Laporan Temukan Penurunan Jumlah Muslim Tertuduh Teror

Posted: Februari 3, 2011 in Khazanah

Muslim Amerika mamadati Masjid Al-Abidin di Queens, New York. Masjid sebagai pusat ibadah Muslim sering dicurigai sebagai tempat tumbuhnya ekstrimis. Sebuah studi oleh sosiolog Universitas Carolina Utara menunjukkan adanya penurunan dalam jumlah tersangka kasus teror.

NEW YORK (Berita SuaraMedia) – Jumlah Muslim AS yang dituduh dalam plot teror menurun lebih dari setengah sampai 20 tahun terkahir, dan target tersebut dibagi dengan rata antara tempat-tempat domestik dan luar negeri, menurut sebuah laporan yang dirilis pada Rabu (2/2) waktu setempat oleh sebuah kelompok penelitian yang mengikuti jejak keamanan domestik.
Lima dari tersangka yang melakukan rencana mereka, termasuk Faisal Shahzad, yang berusaha untuk meluncurkan sebuah serangan 1 Mei di Times Square menggunakan sebuah mobil yang ditempeli dengan sebuah bom, dan tiga pria lainnya yang bergabung dengan gerakan militan di luar negeri.

Dua tersangka, Zarein Ahmedzay dan Adis Medunjanin, telah mendapatkan senjata sebelum mereka dibekuk. Mereka didakwa tahun lalu karena berkomplotan dengan Najibullah Zazi yang terhubung dengan Al-Qaeda dalam sebuah plot yang digagalkan tahun 2009 untuk meledakkan kereta bawah tanah New York.

13 tersangka lainnya digagalkan sebelum mereka mendapatkan senjata atau bahan-bahan peledak. Salah satu dari tersangka tersebut, Collen LaRose, seorang wanita Pennsylvania yang menyebut dirinya sendiri “Jihad Jane”, mengaku bersalah pada Selasa (1/2) waktu setempat untuk peranannya dalam sebuah rencana untuk membunuh seorang kartunis Swedia yang telah menyinggung Muslim.

Studi tersebut berasal dari Triangle Center tentang Terorisme dan Keamanan Dalam Negeri, sebuah konsorsium Duke University, Universitas Carolina Utara, Chapel Hill dan para peneliti RTI Internasional.

Para penulis laporan tersebut telah menganalisa laporan publik tentang kasus-kasus teror domestik sejak serangan 11 September 2001, sebagian untuk mengawasi ancaman ekstrimisme di komunitas Muslim Amerika.

Muslim AS yang dituduh mengirimkan uang ke kelompok teroris luar negeri tidak termasuk di dalam studi tersebut.

Para peneliti menemukan jumlah terbesar kasus teror lokal pada tahun 2009, dengan sebuah jumlah akhir 47 tersangka. Puncak pada tahun tersebut sebagian besar berhubungan dengan kasus 17 warga Somalia-Amerika dipercaya telah bergabung dengan gerakan militan Somalia Al-Shabab. Jumlah Muslim Amerika yang berusaha untuk bergabung dengan Al-Shabab menurun sampai enam tahun lalu.

Charlez Kurzman, seorang sosiolog menulis studi yang dirilis pada Rabu (2/2) waktu setempat, mengatakan bahwa mengingat perekrutan teroris menyebar luas di Internet dan tempat lainnya, ia menganggap jumlah kasus teror domestik relatif kecil. Lebih dari 2 juta Muslim tinggal di AS.

“Terorisme adalah sebuah masalah besar dan Muslim Amerika lebih rentan terhadap perekrutan teroris dari pada warga Amerika lainnya. Untungnya, tingkatan perekrutan mereka sangat rendah,” kata Kurzman, yang mengajar di Univeristas Carolina Utara, Chapel Hill.

Sejak tahun 2001, jumlah keseluruhan 161 Muslim Amerika telah secara publik dituduh merencanakan melakukan serangan teror, menurut studi tersebut. Para peneliti memasukkan dalam perhitungan mereka Anwar Al-Awlaki, ulama Muslim kelahiran AS yang dikenal radikal, diyakini bersembunyi di Yaman dan dicurigai telah menginspirasi serangan pada AS.

Hampir dua per tiga kasus-kasus selama satu dekade terakhir dihentikan dalam tahap awal. Para penyelidik tidak mengungkap sumber dari informasi mereka dalam sekitar dua lusin kasus. Para peneliti Triangle Center menemukan 48 dari tersangka sejak tahun 2001 telah dihentikan oleh Muslim Amerika yang memperingatkan para otoritas. klik

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s