Muslim AS Ubah Citra Islam Dalam Kisah Hollywood Mereka

Posted: Februari 3, 2011 in Khazanah


LOS ANGELES – Setelah bertahun-tahun menyaksikan kaum Muslim diperlihatkan sebagai teroris di televisi dan film-film mainstream, sebuah kelompok advokasi berharap untuk mengubah citra itu dengan melahirkan sekelompok calon penulis skenario Muslim yang bisa membawa kisah dan perspektif mereka ke Hollywood.
Dewan Urusan Publik Muslim (MPAC) menyelenggarakan serangkaian lokakarya dengan pengajar para veteran nomine Oscar dan peraih Emmy dalam satu bulan ke depan, sebuah inisiatif yang dibangun atas jangkauan kelompok itu untuk gambaran Muslim Amerika yang lebih representatif di layar kaca.

Lokakarya itu adalah evolusi alami dari upaya MPAC untuk melobi jaringan TV dan studio film dari luar, dan mereka cocok dalam sebuah gerakan kecil namun berkembang untuk membuat lebih banyak Muslim Amerika berada di balik kamera.

MPAC menyebut upayanya itu sebagai Hollywood Bureau, sementara Unity Productions Foundation baru-baru ini memulai proyek serupa dengan nama Muslims on Screen and Television. Yayasan seni nirlaba lainnya, seperti Levantine Cultural Center dan Film Independent, menggabungkan kekuatan dengan merencanakan kegiatan membangun jaringan bagi para aktor Muslim dan melatih serta mengajari pembuat film muda.

“Idenya adalah untuk benar-benar memberikan kaum Muslim sebuah kesempatan untuk menceritakan kisah kami. Ada keingintahuan tentang Islam dan siapa kaum Muslim dan banyak ketakutan yang kita saksikan berasal dari hanya mendengar satu kisah atau cerita-cerita yang selalu negatif,” ujar Deana Nassar, penghubung Hollywood MPAC.

Pada lokakarya penulisan skenario pertama hari Sabtu lalu, tiga lusin peserta memenuhi sebuah ruang kelas di pusat kota Los Angeles untuk mendengarkan Ed Driscoll, penulis komedi pemenang Emmy, memberikan berbagai tips, mulai dari mengetahui audiens sampai membuat garis besar naskah.

Para peserta mencerminkan keragaman yang tidak sering terlihat dalam pemotretan Hollywood terhadap Muslim Amerika, mulai dari wanita kulit hitam yang tumbuh di Mississippi sampai seorang ibu rumah tangga dan pengacara pembela.

Khadijah Rashid, 33, mengatakan sebelum kelas dimulai bahwa pengalaman Hollywoodnya mencakup bekerja di balik layar untuk semuanya mulai dari TV realitas sampai biopik pemenang penghargaan “Ray”.

Tapi Rashid mengatakan dirinya selalu merasa bahwa kisahnya sendiri – yang tumbuh besar sebagai Muslim di Deep South – adalah cerita yang paling ingin dia sampaikan. Dia ingat pernah diganggu saat masih kecil karena nama belakangnya yang tidak umum dan makan sebongkah keju kering saat makan siang karena kantin sekolah menyajikan babi.

“Aku rasa tidak terlalu banyak drama tapi ini adalah drama pribadiku,” ujar Rashid, sekarang seorang ibu tunggal yang tinggal di Pasadena. “Aku ingin menceritakan kisahku, tapi aku perlu belajar caranya.”. klik

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s