nubuatan harus 100 persen akurasinya, Mesias, yang asli, Israel harus memenuhi semuanya atau dia bukan Mesias. Jadi pertanyaannya adalah apakah Yesus terbukti atau jadi penipu terbesar dunia, dalam memenuhi semua nubuatan Perjanjian Lama.

Apa Hasilnya?

Mari kita lihat dua nubuat khusus tentang Mesias di Perjanjian Lama.

“Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil diantara kaum-kaum Yehuda. dari padamu akan bangkit bagiKu seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.”(Mikha 5:1)

“Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung, dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan Ia akan menamakan Dia Imanuel. (Yesaya 7:14)

Sekarang, sebelum mempertimbangkan 59 nubuatan lainnya, anda perlu berhenti dan bertanya kepada diri sendiri seberapa banyak orang yang masuk kategori ini untuk berpotensi jadi Mesias disepenjang sejarah, yang lahir dari seorang perempuan perawan di kota Bethlehem. “Baiklah, lihat, ada tetangga saya George, tapi tidak; dia lahir di Brooklyn.” Dalam kasus 61 nubuatan rinci dipenuhi oleh satu orang, kita berbiacara tentang kemungkinannya sangat mungkin tidak mungkin.

Ketika ilmuwan forensik menemukan profil DNA cocok, kemungkian salah orang adalah kurang dari satu berbanding beberapa miliar (sebenarnya hanya ingin mengingatkan saja bahwa ada kemungkinan salah betapapun kecilnya). Tampaknya kita punya kemunkinan yang sama, dan banyak angka nol, dalam menilai satu orang memenuhi semua nubuatan itu.

Profesor Peter Stoner, ahli matematika, memberi 600 muridnya soal matematika probabilitas yang akan menentukan kemungkinan satu orang memenuhi delapan nubuatan khusus. (Ini tidak sama dengan melemparkan koin delapan kali berturut-turur dan menghitung kepala yang muncul) Pertama para murid harus menghitung kemungkinan satu orang memenuhi semua kondiri satu nubuatan, seperti dikhianati teman demi 30 keping perak. Kemudian para murid memperlihatkan perkiraan terbaik mereka akan kemungkinan seseorang memenuhi delapan nubuatan secara keseluruhan.

Para murid menghitung kemungkinan satu orang memenuhi seluruh delapan nubuatan adalah satu berbanding sepuluh pangkat 21.(1021)  Untuk menggambarkan angka itu, Stoner memberikan contoh, “Pertama-tama, selimuti seluruh Bumi dengan koin dolar setinggi 120 kaki. Kedua, tandai satu dari koin dolar itu dan secara random menguburnya. Ketiga, minta seseorang mengelilingi dunia untuk mencari dan menemukan koin dolar yang sudah ditandai sambil matanya ditutup.[7]

Orang bisa melakukan hal-hal menakjubkan dengan angka (terutama dengan nama keluarga dan semacamnya), jadi cukup penting dicatat bahwa upaya Stoner diteliti oleh American Scientific Association, yang menyatakan, “Analisa matematika berdasarkan prinsip probabilitas yang bisa diandalkan dan Profesor Stoner telah menerapkan prinsip-prinsip ini dengan tepat dan meyakinkan.”[8]

Dengan perkenalan itu, mari kita tambahkan enam prediksi kepada dua yang sudah dipertimbangkan sehingga total delapan seperti Profesor Stoner.

Nubuat: Mesias akan berasal dari garis keturunan Raja Daud.Yeremia 23:5

tahun 600 SM.

Pemenuhan: “Yesus … anak Daud ….”Lukas 3:23, 31

tahun 4 SM

Nubuat: Mesias akan dikhianati dengan bayaran 30 keping perak.Zacharias 11:13

tahun 487 SM.

Pemenuhan: “Mereka memberi dia tiga puluh keping perak.”Matius 26:15

tahun 30

Nubuat: Tangan dan kaki Mesias akan ditusuk.Mazmur 22:16

tahun 1000 SM.

Pemenuhan: “Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kananNya dan yang lain di sebelah kiriNya.”Lukas 23:33

tahun 30

Nubuat: Orang akan mengundi untuk mendapakan jubah Mesias.Mazmur 22:18

tahun 1000 SM.

Pemenuhan: “Prajurit-prajurit …. dan jubahNya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja. Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain, “Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatkannya.”Yohanes 19:23-24

tahun 30

Nubuat: Mesias akan datang menaiki keledai.Zacharias 9:9

tahun 500 SM.

Pemenuhan: “Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mreka dan Yesuspun naik ke atasnya.”Matius 21:7

tahun 30

Nubuat: Seorang utusan akan dikirim untuk mengumumkan kedatangan Mesias.Maleakhi 3:1

tahun 500 SM.

Pemenuhan: Yohanes menjawab mereka, katanya,”Aku membaptis dengan air; tetapi ditengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal.”Yohanes 1:26

Tahun 27.

Ke delapan nubuatan, yang kita teliti mengenai Mesias ditulis oleh orang-orang dengan waktu dan tempat berbeda antara 500 sampai 1.000 tahun sebelum Yesus lahir. Jadi tidak ada kesempatan untuk melakukan kolusi diantara mereka. catat juga kehususannya. Ini bukan jenis prediksi Nostradamus –”Ketika bulan berubah jadi hijau, biji lima akan jatuh dan tertutupi di pinggir jalan”

Diluar Kontrolnya

Bayangkan memenangkan lotre Powerball hanya dengan satu tiket, diantara puluhan juta tiket yang terjual. Sekarang, bayangkan berhasil memenangkan lotre seperti itu ratusan kali. Apa yang anda pikirkan? Benar, “Itu dicurangi!”

Dan selama bertahun-tahun klaim yang sama dikeluarkan oleh orang skeptis mengenai pemenuhan nubuatan Perjanjian Lama oleh Yesus. Mereka mengakui Yesus memenuhi nubuatan mesianik tapi menuduh Dia hidup dengan cara tertentu untuk dengan sengaja memenuhinya. Kelihatan seperti alasan yang cukup masuk akal, tapi bukan tanpa keraguan.

Lihat kondisi empat saja nubuatan mesias:

  • Dia keturunan Daud (Yeremia 23:5).
  • Dia akan lahir di Betlehem (Mikha 5:2).
  • Dia akan lari (mengungsi) ke Mesir (Hosea 11:1).
  • Dia akan tinggal di Nazareth (Yesaya 11:1).[9]

Sekarang, bagaimana Yesus bisa memenuhi nubuatan itu? Dia dan orang tuanya tidak punya kontrol atas nenek moyangNya. Kelahiran Yesus di Betlehem adalah dikarenakan adanya sensus yang diperintahkan oleh Kaisar Agustus. Orang tuanya pindah ke Mesir karena dipicu oleh penindasan Raja Herodes. Dan ketika Herodes mati, orang tua Yesus langsung memutuskan untuk kembali pulang ke Nazareth.

Bahkan jika pada usia muda seorang peniru Yesus membaca nubuat-nubuat yang secara tidak sengaja dipenuhi dan memutuskan untuk terus memenuhi seluruhnya (sama seperti seseorang memutuskan untuk menembak bulan dalam permainan kartu Heart), dia tidak mungkin menang. Pertimbangkan beberapa faktor dalam nubuat-nubuat yang sudah kita lihat: Mesias akan dikhianati dengan 30 keping perak; Dia akan dibunuh dengan cara disalib; dan orang akan mengundi jubahNya. Semua nubuatan ini terpenuhi oleh Yesus, lalu kontrol seperti apa yang dimiliki untuk memenuhi setiap nubuatan itu?

Para ahli Alkitab menjelaskan kepada kita sekitar 300 referensi dengan 61 nubuatan khusus Mesias dipenuhi oleh Yesus Kristus. Kemungkinan seseorang memenuhi begitu banyak nubuatan akan ada diluar semua kemungkinan matematis. Hal itu tidak akan pernah terjadi, tidak perduli berapa banyak waktu didedikasikan. Seorang matematikawan memperkirakan ketidak-mungkinan itu seperti, “satu banding satu miliar, miliar, miliar, miliar, miliar, miliar, miliar, miliar.”[10]

Bertrand Russell, ateis, ditanya, dipublikasikan majalah Look, bukti apa yang akan membuatnya percaya pada Allah. Russell menjawab,”Jika saya mendengar suara dari surga dan (suara) itu memprediksi rankaian peristiwa dan itu terjadi, maka saya pikir saya harus percaya ada semacam pribadi supernatural.”

Ahli Alkitab Norman Geisler merespon skeptisme Russell, “Saya aakn katakan, tuan Russell, sudah ada suara dari sorga; (suara) itu sudah memprediksi banyak hal; dan kita sudah melihatnya terjadi, tanpa bisa dibantah.” Geisler menyatakan secara tidak langsung bahwa pada kenyatannya hanya Pribadi transenden di luar waktu yang bisa secara akurat memperkirakan kejadian masa depan

Bukti Di Dalam Toples

Kita melihat bukti pemenuhan nubuat mesianik Yesus dari semua arah, tapi belum yang satu ini. Bagaimana jika orang Kristen yang mnulis kopi kitab Yesaya dan buku-buku nabi lain di Perjanjian Lama mengubahnya untuk disesuaikan dengan kehidupan Yesus?

Inilah pertanyaan banyak ahli dan skeptis tanyakan. Tampaknya mungkin, kendati sekilas agak diragukan. Jawaban ini akan mencegah kita menjadikan Yesus sebagai penipu, yang kemungkinannya sangat kecil, dan hal itu akan menjelaskan akurasi menakjubkan pemenuhanNya atas nubuatan. Jadi, bagaimana kita tahu buku-buku nabi di Perjanjian Lama, seperti Yesaya, Daniel, dan Mikha, ditulis ratusan tahun sebelum Yesus lahir? Dan jika memang benar, bagaimana kita tahu orang Kristen tidak mengubah teksnya dikemudian hari?

Selama 1.900 tahun, banyak skeptis memegang teguh teori, berdasarkan ketidak-mampuan manusia memprediksi masa depan. Tapi kemudian terjadi sesuatu yang melenyapkan antusiasme terhadap konspirasi semacam itu. Sesuatu yang disebut Gulungan Laut Mati.

Setengah abad silam, penemuan Gulungan Laut Mati memberi para ahli Alkitab kopi-kopi buku-buku Perjanjian Lama yang jauh lebih tua dari yang selama ini diketahui. Tes-tes ekstensif membuktikan banyak dari kopi-kopi ini dibuat sebelum Yesus Kristus hidup. Dan mereka benar-benar identik dengan teks-teks Alkitab yang sudah kita gunakan selama ini.

Akibatnya, bahkan para ahli yang menolak Yesus sebagai Mesias menerima manuskrip-manuskrip Perjanjian Lama bertarik sebelum kelahiranNya dan karena itu bisa disimpulkan nubuat-nubuat mengenai Mesias yang ada didalamnya tidak diubah untuk disesuaikan dengan Yesus.

Jika prediksi-prediksi dipenuhi begitu akurat melalui kehidupan Yesus, tampaknya akan logis untuk merenungkan kenapa semua orang di Israel tidak bisa melihat itu. Tapi ketika salib didirikan, tidak semua orang melihatnya. Seperti dikatakan Yohanes tentang Yesus, ” Tetapi orang-orang kepunyaanNya itu tidak menerimaNya.” (Yohanes 1:11) Kenapa ?

Dengan pertimbangkan sejarah perjuangan Israel, tidak sukar untuk membaca informasi (nubuat-nubuat) Mesias sebagai pejuang kemerdekaan politik. Bisa dipahami bagaimana orang Yahudi abad pertama mungkin berpikir, bagaimana mungkin Mesias telah datang dan Israel masih tetap ditindas dibawah penjajahan Romawi?

Pada saat Yesus memenuhi nubuatan mesianik, Dia melakukannya dengan cara yang tidak diperkirakan oleh seorangpun. Dia mengobarkan revolusi moral dan spiritual, bukan politik, mencapai tujuan-tujuanNya melalui pengorbanan-diri dan melayani dengan rendah hati, menyembuhkan, dan mengajar. Sementara isu, Israel sedang menunggu Musa atau Yoshua lain, yang akan memimpin mereka untuk menaklukkan untuk memperoleh kembali kerajaan mereka, yang hilang.

Tentu saja, banyak orang Yahudi , pada masa Yesus, tidak mengakui Dia sebagai Mesias — seluruh pondasi gereja Kristen adalah orang Yahudi. Namun bukan mayoritasnya. Dan tidaklah sukar untuk mengerti kenapa.

Agar lebih baik memahami salah-paham orang Yahudi abad pertama, pertimbangkanlah nubuat yang ditulis 700 tahun sebelum Yesus lahir oleh nabi Yesaya. Apakah ini merujuk pada Yesus?

“Kita sekalian sesat seperti domba. masing-masing kita mengambil jalannya sendiri. tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.

“Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya. seperti anak domba yang dibawa kepembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup dan karena pemberontakan umatKu dia kena tulah. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia tulah, dipukul dan ditindas Allah. Sekalipiun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik”.

“Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut. . . Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melhat terang dan menjadi puas; dan hambaKu itu, sebagai orang.” (Bagian dari Yesaya 53:6-11)

Ketika Yesus tergantung di salib, sebagian orang dan bisa dipahami mungkin telah berpikir, bagaimana bisa ini Mesias? Pada saat yang sama, orang lain mungkin merenung, siapa selain Yesus yang dikatakan Yesaya?

Tidak Mungkin Penipu

Jadi, apa yang bisa kita lakukan agar Yesus memenuhi begitu banyak nubuatan yang ditulis ratusan tahun sebelum kelahirannya? Leonardo DiCaprio … Maksud saya, Frank Abagnale mungkin peniru yang bagus, tapi bahkan dia tertangkap ketika dia sudah cukup umur untuk minum bir secara legal.

Yesus tidak kelihatan lebih hebat dari Frank Abagnale. Dia ada di kategori berbeda. Tidak ada peniru yang bisa memenuhi begitu banyak nubuatan Yahudi.

Dan apa artinya? Dua kesimpulan muncul: Pertama, hanya Pribadi transenden yang mampu mengatur semua peristiwa. Dan kedua, itu membuat semua klaim Yesus kredibel dan pantas dipertimbangkan dengan serius.

Dalam Injil Yohanes, Yesus membuat klaim, “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup” Bukti-bukti melimpah tampaknya memberi indikasi bahwa tanda tangan di cek itu bukan palsu.

Apakah Yesus Benar-Benar Bangkit Dari Kematian?

Pertanyaan terbesar masa kini adalah, “Siapa sebenarnya Yesus Kristus? Apakah dia hanya seorang luar biasa, atau dia ALLAH dalam daging, seperti dipercayai oleh para muridNya Paulus, Johannes, dan yang lainnya.

Para saksi mata, bagi Yesus Kristus, berbicara dan bertindak sepertinya mereka percaya Dia bangkit secara fisik dari kematian setelah penyalibannya. Jika mereka salah maka KeKristenan didirikan diatas kebohongan. Tapi jika mereka benar, mujizat seperti itu secara memperkuat semua yang Yesus katakan mengenai ALLAH, diriNya, dan kita.

Tapi apakah kita percaya pada kebangkitan Yesus hanya dengan iman saja, tapi apakah ada bukti historis yang kuat? Beberapa ahli skeptis mulai meneliti catatan historis untuk membuktikan bahwa catatan kebangkitan itu salah. Apa yang mereka temukan?

Apa Yang Yesus Katakan Setelah Kita Mati?

Jika Yesus benar-benar bangkit dari kematian, maka Dia seharusnya tahu ada apa setelah kematian itu. Apa yang Yesus katakan mengenai arti kehidupan dan masa depan kita? Apakah ada banyak jalan ke ALLAH atau klaim hanya Yesus satu-satunya jalan? Baca dan mulai menjawab “Kenapa Yesus?”

Bisakah Yesus Memberi Arti Pada Kehidupan?

“Kenapa Yesus?” meneliti pertanyaan Yesus relevan atau tidak sekarang ini. Bisakah Yesus menjawab pertanyaan besar kehidupan, “Siapa saya!?” “Kenapa saya disini?” dan, “Kemana saya pergi?” Penutupan gereja-gereja dan penyaliban telah menuntun sebagian orang percaya Dia tidak bisa, dan Yesus telah meninggalkan kita untuk menghadapi dunia yang tidak bisa dikontrol. Tapi Yesus telah membuat pernyataan mengenai kehidupan dan tujuan kita ada disini di dunia, yang perlu diteliti sebelum kita menyebutnya sebagai tidak peduli atau tidak mampu. Artikel ini meneliti misteri kenapa Yesus datang di dunia

Endnotes

1. Terence Hines, Pseudoscience and the Paranormal (Buffalo, NY: Prometheus Books, 2003), 193.

2. Josh McDowell, The New Evidence That Demands a Verdict (San Bernardino, CA: Here’s Life Publishers, 1999), 194.

3. Prediction 3, Quatrain 2, 28.

4. McDowell, Ibid.

5. Quoted in McDowell, 12-13.

6. McDowell, 164-193.

7. Peter W. Stoner, Science Speaks (Chicago: Moody Press, 1958), 97-110.

8. Stoner, 5.

9. The Hebrew word netzer, appearing in Isaiah 11:1, is believed by many to refer to Nazareth, Jesus’ hometown.

10. Lee Strobel, The Case for Faith

 

Sumber :  http://y-jesus.com/jesus_believe_god_1.php

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s