Islam Menghijau Dari Madinah Hingga Washington

Posted: Februari 2, 2011 in Kasih Tuhan

Salah satu bentuk kampanye Muslim dalam melestarikan lingkungan hidup diprakarsai oleh Kristiane Backer, seorang Muallaf. Dengan mengadopsi pesan-pesan dari Al-Qur’an kampanye penghijauan tidak hanya membuat Islam menjadi agama yang paling cepat berkembang namun juga menjadi agama penggerak lingkungan yang paling cepat di dunia. (Foto: Green Prophet)
WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Empat pos pertama dalam serangkaian Greener Faith meliputi pencinta lingkungan Kristen Evangelikal, Kristen tradisional, kampanye antar agama, dan Yudaisme. Pos terkahir berfokus pada Islam.
Sayap kanan telah menuntut untuk megetahui, berkali-kali: Di mana Muslim moderat?

Kemungkinan mereka harus melihat di bahwa hidung mereka. Atau bahkan lebih baik bertanya kepada seorang pencinta alam.

Islam bukan hanya agama yang paling cepat berkembang di dunia – kemungkinan juga menjadi gerakan lingkungan yang paling cepat berkembang di dunia.

Menurut Profesor Studi Islam Frederick M. Denny, Al-Qur’an mengajarkan bahwa semua yang ada di bumi milik Allah, dan bahwa semua hewan adalah sama seperti manusia “Penciptaan kosmos adalah sebuah realitas yang lebih hebat dari pada penciptaan manusia (surat 40:57) … (Manusia) berbagi kesamaan dengan semua hewan sebuah asal di dalam bahan yang sama, air (Surat 24:45), dan mereka akan kebali ke bumi dari mana mereka berasal.”

Pada tahun 2009, ayat-ayat tersebut dan lebih banyak menuntun Mufti Agung Mesir untuk mengungkap bahwa Madinah, kota paling suci kedua Islam, akan menjadi hijau selama tujuh tahun ke depam. Menyebutkan sebuah “kewajiban keagamaan” dan sebuah “perbandingan moral,” Sheikh Ali Gomaa mengumumkan bahwa Madinah akan memberikan pendidikan perubahan iklim, menggunakan energi yang bisa diperbarui di Masjid, meningkatkan transportasi publik, dan memberikan lebih banyak air yang bersih sehingga para peziarah tidak menggunakan botol-botol plastik.

Di Amerika, gerakan Islami Hijau diwakilkan dengan baik oleh Green Muslim di Distrik tersebut, yang mengajarkan keberlangsungan praktik-praktik tersebut pada komunitas Muslim Washington, termasuk menggunakan air yang lebih sedikit untuk ritual keagamaan seperti wudhu, mempersiapkan makan Ramadhan dengan bahan-bahan lokal dan organik, dan berpikir lebih tentang dari mana barang-barang konsumen tersebut berasal.

“Di dalam Islam, tubuh adalah hanya sementara; jiwa adalah apa yang menjadi milik Allah. Hal yang sama bisa dikatakn dari bumi dan sumber-sumber yang bumi sediakan, mereka semua milik Allah – bukan milik manusia,” kata pendiri Mohamad A. Chakaki. Menambahkan rekan pendiri Sanjana Ahmad, “Membuat orang-orang berpikir tentang sesuatu yang mereka rasa penuh kedamaian dan mereka akan secara otomatis berbicara tentang sesuatu yang sangat alami – sebuah matahari tenggelam, sebuah pemandangan pegunungan, samudera.”

Bahkan “Masjid Ground Zero” yang terkenal adalah sebuah contoh menghijaunya Islam: Masjid tersebut akan menjadi Masjid tersertifikasi LEED pertama, sertifikasi hijau tertinggi yang sebuah bangunan bisa dapatkan.

Diharapkan dengan serangkaian Semangat Lebih Hijau tersebut menjadi dua lapisan. Pertama, adalah menunjukkan penyangkal iklim bahwa gerakan lingkungan hidup bukan hanya stereotip hippies yang memeluk pohon, dan untuk membiarkan para skeptis yang mengetahui bahwa ada sekutu lingkungan hidup yang ditemukan di dalam komunitas keyakinan.

Kedua, adalah untuk menunjukkan orang-orang pemeluk agama bahwa ada begitu banyak cara untuk menghijaukan tempat peribadatan, dari tindakan sederhana seperti mengubah gelembung cahaya dan memulai program mendaur ulang untuk penanganan yang lebih serius. (ppt/abn) klik

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s